NovelToon NovelToon
The Lazy Emperor: Rise Of The Undying Demon King

The Lazy Emperor: Rise Of The Undying Demon King

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: BAGERAAA

Kaisar Iyan: Kebangkitan Raja Iblis Abadi

Kaisar Iyan hanyalah seorang pemuda pemalas yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur dan menghindari masalah.

Namun suatu hari, ia terbangun di dunia yang sama sekali berbeda.

Tanpa mengetahui bagaimana dirinya bisa sampai di sana, Iyan menemukan bahwa tubuhnya memiliki kemampuan yang tidak pernah dimiliki manusia biasa.

Ia dapat menciptakan clone dirinya sendiri.

Ia dapat memanggil pahlawan dan monster dari dunia lain.

Ia bahkan mampu membangkitkan mayat dan tulang menjadi pasukan undead yang tidak mengenal kematian.

Namun kemampuan paling mengerikan yang dimilikinya adalah sebuah kekuatan yang memungkinkan pasukannya bangkit kembali setiap kali terbunuh—selama mana miliknya masih tersisa.

Awalnya, Iyan hanya ingin hidup tenang.

Sayangnya, dunia baru ini tidak memberinya kesempatan.

Perang, kerajaan, bangsawan, monster, pahlawan, dan pengkhianatan perlahan menyeretnya ke dalam konflik yang jauh lebih besar.

Sampai akhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BAGERAAA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RAPAT PERTAHANAN BENTENG

Aku akhirnya pergi menemui Elisa dan Jenderal Serof.

Beberapa prajurit menyambutku dan mengantarkanku menuju tempat Jenderal Serof berada. Tidak lama kemudian, aku akhirnya tiba di ruang rapat.

Jenderal Serof segera memberikan salam hormat kepadaku.

Namun, di dalam hatinya, Serof bergumam.

“Tuan muda pemalas ini akhirnya keluar juga dari sarangnya. Semoga saja rapat kali ini dia tidak membuat masalah seperti dua pekan yang lalu.”

Aku menyadari tatapan yang kurang mengenakkan dari Jenderal Serof.

Apa yang sebenarnya dilakukan tubuh ini sebelumnya?

Aku mulai berpikir keras, mencoba memahami kehidupan pemilik tubuh ini sebelum aku datang ke dunia ini.

Akhirnya, rapat pun dimulai.

Di dalam ruangan hanya terdapat sebelas orang. Mereka duduk mengelilingi sebuah meja panjang, sementara aku duduk di ujung meja, tepat di bagian tengah seperti posisi seorang pemimpin pada umumnya.

Jenderal Serof berdiri tepat di belakangku.

Ternyata rapat ini diadakan bersama para komandan tertinggi, beberapa tentara bayaran, serta para petualang tingkat B.

Rapat dimulai dengan membahas serangan Orc yang terjadi dua pekan lalu.

Serangan tersebut menyebabkan banyak korban berjatuhan. Anak-anak dan warga sipil menjadi korban keganasan para Orc.

Aku mulai membayangkan bagaimana para Orc menghancurkan desa-desa di sekitar wilayah ini.

Salah satu komandan tertinggi kemudian memberikan laporan.

“Pasukan Orc kemungkinan akan menyerang dua atau tiga hari lagi. Saat ini mereka sedang mengerahkan gelombang ketiga.”

Ruangan menjadi hening.

Komandan tersebut melanjutkan.

“Persediaan makanan di kota mulai menipis. Kita kesulitan mempertahankan benteng dalam kondisi seperti ini. Bahkan jumlah pasukan kita sangat terbatas.”

Ia meletakkan laporan di atas meja.

“Saat ini kita hanya memiliki sekitar 2.000 prajurit, 89 petualang tingkat B, C, dan F, serta sekitar 300 tentara bayaran.”

Jenderal Serof kemudian bertanya.

“Apakah masih belum ada jawaban dari para bangsawan lainnya? Apakah mereka tidak bisa mengirimkan makanan atau pasukan untuk membantu kita?”

Para komandan saling memandang sebelum salah satu dari mereka menjawab.

“Mereka tidak bisa mengirim bantuan karena mereka juga sedang berperang dengan kerajaan di barat.”

Ia menarik napas.

“Bahkan pasukan Kekaisaran saat ini sedang bertarung melawan pasukan Raja Iblis di wilayah selatan.”

“Sedangkan di wilayah utara, mereka juga sedang menahan serangan para bajak laut.”

“Entah dari mana para bajak laut itu berasal. Yang jelas, mereka bukan berasal dari benua ini.”

Aku terdiam mendengarkan penjelasan mereka.

Komandan tersebut melanjutkan.

“Banyak benteng telah hancur di berbagai wilayah. Kita sendiri sudah mati-matian menahan pasukan Orc yang berada di sebelah timur.”

“Dan keadaan di sini jauh lebih menyusahkan daripada yang kita perkirakan.”

Kapten dari kelompok petualang kemudian ikut berbicara.

“Wilayah timur tempat kita berada ini jauh lebih berbahaya. Kita bahkan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di wilayah timur jauh sana.”

“Masih banyak tempat yang belum pernah terjamah manusia. Bahkan Kekaisaran sendiri belum mampu menyentuh sebagian besar wilayah timur.”

Ia mengepalkan tangannya.

“Karena itulah kita hanya diperintahkan untuk mempertahankan wilayah timur yang terkutuk ini.”

Aku mulai memahami situasinya.

Namun sebenarnya, aku tidak berada di ruangan tersebut secara langsung.

Aku masih berada di kamarku.

Sementara itu, clone-ku berada di ruang rapat dan mendengarkan semua pembicaraan mereka.

Aku mulai berpikir.

Kalau begitu, aku harus mencari seseorang yang benar-benar ahli dalam strategi perang.

Sepertinya aku harus melakukan summon.

Semua orang kemudian melihat ke arahku.

Jenderal Serof menatapku dengan ragu.

“Tuan, apa yang akan Anda putuskan mengenai rapat kali ini?”

Ia kemudian bertanya dengan serius.

“Apakah kita akan mundur atau tetap mempertahankan benteng ini?”

Aku hanya terdiam dan melihat mereka semua.

Kemudian aku menjawab dengan tenang.

“Kita akan mempertahankan benteng ini.”

Semua orang terdiam.

Aku kembali mengingat perang yang pernah terjadi di dunia asalku.

Dalam perang, rakyat juga akan membantu untuk mempertahankan keluarga mereka... terutama anak-anak mereka.

Aku kemudian memejamkan mata dan mulai memberikan perintah.

“Kota harus segera memperbaiki tembok pertahanan.”

“Buat sebanyak mungkin busur dan anak panah.”

“Beritahu para Mage agar memberikan dukungan kepada para prajurit dari belakang.”

Aku membuka mata.

“Untuk rapat kali ini, kita akan mempersiapkan pertahanan sekuat mungkin.”

“Beritahu rakyat bahwa siapa pun yang mampu memegang senjata akan ikut serta dalam pertahanan.”

“Benteng ini adalah pertahanan terakhir di wilayah timur.”

“Jika benteng ini hancur, aku yakin para Orc akan masuk ke kota dan membantai rakyat kita.”

Aku kemudian menatap Jenderal Serof.

“Serof!”

Jenderal Serof langsung berdiri tegak.

“Ya, Tuan!”

“Aku memerintahkanmu untuk memimpin pertahanan dua hari lagi.”

“Selain itu, buatlah parit besar di depan tembok. Dengan begitu, para Orc akan kesulitan mendekati dan menaiki tembok.”

Serof menundukkan kepalanya.

“Baik, Tuan.”

Setelah memberikan semua perintah, aku akhirnya kembali ke tubuh utamaku.

Sementara clone-ku tetap berada di ruang rapat untuk membantu para prajurit mempersiapkan pertahanan.

Aku kemudian membuka sistem.

Ternyata ada kemampuan lain yang baru kusadari.

Aku dapat melakukan Summon satu kali setiap hari.

Dan yang lebih mengejutkan lagi...

Aku dapat memanggil satu Pahlawan tingkat S dengan Level 100 setiap harinya.

Pahlawan yang dipanggil akan menjadi bagian dari pasukanku secara permanen.

Jika seorang Pahlawan mati, mereka dapat hidup kembali setelah 24 jam.

Hampir sama seperti kemampuan Clone-ku.

Namun, Pahlawan memiliki kepribadian mereka sendiri.

Dan yang paling penting...

Mereka akan selalu setia kepada tuannya.

Aku mulai tersenyum.

Kalau begitu, aku bisa memanggil seseorang yang kekuatannya setara dengan ribuan pasukan.

Aku menutup mata.

“Aku akan memanggilnya sekarang.”

Mana mulai berkumpul di dalam ruangan.

“Asap hitam pekat” perlahan keluar dan memenuhi seluruh kamar.

Dari dalam asap tersebut, mulai terlihat sebuah bayangan manusia.

Sosok itu perlahan muncul.

Seorang laki-laki tua berusia sekitar 500 tahun.

Rambutnya putih, begitu pula dengan janggut panjang yang menghiasi wajahnya.

Namun, yang paling aneh adalah pakaiannya.

Ia mengenakan pakaian seperti seorang pelayan bangsawan.

Sosok tersebut berdiri dengan tenang di hadapanku.

Ia muncul dalam wujud manusia.

Namun, di balik tubuh manusia tersebut...

Ia adalah Naga Hitam Legendaris.

Aku sedikit terkejut.

Jadi Naga Hitam Legendaris ternyata memiliki wujud manusia?

Aku segera membuka statusnya.

[Status]

Nama: Sebas

Usia: 500 Tahun

Rank: S

Level: 100

Status: Naga Hitam Legendaris

Keahlian: Evolusi, Sihir, Rahasia

Aku hanya terdiam melihat status tersebut.

Level 100... Rank S?

Ternyata sekuat ini.

Aku kemudian memanggilnya.

“Sebas, kemarilah.”

Sebas yang sejak tadi berdiri tegak segera menghampiriku.

Ia kemudian menundukkan kepalanya dengan hormat.

“Ya, Tuan. Perkenalkan, nama saya Sebas. Mulai sekarang, saya akan melayani Sang Raja Iblis Agung.”

Aku sedikit terkejut ketika mendengar Sebas memanggilku dengan sebutan Raja Iblis Agung.

“Sebas, panggilan itu terlalu mencolok.”

Aku kemudian menjelaskan kepadanya.

“Kau tidak perlu memanggilku Raja Iblis Agung. Panggil saja aku Iyan.”

Sebas terlihat ragu.

“Iyan...? Mohon maaf, Tuan. Saya tidak bisa memanggil nama Anda dengan lancang seperti itu.”

Aku menggelengkan kepala.

“Baiklah. Kalau begitu, kau hanya perlu memanggilku Tuan Iyan. Itu mungkin jauh lebih baik.”

Sebas kembali menundukkan kepala.

“Baik, Rajaku.”

Aku terdiam sejenak.

Kenapa dia masih memanggilku Rajaku...?

Namun aku tidak mempermasalahkannya.

Pemanggilan Pahlawan Legendaris akhirnya selesai.

Sekarang, aku hanya perlu menunggu hari berikutnya untuk melakukan summon kembali.

Aku kemudian memanggil Elisa.

“Elisa.”

“Ya, Tuan?”

“Antarkan Sebas berkeliling. Aku ingin dia melihat kondisi benteng ini dan mengenal wilayah tempat kita berada.”

Elisa menundukkan kepala.

“Baik, Tuan.”

Sebas kemudian mengikuti Elisa meninggalkan ruangan.

Aku kembali duduk dan melihat ke arah jendela.

Dua hari lagi...

Pasukan Orc akan datang.

Dan kali ini, aku akan memastikan mereka tidak akan bisa menembus benteng ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!