Penyakit kanker yang diderita, membuat Kiara memaksa suaminya, Tama, untuk berpoligami. Dia rela melakukan itu agar suaminya bisa memiliki keturunan.
"Aku menikah denganmu tidak semata karena aku ingin memiliki keturunan. Aku menikahimu karena aku mencintaimu. Jadi, jangan paksa aku untuk menikah lagi!" tukas Tama saat Kiara memintanya untuk berpoligami.
"Jangan membuatku merasa bersalah dengan kekurangan yang aku miliki! Jika kamu mencintaiku, maka menikahlah!" ~ Kiara.
Bagaimana nasib rumah tangga Tama dan Kiara selanjutnya? Yuk, ikuti kisah mereka dalam ISTRI UNTUK SUAMIKU.
Jangan lupa, rate bintang 5, like, komen dab votenya ya. Salam sayang dari otor ter KETCE.
Follow akun author ya🤗
Ig: Samudra_Lee_19
fb: Samudra Lee
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samudra lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#IUS Prosedur pengobatan
Keesokan paginya, sesuai jadwal Tama membawa Kiara menemui Dokter Louis.
"Lou, jadi kapan Kiara bisa memulai kemonya?" tanya Tama saat berada di ruangan Dokter Louis.
"Aku tahu kalau kemarin aku merekomendasikanmu untuk melkukan kemo. Tapi, agar kamu bisa memilih prosedur yang mana yang lebih tepat yang bisa kalian jalani. Aku akan menjelaskan beberapa prosedur pengobatan yang bisa ditempuh oleh istrimu," jelas Louis. Louis mulai menjelaskan beberapa prosedur pengobatan kepada Tama dan Kiara secara detail, mulai dari prosedur Biopsi kerucut (cone biopsy) sampai radioterapy. Hingga menjelaskan efek samping yang ditimbulkan dari semua prosedur itu. Tama dan Kiara mendengar semua penjelasan yang diberikan oleh Dokter Louis. Dokter yang saat ini sedang menangani penyakit istrinya itu. Selain sebagai dokter pribadi dari Tama, Dokter Louis juga merupakan sahabat dari Tama waktu SMA.
"Sekarang prosedur pengobatan apa yang ingin kalian tempuh?" tanya Dokter Louis setelah selesai menjelaskan prosedur-prosedur yang bisa ditempuh untuk menyembuhkan Kiara.
Tama menatap istrinya, dia ingin agar Kiara sendiri yang memutuskan prosedur pengobatan yang ingin ia tempuh.
Kiara memikirkan semua efek baik dan buruk yang bisa terjadi dari semua penjelasan yang Dokter Louis jelaskan barusan.
"Bagaimana, Kia. Kamu mau kita menempuh pengobatan yang mana? Aku serahkan semuanya kepadamu?" tanya Tama sekali lagi.
"Mas, aku masih bingung harus memilih yang mana. Aku takut tidak bisa memberimu keturunan. Aku masih ingin hamil anakmu, Mas. Aku ingin bisa merasakan hamil, ngidam, dan juga punya anak. Bisakah aku tidak mengikuti semua pengobatan itu?" tanya Kiara yang terlihat putus asa. " Mas, aku ingin setidaknya saat aku harus meninggalkanmu. Kamu tidak sendirian. Tapi, sepertinya hal itu tidak mungkin bisa aku rasakan."
Wajah Kiara tampak putus asa. Keinginan terbesarnya untuk memberikan keturunan kepada Tama sudah berada di ujung tanduk.
"Sayang, jangan bilang begitu. Aku yakin, kamu masih bisa hamil. Seandainya enggak pun, tidak masalah bagiku. Yang penting aku selalu bisa hidup bersamamu selama mungkin dan kalau bisa selamanya." Tama menggenggam tangan istrinya itu.
"Tapi, Mas.... "
Tama menaruh jari telunjuknya di atas bibir Kiara. "Berjanjilah, kalau kamu akan berusaha untuk sembuh. Berjanjilah kalau kamu akan berusaha sebaik mungkin untuk mengobati penyakitmu," sela Tama. "Aku mohon!"
Tama kembali menatap wajah istrinya penuh harap. Keinginan Tama hanya satu bisa membuat istrinya sembuh. Dia tidak membutuhkan siapa pun untuk bisa mendampinginya, kecuali Kiara. Bahkan jika anak yang menjadi keinginan Kiara bisa menghalanginya untuk hidup lebih lama lagi bersama istrinya itu, dia tidak menginginkannya.
"Kia, jawab saja. Kamu ingin menggunakan prosedur pengobatan yang mana?" tanya Tama.
Kiara masih terdiam, dia kembali mempertimbangkan hal yang baru dijelaskan oleh Dokter Louis kepada mereka.
"Mas, tapi, jika aku tidak bisa memberikan anak untukmu? Apa kamu akan menikah dengan wanita lain?" tanya Kiara.
"Kia, kamu adalah hidupku. Aku tidak membutuhkan siapa pun selain dirimu, termasuk anak. Jadi, aku mohon, berusahalah untuk sembuh!" pinta Tama.
Kiara menghela napas panjangnya. "Tapi, Mas.... "
"Aku mohon, Kia! Berusahalah untuk sembuh. Dami aku!" pinta Tama dengan tatapan penuh harap.
"Kia, aku sudah bilangkan meskipun kemungkinan itu kecil, kamu masih bisa hamil jika kamu menggunakan prosedur yang tepat untuk menyembuhkan penyakitmu. Jadi, pilihlah kamu mau prosedur yang mana?" tanya Louis.
tapi karena sudah berbau poligami, yang baca jadinya sedikit deh..
btw, tetap semangat ya kakak.. 💪🏻
walaupun harus sad ending dan aku tidak suka itu, tapi aku tetap menghargai semua jerih payahmu untuk menghasilkan karya ini kak..
semoga sehat selalu ya kak.. 😘🥰
ooo ternyata Roni dijebak dan berakhir di hotel PK polisi....
jadi gregetan pengen tonjok wajahnya
bukannya terima kasihh, malah mau nikung.
begitupun Tama