NovelToon NovelToon
Permaisuri Genius Mengguncang Istana.

Permaisuri Genius Mengguncang Istana.

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: aldolado

Bagaimana jadinya jika seorang dokter bedah dan ahli toksikologi jenius dari abad ke-21 bertransmigrasi ke tubuh seorang Permaisuri yang lemah dan dibuang?

Anran, seorang dokter genius masa depan, tewas dalam insiden laboratorium dan terbangun di tubuh Permaisuri Kerajaan Great Yan. Tak hanya dibuang ke Istana Dingin karena fitnah kejam, tubuh Permaisuri ini juga diracuni secara perlahan oleh musuh-musuhnya di istana belakang.

Permaisuri lama yang penakut dan mudah menangis telah lenyap. Kini, Anran bangkit membawa kecerdasan medis modern, keahlian racun yang mematikan, dan keberanian tanpa batas!

Satu per satu racun dibongkar, fitnah selir licik dipatahkan, dan intrik politik kerajaan dihancurkan. Seluruh istana dibuat gempar oleh perubahan drastis sang Permaisuri yang kini anggun, cerdas, dan tidak bisa diintimidasi oleh siapa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aldolado, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lanjut bab 8

sari bunga mawar segar dan perasan jeruk nipis serta sedikit serbuk akar licorice dari dapur istana. Campuran sederhana itu dibuat khusus oleh Anran untuk menetralkan sisa-sisa racun Bunga Candu yang sempat terhirup dari uap dupa tadi.

Setelah membasuh tubuhnya dari sisa bau Istana Dingin yang kusam, Anran membiarkan rambut hitamnya yang basah dikeringkan oleh Lian. Jemari halus pelayan itu bergetar pelan saat menyisir helaian rambut junjungannya yang kini tampak makin berkilau dan sehat.

"Yang Mulia..." bisik Lian pelan, menatap pantulan wajah Anran di cermin tembaga. "Apakah Selir Mei benar-benar akan tinggal diam setelah rencana racunnya terbongkar?"

Anran mengulas senyum tipis di balik cermin tembaga. "Seorang ular yang terdesak tidak akan langsung kabur, Lian. Dia akan mencari celah untuk menyuntikkan bisanya kembali. Tetapi kali ini, aku yang memegang penawarnya."

Anran memilih gaun sutra berwarna merah keemasan yang melapisi tubuh anggunnya dengan sempurna. Sulaman benang feniks emas di sekeliling kerah baju mempertegas posisinya sebagai penguasa tertinggi di istana belakang. Hiasan tusuk konde giok hijau menyemat sebagian rambutnya yang terurai, memberikan aura dingin sekaligus memikat.

Ia lalu berjalan menuju meja kayu jati di sudut kamar peraduan, membiarkan gulungan catatan obat dan persediaan dapur istana terbentang di atasnya. Anran mulai memeriksa setiap alokasi bahan obat dengan ketelitian seorang ahli toksikologi modern.

Tiba-tiba, suara langkah kaki yang diiringi deretan pelayan terdengar mendekat di pelataran Istana Fengyi.

"Selir Mei tiba untuk menghadap Yang Mulia Permaisuri!" seru seorang kasim di luar pintu dengan nada ragu.

Tanpa menunggu izin dari Anran, pintu kayu berukir itu terdorong terbuka. Selir Mei—berbalut gaun sutra ungu yang sangat mewah dengan lapisan selendang sutra tipis—melangkah masuk bersama dua orang pelayan pribadinya. Wajah cantiknya dipoles riasan tipis yang anggun, mengumbar senyum manis yang dipaksakan. Namun, binar di sepasang matanya tak sanggup menyembunyikan rasa gelisah dan kecemasan yang membara setelah mendengar kabar bahwa Anran berhasil lolos dari Istana Dingin.

"Kakak Permaisuri!" panggil Selir Mei dengan suara lembut mendayu-dayu. "Adik mendengar Kakak telah kembali ke Istana Fengyi setelah Yang Mulia Kaisar memberikan pengampunan. Adik sangat mengkhawatirkan kondisi kesehatan Kakak selama berada di tempat kotor itu..."

Anran tidak langsung menjawab. Jemarinya yang halus dengan tenang membalikkan halaman buku catatan obat di meja, membiarkan Selir Mei berdiri kaku di tengah ruangan tanpa dipersilakan duduk atau diberi sambutan hangat.

Keheningan yang amat canggung merayap di antara mereka. Keheningan itu begitu menghimpit, hingga deru angin malam yang berembus menembus celah tirai sutra terdengar bagaikan ancaman. Senyum manis di wajah Selir Mei perlahan-lahan luntur, berganti dengan kedutan kaku di sudut bibirnya.

Pelayan pribadi Selir Mei di belakangnya mulai berkeringat dingin, tak menyangka sang Permaisuri akan mengabaikan junjungan mereka yang selama ini menjadi kesayangan Kaisar Tian.

Setelah beberapa saat yang menyiksa, Anran perlahan meletakkan kuas tintanya. Ia mendongak, menatap Selir Mei dengan sorot mata yang jernih, tajam, dan mematikan.

"Pengampunan?" Anran terkekeh halus. Suara tawanya terdengar seperti denting genta es di tengah malam yang sunyi. "Kau salah menilai situasi, Selir Mei. Kaisar tidak mengampuniku... beliau mengembalikanku ke Istana Fengyi agar aku bisa membongkar siapa dalang

1
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
nah kan, sekalian aja itu si kaisar meninggoy mendadak
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
kaisar pikun yg kebanyakan selir sih ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!