NovelToon NovelToon
Jerat Ex Pacar

Jerat Ex Pacar

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Misteri / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:6M
Nilai: 5
Nama Author: lee_yuta

Tanisha Elajar, seorang gadis yang mempunyai paras begitu cantik bak boneka Barbie. Karena sebuah kebohongan yang dia ciptakan, membuat gadis cantik ini kehilangan kekasihnya.

Tanisha melakukan berbagai macam rayuan untuk memikat mantannya itu. Hingga suatu hari, ada masalah yang besar menimpa dirinya. Membuat gadis ini tak lagi mengejar mantan tercintanya itu.

Devan Pratama, hatinya begitu sakit saat mengetahui kebenaran yang selama ini tik ia ketahui. Sehingga mengharuskan dirinya memutus hubungannya dengan sang kekasih.

Entah sampai kapan Devan bisa bertahan dari godaan sang mantan? Dan apakah dirinya akan kembali menjalin cinta dengan gadis yang telah lama ia kejar itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lee_yuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nanti Diabet

Hari silih berganti. Tanpa terasa usia hubungan mereka menginjak bulan ke sebelas. Mereka seperti sepasang kekasih pada umumnya. Ada manis dan juga asem dalam sebuah hubungan. Berbeda pendapat sudah sering kali mereka alami. Apalagi ini hanya sebatas menjalin kasih sebagai sepasang kekasih.

Semua itu dapat mereka lalui karena Devan selalu menanamkan sebuah kejujuran dan saling percaya, satu sama lain ke dalam hubungan mereka. Dan sampai saat ini identitas asli Tanisha belum diketahui oleh Devan. Gadis itu terlalu pintar menutup jati dirinya.

"Kita mau mampir dulu, apa langsung pulang, Sayang?" tanya Devan. Saat ini mereka dalam perjalanan pulang.

Devan selalu menjemput Tanisha saat gadisnya itu pulang kerja. Kalau untuk mengantar, Devan tidak bisa setiap hati mengantar kekasihnya itu. Karena dia juga mempunyai tanggung jawab dengan pekerjaannya sendiri.

"Mampir beli nasi goreng dulu ya, Mas. Tadi aku belum makan malam di tempat kerjaku," ucap Tanisha.

"Nasi gorengnya Mang Asep?" Devan hafal betul tempat langganan nasi goreng yang sering dibeli Tanisha. Karena hampir tiap hari gadisnya itu selalu minta dibelikan nasi gorengnya mang Asep.

"Kamu hafal banget sih, Mas!" gemas Tanisha seraya mencubit pelan pipi Devan.

"Dan kamu kenapa suka sekali cubitin aku sih, Sayang," Devan mengusap lembut pipi mulus milik Tanisha. Tanisha hanya menampilkan senyuman paling manisnya.

Inilah saat-saat yang paling disukai oleh Devan. Saat dia lelah seharian bekerja, tapi saat melihat dan bersama kekasihnya seperti ini membuat lelahnya hilang seketika.

"Aku tuh, gemes sama kamu, Mas," ucap Tanisha kembali mencubit ujung hidung Devan kali ini.

"Jangan menggodaku, Sayang. Bisa-bisa kita belok arah loh!" Devan melirik sekilas ke arah Tanisha seraya menaikkan sebelah alisnya.

"Isshh... Mulai deh, mesumnya!" kesal Tanisha.

Mobil yang ditumpangi merekapun melaju ke arah tujuan. Merek a terus saling melempar candaan, terkadang saling menggoda yang ujung-ujungnya membuat Tanisha ngambek. Dan Devan lah yang selalu meminta maaf duluan. Meski tau kekasihnya itu hanya pura-pura kesal terhadapnya.

Tak lama kemudian, mobil mereka berhenti di tempat penjual nasi goreng yang disebutkan oleh Devan tadi. Tempat itu jauh dari kata mewah. Karena tempatnya berada di pinggir jalan. Hanya gerobak dan tenda yang tidak terlalu besar, tenda itu disediakan untuk tempat pembeli yang makan di sana.

"Di bawa pulang apa makna di sini, Sayang?" tanya Devan seraya memberi Tanisha tempat duduk yang berbahan plastik.

"Dimakan di sini saja, Mas. Nanti sama dibungkus dua." jawab Tanisha.

Devan pun mendekati sang penjual nasi goreng yang biasa dipanggil dengan sebutan mang Asep. Sangking terlalu sering ke sini, mang Asep pun sangat mengenali mereka.

"Berapa Den?" tanya mang Asep saat tahu keberadaan Devan di sampingnya.

"Dua Mang, dimakan di sini. Terus nambah dua lagi dibungkus ya, Mang?" ucap Devan.

"Siap, Den! Pedesnya cukupan ya?" tanya Mang Asep memastikan kembali.

"Iya Mas. Kalo kurang manis, cukup liat pacar Saya aja," sahut Devan seraya mendudukkan tubuhnya di kursi yang terletak di depan Tanisha. "Tapi Mang Asep liatnya bentaran aja, ya? Jangan lama-lama," lanjutnya lagi.

"Loh, kenapa Mas?" tanya salah satu pengunjung yang juga sedang makan nasi goreng di sana.

"Takut diabet, nanti." jawab Devan diiringi gelak tawa semua orang yang mendengar obrolan mereka. Membuat Tanisha semakin menundukkan kepalanya karena malu.

"Apa-an sih, Mas. Malu, tau!" lirih Tanisha. Tangannya menarik lengan kemeja Devan. Memberi isyarat kepada kekasihnya itu untuk berhenti tak melanjutkan candaan mereka.

Tangan Devan meraih tangan Tanisha dan saling menakutkan jemari mereka. Devan tersenyum melihat wajah Tanisha yang memerah karena malu.

"Nggak apa-apa, Sayang. Bikin orang ketawa itu ibadah," ucap Devan diselingi senyum tampan nya. Lagi dan lagi Tanisha dibuat terpesona oleh senyuman kekasihnya itu.

Boleh nggak, kalo kamu aku karungin aja, Bang Dev🙄

Siapkan jempol kalian, tanganku udah gatel ingin up semua🤧

1
Hari Koo Official
dulu suamiku kena tampar aku pas msh temenan wknwk ,
Ani Kurniati
bagus
Nurmiati Aruan
bisa az bang Dev
sharvik
smpai skrg pun crta samuel dg tisha ttp gk ad. . .sediiiih q sediiiih
sharvik
tp kok q gk nemu judul bodyguard charm ya thor
Dewi Rabon
kereeennnn
pretty girl's
luar biasa
Andriyati
karan itu dia gak mw buka identitas nya,, kamu udh insecure duluan kan
nobita
benar.. kejujuran dalam sebuah hubungan itu sangat penting
nobita
aku mampir kak
Ajwan Syah
Luar biasa
Liie
hahh,, tersinggung saya thir😅🤭
16/06/1977
Luar biasa
Azlina85
Tanisha anaknya DR Ayu atau Tanisha adiknya Erlangga?
MAYZATUN 🥰🥰🥰al rizal
DEVAN PRATAMA TANISHA ELAJAR ADEK ERLANGA ELAJAR 4
NIA AND GIVEN Roring
nice
Alma Lisma
devan...devan...di tawari nikah g mau malah mau lgs iya ....iya
Nika Hidayah
Luar biasa
Anonymous
ok
Alet
mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!