Kai Adrian atau kerap di sapa Gus Kai, seorang anak kiyai terkenal, Gus Kai adalah seorang dokter spesialis jantung.
Gus Kai terkenal dengan ketampanannya dan juga prestasinya di bidang akademi dan juga Dakwahnya melalui media sosial pribadi miliknya.
Kepribadinnya yang tenang dan tidak sukanya huru- hara, membuat dirinya harus mengiklaskan calon istrinya untuk sang Kakak.
Namun apakah Gus Kai bisa mencari kebahagiaannya sendiri? dan adakah perempuan yang mampu membuatnya jatuh Cinta? Nantikan kisah perjalanan cinta Gus Kai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7
Jam menujukan pukul dua belas dini hari dan mereka baru saja menyelesaikan pemakam bu Asih yang di makam kan di area pemakaman pesantren yang letaknya cukup Jauh sebenarnya dari pesantren, Namun kiyai Idris menyiapkan tanah tersebut untuk pemakaman keluarga, semua itu atas permintaan Kiyai Idris dan Nyai Ida, karena mau bagaimana pun Bu Asih, masih bagian dari Mereka.
Najma meminta agar ibunya langsung di kebumikan, karena mereka benar - benar tidak punya sanak saudara dan juga tempat untuk menyemayaknan Bu Asih.
Awalnya Kiyia Idris menawarkan untuk di taruh ndalem dan di kebumikan esok hari, namun Najma menolaknya karena keluarga nyai ida dan kiyai Idris banyak membantu dirinya dan juga Almarhumah ibunya.
" Umi, Abi, Kiyai Ibrahim, Nyai Siti, Gus , Ning saya berterima kasih banyak, karena sudah membantu saya dan ibu saya, maaf jika saya merepotkan, saya juga sekalian pamit ingin langsung kembali ke jogja" ucap Najma yang dimana mereka baru saja duduk di ndalem kiyia Idris.
Dengan cepat semua mata tertuju pada Najma, terutama Kai, Kai melihat ke arah Najma yang sepertinya lupa sekarang ia memiliki suami.
" saya tidak mengizinkan " ujar Kai yang membuat Najma mengangkat kepalanya.
" Maaf Gus, tapi saya tidak pun....." Belum selesai Najma menjawab.
" Apa kamu lupa, kalau kamu adalah istri saya? " tanya Kai menatap ke arah Najma.
" Saya tau Gus, tapi saya tidak punya tempat tinggal di sini, jika saya bermalam tidur di sini, saya enggak sanggup Gus, maaf " jawab Najma yang menahan air matanya agar tidak jatuh kembali, mengingat sang ibu.
Kai menghela nafas panjang, Kai kemudian bangkit dan mendekat ke arah Najma dan mengulurkan tanganya pada sang istri, ia tau jika sang istri kini sedang mencoba menerima kepergian ibunya.
" Ikut saya" pinta Kai pada Najma.
Najma menatap bingung pada suaminya, Kai yang melihat tidak ada pergerakan dari sang istri, ia kemudian meraih tangan Najma dan di gengamny erat.
" Mi,bi, pak lek , Bu lek, kai bawa istri Kai, nginep do hotel ya..., besok InsyaAllah Kai, kesini lagi buat bantu- bantu" pamit Kai pada keluarganya.
" Iyaa Lee... ajak istri mu istirahat, kasian dia " jawab Nyai Siti.
" Iya mi" jawab Kai.
Kai kemudian pamit dan tak lupa berpamita pada orang tua serta paklek dan buleknya sedangkan Najma mengekori suaminya karena tangannya masih di genggam oleh suaminya.
Mereka menatap kepergian pengantin baru tersebut, "semoga mereka bisa melewati masa sulit ini" gumam Nyai Siti menatap kepergian putra dan menantunya.
" Iya... pasti berat buat mereka, tapi rencana Allah memang tidak ada yang tau mbak, Najma untuk menggantikan Aiza di kehidupan Kai dan Kai menggantikan Bu Asih, walau memang di awal pasti sulit buat mereka " timpa Nyai Ida yang sedikit kecewa, karena ia berniat menjodohkan Najma dengan putranya.
...****************...
Kini Najma baru saja selesai mandi setelah melewati hari yang cukup panjang, ia keluar dengan baju panjang,celana panjang dan rambut yang masih setengah basah yang ia tutupi dengan hijabnya.
Najma melihat ke arah kasur dimana suaminya sudah tertidur pulas, Kai memang tadi mandi duluan, karena Najma harus segera mengirimkan tugasnya ke dosen.
Najma membuka jilbabnya, setelah memastikan suaminya tertidur pulas, ia berjalan ke arah balkon,menatap langit yang masih gelap dengan hiasan banyaknya bintang.
" Ibu, teteh enggak tau harus bagaimana?, teteh merasa tidak pantas untuk Gus Kai bu" gumam Najma menatap ke arah langit.
Air mata Najma kembali mengalir, ia sudah berusaha untuk tidak menangis, namun ternyata sulit dari apa yang ia bayangkan, selama ini sang ibu yang terlihat baik- baik saja ternyata menyembunyikan rasa sakitnya sendiri, bahkan tidak ada yang mengetahuinya.
"Najma janji akan jadi anak kuat bu, Najma akan bahagiakan ibu walau ibu hanya lihat Najma dari atas" gumam Najma yang mengusap air matanya kasar, ia sadar jika hidupnya terus berjalan, walau dunianya sudah pergi sumber semangat, sumber kebahagiaan pergi, Namun ia juga tidak bisa membuat ibunya kecewa dengan terus- terusan terpuruk.
Adzan shubuh mulai menggema, Alarm dari ponsel Kai terdengar begitu nyaring, Kai mulai mengerjapkan matanya, Kai mulai mencerna kembali apa yang terjadi kemarin .
Setelah sadar dirinya menoleh ke samping, dirinya tidak mendapati istri barunya, " kemana dia ?" tanya Kai dengan kesadaran yang belum sepenuhnya terkumpul.
Kai melihat ke arah sofa dia juga tidak mendapati sang istri, lalu ia melihat ke arah pintu balkon yang sedikit terbuka, Kai melihat Najma yang tertidur di kursi balkon dengan laptopnya yang sudah tua dan di paksa untuk tetap bekerja dan ponsel yang di ikat dengan karet gelang .
" kasian dia" gumam Kai.
Kai mulai membereskan barang sang istri, saat ia ingin mematikan laptop Najma yang begitu ngelag, Kai melihat jika sang istri sedang membuat cv untuk melamar kerja.
Najma mencantumkan beberapa pengalaman di kuliah dan pekerjaan yang pernah ia kerjakan dari menjadi kasir di pusat perbelanjaan dan juga menjaga warung kelontong.
" Saya akan menjamin hidup kamu,.saya tau kita sama- sama dalam posisi serba salah, tapi saya sudah berjanji di depan ibu kamu dan saya akan tepati itu, tapi saya minta kamu untuk bersabar, karena saya juga sedang masa pemulihan hati" gumam Kai .
Saat ingin melanjutkan membereskan barang sang istri, Najma mulai terbangun karena merasakan sakit di bagian lehernya, karena Najma tertidur dengan posisi duduk.
" ehhh Gus... maaf Gus.. " Ucap Najma spontan saat ia membuka mata dan melihat Kai sedang membereskan barangnya.
" Kamu kenapa tidur di sini?" tanya Kai yang kemudian duduk di sebelah Najma.
" Saya tadi tidak bisa tidur, terus akhirnya saya ke balkon dan membuat Cv buat lamar kerja, kemarin saya dapat info dari temen saya, ada lowongan pekerjaan di dekat pesantren" jawab Najma.
Kai melihat ke arah ponsel Najma yang bunyi karena Alarm, " kita sholat dulu, baru lanjutkan obrolan, keburu waktunya habis" ucap Kai kemudian berdiri sambil membawa laptop milik Najma.
" Nggeh Gus " balas Najma.
Kai dan Najma akhirnya sholat berjamaah, Setelah sholat Najma bingung harus menyalami suami yang ada di depannya atau tidak? karena dirinya takut di tolak.
Namun di tengah kebimbangan Najma, setelah berdoa Kai memutar balik padanya dan mengulurkan tangan ke arah Najma, Najma tersenyum dan mencium tangan suaminya.
" Boleh saya bertanya?" ucap Kai membuka obrolan di antara mereka.
" bo- boleh gus" jawab Najma.
" Kamu kuliah jurusan apa?" tanya Kai yang ingin mengenal lebih dalam sang istri.
" Psikologi Gus" jawab Najma menudukan kepalanya.
" semester?"
" empat gus"
" Apa kamu punya pacar? dan apa kamu sedang suka dengan seseorang?"
jgn bilang bakal ada poli poligamian ya Thor aku paling GK bisa kalo tntg poligami bawaannya emosi apalagi aiza udh Namba juteknya 🙄
si Gus kyknya otw bucin deh 🤭
Ilham cocok SM aiza sm2 nyebelin 😂