NovelToon NovelToon
MENIKAH DENGAN MAFIA

MENIKAH DENGAN MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Anak Genius / Romansa Fantasi
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Maya Melinda Damayanty

Untuk keluar dari penjara keluarga, Charoen Torrer harus menerima pinangan dari seorang mafia ternama. Walau hanya jadi istri sementara, tetapi demi kebebasannya. Char menerima tawaran itu tanpa berpikir dua kali.

Tanpa ia tahu ke depannya, hidupnya jauh lebih rumit di banding rumah yang rasanya seperti penjara itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Melinda Damayanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Charoen Elizabeth Torrer, dua puluh dua tahun. Seorang gadis dengan tinggi seratus enam puluh sentimeter dan berat empat puluh lima kilogram. Ia sangat kurus di banding gadis seusianya.

Char begitu orang-orang memanggilnya. Tadinya ia bekerja di sebuah perusahaan ternama, tetapi belum setahun bekerja. Char harus merelakan jabatan dan tunjangannya sebagai presiden manager di perusahaan akibat fitnah besar dari Grace Margareth Xanders, sepupunya sendiri.

Pagi-pagi sekali Char harus bangun untuk bersiap-siap bekerja di sebuah perusahaan pembuat roti keluarga, bernama Odego Bakery. Untuk sampai ke tempat kerjanya. Char harus menaiki tiga bus.

"Wah! Wah!" Grace datang dengan baju tidur sutra yang dulu milik Char.

"Upik abu sudah bangun rupanya. Jangan lupa untuk siapkan sarapan semua orang!" lanjutnya memberi perintah dengan nada meledek.

"Tidak!" tolak Char tegas.

"Apa?" Grace tentu melotot mendengar jawaban Char.

Ia mendekat berjalan perlahan ke arah sepupunya itu. Ia nampak mundur perlahan sesuai dengan langkah Char.

"Aku mau kau yang siapkan semua ... Jika tidak. Aku menolak untuk dijadikan jaminan ...," ancamnya menatap Grace tajam.

"Enak saja ... Kau ...."

"Shhhh!" potong Char sambil menahan bibir Grace dengan telunjuknya

"Jangan berisik ... jika kau mau berdrama ... akan aku layani ...," lanjutnya mengancam.

Grace menelan ludahnya perlahan. Terlihat gerakan tenggorokannya yang menelan liurnya sendiri itu.

"Kalau aku menolak?" rupanya Grace berani menentang.

"Jadi kau ingin menggantikan aku sebagai jaminan Grace?" tanya Char dengan suara keras.

Bibi Gina yang baru turun dari lantai atas langsung berteriak.

"Jangan gila, Grace!"

"Mommy aku tidak ...."

"Aku tahu, Grace ... Kau memang selalu ingin memiliki apa yang aku miliki. Jika Ayah bersedia ... aku bisa ...."

"Diam kau Char!" sentak Grace sementara Bibi Gina sudah berlari dari tangga dan mendatangi kami.

"Grace?" tanyanya gusar.

"Dia bohong Mom!' serunya tentu membantah.

"Oh ayolah Bibi. Bahkan ia memamerkan gaun tidur milikku yang berhasil ia rebut ...."

"Ini memang harusnya milikku!" teriak Grace.

"Oh ... tapi kenapa di dadanya tersulam inisialku?" tanya Char menunjuk sulaman huruf di gaun tidurnya.

"Sudah cukup! Buatkan sarapan! Bibi lapar!" sentak Bibiku sekaligus memberi perintah.

"Suruh putrimu ... Aku mau berangkat!" Char menolak dan langsung melangkah keluar rumah.

Terdengar teriakan dua orang di belakangku. Tapi, Char tak peduli dan terus keluar melangkah membuka pintu dan menutupnya, hingga suara bibi dan sepupunya tak lagi terdengar.

Berjalan sejauh tiga meter keluar pintu gerbang. Dulunya, ada dua security yang berjaga-jaga di sana. Tetapi, entah sejak kapan, Ayah memecat keduanya.

Sebagai gantinya, Char yang harus membuka dan menutup pintu gerbang itu jika mobil Rolls-Royce tua milik ayahnya datang atau pergi.

Ting!

Sebuah notifikasi pesan masuk di ponsel. Char merogoh tasnya dan mengambil satu-satunya benda termahal yang dimilikinya.

Ayah.

(Nanti malam kita akan pergi. Sepulang kerja, Ayah jemput kamu dan kita beli gaun untukmu!)

Char menghela napas panjang, jika demikian rencana jaminan dirinya pada sosok paling berkuasa di kotanya, Seradam benar adanya. Ia pun mengetik untuk sekedar membalas pesan.

(Baik.)

Lalu, Char memasukkan ponselnya lagi ke tas butut miliknya.

Hingga tak terasa, semua pekerjaan selesai. Char mendapat gajinya, Tuan Odego sangat baik hati. Ia selalu tersenyum pada semua karyawannya, bahkan tak jarang ia memberi upah lebih walau tak banyak sebagai tanda terima kasihnya.

"Selama seminggu ini penjualan kita naik. Berkat kualitas yang selalu kita jaga hingga para pelanggan terus bertambah. Tepuk tangan untuk pencapaian kita semua!" teriaknya semangat, semua karyawan bertepuk tangan meriah begitu juga Char yang antusias menatap bossnya.

Nataniel Odego adalah pria berkebangsaan Inggris-Portugal, perawakannya gemuk, matanya sedikit sipit. Pipinya chubby kemerahan, mimik mukanya ramah dan penuh senyuman jadi semua orang betah menatapnya termasuk Char.

"'Jadi hari ini, aku akan menambah gaji kalian dengan bonus dan kalian boleh ambil satu roti untuk kalian bawa pulang!" seru Odego membuat semua karyawan kembali bertepuk tangan meriah.

Setelah mendapat gaji dan bonus, Char mengambil satu roti lapis strawberry kesukaannya. Ia keluar bersama karyawan yang lain, di situ. Tak ada yang iri dan tak ada yang menganggapnya saingan. Mereka mengaduk dan mengulen tepung serta mentega yang sama. Jadi, tak ada yang merasa di anak emaskan.

Ketika keluar bangunan, Char melihat mobil tua milik ayahnya terparkir tak jauh dari sana. Ia juga melihat pria itu berdiri menyandar, Char menatap ayahnya.

Laki-laki itu mendadak menua lebih cepat di banding usianya. Rambutnya yang hitam, kini nampak beberapa helai uban menghias. Tubuh Gorgio juga sedikit lebih kurus, Char kini paham jika masalah perusahaannya benar-benar serius.

"Ayah ...," panggilnya memutus lamunan Gorgio.

"Ah ... Kamu sudah pulang? Ayo kita pergi ke butik ... kita beli gaun untukmu," ujar Gorgio lalu membuka pintu untuk putrinya.

Sedikit ragu, Char pun masuk. Lalu pria itu memutari kendaraan dan masuk di belakang kemudi. Sekali lagi membuat Char terheran-heran.

"Paman Joe tidak bekerja lagi sama Ayah?" tanyanya.

Gorgio menggeleng, ia menarik napas panjang. "Ya, Nak. Hampir sebagian pegawai ayah pulangkan karena perusahaan tidak sanggup membayar mereka," jawabnya.

Lalu kendaraan itu pun melaju meninggalkan lokasi pabrik roti.

Sementara di tempat lain, sosok tinggi beraura emas duduk dengan wajah datar. Matanya menatap semua tulisan yang ada di atas kertas. Delapan pria berdiri dengan kaki gemetar, berdoa agar semua laporan mereka lulus dari pengamatan sang atasan.

"Bagus ... Semua laporan ini sesuai dengan data yang aku periksa sendiri!"

Semua lega, tapi tak berani mengeluarkan suara sedikitpun. Bahkan mereka menahan napas mereka agar tak mengganggu pria beraura emas yang tampak serius dengan semua laporan di tangannya.

Dia adalah Alexander Philip Romanov, usianya baru dua puluh tujuh tahun. Tetapi kekuasaannya dalam mengendalikan bisnis, melebihi pebisnis senior yang telah lama melintang di dunia bisnis.

Pria bermanik abu misterius, berkulit putih pucat, wajahnya sangat tampan dengan hidung mancung dan bibir merah muda alami.

Alexander meletakkan laporan itu di atas meja. Raphael Angelo, sekretaris sekaligus asisten pribadinya baru mendekat.

"Tuan ... tentang masalah Tuan Torrer ..."

"Hmmm!" hanya desau keras dari bibir Alex membuat perkataan Raph menggantung tak berani melanjutkan.

Sebuah gerakan jari dari Alexander membuat Raph paham jika masih ada orang banyak di ruangan itu.

"Kalian boleh pergi!" perintah Raph lalu dengan serentak delapan pria itu keluar secara teratur dan menutupnya perlahan. Dari balik pintu itu, terdengar suara napas lega. Alex menaikkan sedikit ujung bibirnya. Raph menatap atasannya yang berdiri membenahi jas mewahnya.

Alexander Philip Romanov.

Nama yang cukup untuk membuat banyak orang menurunkan suara ketika membicarakannya.

Pria itu memiliki postur menjulang setinggi seratus sembilan puluh sentimeter dengan berat tujuh puluh delapan kilogram. Tubuhnya terbentuk sempurna—lengan berotot, dada bidang, bahu lebar, dan perut yang tersusun seperti petak-petak sawah.

Namun bukan tubuh atletisnya yang membuat Alexander terlihat mengintimidasi.

Melainkan sepasang manik mata kelabu yang selalu tampak dingin dan misterius.

Tatapannya seperti mampu menguliti seseorang tanpa perlu menyentuhnya.

Rahangnya kekar, hidungnya tegas, bibir tipis, dan rambut peraknya membuat wajah tampan itu terlihat nyaris tidak manusiawi.

Jika ada yang menyebutnya sebagai Count Dracula masa depan, Alexander mungkin hanya akan mengangkat sebelah alis.

Bukan karena tersinggung.

Melainkan karena dia terlalu malas untuk peduli. Alexander adalah pewaris Keluarga Romanov—keluarga yang kekayaannya seolah tidak mengenal batas.

"Untuk Torrer itu. Biar nanti malam kita tahu apa alasannya memberikan putrinya sebagai jaminan!" lanjutnya penuh perhitungan.

"Baik, Tuan!" seru Raph.

Bersambung.

Wah ... Bagaimana ya selanjutnya.

Next?

1
Anita Barus
baru8th rovelet tapi sudah ngelunjak .kelihatan nya seperti TDK suka dgn istri Alex pecat saja dia
Deyuni12
amiiiit
begitu doang,sebut juga dunk si Grace itu biang dari semua fitnahan tersebut
Anita Barus
se tolol2nya manusia maka gorgio ini adalah se orang ayah dan manusia Ter tolol di muka bumi kerna dia masih melindungi org yg sudah memfitnah putri kandung nya sendiri sebenar nya putri kandung nya siapa sih segitu gigih nya dia melindungi si tukang fitnah itu
Eni Istiarsi
heran dengan orang tua modelan kayak gitu. anak sendiri dinistakan dan ditindas
Anita Barus
makin seru lanjut
Deyuni12
Waaah
semakin seru nh,gak sabar nunggu reaksi keluar char terutama ayahnya n si grace
Anita Barus
Grace KLO caper jgn menjatuh kan char lu kira omongan Lo digubris kagak lagi
Deyuni12
idikh
si Grace carmuk.banget
Anita Barus
🤣🤣🤣🤣
Deyuni12
lanjut
Anita Barus
Alex malu kalau berita tentang dirinya yg pingsan di depan pabrik roti tersebar di seantero kota bahkan dunia mungkin
Eni Istiarsi
Pak Palace mengingatkanku pada Mama Iya
Deyuni12
haha
gengsi Segede gunung
Deyuni12
bucin akut nh sang mafia
S.R ciplux
🤣🤣🤣🤣 udah kecintaan
Anita Barus
lanjut
Anita Barus
keluarga adik gorgio mulai dari bapak nya ibunya sampai kedua anak2 nya stres alias SGM sinting gila dan miring 🤣🤣🤣🤣🤣
S.R ciplux
orang tuamu jg terlalu percaya sama hasutannya grace char.
Deyuni12
next
Anita Barus
sang mafia sekarang rindu rumah teros nih ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!