NovelToon NovelToon
Belenggu Mafia Lapuk

Belenggu Mafia Lapuk

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahmuda / Mafia / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 5
Nama Author: Neti Jalia

Warning! 21+


Evellyn seorang gadis muda berusia 17 tahun terpaksa melarikan diri dari rumah. Gadis yang bahkan belum lulus sekolah itu terpaksa melepaskan diri dari jerat sang ibu tiri yang ingin menjual dirinya, karena terlilit hutang judi disebuah pusat perjudian kasino.

Namun kesialan terjadi saat dirinya dalam misi pelarian diri. Gadis itu terjebak dalam situasi yang tidak kalah rumit dan menegangkan. Evelly terjebak diantara orang-orang yang menguasai dunia bawah tanah.

Akankah Evelly berhasil lolos?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neti Jalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Demam

Laut begitu terasa dingin ketika hembusan angin menerpa tiap sisi kapal pesiar yang dibiarkan mengambang tenang ditengah lautan. Disekitar laut tampak gelap, hanya ada sinar lampu yang berasal dari lampu kapal yang dibuat sedikit warna warni.

Suara denting sendok dan garpu yang bertemu dengan piring memecah kesunyian meja makan, ketika Yansen dan teman-temannya sedang menikmati makan malam bersama dengan pasangan mereka masing-masing.

"Bocil kemana ya? sejak bertemu tadi siang, aku tidak melihatnya lagi," ujar Zavier.

"Iya juga. Apa dia tidak ingin makan malam?" timpal Owen.

"Coba nanti Ivanka atau siapapun panggil dia dikamarnya, siapa tahu dia ketiduran,"

"Ogah ah...ngapain nyamperin gadis kecil itu," ujar Ivanka.

"Biarkan saja, nanti kalau lapar makan sendiri," timpal Yansen.

Mereka kembali makan dalam diam. Setelah selesai makan, mereka kembali kekamar masing-masing.

"Sayang. Dingin," rengek Ivanka.

"Gunakan selimut yang tebal, agar nggak dingin lagi."

"Ckk..aku nggak butuh selimut, aku maunya kamu," ujar Ivanka.

"Aku sedang tidak berselera,"

"Kok gitu sih? kok bisa bilang gitu, kamu bosan sama aku?"

"Jangan seperti anak kecil, nanti kalau aku mau, aku bisa minta sendiri."

Ivanka mengerucutkan bibirnya. Gadis itu tidak bersuara lagi, dia tahu betul Yansen tipe pria yang tidak suka dipaksa.

Yansen memantik korek api dan meyalakan sebatang rokok. Pria itu berdiri ditepi jendela dan membuka jendela itu sedikit agar asap rokok yang ia hisap bisa keluar. Setelah beberapa saat, Yansen mendengar dengkuran halus dari Ivanka yang menandakan gadis itu sudah tertidur pulas.

Yansen membuang puntung rokoknya, agar benda berasap itu segera padam. Pria itu kemudian keluar kamar, karena ingin memastikan sesuatu.

Tok

Tok

Tok

Tak ada jawaban dari dalam kamar.

Tok

Tok

Tok

Yansen kembali mengulang ketukkan tangannya pada sebuah daun pintu, yang tak lain pintu kamar Evellyn. Namun meski dia sudah mengetuk pintu dengan lumayan keras, tetap saja tidak ada jawaban dari dalam kamar Evellyn.

Kriekkkkk

Yansen menekan handle pintu kamar itu yang ternyata sama sekali tidak dikunci.

Tap

Tap

Tap

Yansen perlahan masuk kedalam kamar karena ingin memastikan sesuatu. Evellyn tampai meringkuk didalam selimut dengan posisi tubuh sudah tenggelam seluruhnya didalam benda yang bisa membuat tubuh bisa menghangat.

"Eve,"

Yansen menyebut nama gadis itu, berharap gadis itu keluar dari selimut. Namun Eve tetap saja diam dengan selimut yang sedikit bergetar.

Srakkkkk

Yansen yang hilang kesabaran langsung membuka selimut Evellyn, dan mendapati tubuh gadis itu bergetar dengan wajah yang memucat dan juga berkeringat.

"Eve, kamu kenapa?" Yansen tiba-tiba mendadak panik.

Yansen menatap kening Evellyn dan telapak tangannya merasa tersengat karena suhu tubuh Evellyn panas tinggi.

"Eve, kamu sakit?"

Yansen bergegas pergi kedapur untuk membuat air kompresan buat Evellyn. Yansen juga membawa obat penurun deman yang terdapat didalam kotak P3K.

"Minumlah obatnya,"

Mata Evellyn perlahan terbuka, dan Yansen membantu Evellyn untuk meminum obatnya. Yansen kemudian memasukkan sebuah handuk kecil kedalam baskom berisi air hangat, kemudian pria itu memerasnya dan menempelkannya dikening gadis kecil itu.

Setelah panas tubuh Evellyn sedikit menurun, Yansen berencana akan kembali ke kamarnya. Namun langkahnya terhenti saat tanpa sadar tangan Evellyn mencekal lengan Yansen.

"Jangan pergi...kumohon jangan pergi.." ujar Evellyn lirih.

Yansen yang hendak pergi, terpaksa mengurungkan niatnya dan kembali mendekati gadis itu. Perlahan Yansen ikut naik keatas tempat tidur, karena mata pria itu sudah mengantuk berat. Yansen akhirnya tidur diranjang yang sama disamping Evellyn yang tanpa sadar sudah memeluk erat tubuh kekar itu untuk mencari kenyamanan.

*****

Matahari telah menyingsing, saat semua orang masih terlelap dikamar mereka masing-masing. Terlebih pasangan-pasangan yang sudah menghabiskan malam panjang bersama pasangannya.

Blammmmm

Mata Evellyn terbuka, saat gadis itu merasakan sebuah nafas hangat menyapu wajahnya.

Deg

Wajah yang terlampau dekat membuat jantung Evellyn jadi berdebar.

"Kenapa dia bisa ada disini?" batin Evellyn.

Evellyn mencoba mengingat apa yang terjadi, dan dia sekilas teringat saat Yansen datang kekamar dan mengompres dirinya. Evellyn menatap kearah Yansen, tatapan yang tidak berani dia lakukan saat pria itu sudah terjaga dari tidurnya.

"Dia sangat tampan meskipun usianya sudah tua,"

"Sayang sekali orang setampan ini tidak mau menikah, jadi keturunannya terpaksa berakhir dipria ini,"

"Enak banget jadi laki-laki. Celup sana celup sini, tanpa perlu bertanggung jawab."

"Apa sudah puas menatap wajah tampanku?"

"Eh?"

Evellyn menjauhkan tubuhnya dari Yansen, karena berbaring terlalu pinggir, membuat Evellyn nyaris jatuh dari atas tempat tidur kalau saja Yansen tidak menahan tubuh gadis itu.

"Apa selain miskin, kamu itu juga bodoh?"

"Eh? maaf,"

Tubuh Evellyn yang menempel erat pada Yansen, membuat dua insan itu jadi canggung.

"Terima kasih karena tuan sudah menjagaku," ujar Evellyn sembari melepaskan diri dari pelukkan Yansen.

"Lain kali perhatikan kesehatanmu, jangan berubah jadi orang bisu pada saat tubuhmu memang sedang tidak enak badan."

"Ya Tuan." Jawab Evellyn.

"Sekarang bersihkan dirimu dengan air hangat, tidak perlu keluar, nanti makananmu akan diantar ke kamar."

"Ya Tuan. Kapan kita akan kembali?"

"Sore nanti."

"Baiklah,"

Yansen beranjak dari tempat tidur, pria itu menyembunyikan sesuatu yang sudah terlanjur terbangun sejak tadi. Dia tidak ingin Evellyn tahu, bahwa gadis kecil itu mampu membangkitkan gairahnya lebih cepat daripada saat bercinta dengan Ivanka atau gadis lainnya.

"Hah...apa ini, seperti kamu tidak pernah mencicipi barang itu saja. Bagaimana kalau gadis kecil itu tahu, dia pasti akan mengira aku majikkan mesum." tutur Yansen lirih ketika sudah keluar dari pintu kamar Evellyn.

Yansen beranjak kedapur dan mendapati semua orang sedang sarapan pagi di meja makan.

"Sayang. Kamu darimana? saat aku bangun kamu sudah tidak ada," tanya Ivanka.

"Aku sedang mencari udara segar diatas kapal," dusta Yansen.

"Ini si bocil kok nggak keliatan dari semalam?" tanya Zavier.

"Dia lagi sakit." Jawab Yansen keceplosan.

"Kok kamu bisa tahu kalau dia sedang sakit?" tanya Ivanka.

"Aku tidak sengaja bertemu dengannya saat akan mengambil air minum semalam. Dia bilang tubuhnya sedikit demam."

"Benarkah? kalau begitu kita jenguk dia setelah sarapan, sekalian bawakan dia sarapan dan obat," timpal Owen.

"Mungkin dia kelelahan. Karena seseorang sudah membuatnya kerja rodi," sindir Diego.

Yansen diam saja tanpa protes, sementara Ivanka tampak tidak senang karena semua orang seperti sedang memperhatikan Evellyn.

Tok

Tok

Tok

"Bocil. Apa kamu tidur?" tanya Zavier sembari mengetuk pintu.

"Masuk kak. Pintunya nggak dikunci," ujar Evellyn.

Zavier dan teman-temannya masuk kedalam kamarnya, Gadis itu tampak segar karena baru saja selesai mandi.

"Apa kamu sudah agak sehat?" tanya Owen.

"Lumayan kak."

"Ini, kamu habiskan sarapanmu, setelah itu kamu minum obat ini."

"Makasih kak." Jawab Evellyn.

Evellyn melirik kearah Yansen yang tampak diam dibagian belakang. Pria itu seolah tidak perduli dengan dunia sekitarnya.

"Dasar bunglon. Didepan orang kayak cuek sekali, dibelakang orang sok perhatian. Apa dia takut dengan Ivanka?"

Evellyn kemudian melirik ke arah Ivanka yang terlihat sama cuek dengan Yansen. Gadis itu malah sibuk dengan ponsel pribadinya.

TO BE CONTINUE...🤗🙏

1
Febby fadila
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Febby fadila
udah mulai malas bacax, mafia kok nggak ada yg jelas 1 heran deee, beda banget sama cerita yg disebelah, mafiax bekerja sangat rapi dan cepat
Febby fadila
orland lebih licik daripada Yansen,,,
Febby fadila
kalian berempat itu terlalu bodoh mafia kok nggak bisa bijak dlm berpikir siii heran deee
Febby fadila
klw dsni kayakx orland yg lbih cerdik dan licik dari Yansen deee, orang² orland yg duluan cepat daripada orang² yansen
Febby fadila
hmmm makin menarik, orland juga yg menyelamatkan Evelyn kayakx,, waaahh butuh perjuangan besar buat Yansen untuk menemukan eve dari musuh bubuyutannya
Febby fadila
knp nggak di masukin Ivanka kedalam karung baru buang dia,
Febby fadila
kok lambat sekali siii Nemu kebenaranx,
Febby fadila
Ivanka cari mati ditangan Yansen rupanx
Febby fadila
ooo Ivanka jual² nama Yansen biar eve membenci Yansen,,
Febby fadila
aku sumpahi kamu Yansen tidak punya anak seumur hidup, bila perlu jonimu mati suri seumur hidup,,, kamu pikir harta dan tahtamu bisa membuatmu bahagia
Febby fadila
pasti ulah ivanka
Febby fadila
kabur saja dari situ Evelyn biar Yansen menyesal
Febby fadila
mantap eve sandiwara yg sukses,, 🤣🤣🤣🤣 panas Yansen ❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥
Febby fadila
pasti eve bakalan hamil secara Yansen tidak pakai pengaman,,
Febby fadila
racun yang bikin ketagihan eve 😁😁😁😁
Febby fadila
awas aja kau Yansen jadikan eve seperti Ivanka,
klw Ivanka bukan perawan tua tp kek gadis rasa janda udah bolong semua
Febby fadila
iyalah wong Ivanka dia cuman bisa diranjang doang,,,
Febby fadila
bikin ngakak aku, Yansen seperti suami yg ketahuan selingkuh dari istrix 🤭🤣🤣🤣🤣
Febby fadila
uuuuhhh Yansen baik banget siiii,,, menolang tanpa terlihat orang² di sekitarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!