NovelToon NovelToon
The OVERPROTECTIVE Man

The OVERPROTECTIVE Man

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Violet Slavny

TAHAP REVISI
MASIH BANYAK TYPO DAN SALAH EYD, MOHON DIMAAPKEN🥲

Bagaimana jika ternyata selama ini kalian diawasi secara diam-diam. Bahkan saat tidur ternyata seseorang juga datang menemanimu tidur.

Seorang pria misterius yang selama ini ternyata memperhatikan seorang wanita bernama Valerie. Apa yang selanjutnya akan terjadi?

ayo, baca dan tambahkan dalam list favorit kalian.

Bye 😘💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violet Slavny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 1

...Part ini sudah di Revisi, jadi mungkin pembaca lama akan mendapati sedikit perubahan namun tidak mengubah alur dalam skala besar. Terimakasih🙏...

Valerie Pov

Aku berkutat di depan laptopku dan fokus menelaah sesuatu disana. Hingga akhirnya suara ketukan pintu menyadarkanku.

Tok.. Tok.. Tok

"Masuk!" Ucapku. Pintu terbuka dan menampilkan sosok Brenda yang kuketahui sebagai Sekretaris dari CEO.

"Tuan CEO memanggilmu ke ruangannya." Aku tergelak kaget mendengarnya. Aku sangat jarang dipanggil oleh CEO. Biasanya Kepala bagian Design yang akan langsung bertatap wajah dengan CEO dan aku lebih sering berinteraksi dengan Kepala bagian Design.

Aku hanya seorang Designer Utama saja di sini. Apa aku terlalu merendah? Designer Utama harusnya itu jabatan yang cukup tinggi, makanya aku mendapatkan ruanganku sendiri.

"Ada apa CEO memanggilku?" Tanyaku bingung.

"I don't know. Jangan banyak tanya, Mr. Aliano sudah menunggu!" Ucapnya ketus. Ya aku sudah terbiasa dengan sikap Brenda yang ketus pada orang-orang di Kantor. Dia menganggap dirinya sangat tinggi, hanya karena dia Sekretaris Utama Pimpinan teratas.

Aku bangkit berdiri dan bingung harus membawa apa? Bawa berkaskah? Atau bawa note saja?

Tak mau memakan waktu lebih lama, aku meraih noteku dan segera menyusul Brenda.

Ting.

Lift berdenting dan aku keluar menuju sebuah ruangan dengan pintu tinggi dan mewah. Ini kedua kalinya aku kesini. Pertama kali, saat aku diajak Kepala Design untuk ikut rapat membahas proyek besar bersama dengan CEO yang lama. Beruntung sekali Brenda bisa berada di lantai yang sama dengan ruangan CEO.

"Ayo!" Brenda melangkah lebih dulu, lalu mengetuk pintu tersebut.

Tok.. Tok.. Tok

"Masuk!" Kudengar suara perintah dari dalam sana. Brenda membuka pintu besar tersebut, lalu masuk dengan aku yang mengekor di belakangnya.

"Sir, ini dia Nona Valerie Vylzia Vasylchenko, Designer Utamanya." Ucap Brenda memperkenalkanku, sedangkan aku menundukkan kepala.

"Selamat pagi Sir." Sapaku, lalu kembali menatap lelaki di depanku yang duduk dengan santai di kursi kebesarannya.

"Tinggalkan kami!" Titahnya dingin. Brenda pamit pergi setelah melempar tatapan tajamnya padaku.

"Ada apa Sir memanggil saya?" Tanyaku bingung dan sedikit gugup setelah mendengar suara pintu yanga ditutup.

"Siapa nama orang tuamu?"

"Ehh?" Aku terkejut bukan main. Kenapa seorang CEO menanyakan hal seperti ini?

"Me... Mereka sudah lama meninggal, sejak aku kecil." Jawabku ditengah kebingungan yang berputar di kepalaku.

"Jadi kau hanya tinggal bersama Kakek dan Nenekmu?" Tanyanya lagi.

"Iya Sir." Jawabku.

"Sebenarnya ada apa Sir?" Tanyaku bingung.

"Catat ini!" Aku buru-buru membuka buku note yang kubawa sambil menggeledah sakuku untuk mencari pena.

"Shit." Batinku. Aku merutuk kesal. Ternyata aku tak membawa pena ataupun pensil ke sini.

Aku menatap sebuah pena yang terletak di atas meja Atasanku.

"Maaf Sir, saya lupa membawa pena. Boleh saya meminjam pena Anda?" Tanyaku takut. Sungguh, aku benar-benar takut jika dia memarahiku karena tidak telaten.

Dalam diam, pria tersebut membuka laci di sebelahnya dan memberikan pena yang kelihatan sangat mewah.

Kenapa dia tak memberikanku pena yang di atas mejanya saja? Kenapa harus mengambil pena yang dia simpan di dalam lacinya.

"Pakai ini!" Ucapnya sambil menyerahkan pena tersebut.

Aku meraih pena tersebut dengan kepala menunduk. Pena tersebut berwarna emas dan terdapat nama 'Sean Matthew Aliano' yang terukir disana. Aku bersiap untuk menulis dan menunggu sampai Atasanku berbicara.

"Panggil aku Sean jika kita sedang berdua!" Aku menatap Atasanku bingung dan tanganku sama sekali tak bergerak untuk menulis. Mataku menatap ke arahnya dan begitupun ia menatapku.

Perlahan Atasanku bangkit berdiri dan melangkah ke hadapanku. Aku terdiam kaku tak tau harus melakukan apa.

"Sir, anda.... "

"Sean! Panggil aku Sean!" Ucapnya tegas dan aku sedikit bergidik takut.

"Tapi..."

Aku tersontak kaget saat pria yang baru saja menjadi Atasanku ini, menciumku dan menarik tubuhku sangat dekat dengannya.

Bersambung....

hai..

jangan lupa tinggalin jejak kalian guys.

bye😘💕

1
Sanjaria Abubakar
kau kejam Thor
Sanjaria Abubakar
aku sedih 😭😭😭😭😭
namia khira
luar biasa,,keren ceritanya autor /Good//Good/
lily
Sean udh lama suka dri kapan
lily
baru pertma ketemu ,jngan nyosor dlu haha
Erni Sasa
eleeek terlalu kasar mukanya gk lembut ini mah kaya karakter jal*ng yg terobsesi dengn hot daddy😂😂
Asri Ernawati
Novel super kerennn...istimewaahhhh👍♥️
Tuti Handayani
Lumayan
Tuti Handayani
Kecewa
HANAMI DEWATI
Luar biasa
devaloka
sebenernye ada misteri apaan sih ya Allah kan aku penasaran
devaloka
bagus, tapi kurang suka yg POV aku huh
Lutfatul Azizah
Luar biasa
Rini Maryani
aaah gk ngerti baca nya gk d jelasin ceritanya sean itu spa
Lilis Nurhayati
wah wah apa artinya ini.
jgn jgn yg bikin merah leher kamu jg pk direktur nih
Oras Karoma
ceritanya bagus Thor ! sukses ya buat karya selanjutnya
dewi
mkasih ceritany, suka banget. ditunggu cerita2 lainy
dewi
aamiin, semoga berhasil
dewi
semangat...
Ririn Nursisminingsih
thor kereennn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!