Aku bekerja di perusahaan kontraktor yang bernama PT Adi jaya selama lima tahun sebagai asisten dari Arief Wicaksono, aku membantu mengembangkan perusahaan yang hampir bangkrut, sampai sekarang maju pesat satu tahun yang lalu, aku di lamar oleh bosku sendiri untuk di jadikan istrinya, aku senang kerja ku semakin semangat, aku kerja keras dan gajiku sebagain untuk membantu bapak dan membiayai adek tiriku kuliah,hari ini aku nikah semua biaya memakai tabungan ku, tetapi waktu akad nikah kenapa yang di sebut kok nama adek ku dan aku keluar dari kamarku ku lihat adekku selesai ijab Kabul dengan mas Arief wicaksono calon suami ku. yuk ikuti kisahku selajutnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 02 Perjanjian
Bapak mertua menengahi untuk membuat perjanjian, pengacara membuat drafnya aku bingung mau bayar dengan apa, uang didompetku hanya tersisa dua ratus ribu, sedangkan tabungan ku habis buat biaya acara akad nikah dan resepsi,
Aku masuk membuka laptopku,kemudian aku membuka bukti transfer kepada Amelia dan kepada bapak selama lima tahun aku bekerja, kemudian aku print out dan di jumlah semua biaya kuliah dan lain lain dua ratus juta yang aku transfer ke Amelia.Sedangkan yang di pinjam bapak semua seratus lima puluh juta dan aku print sekalian sebagai bukti.
Suasana panas mas Arief diam, Amelia tegang dan bapak mukanya bingung ibu menyeletuk.
" punya bapakmu harus dikurangi biaya sewa kamar yang kamu tempati satu bulan satu juta jadi kali lima tahun enam puluh juta, sejak kematian ibumu kamu Tante anggap sewa karena ini rumah bapakmu bukan rumah ibumu" kata ibu tiriku dengan ketus,
" Tapi semua uang kematian ibuku kau juga ikut menikmati" jawabku nggak mau kalah
" Itu kewajiban bapakmu memberi nafkah untuk ku sebagai istrinya jadi aku,nggak perlu mengganti" jawab dia
Aku mengalah kasihan bapak kalau di tekan nanti darah tingginya kumat akhirnya aku setuju padahal mamaku dulu jarang di kasih nafkah.aku juga sering ngasih uang belanja untuk makan sehari hari.dan sering bantu kebutuhan mereka.
Bapaknya mas Arief juga mengajukan perjanjian, uang dua ratus juta itu di anggap pinjaman kepada Amelia, dan dia harus kerja di kantor mas Arief dan di potong gajinya nggak perduli hamil dia harus kerja nanti kalau melahirkan baru di kasih cuti seperti karyawan lainya.
Bapak sanggup membayar sembilan puluh tapi nanti kalau pinjaman dari bank keluar karena masih proses. Aku setuju saja, tapi nggak apa apa yang penting aku dapat kembalian uang yang aku keluarkan buat mereka, ya masih rejeki ku,mereka kalau minta katanya pinjam, ya sudah kalau gitu aku tagih sekalian
Selesai perjanjian aku dapat seratus juta dulu, seminggu lagi yang seratus juta dan Amelia suruh tanda tangan di atas materai dan mas Arief sanggup membayar yang seratus juta.
Selesai penandatangan perjanjian tersebut kami bubar dan aku sudah muak sama semua orang sini, aku ikut suami dadakanku pindah. Aku bawa baju ku laptopku. Semua seserahan dari mas Arief pada waktu lamaran, aku jadikan satu di kotak termasuk cincin pertunangan baju tas dan sepatu aku berikan lagi padanya yang sekarang dia sudah ganti baju dan berada di kamar Amelia.
" Ini semua seserahan dari kamu aku kembalikan dengan utuh kasih saja buat istri mu" kata ku dengan sarkas
" Dek boleh mas bicara, mas minta maaf mas khilaf Amelia selalu mengoda mas" kata dia
" Enak saja minta maaf, untuk persiapan nikah habis banyak coba kamu bicara sebelum acara kan enak jadi aku nggak perlu keluar uang buat semuanya" jawabku
Aku kembali ke kamar, mas gembel ada di sana dia ikut memasukan bajuku dalam koperku termasuk perhiasan peninggalan ibu yang ibu sembunyikan dan di kasihkan ke aku sebelum Bu Sugiarti datang ke sini.ya Bu Sugiarti datang kesini pura pura ikut merawat ibu padahal dia adalah istri siri bapakku, aku di suruh diam sama ibu tapi semua tabungan dan emas ibu di serahkan padaku, ibu seorang pegawai bank BUMN jadi uangnya banyak, sedangkan bapak hanya kerja di pabrik Kemudian diPHK dari uang pesangon dia buka toko sembako, dan dia minta tambah modal dari uang kematian ibu dan ternyata dia sudah menikah siri dengan Bu Sugiarti dan ternyata selingkuhan bapak waktu kerja di pabrik
Ibu meninggal saat aku kuliah semeter satu dan untung ibu membuat asuransi pendidikan untuk kuliah ku , jadi bisa aku cairkan untuk biaya kuliah. Ibu sebenarnya sudah tahu siapa Sugiarti, tapi dia diam karena dia punya penyakit, ibu diam dan menyembunyikan penghasilannya, dia hanya bercerita kepada ku, tapi bapak mengetahui, waktu dapat uang kematian jadi dia minta buat tambah modal tokonya selain itu uang nya juga buat selamatan sampai seribu hari nya ibu.
Aku sebenarnya kasihan sama bapak selain pinjaman yang yang aku transfer dia sering aku kasih uang tapi sembunyi dari sugiarti karena dia sangat kemaruk sekali.
Selesai membereskan pakaian dan barangku aku keluar kamar, aku belum mandi tapi make up sudah di hapus dan rambutku aku sisir, bajuku saja dan tetep memakai celana dan kaus yang tadi, aku ikut suamiku kemana pun dia pergi, biar saja di ajak gembel juga nggak apa apa yang penting meninggalkan para penghianat,dan dia satu satunya yang perduli pada ku sekarang.
Ada dua koper yang aku bawa dan mas gembel tidak bawa apa apa hanya baju yang menempel di badannya katanya baju tadi sewa dan sudah di ambil pemiliknya, aduh nasipku calon suami di tukar oleh mereka dan aku belum tahu bangaimana ceritanya, aku belum bikin perhitungan sama dia karena ilmu beladiriku di bawah dia,nanti kapan kapan akan aku tantang tanding saja.
" Nduk maafkan bapak ya bapak kalah sama istri bapak hari Senin bapak dapat uang nya kamu temui bapak di warung depan BRI ya" kata bapak
" Selamat menempuh hidup baru dan pasti kamu mengembel dijalan eh aku lupa barusan dapet uang kamu bisa mengontrak" kata Amelia mengejek
" Apa kamu ingin merasakan jurus ku lagi ya mau pilih mana muka, perut atau kaki biar aku habisin kamu" kata ku
" Kamu sekali lagi mengejek kakakmu, kucerai kamu biar jadi janda" kata mas arief sok membela tapi aku nggak butuh.
" Udah kamu berangkat sama suami kamu nanti kalau kesulitan temui aku dan kerja lagi di kantorku" kata mas Arief.
" Ogah bertemu sama penghianat, najis!" jawabku ketus
Mas gembel memesan mobil angkutan Umum ,untuk membawa barang ku bapak ikut mengantarkan aku dan adek tiriku mengejek
" Kasihan nasibmu kak sekarang jadi gembel sama suami miskinmu, suamiku kaya aku tanpa kerja keras sekarang dapat suami kaya" kata adek ku
" nggak pa pa yang penting aku nggak punya hutang dan sudah nggak membiayai benalu ingat kalau kamu nggak segera bayar kekurangannya aku lapor polisi pasal penipuan biar kamu melahirkan di penjara" jawabku
" Udah dek kamu jangan cari gara gara kamu, yang salah kamu mengoda ku sampai kamu hamil dan harus menikahi kamu, harus membayar uang kuliahmu harus kamu bayar dengan tenaga mu dan harus kamu cicil dengan gaji mu" kata mas Arief
" Maafkan mas dek Nadia mas khilaf kalau kamu mau, kamu masih boleh kerja sebagai asisten mas nanti gaji aku tambah" kata mas Arief
" Kamu mengejek ku lagi, aku tonjok muka mu mau?" kata ku menantang.
Mas gembel membantu memasukkan barangku ke mobil angkutan Umum kemudian mengajak aku naik.
Sekitar satu jam aku sampai di sebuah kos ada banyak kamar di sini dan aku di kasih satu kamar kosong
" kamu semetara tinggal di sini dulu sebelum aku bisa beli rumah ya" kata mas gembel
" ini kos kamu mas?" tanya ku pada mas gembel
" Iya aku di kamar sini kamu di kamar sebelahku kamu sendiri yang tata ya aku harus kerja" kata dia
Alhamdulillah aku dapat kamar sendiri walaupun bersebelahan dengan suami dadakanku dan di kasih makan sebungkus nasi Padang lumayan,aku makan dulu, aku lapar karena tadi habis ngamuk.
Selasai makan aku tidur dulu nanti saja aku menata kamar karena aku masih capek.
Bersambung
gimana kabar Amelia n Arief...pasti kheki banget denger kalau Arya kaya 🤭🤭🤣🤣