NovelToon NovelToon
My Perfect Husband

My Perfect Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Dydy_ailee

Pria tampan yang jutek, super bersih dan perfeksionis tak pernah menyangka akan terjebak dalam pernikahan konyol dengan Sheena, wanita jorok, ceroboh dan suka seenaknya saja. Perbedaan 180 derajat di antara keduanya menjadi ujian dalam pernikahan mereka.

Bersama? Atau perpisahan adalah jalan terbaik bagi keduanya? Kisah unik yang pastinya membuatmu penasaran.


**Yukkkk kepoin ceritanya.... Follow IG @dydyailee536

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dydy_ailee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11 Hari pertama kerja

‘’Ini kantornya, Lil?”

“Iya. Keren kan?”

“Banget.”

“Tapi elo hati-hati ya. Huh bos kita super duper perfeksionis, jangan sampai ada debu yang menempel apalagi sesuatu yang berantakan. Lantai harus kinclong sampai bisa di pakai buat ngaca. Bukan hanya bagian kebersihan aja yang wajib menjaga kebersihan tapi semua karyawan harus menjaga kebersihan. Beliau ini, anak kedua tapi putra pertama pewaris Dirgantara Group. Jadi perusahaan ini adalah kantor pusat tapi yang telah di kembangkan dengan berbagai anak usaha. Mulai dari restoran, hotel, elektronik, snack, frozen food dan masih banyak lagi. Dan yang terbaru jasa kebersihan ON CLEAN, yang di gagas oleh Tuan muda yang begitu mencintai kebersihan. Berita baru yang aku dengar, Tuan muda sedang mengembangkan gelang kesehatan. Semua keturunan mereka mulai dari anak sampai menantu memiliki otak yang sangat brillian. Menantunya sendiri memiliki perusahaan yang berdiri di Swiss dan London, sudah tersebar di kancah internasional. Sedangkan Tuan muda ingin menguji kemampuannya dengan mengembangkan induk perusahaan ini sesuai dengan gagasannya. Dan terbukti berhasil di usianya yang masih menginjak usia 25 tahun,” jelas Lila panjang lebar.

“Apa? Dua puluh lima tahun sehebat itu?”

“Iya. Dia seumuran kita. Dia sudah menjadi bos, lah kita masih gini-gini aja.”

“Beda kali, Lil. Dia bibitnya orang kaya.”

“Sekalipun bibit orang kaya tapi otaknya nggak encer, sama aja, Shen. Perusahaan bukannya malah maju tapi malah stag disitu saja dan bisa jadi malah habis. Untung saja mereka semua tidak suka foya-foya. Mereka benar-benar sukses mendidik ke empat anak mereka.”

“Sebentar, ini kan Dirgantara Group, apa pemiliknya Tuan Keenan?”

“Iya. Kok elo tahu?”

“Terus Tuan muda itu siapa namanya? Apa Arsen?”

“Iya. Elo kok tahu, Shen? Wah, ada hubungan apa kalian?”

“Aduh, Lil. Mending gue pergi aja deh. Gue nggak mau berurusan sama Arsen.”

“Elo kenal dia?”

“Kenal. Dia temen SD gue.”

“Ya ampun, Sheen. Cuma temen SD doang, dia nggak bakalan ingat kali. Dia SMP aja di Korea terus lanjut SMA sampai perguruan tinggi di London. Emang elo ingat wajahnya sekarang kayak apa?”

“Hehehe nggak sih. Gue juga udah lupa kayak gimana.”

“Yang jelas dia di juluki serbuk berlian. Ketampanannya melebihi standart. Ya maklum saja bibitnya unggul semua. Jadi elo tenang aja, Sheen. Elo harus semangat, mimpi elo yang pernah ketunda, harus elo lanjutin. Tidak ada kata terlambat.”

“Lila, elo emang terbaik.” Kata Sheena seraya memeluk sahabatnya.

“Semangat Sheena!”

“Semangat Lila!”

 

Hari pertama kerja, Sheena sangat gugup apalagi jika harus berhadapan dengan Arsen. Sheena yang tahu bahwa atasannya Arsen, ia bekerja dengan sangat keras bahkan berusaha bekerja dengan sepenuh hati. Siang itu, Sheena mengantarkan minuman ke dalam ruang rapat. Ia sangat gugup karena takut melakukan kesalahan. Namun saat memasuki ruangan itu, ia sangat bersyukur karena Arsen tidak ada di dalam sana.

“Huft syukurlah, mister sok bersih itu tidak ada disini. Kalau dia tahu aku disini, dia pasti akan meledekku. Tapi bodoh amat, aku butuh pekerjaan ini. Gajinya juga lumayan, aku akui dia tidak sembarangan memberi upah. Tapi pasti juga Papanya yang mengatur. Dia yang judes, masa iya bisa baik hati juga,” gumam Sheena dalam hati sambil terus melanjutkan pekerjaannya.

-

Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, Shenna baru saja keluar dari ruang lokernya. Tak lupa ia mengecek semua pintu, memastikan bahwa semuanya telah terkunci dan tidak ada yang terlewat. Sementara Lila sudah pulang terlebih dahulu. Disaat yang bersamaan, Tuan Keenan juga baru keluar dari ruangan Arsen.

“Kenapa Arsen membeli barang-barang yang tidak berguna? Apa dia berencana mendirikan PH atau agensi penampung bakat?” gumam Tuan Keenan sembari berjalan menuju tempat parkir. Namun tiba-tiba pandangan Tuan Keenan kabur, kepalanya terasa pusing. Tuan Keenan lalu berhenti sejenak di lobi kantor. Wajahnya tampak pucat.

“Tuan, Tuan tidak apa-apa?” tanya Shenna untuk melihat kondisi Tuan Keenan.

“Kepalaku pusing dan semuanya gelap.” Lirih Tuan Keenan.

“Sebaiknya saya antar Tuan ke rumah sakit terdekat.” Sheena lalu memapah Tuan Keenan menuju mobilnya.

“Dimana supir Tuan?”

“Aku menyetir sendiri.”

“Bisa minta kunci mobil Tuan?” tanpa banyak bicara Tuan Keenan memberikan kunci mobilnya pada Sheena. Sheena kemudian segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat dengan kecepatan bak pembalap. Sekalipun Sheena hanya seorang tamatan SMA akan tetapi ia serba bisa. Kehidupanlah yang mengajarinya segalanya. Ia sering menjadi sopir dadakan di pasar sebagai pengantar barang dengan mobil pick up. Cita-citanya untuk kuliah pun pupus karena keegoisan Ibu angkatnya. Bahkan formulir beasiswa, paspor dan tiket pesawat, sengaja di bakar oleh Bu Lian. Hidupnya penuh dengan tekanan dan kerja keras. Namun ia sama sekali tidak pernah mengeluh dan selalu menunjukkan wajahnya yang ceria terutama di hadapan Ayahnya. Banyak beban yang ia tanggung untuk menjalani kehidupan yang keras ini.

Sesampainya di rumah sakit, Tuan Keenan segera di tangani. Sementara Sheena segera menghubungi Nyonya Dira. Satu jam kemudian Nyonya Dira pun tiba. Ia melihat dudukdi depan ruang UGD.

“Sheena!” seru Nyonya Dira.

“Tante, syukurlah Tante akhirnya datang juga.”

“Sheena apa yang terjadi?”

“Dokter bilang tensi darah dan asam lambung Tuan naik. Tuan masih di ruang UGD karena menunggu Tante datang.”

Nyonya Dira kemudian segera masuk dengan di temani Sheena.

“Pah, kenapa bisa seperti ini?” Nyonya Dira pun sangat khwatir.

“Tidak apa-apa, Mah. Papa juga sudah baikan.” Kata Tuan Keenan. ‘’Oh ya, terima kasih ya sudah menolongku.” Kata Tuan Keenan sambil melihat kearah Shenna.

“Bagaimana Papa bisa bertemu dengan Sheena?”

“Maaf Tante, kebetulan aku bekerja di kantor Tuan Keenan sebagai office girl.”

“Apa? Kamu jadi office girl? Bagaimana bisa kamu bisa menjadi office girl, Sheena? Kamu ini kan anak yang cerdas.” Kata Nyonya Dira seolah tidak percaya.

“Mah, jadi ini Sheena yang kamu maksud?”

“Iya Pah. Dia Sheena.”

“Sheena, kamu ternyata sudah besar. Kamu kemana saja? Queen selalu berusaha mencarimu.”

“Panjang Tuan ceritanya.”

“Jangan panggil Tuan, panggil Om saja.”

“I-iya Om. Kalau begitu aku permisi ya Tante-Om.”

“Sheena kenapa buru-buru sekali?”

“Mah, ini kan sudah malam. Kamu kan besok bisa pergi ke kantor menemui Sheena.” Sahut Tuan Keenan.

‘’Iya Tante. Aku sudah lega karena Om Keenan sudah baik-baik saja. Aku permisi ya, Tante.” Sheena kemudian mencium punggung tangan Nyonya Dira dan Tuan Keenan.

“Sheena,kamu hati-hati ya dan terima kasih.”

“Iya Om, sama-sama.”

Sheena lalu pergi meninggalkan rumah sakit dan segera pulang menuju kontrakan barunya.

''Sopan santunnya sejak dulu tidak berubah ya, Pah.'' Kata Nyonya Dira yang memuji Shenna.

''Iya, Mah. Dia masih tetap Sheena yang dulu.''

“Oh ya Pah, sebenarnya apa yang membuatmu seperti ini?”

“Aku mengecek rincian kartu kredit Arsen membengkak. Banyak sekali barang yang dia beli sesuka hati. Menyentuh angka 5 milyar. Yang aku tahu dia membeli keperluan untuk syuting. Tapi dia sama sekali tidak mendiskusikan apapun dengan ku, Mah.''

“Apa Pah? Sebanyak itu untuk apa?”

“Entahlah Mah. Aku akan meminta sekretarisku untuk mengeceknya lagi, kemana perginya uang itu.''

“Apa aku harus menyuruh Arsen pulang?”

“Tidak usah, Mah. Biarkan saja dia menyelesaikan pekerjaannya, jangan ganggu dia.”

-

Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Arsen baru saja tiba di hotel. Tiba-tiba gelangnya menunjukkan tanda bahagia.

“Sebelum gambar hati ini muncul, adrenalinnya tampak terpacu. Sedang apa ya Flora? Dia sama sekali tidak memberiku kabar. Aku bahagia karena kode bahagia sepanjang hari muncul lewat gelang ini. Sepertinya dia bahagia menjalani aktivitasnya hari ini.” Kata Arsen yang berdialog dengan dirinya sendiri.

Padahal Flora sedang berada di club bersama Hans. Mereka menghabiskan waktu sepanjang malam dengan minum dan bersenang-senang.

 

Bersambung.....

1
me~
fiks ini mah dari true beauty
mom_nurul
ya Allah ga enak banget jadi shena
Lord33ghol
👍
Lord33ghol
nunggu kisah brian dan gea nih thor
Tita Sibungsu Baping
jangan-jangan Lila jodohnya elang..krna sama-sama ditinggal meninggal sama kekasihnya
Tita Sibungsu Baping
fandhi sama Olivia korban keegoisan nenek lampir Citra
Alfin Jambak
lama lama menyebalkan
Neng Sri
kenapa ya aku ko ngerasa kalau Sheena adalah kembaran artur
Helsalastari
cerita ini unikk sihh berbeda dari yang lain. magsud berbeda dari yang lain tuhhh, sii cowoknya yang jaga kesehatan bangget sama kalo makan tuhh agak ribett, ada jadwalnya juga lagii.. gppa sihh jaga kesehatan sama kebersihan kan penting, tapi dia ketatt bangget jaga nya..
tapi kayaknya cowok si serbuk berlain itu bakalan luluh deh sama Shena.. hihihi
R.A Arsyii
Baca ceritaku juga yuk
Siti Hayana
kira kira apa judulnya kak?
CIVIA 💞💖🌹🥰
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
CIVIA 💞💖🌹🥰
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Oppo F3
Luar biasa
Ali Akbar
ok
Rina_Ibnu_Hajar
mantap ceritanya kak, saya mengikuti alurnya, jangan lupa mampir di novel ku ya kak

"Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan Oriflame"
Toko Linda
bagussd
Putri Oseng
Luar biasa
Putri Oseng
kayaknya sena sodara kembarnya athur deh
Akhmad Sodik
mengusap= mengelus...🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!