Kehidupan kampus Sheyra selalu berjalan lancar dan tenang sebelum ia bertemu pria menyebalkan bernama Alvaro. Alvaro adalah seorang duda anak 1 yang tinggal berdua dengan anaknya. Di mata Sheyra, Alvaro merupakan pria berhati dingin, egois, dan jahat. Namun pandangan itu seketika runtuh ketika Sheyra melihat sisi lain Alvaro ketika bersama anaknya.
Takdir seolah membawa mereka untuk terus bertemu dan bertemu. Hingga akhirnya membuat cinta tumbuh di antara keduanya. Namun jatuh cinta tidaklah mudah. Masalah demi masalah selalu datang untuk menguji kekuatan cinta mereka.
Mulai dari Alvaro yang minder dengan statusnya, Sheyra sang pencemburu buta, seseorang dari masa lalu, restu keluarga hingga trauma berat Alvaro atas kematian istrinya.
Akankah keduanya bisa mengatasi permasalahan tersebut demi mempertahankan cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AzZura02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2 - Cowok dingin itu
Sudah seminggu sejak hari di mana Sheyra bertemu dengan Alvaro untuk pertama kalinya. Alvaro adalah nama dari cowok tampan yang sempat cuti kuliah 2 tahun itu. Sebenarnya Sheyra tidak memiliki perasaan apapun kepada Alvaro. Namun cowok itu beberapa kali menarik perhatiannya. Contohnya saja hari ini.
Sheyra tidak bisa melepaskan pandangannya dari Alvaro. Hari demi hari ia selalu mengamati perilaku Alvaro yang menurutnya aneh dan tidak seperti mahasiswa kebanyakan. Seperti biasa setelah mata kuliah selesai, Alvaro langsung terlihat terburu-buru mengemasi barang-barangnya di atas meja untuk bergegas pulang.
Doni menepuk pundak Alvaro sok akrab, “Eh buru-buru amat Al. Sesekali main kek, abis matkul langsung pulang mulu.”
Alvaro terlihat kurang nyaman, “gue sibuk.”
”Sibuk kenapa emang? Mau kencan sama cewek lu ya?” tanya Doni penasaran. Cowok itu terlihat ingin berteman dan mengakrabkan diri dengan Alvaro.
Alvaro menatap Doni tidak suka, “Tidak semua hal harus diceritakan ke orang asing.” katanya sebelum meninggalkan ruang kelas.
Doni mematung mendengar perkataan ketus Alvaro. Hatinya sedikit sakit tapi ia tidak ingin terlalu memikirkannya.
“Jahat banget ya dia ngomongnya. Padahal anak-anak di kelas kan cuman mau akrab aja sama dia. Ga suka banget gue lihat cowo songong begitu.” Aldo menepuk punggung Doni bermaksud menenangkan dan membelanya.
Doni menggelengkan kepalanya, “Udah lah, lagian juga salah gue terlalu kepo sama privacy orang. Gak semua orang nyaman buat umbar privacynya. Mungkin aja Alvaro emang tipe yang introvert? Mangkannya dia gak suka interaksi sama orang.” bela Doni mencoba memahami.
Sheyra menyimak pembicaraan cowok-cowok tersebut dari kursinya sembari membereskan barang-barangnya di meja. Ia menjadi semakin penasaran mengapa Alvaro terkesan menutup diri dari siapapun. Cowok itu seolah membuat jarak yang tidak boleh dilewati oleh siapapun. Bahkan untuk berteman pun terlihat mustahil.
Bagi Sheyra, kehidupan kampus Alvaro terlihat sangat membosankan. Bagaimana tidak, Alvaro datang ke kampus tepat waktu dan pulang juga tepat waktu. Tidak mengikuti kegiatan apapun di luar mata kuliah dan bahkan tidak punya satu pun teman. Cowok misterius, jutek dan aneh.
“Murid baru itu cuek banget gak sih…” keluh Nara yang duduk di belakang Sheyra sehingga membuat Sheyra reflek menoleh ke belakang.
Keisha yang duduk di sebelah Sheyra menjawab asal, “kayaknya.” katanya sambil memainkan ponsel di tangannya. Sesekali ia terlihat tersenyum tersipu malu.
Sheyra melihat Keisha heran. Apa Keisha lagi butterfly era? Dengan siapa? Sheyra berniat untuk menanyakan hal ini kepada Keisha nanti.
“Gue udah coba deketin Al dari seminggu yang lalu...” curhat Nara sedih. Gadis itu menidurkan kepalanya di bangku sambil terlihat lesu.
Keisha penasaran dan bertanya, “terus gimana?”
Nara menghembuskan nafasnya frustasi “Ngajak ngobrol secara langsung dijawab seadanya. Dichat di WA juga gak dibalas. Huhuhu gue sedih banget.”
Keisha menatap Nara dengan pandangan iba, “udahlah cowok ganteng gak cuman dia doang. Nih ya jumlah pria di dunia sekarang itu sekitar 4 miliar orang. Jadi ngapain galauin satu cowok doang? Yang ganteng masih banyak.” hibur Keisha.
“Betul. Lagian kamu kan cantik Nara, cowok lain pasti antri.” Sheyra ikut menghibur Nara.
“Kalo gue sih ogah sama cowok dingin begitu walaupun seganteng apapun. Lebih baik sama cowok yang ramah. Tipe gue banget ituuu.” tambah Keisha.
Sheyra dan Nara mengangguk tanda setuju dengan ucapan Keisha.
***
Di hari minggu yang cerah, Sheyra dan Keisha memutuskan untuk pergi jalan-jalan di sebuah mall yang ada di kota Bandung. Kedua sahabat itu tengah berbincang-bincang sembari beberapa kali terlihat tertawa. Mereka berdua berjalan santai melewati pertokoan sambil sesekali melihat ke kanan dan kiri.
”Shey, masuk ke toko ini yuk. Kayaknya baju-bajunya lucu deh.” ajak Keisha.
Sheyra mengangguk dan mengikuti langkah Keisha. Ia melihat sekelilingnya. Benar kata Keisha, baju-baju yang dipajang di toko ini sangatlah bagus.
“Shey, baju ini bagus gak buat gue?” Tanya Keisha sambil mengangkat sebuah sweater lengan panjang berwarna kuning dengan motif bunga bunga kecil.
Sheyra tampak berpikir. Belum sempat ia memberi jawaban, Keisha langsung menunjuk model baju lainnya. “Bagus mana sama yang ini?”
“Bagus yang tadi.” jawab Sheyra cepat.
Keisha mengangguk setuju. Ia segera membayar baju yang dipilihkan Sheyra ke kasir. Setelah mendapatkan baju tersebut, Keisha tersenyum puas.
Mereka berdua berjalan keluar dari toko. “Cari makan yuk lapar.” ajak Sheyra yang dibalas anggukan oleh Keisha.
Pilihan mereka jatuh ke tempat makan ala Jepang yang menjual sushi, ramen dan udon. Sheyra memesan ramen sedangkan Keisha memesan sushi. Mereka memilih tempat duduk yang paling pojok dekat jendela karena pemandangan di sana terlihat sangat indah. Dari ketinggian 6 lantai tempat mereka makan, city lights terlihat sangat menakjubkan.
Sheyra melihat dengan takjub pemandangan di luar jendela. “Fotoin bentar dong Kei. Lumayan nih buat bahan posting di Instagram.” Sheyra menyodorkan handphonenya kepada Keisha.
“Nanti fotoin gue juga ya.” pinta Keisha yang dibalas anggukan oleh Sheyra.
Setelah keduanya puas berfoto-foto, mereka langsung menyantap makanan di depannya. Keduanya terlihat menikmati makanan masing-masing.
“Kei, tumben banget lo beli baju. Mau keluar sama siapa? Kemarin gue lihat lo senyum-senyum sendiri gitu. Udah punya cowok ya? Kok gak cerita ke gue.” ujar Sheyra mengawali pembicaraan.
Keisha langsung malu-malu, “Duh maaf ya Shey bukannya gue gak mau cerita. Cuman gue lagi nunggu waktu yang tepat aja. Saat gue dan Arga berhasil jadian, baru deh gue mau cerita.”
Mata Sheyra membulat dan tampak terkejut, “Hah?! Demi apa sama Arga?!”
Keisha tertawa kecil, “Hahaha iya, entah kenapa kayak takdir gitu. Tiba-tiba dia anak temen papa gue. Saat acara keluarga kemarin, gue ketemu dia. Dari situ kita mulai kenal dan terus ngobrol.”
“Wowww keren.” Sheyra menanggapi cerita Keisha dengan antusias. Sheyra ikut senang karena pada akhirnya Keisha sahabatnya punya kesempatan buat dekat dengan cowok yang sudah Keisha taksir sejak awal menjadi mahasiswa baru.
Sheyra tidak menyangka bahwa kesempatan seperti ini bisa terjadi secara kebetulan. Apalagi mengingat selama ini Keisha hanya mencintai Arga secara diam-diam tanpa pernah berbicara satu sama lain. Hal tersebut dikarenakan mereka berdua beda fakultas dan tidak memiliki momen untuk bisa berkenalan. Kemudian Keisha juga seorang yang pemalu, ia tidak ingin mendekati cowok duluan sehingga ia lebih memilih untuk diam saja. Namun siapa sangka kini Keisha punya kesempatan untuk lebih dekat dengan crush dia.
“Semoga besok first date lo dan Arga berhasil ya. Soalnya lo udah seeffort ini sampe beli baju baru.” ucap Sheyra sembari melihat ke arah sahabatnya penuh harap.
Keisha tertawa kecil. Gadis itu terlihat sedang tersipu malu, “jelas bakal berhasil. Arga pasti terpesona lihat gue.”
“Kalau dia ga terpesona, biar gue colok matanya.” jawab Sheyra bercanda sambil tertawa.
“Eh jangan dong.“ bela Keisha yang kemudian disusul tawa dari Sheyra.
^^^Bersambung….^^^