Naomi Olivia seorang gadis berusia 20 tahun memiliki sifat friendly dan selalu berpikir positif.
ia memiliki pekerjaan sebagai seorang desain pakaian anak-anak. Sejak kecil memang ingin sekali mendesain pakaian yang bagus karena dia di besarkan sebuah panti asuhan.
Bagaimana Naomi yang mati konyol hanya karena tergelincir dan terjatuh dari tangga. Tiba-tiba saja terbangun sebagai seorang selir yang mati menyedihkan di tangan Kaisar suaminya sendiri.
Naomi harus memikirkan bagaimana caranya pergi jauh dari Kaisar.Apalagi sekarang keadaannya sedang berbadan dua. Naomi memutuskan untuk menyembunyikan kandungan nya. Karena mengingat bahwa anaknya nanti akan mati gara-gara Kaisar tidak ingin terjadi nya perebutan tahta.
Apa Naomi bisa pergi jauh dari Kaisar?
Apa bisa Naomi menyelamatkan anaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reiza Muthoharah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 11
Ketika Valerie membuka matanya ia melihat Nathan sedang memandang nya dengan tajam.
" Yang Mulia." ucap Valerie dengan suara lirihnya.
Nathan yang melihatnya tidak sanggup dengan keadaan Ratunya. Andaikan saja dia tidak membuat Ratunya hamil pasti sekarang dia masih bisa melakukan aktivitasnya seperti biasa. Tidak ada cara lain selain membunuh anaknya meskipun dia tidak tega untuk membunuh anaknya.
" Gugurkan anak itu." perintah Nathan yang tidak bisa di ubah lagi.
Valerie yang mendengarnya langsung memeluk perutnya melindungi Bayi yang berada di dalamnya sambil menggelengkan kepalanya.
" Tidak mau, Yang Mulia. Bagaimana anda bisa Setega itu untuk membunuh anak kita sendiri." ucap Valerie dengan mata berkaca-kaca.
Nathan mengepalkan tangannya dengan erat sambil mengeluarkan aura nya. Membuat suasana kamar menjadi mencekam. Bahkan Valerie sampai sesak nafas.
" Ya ..Ng Mulia. Hentikan." ucap Valerie sambil terbata-bata.
Mendengar suara Valerie langsung saja Nathan menghentikan mengeluarkan auranya. Tapi pandangan matanya masih menajam.
" JIKA ANAK ITU MEMBUNUHMU, DIA TIDAK AKAN AKU ANGGAP SEBAGAI ANAK KU. INGATLAH ITU." teriak Nathan yang memperingatkan Valerie.
Setelah mengatakan itu Nathan langsung meninggalkan kamar dan membanting pintunya.
BRAK....
Setelah melihat kepergian Nathan, Valerie langsung menangis terisak sebenarnya dalam dirinya. Ia sama sekali tidak ingin meninggalkan orang yang di cintainya. Tapi ia tidak mungkin untuk membunuh darah dagingnya sendiri.
" Maafkan saya, Yang Mulia hiks...maafkan saya.." ucap Valerie sambil menangis pilu.
...****************...
Sedangkan di sisi lain Laura sedang minum teh dengan di temani camilan kue cokelat kesukaannya. Ia sama sekali tidak mengira bahwa kesukaan dirinya dengan Laura asli sama.
Sambil menikmati pemandangan taman di istana Laura merasakan tubuhnya lebih rileks.
" Hah....inilah adalah kenikmatan hidup, Betulkah Mia?" tanya Laura kepada pelayan pribadinya yang berdiri di sampingnya.
" Tentu, Puteri ini sangat membuat anda merasa lebih rileks. Apa kandungan anda baik-baik saja?" tanya Mia sambil menampilkan ekspresi khawatir kepada Laura.
Laura yang mendengarnya menaikkan alisnya sambil memasukkan kue ke dalam mulutnya, dan memejamkan matanya menikmati setiap manisnya kue tersebut.
" Tentu saja, aku baik-baik saja bahkan dia sama sekali tidak nakal." ucap Laura sambil mengelus perutnya dengan sayang.
Mia yang mendengar pun menjadi lega melihat bagaimana sifat Laura yang lebih ceria daripada sebelumnya. Tapi dia tiba-tiba saja terkejut pertanyaan dari Laura.
" Apa aku bisa meninggalkan istana dan tinggal di sebuah pendesaan indah, Mia?" tanya Laura yang pertanyaan tiba-tiba melintas di otaknya.
" Apa anda yakin Puteri. Hidup di luar sana sangat berbahaya. Apalagi anda saat ini sedang mengandung anak Kaisar." jawab Mia.
Laura termenung ketika mendengar jawaban dari Mia. Sebenarnya dia membenarkan ucapan Mia. Tetapi jika tidak dia keluar pasti anaknya akan dalam berbahaya di tangan Ayahnya sendiri.
Apalagi di sini banyak para Selir menatapnya sinis dan iri. Karena dirinya berhasil mengandung anak seorang Kaisar. Tetapi ia takut sangat takut untuk kehilangan seseorang lagi.
" Lebih baik kau tinggalkan aku Mia." ucap Laura yang mengusir Mia dari hadapannya.
Mia mengetahui bahwa saat ini Majikannya butuh waktu sendiri. Langsung mengiyakan dan berjalan meninggalkan taman.
Laura hanya menatap kosong ke arah taman, ia sama sekali tidak tahu bagaimana alur ceritanya bisa berubah. Apa ini pengaruh dari ke datangan nya.
Saat asik melamun Laura sampai di buat terkejut ketika tiba-tiba saja ada seseorang yang menyentuh bahunya.
Kyaa...
Continue...
Saya suka.. saya suka.. ceritanya bagus bgt Kak gak pake bertele2 ribet 👏
Terima kasih utk karyanya Kak Author 🙏🏼💐
semoga selalu sehat dan semangat membuat karya baru 💕