NovelToon NovelToon
MATA TEMBUSH PANDANG

MATA TEMBUSH PANDANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dunia Masa Depan / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Melalui dinding yang seolah lenyap itu, Chen bisa melihat dengan sangat jelas interior kamar Mei. Dan yang membuat jantungnya hampir melompat keluar dari dada adalah, ia bisa melihat area kamar mandi kecil di dalam sana. Pintu kamar mandinya pun tembus pandang.
Di dalam sana, Mei sedang berdiri di bawah kucuran air shower. Tanpa sehelai pakaian pun.
Chen terpaku di tempatnya, tenggorokannya mendadak kering. Setiap lekuk tubuh tetangganya itu, bulir-bulir air yang mengalir di kulitnya, bahkan warna rambutnya yang basah terlihat dengan detail yang luar biasa jernih. Kemampuan matanya seolah menembus batas ruang dan privasi yang ada.
Chen buru-buru menutup kedua matanya dengan telapak tangan, napasnya memburu, dan wajahnya memerah padam sampai ke telinga.
“A-apa yang terjadi dengan mataku?!” batin Chen menjerit panik sekaligus tidak percaya. “Apakah kakek semalam… benar-benar nyata?”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Hinaan di Sela Perjamuan dan Sumpah sang Naga Muda

Satu minggu sebelum hari lelang misterius di pulau pribadi itu tiba, suasana di kediaman utama Keluarga Liu terasa sangat mencekam. Hari itu, atas desakan para tetua, Liu mengundang Chen untuk menghadiri pertemuan keluarga besar mereka. Liu ingin menegaskan posisi Chen sebagai penasihat utamanya, namun rencana itu justru disambut dengan badai penolakan.

Di dalam aula pertemuan yang megah, para paman dan sepupu Liu duduk dengan wajah masam. Begitu Chen melangkah masuk dengan pakaian sederhananya, tatapan sinis dan meremehkan langsung menghujaninya dari segala penjuru.

"Tuan Muda Liu! Jadi pemuda miskin ini yang kau sebut sebagai penasihat jenius?!" seru Paman Kedua Liu, seorang pria paruh baya bertubuh tambun, sambil menggebrak meja. "Gara-gara ide konyol anak ini, kau melepaskan tanah tambang pusaka keluarga kita kepada Long Wang! Apakah kau tahu bahwa Keluarga Wang sekarang sedang menertawakan kebodohan kita?!"

"Benar! Dia pasti mata-mata yang dikirim Keluarga Wang untuk menghancurkan bisnis kita dari dalam!" sahut sepupu Liu yang lain dengan nada menghina. "Lihat pakaiannya, dia hanya kuli beruntung yang memanfaatkan kebaikanmu, Liu!"

Mendengar sahabatnya dihina habis-habisan, Liu tidak tinggal diam. Ia langsung berdiri, menggebrak meja dengan wajah memerah karena amarah. "Cukup! Jaga mulut kalian! Chen adalah sahabatku dan dia yang telah menyelamatkan—"

"Sudah, Liu. Tenanglah," potong Chen lembut.

Chen memegang pundak Liu, menyuruh sahabatnya itu kembali duduk. Di saat Liu sedang meledak-ledak, Chen justru menunjukkan ketenangan yang luar biasa. Tatapan matanya yang tajam dan berwibawa menyapu bersih seluruh ruangan. Hinaan-hinaan itu sama sekali tidak melukai harga dirinya; bagi Chen, orang-orang ini hanya melihat permukaan tanpa tahu taktik besar di baliknya.

Sumpah di Hadapan Para Tetua

Chen melangkah maju ke tengah aula, menatap lurus ke arah Paman Kedua Liu dan para tetua lainnya.

"Tuan-tuan yang terhormat," suara Chen terdengar berat dan bergema di dalam ruangan. "Saya tahu Anda semua meragukan keputusan melepaskan tambang tersebut. Namun, hari ini, di tempat ini, saya akan membuat sebuah janji."

Chen menegakkan tubuhnya, auranya mendadak berubah menjadi sangat mengintimidasi. "Dalam waktu kurang dari dua bulan, saya berjanji akan mengembalikan tanah tambang keluarga kalian dari tangan Long Wang."

Mendengar itu, para tetua justru tertawa meremehkan. "Bicara memang mudah, Anak Muda! Apa jaminannya jika kau gagal? Janji seorang kuli tidak ada harganya di dunia bisnis!"

Mata ajaib Chen berdesir hangat, memancarkan kilat keyakinan yang mutlak. "Jika saya gagal mengembalikan tanah tambang itu, maka tiga puluh persen saham kepemilikan penuh yang saya miliki di lahan baru tepi sungai milik Liu, akan saya serahkan seluruhnya secara sukarela kepada Keluarga Liu tanpa sisa sepeser pun!"

Deg!

Ruangan seketika hening. Tiga puluh persen saham di tambang baru yang berisi giok kaisar dan emas melimpah itu nilainya mencapai miliaran yuan! Itu adalah taruhan yang sangat gila dan luar biasa besar.

Keyakinan yang Tak Tergoyahkan

"Chen! Apa yang kau lakukan?! Aku menolak taruhan ini!" seru Liu panik, langsung berdiri menghampiri Chen. Liu tahu seberapa berharganya saham itu untuk masa depan Chen, dan ia tidak mau sahabatnya mempertaruhkan segalanya demi membela diri di depan keluarganya yang egois.

Para tetua keluarga yang mendengar taruhan itu langsung saling berpandangan dengan mata berbinar serak. Otak serakah mereka langsung bekerja; jika Chen gagal, mereka akan mendapat keuntungan luar biasa dari tambang emas baru tersebut.

"Baik! Kami memegang sumpahmu, Chen!" sahut Paman Kedua cepat, takut Chen akan menarik kembali kata-katanya. "Jika dalam dua bulan tambang lama tidak kembali, sahammu menjadi milik kami!"

Setelah pertemuan yang penuh ketegangan itu selesai, Liu membawa Chen keluar menuju halaman. Wajah Liu masih tampak gusar dan penuh rasa bersalah. "Chen, kenapa kamu senekat itu? Kamu tidak perlu melakukan semua ini demi mereka!"

Chen menghentikan langkahnya, menatap Liu dengan senyuman tipis penuh arti. "Liu, apakah kamu lupa dengan hitung-hitungan yang kujelaskan di mobil tempo hari? Keluarga Wang sudah sekarat karena biaya operasional. Dan di lelang misterius minggu depan, Long Wang akan mempertaruhkan sisa aset terakhirnya."

Chen menepuk pundak Liu dengan sangat yakin. "Taruhan dan sumpah tadi tidak akan pernah terjadi, Liu. Karena aku tidak akan pernah kalah. Minggu depan di pulau lelang, kita sendiri yang akan menggiring Long Wang untuk menyerahkan kembali tanah tambang keluargamu dengan tangannya sendiri."

Melihat binar mata Chen yang begitu dingin dan penuh perhitungan matang, kekhawatiran di hati Liu seketika lenyap, berganti dengan rasa ngeri sekaligus kagum. Sahabatnya ini sedang menyiapkan panggung eksekusi mati untuk Keluarga Wang.

1
Agus Suciyadi
lumayan bagus sih thor...ceritanya nyambung terus, Mcnya bagus dlm sifat dan sikapnya tidak menye2 yg nafsuan. semangat thor lanjut terus/Good//Good//Good/
Markario Putra: Bantu share yah gan 👍
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!