NovelToon NovelToon
Hamil Anak Mantan Dinikahi Musuh Bebuyutan

Hamil Anak Mantan Dinikahi Musuh Bebuyutan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Ayamgoreng

Di hari ulang tahun suaminya, Nadia berjalan dengan hati penuh bunga. Dua garis merah di tangannya adalah hadiah terindah yang ingin ia persembahkan untuk Arkan–suaminya.

Namun, kejutan manis itu berubah menjadi mimpi buruk yang menghancurkan dunianya.

Di balik pintu sebuah restoran mewah, Nadia memergoki Arkan tengah memeluk mesra Ghea—kakak tirinya sendiri.

Bukan hanya dikhianati, Nadia juga harus menelan pil pahit saat mendengar kenyataan bahwa pernikahan mereka hanyalah kedok busuk Arkan untuk menguras habis seluruh harta warisan mendiang ayah Nadia.
Di ambang keputusasaan, di bawah guyuran hujan yang menyamarkan air matanya, Nadia hampir kehilangan nyawanya dan bayi di kandungannya. Tepat saat itu, sebuah tangan kekar menyelamatkannya.
Devan Alister. Pria berkuasa, sekaligus musuh bebuyutan suaminya di dunia bisnis, hadir dan menawarkan sebuah aliansi berbahaya.

"Ikut denganku, kita hancurkan mereka bersama. Sebagai gantinya, jadilah istri sandiwaraku selama satu tahun."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayamgoreng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

xxx 18+

Tuduhan dan permintaan Devan membuat Nadia tercekat napas. la bisa merasakan tekanan yang kuat dari tatapan intens Devan seolah mempertanyakan perkataan Nadia jika memang dia sudah tidak mencintai Arkan. namun bukan itu yang membuat Nadia terdiam, yang lebih menakutkan adalah tekanan psikologis yang Devan bebankan padanya saat ini.

Ini bukan lagi tentang percintaan. Ini tentang pembuktian. Tentang sebuah ultimatum yang kejam.

Devan menatap Nadia, menunggu jawaban atau reaksi dari istrinya.

"Kamu tidak berani?" tanya Devan dengan nada mengejek. "Jadi aku benar. Kamu masih menyimpan perasaan untuknya, hah?"

Nadia mendengus pelan saat mendengar tuduhan Devan barusan.

"Siapa yang bilang aku tidak berani?!" sahut Nadia.

Nadia menatap Devan lurus ke dalam mata hitamnya. Air matanya mengering, digantikan oleh kilatan nekad dan putus asa. Ia tahu ini salah, ia tahu ini semua hanya akan menyakitinya walupun dia memang menginginkan ini.

Tapi apa ada pilihan lain?

Devan tidak akan pernah percaya padanya jika ia tidak menuruti permintaan gila ini.

"Oke—" Nadia menjeda ucapannya, lalu bibirnya kembali terbuka. "kamu bisa pake aku sepuas mu hari ini, Devan" lanjut Nadia dengan bibir bergetar, tangannya mengalun ke leher Devan yang keras, membuat Devan tertegun sejenak.

"Kalo hanya itu yang bisa bikin kamu percaya pada ku, akan ku lakukan untuk memberikan hak mu karena aku adalah istri mu" kata Nadia, wajahnya seolah menantang dan menyerahkan diri sekaligus.

Devan tersenyum kecil, dia lalu menarik pinggang Nadia hingga Nadia terjengkat kaget karena tindakan tiba tiba itu.

Devan menunduk lalu mulai berbisik di telinga Nadia. "Jangan pernah menyesali perkataan mu hari ini, Nadia" bisik Devan rendah berat, membuat bulu kuduk Nadia meremang.

"Saya tidak akan pandang bulu bahkan jika kamu menangis di bawah saya nanti"

Tanpa aba aba Devan langsung meraup bibir tipis Nadia hingga Nadia kaget luar biasa. "Dev— emhh!!"

Ciuman itu sama sekali tidak lembut. Ciuman itu adalah sebuah penaklukan. Terlalu ganas, terlalu menuntut, dan terlalu penuh amarah. Pria itu melumat habis bibir Nadia dengan ganas, menjelajahi setiap sudut tanpa ada rasa sayang yang tersisa. Hanya hasrat untuk membuktikan, untuk menguasai, dan melampiaskan semua emosi yang menggumpal di dadanya.

Nadia mencoba untuk membalas, untuk menunjukkan bahwa ia menerima, tapi tangan Devan yang menjambak rambutnya seolah mencegahnya untuk bergerak terlalu banyak. Dia hanya bisa pasrah, merasakan bagaimana bibirnya dirampas oleh suaminya sendiri.

Satu tangan Devan merayap di bawah baju tidur tipis yang Nadia kenakan. Jarinya yang kasar menyentuh kulit perut Nadia yang sensitif, membuat jantung Nadia berdegup kencang, bukan karena gairah, melainkan karena perasaan aneh saat perutnya yang berisi itu tiba tiba di sentuh.

"Maaf jika saya nanti akan menyakiti mu" kata Devan di sela sela ciuman mereka.

Nadia mengangguk seolah memaafkan walupun dia tidak tau sekasar apa Devan nanti, lalu tanpa aba aba tubuhnya terjatuh ke atas kasur saat di dorong oleh Devan yang terlihat seperti di selimuti kabut nafsu.

Tubuh keras dan besar Devan yang menjulang tinggi menindih tubuh mungil Nadia. Mata Nadia mendongak, dia melihat Devan sedang membuka dasi yang dia pake dengan terburu-buru. Melihat itu Nadia refleks tertawa kecil

"Kamu seperti nya tidak sabar sekali yah" kata Nadia.

Devan mendengus mendengar perkataan Nadia. Dia tak menjawab, dan hanya diam saat melihat tangan Nadia mulai membantu membuka kancing kemejanya satu persatu.

Setelah kancing kemeja Devan terbuka semua, Devan dengan gesit membuang kemejanya itu ke atas kepala Nadia hingga tubuh kerasnya yang menjulang tinggi bagai raksasa terlihat oleh mata Nadia.

Devan membuka gesper sabuk hitamnya dengan kasar lalu menunduk untuk kembali mencium Nadia.

Nadia mendesah pelan. "Emm... Ah.. devan"

Nadia mulai ikut membalas tidak diam seperti tadi, dia mulai mendominasi ciuman walupun ciumannya terlihat seperti seorang amatir.

Sembari berciuman tangan Nadia tak akan tinggal diam, dia meraba raba tubuh keras Devan seolah tubuh keras itu adalah sebuah pahatan mahakarya.

Devan menghentikan ciuman mereka lalu ia menatap Nadia dengan sorot mata yang tak bisa di artikan.

"Nadia" gumam Devan.

Nadia hanya diam, ia terus memandangi Devan di atasnya dengan tatapan memales dengan bibir yang berantakan. Wajah mereka berdekatan dengan nafas memburu satu sama lain.

Devan memegang kerah baju Nadia. "Buka pakaianmu" perintah Devan dengan suara serak yang membuat bulu kuduk Nadia berdiri.

Nadia menurut. Dengan jari-jari yang bergetar, ia melepas baju tidur yang ia kenakan. Lalu dia buang kesembarang arah.

Sebuah desahan kecil keluar dari mulut Devan saat melihat pemandangan indah di hadapannya. Tapi ekspresi wajahnya tetap datar dan sulit dibaca.

"Buka lagi semua" perintah Devan lagi.

Nadia hanya diam tanpa menjawab, dia lalu membuka celana tidur panjangnya bersama dengan pakaian dalamnya.

Dalam sekejap, Nadia sudah telanjang bulat di atas ranjang, terbuka lebar di hadapan suaminya. Malu dan takut bercampur menjadi satu di dalam dirinya.

Tanpa membuang waktu, Devan menempatkan dirinya di antara kedua paha Nadia.

"Saya mulai" bisik Devan, nafasnya berat seolah menahan beban tak kasat mata dan terasa hangat saat menerpa wajah Nadia.

Nadia menutup matanya erat-erat, jantungnya berdegup kencang. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, walupun Nadia janda, bukan seorang amatir di ranjang, tetap saja melihat Devan seperti binatang buas ini membuat nya takut.

Tanpa banyak basa-basi, Devan langsung masuk ke dalam Nadia dengan satu gerakan yang keras sekali hentak. Nadia meringis kesakitan, tangannya mencengkeram sprei kasur.

"Aah!... Sakit Devan..." rintih Nadia dengan bulir air mata yang jatuh di sudut pipinya.

Tapi Devan tidak peduli. Pria itu malah mulai bergerak maju mundur dengan gerakan yang kasar dan tak kenal ampun.

Devan membekap mulut Nadia dengan tangan besarnya, membuat Nadia tak bisa mengeluarkan suara apapun. "Aku tidak mau mendengar keluhanmu, Nadia" ujar Devan di sela gerakannya yang semakin liar. "Kamu sendiri yang memintanya, ini adalah bukti kesetiaanmu padaku."

Nadia hanya bisa menahan tangis dan meringis setiap kali Devan menusuk lebih dalam. Dia merasa seperti sebuah benda yang digunakan untuk memuaskan nafsu semata. Tidak ada rasa, tidak ada kasih sayang, hanya hasrat yang membakar dan ego yang terluka.

Devan mendongakan kepala nya ke atas dengan dada kerasnya yang memulai berkeringat, mulutnya terbuka kecil dengan nafas terengah engah.

Saat dia menunduk dia menatap Nadia yang berantakan di bawahnya, tangannya yang membekap mulut Nadia dia lepas takut jika Nadia kehabisan nafas.

"Pwahh..!" Nadia bernafas lega saat bekapan tangan besar Devan terlepas, ia menghirup udara dengan rakus. "Devan... tolong..." pinta Nadia dengan nafas tersendat.

"Diam" sentak Devan dengan suara yang sama dinginnya. "Buktikan padaku kalau kamu benar-benar sudah tak ada rasa lagi dengan Arkan. Tunjukkan padaku kalau kamu benar-benar milikku sepenuhnya."

Gerakan Devan semakin cepat dan kasar. Nadia merasa dadanya sesak, perutnya mual karena di hentak terlalu keras, dan kepalanya pening. Tapi dia berusaha untuk tidak menunjukkan kelemahannya. Dia berusaha untuk menikmati ini, untuk membuktikan kesetiaannya pada Devan. Dan Devan seperti nya Lupa jika dia sedang mengandung saat ini.

"Ah.. emhh...."

Nadia memejamkan mata. "A-aku.. milikmu, Devan..." gumam Nadia di antara desahan dan isakan nya.

Devan tersenyum sinis mendengar gumaman Nadia. Pria itu semakin brutal dalam gerakannya, seolah ingin menghancurkan setiap sisa rasa yang mungkin masih tersisa di dalam hati Nadia untuk mantan suaminya.

Devan menunduk. "Aku juga milikmu" bisik Devan di telinga Nadia. "Hari ini, aku akan membuatmu melupakan siapa pun selain aku."

Nadia hanya bisa bergumam dan mendesah dalam diam. Dia merasa terjebak dalam sebuah siklus kekerasan emosional. Dia tahu perbuatan Devan sangat kasar seolah dia sedang menyalurkan nafsu ke binatang.

Hari itu, Devan terus menuntut, mengambil, dan mendominasi. Ia membuktikan setiap kata-katanya dengan tindakan. Setiap sentuhan menjadi klaim, setiap rabaan menjadi penanda wilayah. Tubuh Nadia yang awalnya kaku dan pasrah, perlahan-lahan mulai berbeda.

Nadia terus merintih di sela sela tumbukan keras Devan, dia mendongak dengan meta menjuling karena keenakan. Matanya yang semula menahan tangis, kini berkaca-kaca karena gairah yang memuncak.

"aahh... lebih cepatt...." gumam Nadia.

Nadia membuka matanya. Pandangannya yang sempat berkabut kehilangan arah, kini menatap jernih ke langit-langit kamar. Cahaya lampu kamar seolah menjadi saksi bisu tindakan mereka.

Dan di tengah hiruk pikuk permainan kekuasaan itu, di saat Devan mengira dia telah mendominasi permainan, tiba-tiba Nadia menarik wajah pria itu turun dan menjilat sudut bibirnya dengan liar.

Gerakan cepat dan tak terduga.

Devan terhenti sejenak, kontrol yang ia pegang erat-erat tiba-tiba terguncang.

"Jika kamu juga milik ku hari ini, aku boleh dong melakukan apapun kepada mu" kata Nadia sembari memegang wajah Devan dengan tangannya, membelai lembut dengan jari telunjuk.

Devan tertawa kecil melihat tindakan Nadia, lalu dia menggesekkan hidung mancungnya ke hidung Nadia dengan gerakan gemas. "tentu saja, kamu boleh melakukan apapun kepadaku hari ini" kata Devan.

Devan semakin mendekatkan wajahnya hingga bibir mereka hampir bersentuhan. "Dan aku juga boleh melakukan apapun pada mu hari ini, Nadia" lanjut Devan, lalu dia mulai kembali bergerak untuk mencari kenikmatan surga dunia bersama Nadia yang merintih di bawah kuasanya.

.

.

.

★★★

Sekian adegan xxx nya. author masih polos loh Yoo tapi malah buat adegan kaya gini༎ຶ⁠‿⁠༎ຶ kalo ada yang kurang dan gak dapat jiwanya boleh dong di komen biar tak koreksi sek

1
KakLia
bagus ceritanya!!
Rita Rita
memang harus begitu Ghea, kamu yang bikin si Arkan bangkrut dan terpenjara kamu juga yg wajib menolong
Rita Rita
modelan pria seperti si Arkan itu paling kapok cuma sementara,, karena selingkuh itu penyakit. dan si Ghea juga ga bakalan setia,,,
Ayamgoreng: Emang pnyakit sih selingkuh tu. tapi tidak boleh berprasangka buruk loh Yo, sapa tau dia beneran mau yobat🤭
total 1 replies
Rita Rita
pelakor selalu menikmati hasil orang lain,dan Arkan sama Ghea menikmati hasil juga dari merampas harta orang
Rita Rita
pokoknya begitu klik langsung lebur,, AQ paling suka gercap,,,
Rita Rita
diri ku mampir, keknya menarik banget alur ceritanya Thor,,
Ayamgoreng: ayoo di baca, sapa tau nanti bacanya sampe end😄😍
total 1 replies
KakLia
canggung bngt yah pak🤭
KakLia: terserah kk aja, kan author adalah penguasa🤣
total 2 replies
Ayamgoreng
wah ad yg komen. oke!! udh ta up satu tuh
Iffanaya 😽
kuy ditunggu lanjutannya kk 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!