NovelToon NovelToon
Aku Bisa Melihat Mereka 2

Aku Bisa Melihat Mereka 2

Status: tamat
Genre:Horor / Romantis / Misteri / Indigo / Tamat
Popularitas:94.6k
Nilai: 5
Nama Author: Un.Kurniasih

Aku bisa melihat mereka 2

Inara seorang gadis indigo, yang ternyata hidupnya di incar oleh seorang iblis yang menginginkannya menjadi ratu iblis.

Dapatkah Inara bisa lepas dari jerat iblis itu?

Lalu bagaimana dia menghadapi musuh lama keluarganya, yang selalu meneror dirinya dan keluarganya?

Bagaimana ceritanya? Ikuti terus ya Aku bisa melihat mereka 2.

Selamat Membaca 📖

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Un.Kurniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Inara gelisah saat sampai di sekolah, entah kenapa perasaannya tidak enak. Tapi Inara berusaha menenangkan perasaannya, setelah mobil Iqbal melaju Inara masuk, dia pun segera mencari Dito dan berharap Dito baik-baik saja. Karena feeling Inara, apa yang dia lihat dalam pikirannya akan menjadi kenyataan.

Inara menanyakan Dito pada teman-temannya. Ternyata Dito baik-baik saja. Inara bernafas lega, tapi perasaan dia masih tidak enak. Inara bergegas ke kelasnya. Siska belum datang karena belum ada tasnya di kursi.

Inara duduk di kursinya. Tak lama Dito menghampirinya.

"Hai Ra! Maaf ya, kemarin aku gak balas pesan kamu dan gak angkat telpon kamu." ucap Dito.

"Iya gak apa-apa kok Dit. Tapi kamu baik-baik aja kan?" tanya Inara. Dito mengangguk.

"Inara aku mau bicara sama kamu, nanti pas istirahat temui aku di belakang sekolah ya." bisik Dito. Inara mengangguk.

Dito pun kembali ke kursinya, dia terus menatap Inara. Tak lama Siska datang dia langsung duduk di kursinya, tepat saat itu bel masuk berbunyi.

Inara belajar dengan perasaan gelisah. Bahkan Siska sampai bertanya, kenapa dia gelisah. Inara sendiri bingung apa yang membuatnya gelisah, padahal Dito baik-baik saja. Lalu apa yang membuatnya gelisah?

Saat istirahat Inara langsung menemui Dito di belakang sekolah, tapi disana belum ada Dito. Inara menunggu, dia penasaran apa yang ingin di katakan Dito. Inara menunggu Dito tapi Dito tak kunjung datang. Inara pun beranjak karena Dito tak datang-datang, tapi saat dia melangkah tiba-tiba Rangga sudah berdiri di depannya.

Rangga menatap Inara, tapi Inara tak nyaman dengan tatapan Rangga, Inara bergegas pergi. Tapi saat dia baru beberapa langkah Dito datang.

"Maaf ya Ra. Kamu nunggu lama ya?" tanya Dito. Inara tak menjawab dia langsung pergi meninggalkan Dito dan Rangga.

"Ra kamu marah?"

Inara tak bergeming dia terus berjalan menuju kelasnya, dia kesal dia sudah menunggu lama tapi Dito malah telat. Saat Inara melewati kelas 11 A dia melihat Rangga. Inara kaget, lalu yang tadi di belakang sekolah siapa?

Inara tak ambil pusing, sudah pasti itu bukan manusia. Dia bergegas kembali masuk ke kelasnya. Perasaan dia masih tidak nyaman dan gelisah.

Dia duduk di kursinya, tapi dia melihat ada secarik kertas di kolong mejanya. Inara mengambil dan membuka isi kertas itu.

Aku tau siapa kamu?

Inara mengernyit bingung dengan tulisan itu, maksudnya apa? Inara celingak-celinguk barangkali ada seseorang yang mencurigakan, tapi semuanya nampak biasa saja. Inara meremas kertas itu dan membuangnya ke tong sampah.

"Gak jelas!" gumamnya.

Lalu dia membuka buku pelajarannya. Tapi di dalam buku itu tertulis tulisan yang sama dengan yang ada di kertas. Inara kesal dia merobek kertas yang ada tulisan itu.

"Siapa sih yang iseng coret-coret di buku aku?" sungut Inara kesal. Tak lama Siska datang.

"Kamu kenapa Ra? Mukanya kusut amat." tanya Siska.

"Lagi kesel sama orang." jawab Inara sebal.

"Siapa?"

"Kamu!"

"Lho kok aku?"

"Becanda, hehehehe.."

"Ihhh dasar nyebelin, kirain beneran aku." Inara tersenyum lalu dia ikut memakan camilan yang di makan Siska. Inara senang bisa mendapatkan sahabat seperti Siska.

"Ehh Dinda kapan ya mulai sekolah?" tanya Inara. Siska menggeleng.

"Gak tau Ra, yang aku tau bibinya gak ngizinin Dinda buat sekolah lagi."

"Apa? Kamu serius?" Siska mengangguk.

"Bibinya kan gak suka sama Dinda, selama ini Dinda bisa sekolah karena ada mamangnya." ujar Siska.

"Kasian Dinda!" Siska mengangguk.

Tak lama bel masuk berbunyi. Mereka memulai belajar lagi. Saat sedang belajar tiba-tiba Siska mencolek tangan Inara.

"Ada apa?" bisik Inara. Siska memberikan secarik kertas pada Inara.

"Dari siapa?" bisik Inara lagi. Siska menunjuk ke arah Dito. Dito sedang menatap ke arah Inara dengan tatapan sendu.

Inara membuka kertas itu dan membacanya.

(Inara maafin aku karena tadi aku telat nemuin kamu. Sebenarnya aku ingin bilang kalo aku suka sama kamu. Kamu mau gak jadi pacar aku?)

Inara meremas kertas itu, sebenarnya dia baik sama Dito karena dia tidak ingin kejadian yang ada di pikirannya itu terjadi. Tapi Dito jadi salah paham.

Inara bingung dia tidak tega bilang gak mau, tapi dia juga gak mungkin bilang mau. Inara menatap Dito. Terlihat raut wajah Dito sendu dan penuh harap.

Perasaan Inara semakin gak karuan. Saat bel pulang Dito langsung menghampiri Inara dan ingin bicara empat mata dengannya.

"Ya udah aku duluan ya Ra!" ucap Siska saat Dito bilang ingin bicara empat mata dengan Inara.

Setelah semua teman sekelasnya pergi. Dito mulai berbicara.

"Jadi gimana Ra?"

Inara bingung harus jawab apa? Dia tidak tega menolak Dito tapi dia juga tidak mungkin menerima Dito.

"Maaf Dit kita sahabatan aja ya, aku lebih suka kita bersahabat." jawab Inara.

Raut wajah Dito berubah sedih setelah di tolak Inara. Padahal dia sangat menyukai Inara dari pertama Inara datang.

"Aku minta maaf ya Dit." ucap Inara tak enak. Dito mengangguk.

"Iya gak apa-apa Ra!" jawab Dito namun nada bicaranya tak selembut tadi. Inara mengerti Dito pasti kecewa.

"Kalo gitu aku pulang ya. Kamu hati-hati bawa motornya. Terus kamu jangan suka keluar sore-sore." ucap Inara lalu melangkah pergi meninggalkan Dito yang sedang patah hati.

Inara berjalan gontai di koridor sekolah. Perasaan dia berkecamuk, ini pertama kalinya ada seorang cowok yang menyatakan cinta kepadanya dan ini juga pertama kalinya dia menolak cowok. Inara menghela nafas panjang, tiba-tiba suhu badannya terasa panas. Inara semakin tak nyaman.

Dia bergegas menuju gerbang dan menunggu angkot. Tapi suhu badan Inara semakin panas, Inara mengibas-ngibaskan tangannya ke wajahnya.

"Kenapa jadi panas banget sih." gumamnya.

Tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depannya.

"Kak Rafa!" seketika membuat Inara canggung melihat Rafa.

"Ayo naik dek." Inara mengangguk dan naik ke mobil.

"Kok kakak jemput aku?"

"Di suruh ayah, bunda sakit dek."

"Apa? Bunda sakit apa kak?"

"Tadi tiba-tiba bunda pingsan." mendengar itu Inara jadi khawatir. Jangan-jangan kegelisahan Inara tadi karena bundanya sakit.

"Cepetan kak, aku pengen lihat bunda." Rafa mengangguk dan melajukan mobilnya agak kencang. Inara semakin khawatir dengan keadaan bundanya. Belum lagi tubuhnya yang terasa panas, Inara ingin sekali berendam di air dingin.

Tak lama mereka sampai di rumah. Inara langsung berlari ke dalam rumah dan berlari ke kamar Inka.

"Bunda!" Inara menghampiri Inka yang sedang duduk bersender di tepian ranjang, lalu Inara memeluknya.

"Bunda gak apa-apa?" tanya Inara khawatir. Inka menggeleng tapi wajahnya sangat pucat.

"Bunda gak apa-apa sayang. Dedek pulang sama siapa?"

"Sama kak Rafa." Inka tersenyum sambil mengelus wajah putrinya itu.

"Ya udah dedek ganti baju dulu terus makan siang."

"Entar aja aku pengen temenin bunda." ucap Inara sambil memeluk Inka.

Tapi tiba-tiba muncul kejadian sebelumnya saat Inka belum sakit. Inara melihat Sosok bertubuh besar, berbulu hitam legam, taringnya besar dan panjang, matanya merah menyala, tiba-tiba dia berubah jadi Iqbal. Inara masih memeluk Inka dan dia memejamkan matanya untuk melihat kejadian apa yang terjadi.

Setelah berubah jadi Iqbal, sosok itu mengetuk pintu rumahnya dan semua kejadian yang di alami Inka hingga akhirnya Iqbal yang asli datang dan tiba-tiba Inka pingsan terlihat semua oleh Inara.

Inara membuka mata dan melihat wajah Inka yang pucat. Inara mengeratkan pelukannya, Inka tersenyum dan mengelus kepala putrinya.

"Bunda kenapa bisa sakit?" tanya Inara dia ingin memastikan penglihatannya. Inka terdiam karena dia masih syok dengan kejadian yang di alaminya.

"Apa karena sosok yang mirip ayah?" tanya Inara. Inka menatap Inara.

"Darimana dedek tau?" tanya Inka.

Sekarang Inara yakin jika penglihatannya itu bukan halusinasi tapi kenyataan.

"Genderuwo kurang ajar, dia yang udah buat bunda sakit. Siapa yang mengirim dia, untung saja ayah cepat datang." batin Inara geram.

Bersambung...

1
Ima Kristina
nyimak Thor
Zeety Zola
akirnya deh mereka ketemu...jodoh tak kmn🤭
Zeety Zola
harusnya naufal thor yg nikah sm inara😭
Zeety Zola
ahh rumit...ternyata marvel itu penjahatnya
Nawir Aja
lanjut in dong ceritanya smpe falin dan Naura nkh
senja
kl udah makan biasanya gk bs balik kan
senja
seolah cuman Inara yg sakti ya
senja
gak ada yg bisa dilakukan ya? ortu kuat tp anaknya mentalnya gak dibikin kuat, sed
Nina Wardani
kok pak kyai nya gk nolongin yaa...
Nina Wardani
kapan sih kebongkarnya, jgn muter" di tempat ya thor...
Eneng Ratnaningsih
baru mampir,,,,seruu banget ceritanya,,,bikin dag dig dug seeeerrr,,,semangat terus buat author💪💪
Nur
arvi itu cewek apa cowok ya kak
Un Kurniasih: cowok kak.. 😂😂
total 1 replies
Lina Erlina
hah,,mewek laaahh q
Vina Muh
lanjut cerita inara aja thor
Un Kurniasih: Gak tau kak, gimana entar. Sekarang mau fokus cerita baru.

Kalo udah ada ide insya Allah di lanjut.

Mampir juga kak di cerita baru. Insya Allah bisa menghibur juga.. 😊😊
total 1 replies
Yani Suryani
kangen banget thor,alhamdulillah klo thornya sehat berarti pasti sering² up nih
Un Kurniasih: Insya Allah up setiap hari kalo gak ada halangan kak.. 😊
total 1 replies
Vina Muh
istri pertama marvel pasti dara sepupu inka, yang sama2 py dendam
Vina Muh
marvel nikah sm dara lalu melanjutkan misinya buat balas sendam
achaaa_AlisyaJeslynchaniago
sad🤣
achaaa_AlisyaJeslynchaniago
aduhhh...... kenapa Marvel jadii jahat yaa padahalkan aku suka sama marvell😌😌😌
Vera wati
season 3 nya blm up ya ka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!