follow IG aku ya zayang di : harumini_12
Kecewa, sedih, patah hati, itulah yang dirasakan oleh seorang istri jika di khianati oleh suami yang sangat dicintainya.
Begitupun dengan Sela Maharani, yang di khianati sang suami tapi di kagumi pria lain.
Bagaimana kisah ini akan berlanjut?
Apakah Sela akan memaafkan sang suami dan kembali padanya?
Atau lebih memilih pergi bersama pria yang mengaguminya selama ini dan melupakan sang suami?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11 Kaindra Maraja
"Hendri tahan dirimu untuk saat ini. Bermainlah dengan cara halus, untuk mendapatkan apa yang ingin kamu dapatkan," gumam Hendri pada dirinya sendiri sambil menghentikan langkahnya saat dirinya akan menyusul Sela, kemudian Hendri langsung meninggalkan toko kue Sela tidak ingin gegabah untuk mendekati Sela adik iparnya tersebut.
Sela yang sudah berada di dalam ruang kerjanya langsung mendudukkan tubuhnya dengan kasar di kursi kerjanya. Entah mengapa hatinya begitu sakit melihat foto yang ditunjukan oleh Hendri. Meskipun dirinya telah menampik jika foto itu adalah foto editan yang dibuat oleh seseorang.
"Aku percaya padamu mas. Aku akan selalu percaya padamu," gumam Sela dalam hati dan langsung mengambil tas miliknya kemudian keluar dari ruang kerjanya.
"Mbak Sela," ucap Ria karyawan Sela ketika menghampiri Sela yang baru saja keluar dari ruang kerjanya.
"Ada apa Ria?"
"Mba ada pesanan kue yang harus di antar sekarang juga,"
"Terus?"
"Mas Ilham baru saja keluar mengantar pesanan kue ke pelanggan kita mba," jelas Ria karena yang bertugas mengantar pesanan sedang mengantar pesanan.
"Tunggu saja sampai dia pulang, beres bukan,"
"Tapi orang yang memesan ini, minta dikirim sekarang juga mbak. Kalau tidak dia mengancam akan membuat toko kue ini bangkrut.
"Siapa dia berani mengancam. Kamu siapkan saja pesanannya dan aku akan mengantarnya sendiri,"
"Biar aku saja mbak yang mengantar, mbak Sela tetap berada di toko menjaga kasir,"
"Ria!"
"Baik mbak," ucap Ria tahu apa yang diinginkan oleh Sela, lalu turun dari lantai dua dan segera menyiapkan pesanan yang akan diantar oleh Sela. Yang sudah biasa Sela lakukan.
Sela langsung menatap kertas note yang berada di tangannya setelah Ria sudah selesai menyiapkan pesanan.
"Perusahaan Maraja," ucap Sela sambil membaca kertas note tersebut. "Hanya ini? Apa kamu tidak salah Ria?" tanya Sela bingung pasalnya yang berada di note tersebut hanya nama perusahaan yang letaknya tidak jauh dari toko kue Sela. Dan perusahaan megah tersebut belum lama berdiri.
"Tidak mbak, tadi yang pesan hanya mengatakan untuk menitipkan nya di meja resepsionis,"
"Baiklah," ujar Sela yang langsung mengambil paper bag berisi pesanan tersebut dan keluar Dari tokonya.
*
*
*
Sela yang sudah tiba di perusahan Maraja setelah kurang lebih hampir lima belas menit mengendarai motor matic miliknya. Langsung menghembuskan nafasnya setelah memarkirkan motornya dan takjub menatap gedung yang menjulang tinggi di hadapannya tersebut yang tidak ada separuhnya dengan perusahaan milik Harza sang suami.
"Percuma takjub dengan perusahan sebesar ini. Jika salah satu karyawan mereka memesan kue tapi dengan cara mengancam, benar-benar tidak punya attitude," ucap Sela yang langsung memasuki lobby perusahan tersebut sambil menenteng paper bag. Dan langsung menuju meja resepsionis.
"Selamat si…"
"Nona Sela dari toko kue bakery A_M?" tanya salah satu resepsionis wanita tersebut memotong perkataan Sela dan membuat terkejut Sela karena resepsionis tersebut mengetahui namanya.
"Mari nona aku antar ke ruangan tuan Raja. Beliau sudah menunggu kedatangan nona sedari tadi,"
"Maksudnya?" tanya Sela bingung.
"Yang memesan kue dari toko nona adalah tuan Raja pemilik perusahan ini nona," jelas resepsionis tersebut sambil tersenyum.
"Kalau begitu kenapa aku harus mengantarkan ke ruangan nya? Tinggal kamu saja yang mengantarkannya,"
"Tapi ini perintah tuan Raja nona,"
"Baiklah. Dan aku akan melihat siapa yang berani mengancam toko kue milikku," ucap Sela sambil tersenyum sinis mengikuti resepsionis tersebut menuju lift yang tidak jauh dari tempatnya berada.
"Silahkan nona, dan aku tinggal dulu," ucap resepsionis tersebut sambil membukakan pintu ruang kerja pemilik perusahaan tersebut ketika sudah sampai di lantai dua puluh yang hanya terdapat dua ruangan yang begitu besar dengan fasilitas yang begitu mumpuni.
Kemudian Sela masuk ke dalam ruangan tersebut dan mengedarkan pandangannya keseluruhan penjuru arah. Dan berakhir di salah satu kursi kerja yang menjulang tinggi di tengah-tengah ruangan tersebut yang diduduki seseorang yang membelakangi Sela. Kemudian tatapan Sela langsung tertuju pada sebuah nama yang ada di atas meja kerja tepat dihadapan sebuah kursi yang sedang di duduk seseorang yang membelakangi Sela.
"Tuan Kaindra Maraja. Apakah seorang pemilik perusahaan sepertimu tidak memiliki attitude? Dan seenaknya saja mengancam seseorang?" tanya Sela penuh dengan keberanian mengingat lagi jika yang memesan kue yang sekarang Sela antar telah mengancam toko kue nya jika tidak segera mengantar pesanannya.
"Berani sekali kamu bicara tidak sopan kepada ku," ucap pria tersebut yang langsung memutar kursi kerjanya untuk menatap Sela.
"Kamu!" ucap Sela terkejut saat mengetahui siapa pria tersebut.
Bersambung..........
Ceritanya tak terduga dgn konflik yg menguras emosi drama rmh tangga 😆 tp saya suka karna memotivasi IRT utk kluar dr hubungan toxic & move on dgn membangun mental yg kuat.
Terima kasih utk karyanya kak 🙏🏻💐
Semangat utk karya2 barunya 💪🏻🥰
mendingan cari suami baru