" PLAAKK " Ester memegang pipinya yang terasa sakit karena tamparan dari seseorang yang ia sebut sebagai ibunya. " Anak tidak tahu diri, kau mirip dengan ibumu, wanita murahan " . " Setidaknya ibuku mendapatkan kasih sayang dari ayahku " Ucap Aster. . " Berani kau mengeluarkan suara lagi aku tidak segan-segan mengambil semua jatah bulananmu " Teriak Maria keras. Tetapi Ester tak perduli dengan apa yang diucapkan oleh wanita paruh baya itu. . Ester Castello putri dari Amir Castello dengan istri keduanya, ibu Ester awalnya selingkuhan dari ayahnya karena sedang hamil terpaksa harus menikah dan menjadi istri kedua ayahnya. Tentu hidupnya benar-benar seperti dalam neraka setelah kematian ibunya, karena sudah tidak ada lagi yang melindunginya dari kekejaman istri pertama ayahnya. Takdir mempertemukan dirinya dengan seorang pewaris dari keluarga Moretti, hingga membuat dirinya bisa melihat dunia yang selama ini belum pernah ia lihat sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mylavender, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan
Terlihat nuansa mansion yang di tata dengan rapi dan begitu elegan, acara pertemuan para orang besar sedang di adakan. Castello untuk pertama kalinya ia mengadakan acara seperti ini setelah sekian lama, karena baru 3 tahun ini kejayaannya semakin besar.
Seorang wanita dengan pakaian sexy berwarna merah terlihat berdiri di samping ayah dan ibunya menyambut kedatangan para tamu. Rambut hitamnya di kuncir seperti ekor kuda sengaja untuk menampilkan leher jenjangnya, kulit tan nya tampak eksotis memanjakan mata, anak dari Castello memang tidak ada yang mengecewakan, tapi sosok Ester… kecantikannya berbeda, ia terlihat bak seperti peri… mata biru cerahnya dengan kulit putih di padu padankan dengan rambut blondenya. Disayangkan wanita secantik dirinya harus disembunyikan, bukan karena takut siapapun mengejarnya, tapi takut jika identitasnya sebagai anak tidak sah tercium oleh dunia luar dan merusak reputasi ayahnya.
“ Dimana keluarga Moretti? Selama ini aku hanya mendengar gosip tentang keluarga mereka Dadd “
“ Sabarlah.. mereka akan datang, aku sudah bersusah payah mendekati mereka selama ini agar bisa menjadi teman baik, syukur-syukur jika kita bisa menjadi keluarga mereka “ ucap Castello.
Tak berselang lama, terlihat beberapa orang datang, aura yang di keluarkan oleh keluarga tersebut begitu kentara, pengawal yang berjaga diantara mereka terlihat jelas jika mereka adalah orang penting.
“ Itu dia “ ucap Castello segera berjalan menyambut, begitu juga Maria dan Monika yang mengikuti.
“ Selamat datang Mr dan Mrs Moretti, senang sekali acaraku di hadiri oleh sosok yang luar biasa seperti anda “ ucap Castello berjabat tangan dengan mereka.
“ Itu karena aku dengar jika acara ini penting.. “ jawab Den Moretti, matanya melirik ke arah sosok Monika yang sedari tadi memberikan senyum terbaik pada mereka.
Monika menatap sosok pria yang ada di belakang Mr Moretti.
“ Oh ya.. dia putriku, Monika “ ucap Castello dan Monika langsung berjabat tangan dengan mereka.
“ Cantik.. ternyata isu jika wanita dikeluarga ini begitu menawan tidak lah bohong “ Liana Moretti tersenyum menatap Monika.
“ Terimakasih atas pujiannya Mrs Moretti “ jawab Maria dengan senyum di buat begitu ramah dan manis.
Monika curi-curi pandang pada seorang pria yang tampak tampan, tapi tingkahnya terlihat berbeda dengan isu diluaran sana, semua orang bicara jika pewaris Moretti begitu dingin dan irit senyum. Tapi sosok pria yang ia lihat malah terlihat begitu berbeda, pria itu menaikkan alisnya saat Monika menatapnya, bahkan pria itu mengunyah permen dengan sesekali membenarkan rambutnya.
“ Dia putraku… “ ucap Den.
“ Sangat tampan putramu Mr Moretti “ puji Castello dan Tian memutar bola matanya, seakan dia tahu jika pujian itu adalah hal biasa.
“ Ayo.. silahkan ke tempat yang sudah di sediakan “ ucap Maria.
“ Dadd.. aku mau dengannya, dia tampan dan terlihat seperti melihatku terus “ ungkap Monika.
“ Berusahalah menarik perhatiannya “ bisik Castello.
Mereka menuju di sebuah tempat yang sudah disediakan untuk pertemuan para orang-orang penting.
Begitu keluarga Moretti datang mereka menyambut dengan hormat dan bahagia.
“ Silahkan dinikmati makanannya Mr and Mrs Moretti “ ucap Maria berusaha menunjukkan sisi baiknya.
Mereka mengobrol bersama, terlihat Monika sesekali membenarkan rambutnya seperti menunjukkan pesonanya.
“ Anda harus mencicipi kue ini Mr “ ucap Monika memberikan kue red velvet pada Tian.
Suasana mendadak menjadi canggung ketika Tian tak menjawab dan hanya diam..
“ Tentu “ jawab Tian dan membuat Monika tersenyum masam.
“ Apa kesibukan anda saat ini Mr? “
Tanya Monika dengan menarik dressnya untuk mengambil perhatian.
Tian melihat tingkah Monika.
“ Tidak ada yang spesial dari kesibukanku Nona, hanya membuka beberapa bisnisku sendiri “ jawab Tian dengan senyum miringnya.
Terlihat dengan jelas sekali jika Monika sedang mengejar Tian, bahkan semua orang yang ada disana memperhatikan interaksi mereka.
“ Aku benar-benar baru pertama kali melihat sosok pewaris anda Mr Moretti, sepertinya jauh berbeda dari gosip yang sedang memanas saat ini “ ucap salah seorang pria paruh baya.
“ Siapa yang kau maksud? “ tanya Den.
“ Putra anda “
“ Dia putra keduaku…., jika yang kau maksud pewaris keluarga Moretti yaitu putra pertamaku dia belum datang, “ jawab Den membuat semua orang kaget dan cukup terdiam, ternyata pria yang bersama Den Moretti adalah putra keduanya saat ini.
Monika dan Maria cukup terkejut, ternyata yang putrinya goda bukanlah orang yang mereka incar,
Maria memberi isyarat pada Monika untuk diam saja.
Tak berselang lama dari mereka berbicara masalah bisnis dan kepentingan negara tiba-tiba hening ketika seseorang datang dengan dua anak buahnya dibelakang tubuhnya.
Langkah kakinya yang mantap membuat suara yang khas, terlihat sosok pria tinggi dan gagah datang dengan kedua tangannya berada di saku celananya.
Semua tertuju pada sosok pria yang sedang berjalan itu.
“ Momm “ cicit Monika karena ia benar-benar tak bisa memalingkan pandangannya pada sosok pria itu.
Kulitnya yang berwarna putih serta tato yang ada di leher dan dadanya, jari-jarinya yang terlihat memakai beberapa cincin platinum. Ditambah dengan alis yang begitu lebat dan hitam membuat sosoknya terlihat begitu menawan dan aura yang kuat.
Den berdiri…
“ Dia putraku dan juga pewarisku Tommy Moretti “ ucap Den.
Tommy hanya diam lalu duduk disamping adiknya.
Monika merasa tegang, ia benar-benar tak bisa menahan gejolak yang ada dalam hatinya ketika menatap Tommy.
“ Senang bertemu dengan anda Mr Tommy “ ucap Castello.
“ Hmm “ angguk Tommy hanya gumaman saja. Semua orang jadi terdiam, ternyata aura yang ditimbulkan oleh Tommy membuat suasana menjadi canggung dan menakutkan,
“ Mr Tommy… cobalah kue ini “ ucap Monika memberikan kue pada Tommy.
“ aku tidak suka manis “ ucap Tommy datar. Monika merasa malu karena semua orang seperti menahan tawa untuknya.
“ Bagaimana program anda beberapa tahun ini Mr Castello? “ tanya Den untuk mencairkan suasana, Castello menjadi lega dan berbicara dengan antusias dan suasana mulai mencair.
Tommy terlihat cuek dengan sekitar, ia fokus dengan ponselnya.
“ Kak.. kamu tidak ingin makan? “ tanya Tian.
“ Aku tidak suka menunya “ ucap Tommy blak-blakan hingga membuat Liana melotot pada putranya.
“ Mr Tommy ingin apa? Pelayan akan menyiapkan makanan untuk anda “ Tawar Maria.
“ Osso Buco with Red Wine“ jawab Tommy santai.
“ Baiklah Mr Tommy, pelayanku akan membuatkannya “ ucap Maria, ia tak tahu makanan apa yang disebutkan oleh Tommy, tapi ia akan menyuruh pelayannya untuk segera membuatkan.
Mereka semua mengobrol, Monika ingin berbincang pada Tommy, tapi sepertinya sangat sulit, Tommy saja tak meliriknya sama sekali.
Hingga mereka semua berjalan-jalan menikmati hidangan santai dipinggir kolam renang sambil melihat ke arah taman indah di mansion milik keluarga Castello ini.
Tommy terlihat berjalan menyusuri taman, tatapannya tertuju pada sebuah bangunan yang menyendiri di taman belakang.
Ia diam dan menikmati winenya.
Disisi lain, terlihat beberapa pelayan sedang mengobrol.
“ Pewaris Moretti ternyata sangat tampan, sesuai dengan isu yang beredar, tapi auranya begitu menakutkan, bahkan dia begitu kasar pada Nona Monika saat menjawab pertanyaan “ rumpi dari beberapa pelayan.
“ Ini makanan yang dia mau bukan? Sungguh ternyata orangnya begitu menjengkelkan, membuat Chef kebingungan “ ucap pelayan lagi.
“ Bagaimana jika aku yang mengantar? “ ucap Ester dengan mengambil sebuah makanan yang disediakan oleh Chef.
“ Nona Ester “ para pelayan menunduk.
“ Jangan bilang jika aku yang mengantar “ ucap Ester lalu membawa makanan tersebut.
Ditengah perjalanan menuju taman.
“ Nona mau kemana? “ tanya Ely.
“ Pegang sebentar “ ucap Ester memberikan nampan tersebut pada Ely. Lalu ia memasang kain lembut berwarna hitam di kepalanya.
“ Nona untuk apa memakai tudung? “
“ Kau akan tahu “ ucap Ester lalu kembali mengambil nampan itu dan kembali berjalan.
Ia berjalan ke taman dan tatapannya tertuju pada seorang pria yang berada ditaman belakang dengan berada di samping meja dan kursi taman.
“ Kenapa dia menyendiri dari kerumunan “ gumam Ester.
Lalu Ester berjalan perlahan, sosok Tommy yang berdiri dengan gagah ia mulai menajamkan pendengarannya saat mendengar suara dentingan gelang kaki yang lembut.
“ Mr Moretti… “ panggil Ester dengan suara halusnya, Tommy langsung berbalik dan menatap ke arah sosok wanita bertudung yang meletakkan makanan di atas meja.
Entah kenapa suara lembutnya membuat respon tubuhnya begitu cepat.
Ester menutup setengah wajahnya dengan kain itu.
“ Aku tidak akan memakannya, dari bentuknya saja sudah tidak berselera “ ucap Tommy dengan suara beratnya.
Ester mendongak dan tatapan mereka bertemu…. Langkah Tommy mundur satu langkah karena ia terkejut melihat keindahan mata biru cerah milik Ester seperti tertancap pada pandangannya.
“ Aku juga berharap anda tidak memakannya, karena Chef disini tidak biasa memasak makanan Italia “ lirih Ester lalu menunduk, ia berjalan dengan lembut pergi begitu saja, gaun seperti seorang putri berwarna pink muda dengan tudung hitam serta suara gelang kaki Ester membuat mata Tommy tak melepasnya, rasa penasaran muncul dipikirannya.
Ely langsung menarik Ester saat berada di balik pintu dapur.
“ Kenapa Nona melakukan ini? Tudung ini? “
“ Seorang pria yang tak biasa tidak akan mudah jatuh cinta Ely, dia akan mengejar apa yang membuatnya penasaran “ senyum Ester lalu masuk ke dalam dapur dan mengembalikan nampan yang ia pegang.