NovelToon NovelToon
Istri & Anak Kembar Bar-Bar Sang Mafia Es

Istri & Anak Kembar Bar-Bar Sang Mafia Es

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mafia / Penyesalan Suami
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Diceraikan karena alasan mandul, padahal 3 tahun pernikahan ia menjadi istri yang diabaikan oleh suaminya sendiri. Malam sebelum ia meninggalkan Mansion kediaman Maximillian, Raina diam-diam menjebak suaminya, Cassion Zayn Maximillian untuk menghabiskan malam bersama. Lalu setelahnya ia menghilang begitu saja tanpa jejak sedikitpun.

Namun, 8 tahun kemudian… tepat di acara pernikahan Cassion dengan teman masa kecilnya, Laura Fernandez. Raina kembali membawa sepasang anak kembar, Sean dan Shia untuk mendapatkan hak kedua anak itu sebagai pewaris keluarga Maximillian.

Dan sejak saat itu, kediaman Maximillian tidak pernah bisa tenang lagi. Raina yang tidak lagi penurut, ditambah dengan kedua anak kembarnya yang tak kenal takut. Ibu dan anak kembar itu menuntut banyak hal yang sudah 8 tahun sudah mereka lewatkan begitu saja. Dendam dan hutang mereka perhitungkan dengan baik.

Akankah Raina dan kedua anak kembarnya berhasil membalaskan dendam serta mendapatkan hak mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Cemburu?

Tidak ada jawaban. Raina akhirnya mempercepat langkahnya. Begitu Sion hampir mencapai ujung koridor, ia menarik lengan pria itu. Namun, siapa sangka Sion malah tiba-tiba berhenti. Hingga Raina nyaris menabrak dadanya.

“Dengarkan aku dulu, Sion!”

“Aku sudah cukup mendengar semuanya.”

Sion hendak melangkah pergi lagi. Namun Raina bergerak lebih cepat. Ia mendorong tubuh Sion ke arah dinding. Kedua telapak tangannya menahan dada pria itu, sementara tubuhnya berdiri tepat di hadapan Sion, menghalangi jalan.

Sion lantas menunduk. Perbedaan ukuran tubuh mereka membuat posisi itu terlihat hampir konyol. Raina harus mendongak untuk menatap wajahnya. Tetapi kali ini ia tidak mundur, bagaimana pun juga ia tidak boleh kehilangan kepercayaan Sion kali ini.

“Kau tidak boleh pergi sebelum mendengarkan penjelasanku.”

Sion mengangkat sebelah alis. “Kau sedang mencoba menahanku seperti ini?”

“Kalau perlu sepertinya iya.”

“Raina.”

“Tidak.” Raina menggeleng tegas. “Aku tidak akan membiarkanmu pergi dalam keadaan seperti ini.”

Sion menatap kedua tangan Raina yang masih bertumpu di dadanya. Kemudian matanya kembali naik ke wajah perempuan itu. “Jadi sekarang kau berani memaksaku?”

“Kenapa tidak? Aku hanya ingin menjelaskan semuanya padamu. Dan apa susahnya kau mendengarkan penjelasanku sebentar saja, Hah?”

“Setelah aku mendengar sendiri apa yang kau katakan dengan prai itu?”

“Itu tidak seperti yang kau dengar dan kau pikirkan, Sion.”

“Lalu seperti apa?”

Raina terdiam, seharusnya ia tidak membongkar identitas Ryland sekarang. Namun, ia terjebak dalam kesalahpahaman Sion dan ia tidak bisa kehilangan Sion kali ini. Sion tersenyum tipis, namun bukan senyum hangat melainkan senyum seseorang yang merasa telah menemukan celah.

“Jawab aku.”

“Aku kembali memang untuk menggagalkan pernikahanmu dengan Laura.”

“Bagus.” Sion mengangguk pelan. “Setidaknya kau mengakuinya.”

“Tapi alasannya—”

“Karena kau ingin kembali ke Mansion ini.”

“Bukan!”

“Karena kau ingin menggunakan anak-anak untuk mendapatkan tempat di sisiku?”

“Tentu saja bukan!”

“Atau mungkin,” lanjut Sion dengan suara tenang, “karena kau tahu aku masih memiliki sesuatu yang bisa kau manfaatkan?”

Raina terdiam, tapi bukan karena ia tidak memiliki jawaban atas semua pertanyaan Sion. Akan tetapi, karena ia tidak menyangka Sion akan menanyakan banyak hal seperti ini. Seolah pria itu sedang cemburu kepadanya.

Sion semakin mendekat, mengikis jarak diantara mereka yang membuat Raina spontan melangkah mundur. Namun, salah satu tangan Sion meraih pinggangnya hingga kini Raina bahkan bisa merasakan hembusan napas Sion di wajahnya.

“Apa?” Raina menelan ludah.

“Nama keluarga Maximillian.” Tatapannya semakin tajam. “Kekuasaan keluarga Maximillian. Atau uangku? Mana yang menjadi alasanmu melakukan sejauh ini? Atau mungkin semuanya?”

“Cukup, Sion”

“Kenapa?”

“Karena semuanya salah.”

“Kalau begitu jelaskan.”

“Aku sudah bilang, kau salah paham!”

“Dan aku sudah bilang, aku mendengar sendiri percakapanmu.”

Raina menghela napas frustrasi. “Ryland bukan kekasihku.”

“Lalu siapa dia?”

“Dia Adikku.”

“Adik?”

Sion terkekeh pelan. “Sejak kapan kau memiliki adik laki-laki yang sangat kau sayangi? Seingatku kau hanya memiliki seorang Kakak tiri laki-laki dan saudari tiri perempuan yang seumuran denganmu. Lalu adik laki-laki mana yang kau maksud itu?”

Raina membeku, wajahnya mulai memanas. Sebab akhirnya ia bisa memastikan bahwa saat ini Sion memang sedang cemburu padanya. Bahkan Sion mengingat dengan jelas tentang silsilah keluarganya yang tidak pernah ia pedulikan sebelumnya.

“Kau mendengarkan sampai bagian itu?”

“Aku mendengar semuanya.”

“Kalau begitu kau juga seharusnya mendengar konteksnya.”

“Yang aku dengar hanya satu hal.” Sion menatap matanya lurus-lurus. “Kau mencintai pria lain.”

Raina terdiam beberapa detik. Kemudian ia berkata lirih, “Kalau memang aku mencintai pria lain, mengapa menurutmu aku repot-repot kembali ke sini? Bukankah aku lebih baik membiarkan pria itu untuk menjadi ayah tiri Sean dan Shia?”

Pertanyaan itu membuat Sion terdiam. Namun hanya sesaat. “Karena kau membutuhkan sesuatu dariku, bukan?”

Raina hampir kehilangan kesabaran. “Kenapa kau bisa berpikir seperti itu?”

“Karena pengalaman ibuku mengajarkan aku untuk tidak percaya pada siapa pun.”

“Termasuk aku?”

“Terutama kau.”

Jawaban itu terasa seperti tamparan. Raina menatapnya tidak percaya. Sion masih terlihat sama, dingin dan tenang. Tidak menunjukkan sedikit pun penyesalan. Namun kali ini ada sesuatu yang berbeda di balik tatapannya. Sesuatu yang hampir menyerupai kemarahan. Atau mungkin cemburu.

“Kau benar-benar menyebalkan, Sion.”

“Aku tahu.”

“Keras kepala.”

“Aku juga tahu.”

“Tidak masuk akal.”

“Lalu kenapa kau masih kembali dan berdiri di depanku.”

Raina mengerutkan kening. “Apa maksudmu?”

Sion menundukkan wajahnya sedikit. “Kalau aku memang seburuk yang kau katakan, kenapa kau harus kembali padaku?”

Raina terdiam, tapi dalam hatinya menggerutu, “Sial. Sejak kapan dia pintar bicara? Bukankah sejak dulu dia sangat dingin dan irit bicara. Kenap sekarang dia malah sepintar Sean dalam memutar balikan kata. Apakah ini bakat tersembunyi nya?”

Jujur saja, Raina membenci Sion yang sekarang. Pria itu kini selalu bisa memutar keadaan. Seakan bisa membuat lawannya kehilangan pijakan hanya dengan beberapa kalimat. Raina sudah seperti sedang menghadapi Sean versi dewasa.

“Aku hanya ingin kau mendengarkan penjelasanku.”

“Aku sudah mendengarkan.”

“Tidak. Kau hanya mendengar apa yang ingin kau dengar dan kau percayai.”

Sion tidak menjawab, ia sedikit tersentak saat perlahan menyadari apa yang baru saja dirinya lakukan. Entah mengapa ia tidak bisa mengendalikan emosinya saat mendengar Raina memiliki pria lain, seolah ia menjadi orang lain yang sedang cemburu kepada pasangannya.

Disisi lain, Raina menarik napas panjang. “Ryland memang seseorang yang penting bagiku, karena dia adikku. Adik kandungku!”

Tatapan Sion langsung berubah. Ekspresi Raina saat menyatakan bahawa Ryland adalah adik kandungnya benar-benar tidak ada kebohongan sedikitpun. Lalu Raina segera melanjutkan penjelasannya. “Dia membantuku ketika aku sendirian. Dia membantu menjaga anak-anak ketika aku tidak punya siapa-siapa. Dia—”

“Jadi, dia benar-benar adikmu?”

Raina memejamkan mata. “Ya, Ryland adalah adik kandungku.” Raina membuka matanya kembali.

“Karena itulah aku sangat menyayanginya.”

Untuk beberapa detik, keduanya hanya saling menatap. Sion membeku, wajahnya mulai bersemu merah karena malu. Namun, ia tetap berusaha menetralkan ekspresinya. Bagaimana pun juga ia tidak boleh menunjukkan bahwa dirinya sedang cemburu kepada Raina.

Kemudian Raina menambahkan, “Ini sungguh bukan seperti yang kau pikirkan.”

Sion tertawa pendek. “Apa kau pikir aku akan percaya begitu saja.”

“Kau benar-benar tidak mau mengerti, ya?”

“Tidak.”

“Kalau begitu aku akan membuatmu mengerti. Siapa pria yang sebenarnya aku cintai dan orang yang menjadi adikku.”

Raina menarik kerah kemeja Sion. Sion sempat mengernyit. Namun sebelum pria itu sempat mengatakan apa pun…

Cupp...

Raina langsung menarik wajahnya turun dan menciumnya. Sion membeku… benar-benar membeku. Seolah otaknya membutuhkan beberapa detik untuk memahami apa yang baru saja terjadi.

Bersambung….

1
Budhe Satryo
adiknya yg selama ini menjadi pendukung setia rayna
Budhe Satryo
gpp salah paham dulu biar makin cinta
Budhe Satryo
misi Lum dimulai lho ...dah panas az Calista ni
Budhe Satryo
good rayna biar papah si kembar ush Dewe 😄😄😄
Budhe Satryo
moga rayna TDK mudah dijebak
Budhe Satryo
waspada rayna musuh dpn mata
Budhe Satryo
wah bisa jadi kerja sama dngn Calista tu sih laura
Budhe Satryo
akhirnya Sion bisa takluk dngn si kembar 😍😍😍
Budhe Satryo
y ampun pemilik dianggap gelandangan 🤣🤣🤣
Budhe Satryo
misi dimulai si kembar 😄😄😄
Budhe Satryo
mungkin Calista dan lea yg JD musuh dlm selimut
Budhe Satryo
bibit mafia emang g ad obat 🤣
Budhe Satryo
duo s JD pembela mamanya donk
Budhe Satryo
mulai seruuu ni 😊😊😊😍😍😍
Budhe Satryo
moga tidak JD menikah dngn laura
Budhe Satryo
semoga nanti g bisa bngun adik kecilmu kalu Ndak dngn rayna 😄😄😄
Budhe Satryo
good rayna setidaknya ad kenang"an dr mantan suami
Budhe Satryo
barengan sekalinya keluar kandang kak author ini
Budhe Satryo
suka semua karya KK ni
Sri Yatun
sekarang kamu ada rasa cinta makanya sadar coba tanpa adanya cinta masa bodo mau sprti apa istri mu dulu sekarang liat dan baru sadar sakit kan apa LG di depan anak anak nya yg sudah seperti orang dewasa tau dan bisa membedakan keadilan dan tidak Adilan mau bagaimana menyikapi orang tua mu/ibu tirinya dan saudara tirimu Sion pasti bakal ada cemohan dri anak anak mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!