Alba lopez di dijodohkan keluarganya dengan pria yang tidak ia kenali,awalnya ia kesal dan ingin memberontak tapi di pikir-pikir tidak ada gunanya toh antek-antek ayahnya bisa dengan mudah menemuinya akhirnya ia ubah rencana dengan bersikap seolah menerima perjodohan itu setelah pernikahannya dengan pria asing dari keluarga mempuni itu terjalankan akan ia buat pria itu kesal dan illfeel agar cepat di ceraikan. Dan yang tak ia ketahui pria itu tak sesederhana yang ia pikirkan, dan tepat di saat ia mengetahui rahasia tergelap pria itu namun mulai sedikit luluh akankah ia tetap bertahan atau melanjutkan rencananya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon okolele, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nikah.
⚠️ WARNING — FICTIONAL CONTENT ⚠️
Seluruh adegan, karakter, tempat, dialog, situasi, serta peristiwa dalam cerita ini merupakan hasil imajinasi penulis. Beberapa unsur sengaja dibuat, diubah, atau dikembangkan untuk kebutuhan alur cerita.
Cerita ini tidak dimaksudkan untuk menggambarkan kejadian nyata, maupun menjadi acuan terhadap kehidupan atau perilaku di dunia nyata.
Harap membaca dengan bijak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Aku gak mau nikah hari ini papi!. " Alba meraung dari kursi penumpang,tangannya ia tempelkan pada kaca mobil. "Papi tuh tega tau gak, bilang sama Baba kalau ini cuman aprilmop kan papi?. "
"Ngaur kamu, ini bulan agustus bukan april dan papi serius kamu nikah hari ini!. "
Ingin rasanya Magia menjerit lebih kencang sampai gendang telinga papinya rusak tapi tenggorokannya mendadak terasa perih.
Hal yang paling ia benci akan ia ingat hari ini bagai hari tersialnya. Menikah? Lelucon, tak mau tahu ia akan mogok bicara pada papinya.
Alba membuang muka sembari bersedekap dada.
"Papi tuh jahat, gimana kalau laki-laki yang bakal jadi suami Baba itu tukang judi,kriminal, pecandu—Oh yang lebih parah dia itu penggila perempuan muda?. "
Alba menyipitkan matanya tajam menatap ke arah depan.
"Berhenti berpikir konyol seperti itu, papi pastikan dia lelaki baik. "
"Ih papi aneh, emang papi sedekat apa sampe bilang baik?. "Alba tersenyum kaku tapi meremehkan.
Agro tak lagi mengidahkan Alba karena anak semata wayangnya itu mememang gemar sekali yapping terlalu ekstrovert.
" Papi itu gak gentel masa perkuat bisnis mengatas namakan Alba "
"Nanti biarpun Baba tetap nikah, Baba pastiin bakalan buat laki-laki itu carut marut biar dia cepat ceraikan aku! . "
"Mi."Pangil Alba pelan nyaris berbisik. "Mami gak akan ketemu Albablagi loh kalo Baba di nikahin mami bakal rindu berat soalnya Baba itu orangnya ngangenin. "
"Kan bisa kunjung Alba. "Respon Margot.
" Mami. "Alba menarik diri,bahunya merosot. " Aku bakal kangen Paloma sama Roze Mami. "
Alba gencar protes membuas asumsinya sendiri agar pernikahanya di batalkan namun papi dan maminya tak mengidahkan mereka seolah tuli membiarkan Alba menjelma bak orang gila.
Saat ini Alba berada di ruang make up hotel milik calon suaminya.Sejujurnya ia muak sangat-sangat muak ingin sekali kabur saja tapi percuma.
...****************...
"Omg duduk sini sayang. Mukanya kok kaya..... habis di tagih dep colektor. "
Alba memutar bola matanya malas lalu mendongak. Periasnya ini adalah perias aktris dan model ternama yang umm... Waria.
Pandangan Alba turun memindah seluruh bentuk perempuan jadi-jadian yang ada di depannya.
Bodynya persis perempuan bahkan lebih bagus dengan bokong sintal, payudara besar mungkin implan, wajah bak aktris Hollywood dengan makeup latina.
Bagaimana Alba bisa menebak dia laki-laki?. yaps karena warna suaranya yang persis laki-laki.
"Cantik juga lo. " Ujar Alba spontan.Membuat waria itu bersemua membuang muka, jujur saltingnya itu menyeramkan sekali.
"Oplas di mana?. " Dengan penuh penasaran Alba bertanya.
"Masih dengan salah tingkahnya." Di thailand sama korea beb. " waria itu menjawab
Perempuan itu ah ralat banci itu mulai menimpa wajah Alba dengan make-up.
"Jangan cantik-cantik ya, kalo bisa bikin yang menor kek badut aja ga papa. "
Make up aktris itu meniup-niup brush. "Come on darling di sini jasa gue udah di bayar dan you know yang bayar bukan lo jadi ya gue buat sesuai request yang nyewa jasa gue, paham!. "
"Ya udah siniin gue aja yang make-up sendiri. " Alba mencoba merebut brush yang di pegang banci itu.
"Gak bisa gitu dong!. " Banci itu condong ke arah Alba menarik kembali brushnya.
"Baba lepas!. " Alba dan banci itu menoleh secara bersamaan. "Kamu nikah jam sebelas kalau kamunya gersek gitu yang ada calon suami kamu cape nunggu!. "
"Jangan banyak tingkah dan patuh biar make-upnya cepat!, mami tunggu di luar. " Ujar mami Alba sembari berbalik ke luar.
Alba mendongak menatap sinis waria itu sebelum kembali duduk dengan tenang, terpaksa.
Selesai make-up Alba mengenakan gaun pengantin yang sudah di siapkan dengan wajah malas tak berminat.
Desainer yang membuat desain baju Magia memegang bahunya memaksanya duduk.Cermin besar diputar , ring light dimatikan.
Di depan berdiri sang bintang Alba Lopez.
Gadis puan jelita dengan mata belo hazelnya beriak jernih, rambut blonde itu membuatnya menjelma bak princess dalam negri dongeng.
Make up yang calm tapi tidak juga blod, gaun pengantin babyblue melekat sempurna di tubuh moleknya, rambut di sanggul dengan menyisih sedikit bergelombang menjuntai.
Make-up artis beserta desainer sempat terdiam beberapa saat mengagumi sosok di depan mereka yang cantiknya Unreal.
"Oh may god darling you look gergous. " Banci yang menghias Alba bertepuk tangan terpukau.
"I know i'am pretty. " Sahutnya sembari mengibas-ngibas tangan di depan wajah.
"Waitt... "
"Gue punya Bridesmaid. " Alba menatap mereka satu per satu dengan pandangan yang mencoba menajam.
"Bridesmaid?. "
"IYA... Jangan bilang kalau gak ada. "
"Jujur ya lo itu nikahnya dadakan jadi u know lah jangankan Bridesmaid tamu aja kemungkinan gak ada karena undangan di sebarin dadakan. "
"Sialan di pernikahan gue ini gak ada Paloma sama Roze jadi bridesmaid bahkan mereka aja gak datang?. "
"Ya mau berkata apa lagi. " Banci itu mengangkat bahu acuh.
"Ya udah gue mau kalian berdua jadi bridesmaid gue,titik!. " Alba menunjuk keduanya.
Periasnya itu memaksa mata terbuka lebar. "Gue?. " Tunjuknya pada diri sendiri.
"Iya, emang siapa lagi yang ngipasin gue, angkat gaun gue, nyariin gue minum kalau haus, terus suapin gue kalau lapar. "
Snag desainer tersedak ludahnya sendiri"Masa kami yang jam terbang udah layanin artis-artis dan model ternama jadi bridesmaid, you are serious girl. "
"Lah terus gue apa, disini gue yang lebih parah nikah sama orang yang bahkan gak dikenal. "
Perias dan desainer saling melirik.
"Yaudah fine, tapi pastiin kami berdua dapet bonus ini udah di luar jobdesk soalnya." Desainer mengiyakan.
"Itumah chill, buruan acara dah mau mulai tuh!. "
"Kampret sekali client kali ini. " Ujar desainer yang siap memegang veil dan banci di kanan mengipas pelan.
Air muka Alba sangat keruh tak sedap di pandang.
Pintu besar di depannya terbuka.
"You ready sweetheart?. " Tanya papi Alba yang menunggu di balik pintu.
Alba tersenyum paksa.
Siap?.Oh jelas,siap merencanakan misi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...THANK YOU FOR READING. 🖤...
Terima kasih karena telah meluangkan waktu untuk mengikuti setiap cerita dan perjalanan para tokohnya. Saya tahu cerita ini masih jauh dari sempurna, tetapi semoga tetap meninggalkan kesan bagi kalian. Mohon maaf jika masih ada kekurangan selama cerita berlangsung. Semoga kita bisa bertemu lagi di cerita berikutnya. Sampai jumpa, dan sekali lagi, terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan cerita ini.
THANK YOU FOR READING 🌸
For u, a dahlia. 🌺
— Author