NovelToon NovelToon
Sistem Ayah Super Tajir

Sistem Ayah Super Tajir

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:24.6k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Diusir ke jalanan di tengah badai hujan bersama sepasang anak kembarnya yang menangis kelaparan, hidup Jiang Muchen hancur berkeping-keping saat istrinya memilih pergi demi gemerlap harta seorang tuan muda kaya.

Namun, tepat ketika keputusasaan nyaris menelan kewarasannya, "Sistem Ayah Super Tajir" tiba-tiba aktif, mengubah takdirnya dalam semalam dengan menjanjikan kekayaan tak terhingga hanya lewat satu syarat mutlak: membahagiakan anak-anaknya.

Kini, dengan kekuatan finansial yang perlahan mampu menggenggam ekonomi seluruh Kota Jiangcheng, Jiang Muchen bersumpah untuk membangun surga dunia bagi putra-putrinya, Zihan dan Ziyue, sembari memastikan siapa pun yang pernah menginjak-injak harga diri keluarganya... terutama sang mantan istri akan berlutut dalam penyesalan yang terlambat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Suasana di dalam pusat pemasaran Dragon Bay seketika senyap bagaikan kuburan.

Alunan musik klasik yang tadi terdengar elegan kini terasa seperti lagu pengiring pemakaman. Para agen pemasaran yang sedari tadi menonton dari kejauhan membelalakkan mata hingga bola mata mereka nyaris melompat keluar.

Direktur Wang dewa properti yang terkenal arogan dan sering duduk minum teh bersama jajaran wali kota kini menancapkan kakinya di lantai dan membungkuk penuh teror di hadapan seorang pria berpakaian polos tanpa merek!

Melihat pemandangan absurd itu, lutut Liu Mei langsung berubah menjadi jeli. Firasat buruk sedingin es merambat naik dari telapak kakinya, mencekik lehernya.

"D-Direktur Wang... a-apa yang Anda lakukan?" suara Liu Mei bergetar parah, nyaris menangis. "P-pria gembel ini cuma pembuat onar! Dia pasti menipu kita dengan kartu hitam mainan "

"TUTUP MULUT BUSUKMU, LIU MEI!"

Blaar!

Bentakan Direktur Wang menggelegar dahsyat membelah lobi, membuat Liu Mei terlonjak mundur. Wajah pria paruh baya itu memerah padam menahan amarah dan ketakutan yang meledak-ledak. Urat-urat di lehernya bermunculan seolah siap pecah.

Dengan napas memburu, Direktur Wang melangkah pelan mendekati meja kaca pualam. Matanya terkunci rapat pada kartu hitam misterius bertahtakan naga perak itu. Tubuhnya bergetar sehebat daun kering yang diterpa badai.

Sebagai petinggi di puncak rantai industri real estat elit, ia pernah menghadiri konferensi keuangan global secara tertutup di Eropa, dan pernah melihat presentasi rahasia mengenai kartu legendaris ini.

'Ini... Infinite Centurion Black Card!' batin Direktur Wang menjerit histeris, bulu kuduknya berdiri serempak. 'Kartu kiamat dengan limit tanpa batas! Pemegangnya memegang kendali ekonomi yang sanggup mengguncang nilai tukar mata uang satu negara! Ya Tuhan Yang Maha Kuasa... iblis macam apa yang ditarik oleh agen tolol ini ke propertiku?!'

Dengan gerakan sangat lambat dan hati-hati seolah sedang memungut artefak suci yang bisa meledak kapan saja Direktur Wang mengangkat kartu itu menggunakan kedua belah tangannya.

Ia menoleh menatap Jiang Muchen, menelan ludah kasarnya dalam-dalam.

"T-Tuan Jiang yang terhormat..." suara Direktur Wang sangat pelan dan penuh kehati-hatian. "A-apakah Anda... benar-benar ingin memproses Vila Raja saat ini juga?"

"Ya," jawab Muchen dingin, wajahnya sedatar papan. "Anak-anakku menyukainya. Gesek kartunya sekarang. Selesaikan sertifikatnya dalam sepuluh menit. Aku paling benci menunggu."

"B-baik, Tuan! Segera laksanakan!" Direktur Wang menoleh ke arah meja resepsionis dengan mata melotot. "Cepat! Bawa Mesin EDC VVIP ke sini sekarang juga! Lari!!"

Seorang asisten wanita berlari kalang kabut melintasi ruangan, membawa sebuah mesin transaksi nirkabel khusus berwarna emas murni.

Dengan tangan yang masih gemetar parah, Direktur Wang memasukkan kartu hitam itu ke dalam slot pembaca mesin. Jarinya menekan angka nominal secara manual: 150.000.000 RMB. Ia menarik napas panjang, lalu menekan tombol konfirmasi berwarna hijau.

Udara di dalam ruangan itu seakan tersedot habis. Semua orang menahan napas.

Liu Mei menggigit bibir bawahnya kuat-kuat hingga anyir darah memenuhi mulutnya, terus memanjatkan doa putus asa agar layar mesin itu menampilkan tulisan 'DITOLAK'. Di sebelahnya, Nyonya Ma menatap mesin itu dengan mata melotot; kipas bulu mahal di tangannya sudah jatuh tergeletak di lantai tanpa ia sadari.

Tit... tit... tit...

Layar mesin EDC itu memproses data. Tiga detik penantian itu terasa bergulir bagaikan satu abad yang menyiksa.

Ding!

Suara kecil dari mesin emas itu memecah keheningan absolut. Layar digital berkedip menyilaukan, menampilkan deretan huruf hijau terang: TRANSAKSI BERHASIL.

Srek... srek... srek...

Kertas struk putih panjang keluar dari mulut mesin EDC tanpa henti.

Bruk!

Lutut Liu Mei akhirnya menyerah. Tubuh wanita itu ambruk, jatuh terduduk di atas lantai marmer yang dingin. Akal sehatnya hancur berkeping-keping. Seratus lima puluh juta Yuan! Transaksi tunai dalam satu tarikan napas tanpa penundaan, tanpa verifikasi bank pusat, tanpa penolakan! Otak kecilnya sama sekali tak sanggup memproses realita gila ini.

Nyonya Ma tersentak mundur beberapa langkah. Wajahnya yang ditutupi riasan tebal kini sepucat mayat hidup. Vila Tipe A seharga lima belas juta Yuan yang sedari tadi ia sombongkan kini terasa tak lebih dari sekadar kandang ayam murahan dibandingkan apa yang baru saja disapu bersih oleh pria di hadapannya.

Di belakang Direktur Wang, Su Qingxue berdiri mematung. Sepasang mata indahnya menatap lekat punggung Muchen dengan sorot yang sangat kompleks. Ada rasa kagum yang meluap, rasa takut yang merayap, dan ketertarikan fatal yang melebur menjadi satu.

'Pria ini...' batin Qingxue menahan napas. 'Dia bagaikan dewa yang turun ke bumi hanya untuk bermain-main dengan manusia fana.'

"Tuan Jiang..." Direktur Wang menyerahkan kembali kartu hitam itu beserta struk pembayarannya dengan punggung membungkuk dalam. "Transaksi telah berhasil seratus persen. Mulai detik ini, Vila Raja resmi menjadi hak milik absolut Anda dan keluarga. Kunci master, sertifikat atas nama Anda, dan tim pelayan pribadi akan segera diantar ke hadapan Anda kurang dari sepuluh menit. Mohon berkenan untuk bersantai di Ruang VVIP kami terlebih dahulu."

Muchen mengambil kartunya dengan santai, lalu menyelipkannya kembali ke saku celana.

Sepasang mata tajam Muchen melirik Liu Mei yang terkapar lemas dengan tatapan kosong, lalu beralih menatap Nyonya Ma yang kini menggigil ketakutan.

"Direktur Wang," suara Muchen mengalun pelan tanpa perlu repot-repot meninggikan nada. "Aku sudah membeli vilanya. Tapi aku merasa sangat tidak nyaman jika harus bernapas di udara yang sama dan menjadi tetangga dari orang-orang seperti mereka. Apa kau mengerti maksudku?"

Tekanan aura yang memancar dari kalimat sederhana itu membuat Direktur Wang nyaris berlutut di tempat.

"S-saya mengerti, Tuan Jiang! Saya sangat mengerti!"

Direktur Wang memutar tubuhnya dengan cepat. Sorot matanya yang tadinya penuh ketakutan kini berubah menjadi kobaran amarah yang membunuh saat menatap Liu Mei.

"Liu Mei, kau dipecat!" vonis Direktur Wang tanpa ampun. "Dan bukan cuma sekadar dipecat. Aku akan menggunakan seluruh koneksi Grup Real Estat Naga Hitam untuk menekan industri ini! Aku pastikan tidak akan ada satu pun perusahaan properti di seluruh daratan Tiongkok yang mau menerima sampah kotor sepertimu! Bereskan barang-barangmu dan merayaplah keluar dari gedungkku sekarang juga!"

"D-Direktur Wang... tolong ampun..." Air mata hitam bercampur maskara tumpah membasahi wajah Liu Mei. Wanita itu menangis histeris, merangkak maju mencoba menggapai ujung celana Muchen. "Tuan Jiang! Tolong ampuni nyawa saya! Saya buta! Mata anjing saya tidak mengenali Gunung Tai! Saya akan berlutut... saya akan bersujud mencium kaki anak-anak Anda "

"Jauhkan dia dari anak-anakku," potong Muchen dingin. "Suaranya merusak telinga mereka."

Sret! Sret!

Mendengar titah mutlak itu, dua petugas keamanan yang tadi disuruh Liu Mei kini berbalik arah. Dengan sigap dan kasar, mereka meringkus kedua lengan mantan atasan mereka itu, menyeret tubuh Liu Mei melintasi lantai lobi dan membuangnya ke luar pintu kaca, benar-benar mengabaikan jeritannya yang memilukan.

Direktur Wang kemudian menoleh, menatap Nyonya Ma dengan pandangan sedingin es.

"Nyonya Ma, mohon maaf. Transaksi Vila Tipe A Anda hari ini saya batalkan secara sepihak," ucap Direktur Wang tegas. "Dan mulai detik ini juga, seluruh kerabat yang menyandang nama Keluarga Zhao masuk ke dalam daftar hitam permanen Dragon Bay. Kami tidak akan pernah menjual satu bongkah bata pun kepada keluarga Anda. Selamat siang."

Mata Nyonya Ma membelalak tak percaya. Urat gengsinya tersengat.

"Wang! K-kau berani menyinggung Keluarga Zhao demi pria gembel ini?!" ancam Nyonya Ma dengan sisa-sisa keberaniannya yang gemetar. "Suamiku di dewan direksi tidak akan melepaskanmu begitu saja!"

"Silakan laporkan pada suamimu. Bahkan jika Tuan Besar Zhao sendiri yang berlutut di sini memohon, keputusanku tidak akan berubah seinci pun!" balas Direktur Wang tanpa gentar. "Silakan keluar sendiri, atau tongkat satpam kami yang akan memaksa Anda keluar."

Direktur Wang tahu betul kalkulasi di kepalanya. Menyinggung raksasa lokal Keluarga Zhao memang merepotkan. Namun menyinggung dewa pemegang Infinite Centurion Black Card? Itu berarti kehancuran instan perusahaannya besok pagi, tak bersisa hingga ke akar-akarnya. Pilihan ini sangat mudah.

Mendengar ketegasan mutlak itu, wajah Nyonya Ma bergantian memerah dan memucat. Ia mendengus kasar tak berdaya. Dengan menanggung rasa malu yang teramat sangat, ia memungut kipasnya, membalikkan badan, dan berjalan tergesa-gesa keluar dari pintu lobi, ditembaki oleh tatapan mengejek dari puluhan staf dan tamu lain.

Suasana akhirnya kembali tenang dan steril.

Tarik... tarik...

Ziyue menarik pelan ujung kemeja ayahnya.

"Ayah... nenek dan tante jahat yang berisik tadi sudah pergi," bisik gadis kecil itu polos.

"Ya, Sayang. Hama-hamanya sudah dibersihkan," jawab Muchen. Raut wajahnya yang tadinya sedingin es seketika meleleh menjadi kehangatan musim semi. Ia membungkuk, menggendong putri kecilnya ke dalam dekapan, dan mengecup pipi tembemnya dengan gemas. "Sekarang, rumah kastil itu resmi menjadi kerajaan milik Ziyue dan Zihan."

Di saat yang sama, tepat di dalam batok kepala Muchen, rentetan suara mekanis bergema beruntun, membawa kabar yang jauh lebih mendebarkan daripada sekadar memiliki sertifikat Vila Raja.

Ding!

[Misi Sampingan Face-Slapping Pertama berhasil diselesaikan dengan tingkat kesempurnaan absolut.]

[Keangkuhan musuh telah dihancurkan ke dasar bumi. Martabat Ayah Super Tajir telah ditegakkan.]

[Mengirimkan Hadiah 1: 51% Saham Mayoritas dari Grup Real Estat Naga Hitam telah berhasil dipindahtangankan secara legal melalui akuisisi shadow holding. Host kini adalah pemegang saham pengendali, pemilik sah dari seluruh kawasan Dragon Bay dan aset perusahaan pusat.]

[Mengirimkan Hadiah 2: Pil Peningkatan Fisik Dasar telah tersimpan rapi di dalam Sistem Inventaris. Host dapat mengekstrak dan menggunakannya kapan saja.]

Senyum di bibir Muchen semakin dalam.

Mulai detik ini, posisinya berubah. Ia bukan lagi sekadar pembeli Vila Raja. Pria yang sedang menggendong anak perempuannya ini, adalah raja sesungguhnya yang menguasai tanah di seluruh kawasan elit ini!

Muchen menoleh ke arah pria paruh baya yang masih berdiri menunduk di dekatnya.

"Direktur Wang," panggil Muchen tenang.

"S-saya di sini, Tuan Jiang!" Direktur Wang langsung melangkah maju dengan sikap sempurna. "Apakah ada instruksi lain yang bisa saya bantu?"

"Siapkan laporannya." Mata Muchen menyipit penuh otoritas. "Mulai besok pagi, aku ingin melihat seluruh neraca keuangan, daftar arus kas, dan peta aset Grup Real Estat Naga Hitam di atas mejaku."

Direktur Wang mendongak. Dahinya berkerut kebingungan memproses permintaan aneh itu.

"M-maksud Anda... bagaimana, Tuan?"

Drrrtt... drrrtt...

Sebelum Direktur Wang sempat memproses kebingungannya, ponsel khusus di saku dalam jasnya bergetar hebat. Itu adalah nada dering khusus untuk panggilan darurat dari rapat pemegang saham raksasa di kantor pusat!

Dengan tangan sedikit gemetar, Direktur Wang mengangkat panggilan itu dan menempelkannya ke telinga.

Selama sepuluh detik, Direktur Wang hanya mendengarkan suara panik dari seberang sambungan.

Bruk!

Ponsel mahal itu meluncur bebas dari genggamannya, menghantam lantai pualam hingga layarnya retak.

Napas Direktur Wang terputus. Lututnya seketika kehilangan fungsi. Ia menatap lekat-lekat ke arah Jiang Muchen pria muda misterius yang kini sedang tersenyum damai mengelus rambut anak-anaknya.

Sorot mata Direktur Wang yang tadinya diwarnai ketakutan akibat ancaman Black Card, kini sepenuhnya tenggelam oleh horor absolut, keputusasaan rasional, dan kepatuhan mutlak layaknya budak yang melihat dewa turun dari langit. Pria di hadapannya ini... baru saja membeli 51% perusahaannya dalam diam!

1
Luna
nikah dulu woy ,,,,
Seung
kok ngga nyambung? 😂
Luna
1 miliar Dollar jadi berapa triliun itu 😱😱😱😱😱😱
Mu Lin@42443
chp 15 dan 16 sama, lalu chp 14 ke 15 kayak di lewatin, dari gudang, tiba tiba udh berantem di kaki villa
Luna
calon ibu sikembar cie cie
Was pray
kok diekspor? berarti tenaga pengajarnya dibuang ke eropa dong .... 🤭🤭🤣
RaMna Hanyonggun Isj
Ceritanya sama persis dgn cerita sebelah dgn titik komanya hanya beda di disni yg di Usir Cowok di sebelah Cewek yg di Usir
💫Penjelajah Novel💫
saran jangan terlalu banyak membuat cerita. fokus ke 1 - 2 aja dulu. setelah tamat baru buat lagi. nanti banyak yg gak ke urus kek yg sudah2🙏
Luna
👏👏👏👏pak dudaku keren👍
Fajar Fathur rizky
cepat bantai bayangan abu
Luna
semoga lolos Thor,,, beberapa akhir ini banyak novel favorit ku yg gagal kontrak 💪
Yui: makasih kak dukungannya😊, iyah ntah apa yang merasuki Aplikasi ini
total 1 replies
💫Penjelajah Novel💫
tolong up 10 bab/hari thor. jangan nanggung gini 🤣
Yuliana Tunru
linna kau terlalu pede ya jgn kau kita jiang vm.orang biasa ditunghu kejutan krn niat jahatmu
Yuliana Tunru
👍👍👍 jiang munchen kau bagai eewa kematian bagi orang2 jqhat
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Dewiendahsetiowati
cerita dicerai di hari tua aku kembali menjadi nona muda kok dihapus ya thor
Yui: mau direvisii kak😊
total 1 replies
Yuliana Tunru
benar2 pembalasan yg mutlak 👍👍
Luna
lah ngapain kamu nyalahin tuan muda Zhao kan elu yg gatal dulu Lin🤣🤣🤣🤣
Luna
request kalo bisa si mantan istri diteror sampai gila yh Thor🤣🤣🤣
Luna: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣,
total 2 replies
Yuliana Tunru
gmn lin msh bangga dan sombong sdh meninggalkan ank2 dan mantan suami miskin mu siap2 jd gbel dan sasaran amukan pacarmu 😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!