Semuanya bermula dari sebuah kejadian yang sama sekali tidak pernah ia rencanakan.
Tinggal di panti asuhan membuat gadis itu terbiasa menjalani hidup sederhana,Jauh dari kata kemewahan,Namun satu hal yang selalu berhasil membuatnya tersenyum adalah kelinci kesayangannya.
Hingga suatu hari,Kelinci itu tiba-tiba kabur.
Tanpa berpikir panjang,Ayla berlari mengejarnya hingga keluar ke jalan raya,Karena terlalu fokus mengejar,ayla tak menyadari sebuah motor melaju ke arahnya.
Brak!
Dalam hitungan detik,Hidupnya seolah berubah.
Beruntung,Seseorang datang menolongnya sebelum keadaan menjadi lebih buruk,Pertemuan yang awalnya hanya sebuah ketidaksengajaan itu ternyata menjadi awal dari kisah yang jauh lebih besar.
Siapa sebenarnya lelaki yang menolongnya?
Dan apakah setelah pertemuan itu,Takdir seolah terus mempertemukan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira Maulidah salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2
Pagi harinya,Ayla sudah bersiap sejak subuh,Beberapa kotak kue yang sudah ayla buat semalam tersusun rapi di dalam keranjang sepeda.
"Banyak banget,Kak ayla"kata salah satu anak panti.
"Iya,Semoga laku semua"jawab ayla sambil tersenyum.
Ayla lalu menaiki sepedanya dan mulai mengayuh menuju toko langganan panti.
Beberapa menit kemudian,Ayla sampai di depan toko.
Seorang ibu pemilik toko keluar.
"Eh ayla,kok kamu yang kesini,kan biasannya bu winda yang kesini?."
"Iya bu,Bunda lagi sakit,Jadi ayla yang antar kue hari ini."
Ibu pemilik toko tersenyum hangat.
"Wah rajin sekali kamu."
Ayla menyerahkan kotak kue.
"Semoga laris ya,Bu."
"Insyaallah"
Ibu pemilik toko kemudian berjalan ke meja kasir dan mengambil dompetnya.
"Berapa semuanya hari ini?."
Ayla menjawab pelan.
"Seperti biasa,Bu."
Ibu pemilik toko menghitung uangnya lalu menyerahkannya kepada ayla.
"Ini ya."
Ayla menerima uang itu dengan hati-hati.
"Terima kasih banyak bu,Semoga kuenya benar-benar laku semua hari ini."
Ibu pemilik toko mengangguk.
...••••••...
Setelah menaruh sepedanya ditempat parkir,Ayla berjalan sendiri dikooridor sekolah,Wajah alya terlihat sedikit cerah hari ini.
Tiba-tiba ada suara salsa melirik ayla dengan senyum jahil yang mengagetkan ayla.
"Kiw-kiw."
"Astagfirullah,Salsa bikin kaget saja"ucap ayla.
"Hehehe,maaf."
"Tumben berangkat sendiri?."
"Iya lagi pengen berangkat sendiri"jawab ayla.
Rina langsung menyambung.
"Kelihatannya ada yang baikan nih."
Ayla langsung memerah.
Rina memperhatikan ayla beberapa detik lalu menyipitkan mata.
"Dari tadi lihat gerbang terus,Nunggu bagas?."
"Nggak."
"Bohong"ucap salsa.
Belum sempat ayla membalas,Tiba-tiba sebuah suara terdengar dari belakang.
"Sayang."
Mereka bertiga langsung menoleh,Bagas berdiri di sana dengan tas di bahunya dan ekspresi seperti biasa,Datar tapi dingin.
Salsa tersenyum jahil lalu menyenggol lengan ayla.
"Tuh yang dari tadi ditunggu akhirnya datang."
Ayla langsung memutar mata.
"Apaan sih?Aku nggak nunggu."
"Kalau nggak nunggu,Kenapa kelihatan lega?."
Rina dan salsa langsung tertawa,Sementara ayla berusaha mengabaikan mereka meski wahahnya mulai memerah.
Bagas berjalan mendekat.
"Kamu sudah sarapan?."
Ayla mengangguk.
"Sudah."
Bagas menatapnya sebentar.
"Bener?."
"Iya."
Bagas menatap ayla sebentar lalu berkata singkat.
"Masuk kelas."
Didalam kelas,Saat pelajaran berlangsung,Ayla sedang menulis catatan,Tiba-tiba ada suara notif diponselnya,Lalu ayla membuka ponselnya.
Pacar posesif
Istirahat ke rooftop
Iya
Salsa mengintip.
"Wih chat dari pacar rupanya."
Rina langsung menimpali.
"Kiw kiw."
Ayla menutup wajahnya karena salting.
...•••••...
Bagas menunggu di rooftop sekolah.
Ayla berjalan mendekat.
"Kamu nyuruh aku ke sini kenapa?."
Bagas mengeluarkan sesuatu dari tasnya,Sebuah kotak kecil berisi roti dan susu.
"Buat kamu."
Ayla kaget.
"Ini apa?."
"Kamu bilang sudah sarapan,Tapi aku tahu kamu bohong."
Ayla tersenyum kecil.
"Tadi buru-buru,Jadi gak sempat sarapan,Terima kasih yah."
"Dimakan."
"Kamu sudah makan?."
"Sudah."
"Jangan bohong bekal kamu aja aku makan,Kita bagi berdua,Aku suapin yah"sambil mengarahkan roti ke mulut bagas,Bagas pun menerima suapan dari ayla.
...•••••...
Jam pelajaran berlanjut sampai siang,Saat pulang sekolah,Siswa mulai keluar dari kelas,Ayla keluar bersama rina dan salsa,Tiba-tiba bagas berjalan mendekat ke arah tiga gadis tersebut.
"Sayang."
"Iya?."
"Ayo aku antar kamu pulang."
Salsa langsung menyikut rina.
"Kiw-kiw."
Ayla menatap mereka kesal.
"Kalian berdua diam bisa gak?."
"Kamu lupa aku kan hari ini bawa sepeda gas"
"Enggak,Aku kawal kamu dari belakang."
"Rina,Salsa aku duluan yah."
"Oke"jawab rina dan salsa bersamaan.
"Ayla!Jangan berantem lagi ya!"teriak salsa.
Wajah ayla langsung memerah,Sementara bagas hanya menggeleng kecil lalu masuk ke kursi kemudi,Mobil pun perlahan meninggalkan sekolah.
Mobil bagas berjalan pelan keluar dari gerbang sekolah,Mengikuti sepeda yang dikayuh ayla di depannya.
Ayla sesekali melirik ke belakang.
"Bagas"teriak ayla.
Bagas membuka kaca mobilnya sedikit.
"Apa?."
"Kamu gak usah pelan-pelan banget gitu kali."
Bagas menjawab singkat.
"Nanti kamu ditabrak orang gimana."
Ayla langsung cemberut.
"Aku bisa naik sepeda sendiri."
"Makanya aku di belakang."
Ayla menghela napas pelan,Tapi sebenarnya ayla sedikit senang,Beberapa meter kemudian mereka berhenti di lampu merah.
Bagas menurunkan kaca mobilnya lagi.
"Kamu capek?."
"Gak."
"Bohong."
Ayla meliriknya.
"Kamu kenapa sih?Dari tadi nanya terus."
Bagas hanya menatap lurus ke depan.
"Aku cuma memastikan kamu baik-baik saja."
Lampu lalu lintas berubah hijau.
Ayla kembali mengayuh sepedanya,Beberapa menit kemudian,Ayla mulai memperlambat sepedanya,Bagas langsung menurunkan kaca mobil.
"Kenapa?."
"Haus."
Bagas langsung menghentikan mobil di pinggir jalan,Bagas keluar dari mobil lalu membuka bagasi.
Ayla menatapnya bingung.
"Kamu ngapain?."
Bagas mengeluarkan sebotol air mineral.
"Nih."
Ayla kaget.
"Kamu bawa air juga?."
Bagas menyerahkannya.
"Minum."
Ayla mengambil botol itu.
"Kamu kayak lagi bawa anak kecil."
Bagas menjawab datar.
"Memang."
Ayla langsung menatapnya kesal.
"Bagas!."
Bagas sedikit tersenyum tipis melihat ekspresi alya,Alya minum beberapa teguk lalu mengembalikan botolnya.
"Terima kasih."
Bagas tidak langsung mengambilnya.
"Habiskan."
"Aku gak haus banget."
"Minum."
Nada suaranya tegas tapi tidak keras.
Alya akhirnya menuruti,Setelah itu ayla mengembalikan botolnya,Bagas menaruh botol itu kembali ke mobil.
"Sudah?."
"Sudah."
"Ayo lanjut."
Mereka kembali melanjutkan perjalanannya menuju panti,Di tengah jalan,Tiba-tiba rantai sepeda alya berbunyi krek,Sepedanya langsung berhenti,Alya hampir kehilangan keseimbangan,Bagas langsung menghentikan mobil dan keluar dengan cepat.
"Ayla!."
"Aku gak apa-apa!"kata ayla cepat.
Bagas sudah berdiri di sampingnya.
"Kenapa?."
"Kayaknya rantainya lepas."
Bagas berjongkok memeriksa sepeda itu,Benar saja,Rantainya terlepas.
Ayla menatapnya.
"Kamu bisa benerin?."
Bagas tidak menjawab,bagas langsung memasang kembali rantai sepeda itu dengan tangannya,Beberapa menit kemudian tangan bagas sudah kotor oleh oli.
Ayla terlihat sedikit merasa bersalah.
"Bagas."
"Hmm."
"Maaf."
Bagas berhenti sebentar lalu menatap ayla.
"Kenapa?."
"Tangan kamu jadi kotor."
Bagas kembali memasang rantainya.
"Bukan masalah."
Setelah selesai,Bagas berdiri.
"Coba."
Ayla menaiki sepedanya dan mengayuh sedikit.
"Bisa!."
Bagas mengangguk,Ayla membuka tasnya lalu mengeluarkan tisu.
"Sini."
Bagas mengangkat alis.
"Buat apa?."
"Bersihin tangan kamu."
"Aku bisa sendiri."
Ayla langsung menarik tangannya sedikit.
"Diam."
Bagas terdiam,Ayla membersihkan oli di tangan Bagas dengan hati-hati,Beberapa detik suasana menjadi canggung,Bagas memperhatikan wajah alya yang sangat fokus membersihkan tangannya.
"Kamu serius banget."
Ayla tidak menoleh.
"Ya iyalah."
Beberapa saat kemudian ayla selesai.
"Sudah."
Bagas melihat tangannya yang sudah cukup bersih.
"Terima kasih."
Ayla tersenyum kecil.
"Sama-sama."
Mereka kembali melanjutkan perjalanan.
Beberapa anak kecil di pinggir jalan melihat mobil bagas yang mengikuti sepeda ayla,Salah satu anak berbisik pada temannya.
"Itu kakaknya dikawal mobil."
Ayla mendengar itu dan langsung malu.
"Gas."
"Apa?."
"Jangan dekat-dekat banget."
Bagas menatapnya.
"Kenapa?."
"Malu."
Bagas sedikit menghela napas.
"Aku cuma memastikan kamu sampai."
Ayla menunduk sedikit sambil tersenyum,Tidak lama kemudian mereka sampai di depan panti,Ayla menghentikan sepedanya,Bagas memarkir mobilnya,Ayla menurunkan standar sepeda lalu menatap Bagas.
"Terima kasih sudah ngawal aku."
Bagas berjalan mendekat.
"Memang tugasku."
Ayla mengangkat alis.
"Tugas?."
Bagas menjawab santai.
"Menjaga kamu."
Wajah ayla langsung sedikit merah.
"Gas kamu kalau ngomong bisa gak jangan bikin salting?."
Bagas hanya menatapnya.
"Kamu yang gampang salting."
Ayla cemberut.
"Aku masuk dulu."
Ayla mendorong sepedanya ke dalam halaman panti.
Bagas mengikutinya dari belakang,Beberapa anak panti langsung berlari ke arah ayla.
"Kak ayla pulang!."
"Yeay"jawab Anak-anak sambil tertawa kecil.
Salah satu anak melihat bagas.
"Kak bagas juga datang!."
Bagas mengangguk kecil.
Bunda winda keluar dari dalam rumah.
"Ayla sudah pulang?."
"Iya bun."
Bunda winda lalu melihat Bagas.
"Nak bagas."
Bagas menunduk sopan.
"Iya bunda."
Bunda winda tersenyum kecil.
"Terima kasih sudah menjaga ayla."
Ayla langsung menatap bunda winda.
"Bunda"
Bagas menjawab tenang.
"Tidak apa-apa."
Bunda winda kembali masuk ke dalam.
Ayla dan bagas berdiri sebentar di halaman,Alya menatapnya.
"Kamu mau pulang?."
"Sebentar lagi."
"Ada apa lagi?."
Bagas menatapnya beberapa detik lalu berkata pelan.
"Besok jangan bohong lagi kalau belum sarapan."
Ayla langsung salah tingkah.
"Iya."
"Dan jangan lupa makan."
"Siap pak bos."
Bagas sedikit tersenyum tipis,Ayla menatap bagas lalu tertawa kecil.
"Aneh."
"Apa yang aneh?."
"Kamu."
Bagas mengangkat alis.
"Kenapa?."
"Soalnya kamu dingin banget ke orang lain."
Ayla berhenti sebentar.
"Tapi perhatian banget ke aku."
Bagas menatapnya tanpa menjawab,Ayla langsung panik.
"Aku masuk dulu!."
Ayla buru-buru masuk ke dalam panti,Sementara bagas berdiri beberapa detik di halaman dengan ekspresi datarnya,Lalu berjalan menuju mobilnya.
...••••••...
Kamar bagas terlihat cukup luas dengan jendela besar yang menghadap ke halaman,Lampu kamar hanya menyala redup,Bagas duduk di tepi tempat tidurnya sambil memegang ponsel,Bagas baru saja selesai mandi Rambutnya masih sedikit basah,Bagas membuka galeri ponselnya tanpa sadar,Matanya berhenti pada satu foto,Foto itu adalah foto ayla yang sedang tertawa bersama anak-anak panti,Bagas menatap foto itu beberapa detik,Lalu bagas menghela napas pelan.
"Kenapa jadi ingat hari itu"gumamnya pelan.
Pikirannya perlahan kembali ke masa lalu.
Flashback on
Mobil sport berwarna merah berhenti tepat didepan pekarangan panti,Disambut oleh suara anak-anak dipanti.
"Mama dan papa duluan aja,Bagas mau telfon teman bagas,Nanti bagas Nyusul."
"Oke"sahut mama dan papa bersamaan.
Pasangan paruh baya itu keluar dan dengan senyumannya menyapa anak-anak panti.
Bagas keluar dari mobil,Bagas berjalan ke arah taman panti,Duduk disalah satu tempat duduk dibawah pohon,Dan mulai membuka handphone nya mencari nomer dimas.
Drttt...drtt...
Tidak berselang lama,handphonenya yang bergetar diterima oleh dimas.
"Hallo ada apa."
"Gue gak bisa latihan hari ini"jawab Bagas.
"Ada lagi?kalau gitu gue tu-."
Bagas Mematikan sambungan ponsel sepihak,Cuaca pada sore hari itu sangat sejuk,Anginnya bertiup pelan dan tak lupa langit jingga yang meredup,Bagas ingin memejamkan sebentar matanya,Tak berselang lama,Bagas mendengar suara perempuan menangis,Bagas membuka kembali matanya,Entah dorongan dari mana,Bagas mulai berjalan mencari sumber suara tersebut dan menghampiri gadis tersebut.
"Ahh...tolong...sakittt."
Bagas melihat luka dilutut dan tangan gadis tersebut tanpa bicara,Bagas langsung memapah gadis tersebut.
"Eh?!"
"Diam,Aku hanya ingin membersihkan lukamu."
Bagas membawa gadis tersebut kedalam mobilnya dan mendudukkan gadis tersebut ke kursi penumpang,Bagas mengambil kotak p3k yang ada dilaci mobil.
"Ceroboh,Kalau tahu berbahaya,Jangan lari ke jalan"maki bagas pada gadis itu.
"Ma-maaf aku merepotkan."
"Kalau tahu bahaya,Jangan lari kejalan."
Bagas membersihkan luka dilututnya dengan hati-hati.
"Aduh...perih."
"Tahan sedikit."
Setelah selesai mengobati bagas menatap singkat gadis tersebut.
"Sekarang jawab,Kenapa kamu bisa terserempet montor?."
"Aku mengejar kelinciku,Dia tiba-tiba kabur keluar."
Bagas menghela nafas pelan.
"Bahaya kalau lari ke jalan tanpa melihat sekitar."
Gadis itu menunduk sedikit malu.
"Iya,Aku terlalu panik."
Bagas lalu bertanya dengan nada datar.
"Nama?"tanya bagas,Setelah mengobati gadis itu.
"Hah?."
"Ck,Nama kamu."
"Nama aku ayla."
"Nama kamu siapa?"tanya ayla.
"Bagas."
"Rumah kamu dimana?."
"Rumah aku disitu"sambil menunjuk ke arah panti.
Bagas terdiam sejenak,lalu menutup kotak p3k.
"Hmm,Aku antar kamu kesana."
"Terima kasih."
Bagas hanya mengangguk singkat,Sebelum ia keluar dari mobil,Sementara itu dari kejauhan kelinci coklat ayla akhirnya muncul kembali di pinggir jalan.
Kembali kemasa sekarang.
Bagas tersenyum kecil mengingat kejadian itu.
"Ternyata dari situ"gumamnya.
Ponselnya tiba-tiba bergetar,Nama ayla muncul di layar,Bagas langsung mengangkatnya.
"Hallo."
Di layar terlihat ayla yang sedang duduk di kamarnya.
"Kamu belum tidur?."
"Belum."
"Aku juga"ucap ayla.
Bagas bertanya datar.
"Ada apa?."
Ayla tersenyum kecil.
"Gak ada,Cuma pengen videocall."
Bagas terdiam sebentar.
"Kenapa?."
Ayla menjawab jujur.
"Kangen."
Bagas tidak langsung menjawab,Ayla langsung tertawa kecil melihat ekspresinya.
"Kamu pasti lagi kaku gitu kan?."
"Nggak."
"Boong."
"Gas."
"Hmm."
"Kamu lagi ngapain?."
"Duduk."
Ayla langsung memutar mata.
"Iya aku tahu kamu duduk,Maksudku tadi sebelum videocall."
"Mandi"
Mereka akhirnya mengobrol cukup lama,Tentang sekolah,Tentang anak-anak panti dan tentang hal-hal kecil lainnya.
Waktu berlalu tanpa terasa,Jam di kamar bagas menunjukkan pukul 11 malam.
Ayla mulai menguap.
"Aku ngantuk."
"Yaudah tidur."
Ayla menggeleng.
"Tapi jangan dimatiin."
Bagas mengangkat alis.
"Kenapa?."
Ayla sedikit malu.
"Aku mau sleepcall."
Ayla meletakkan ponselnya di samping bantal,Tapi layar masih memperlihatkan wajah bagas yang sedang bersandar di kepala tempat tidurnya.
"gas."
"Hmm."
"Kalau aku ketiduran duluan jangan dimatiin ya."
"Iya."
Tidak lama kemudian ayla benar-benar tertidur,Bagas masih melihat layar ponselnya.
Melihat ayla yang sudah tertidur dengan tenang,Bagas tersenyum tipis,Bagas akhirnya ikut merebahkan diri di tempat tidurnya,Videocall itu tetap menyala dan malam itu mereka tertidur.