namaku seira Aurora artis ibu kota dengan imange seksi dan penuh dengan skandal.
ceritaku dimulai saat aku tidak sengaja bertabrakan dengan seorang Gus Hanif dan berciuman dengan dia.
sejak saat itu gus Hanif terus muncul dihadapan ku,mengikutiku.dengan alasan ingin mempertanggungjawabkan kejadian yang tanpa sengaja itu.
bahkan secara terang terangan ia mengatakan ingin menikahi ku, alasannya? membimbingku.
aku tertawa sumbang bagaimana mungkin artis dengan imange buruk sepertiku bisa menikah dengan anak seorang kiay.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 2 selalu memikirkannya
" Oh tuhan seira, sudah mami bilang jangan memakai baju kekurangan bahan seperti ini!"
Seira memutar bola matanya, selalu saja maminya itu mengomentari pakaiannya.
" Sudahlah mi,kita udah sering membicarakan soal ini.seira ini artis mi,dari pertama seira terjun didunia entertainment penampilan seira sudah seperti ini.para fans seira sudah menyukai cara berpakaian aku,jangan sampai para fans aku kabur gara gara aku mengubah penampilan aku seperti yang mami harapkan."
" Jika mereka benar benar tulus mnsuport kamu mereka tidak akan meninggalkanmu hanya gara gara kamu berubah kearah yang lebih baik,lagipula publik figur itu bakalan disukai karna karyanya bukan yang lainya."
" Sudahlah mi,aku capek.aku tidak pernah meminta lebih dari mami.seira hanya minta mami berhenti mendikte hidup seira.lagipula seharusnya mami bersyukur gara gara karir seira didunia hiburan . perekonomian kita sekarang jauh lebih baik."
Seira tidak akan pernah lupa hidupnya yang dipenuhi drama sebelum terjun didunia artis, setiap hari dia harus mendengar penghinaan dari tantenya sendiri karna maminya selalu menghutang kepada mereka.
Kedua orang tua seira bercerai saat seira masih kecil,dan ia hidup berdua dengan maminya saja , terakhir yang seira tahu tentang papinya sudah menikah lagi dan sejak saat itu seira tidak tahu lagi tentang papinya.
Bagi seorang seira Aurora papinya itu sudah lama mati.
Rina terduduk lemas disebuah sofa,seira memang benar selama ini seiralah yang menjadi tulang punggung untuk mereka berdua.tapi apa dia salah jika ia menginginkan yang terbaik untuk anaknya, awalnya Rina merasa senang dengan pekerjaan sang anak,tapi lama lama muncul kekhawatiran dalam dirinya untuk seira.
" Sudahlah mi,jangan memikirkan sesuatu yang aneh aneh, Seira mengerti kekhawatiran mami,tapi percayalah mi fikiran buruk mami tidak akan pernah menjadi kenyataan.seira akan jaga diri seira baik baik."
Rina tersenyum getir.
" Bisakah kamu berhenti saja nak."!
"Yaampun stopppp mi.itu tidak akan terjadi.aku capekk aku ingin istirahat."
Seira melepas hight heelsnya dan berjalan kekamar mandi,ia melepas bajunya dan berendam didalam bathtub.
Hari ini sungguh melelahkan baginya,mulai dari drama kejar kejaran dengan para wartawan.wartawan terus mengejarnya saat mantan kekasihnya Kevin antonio sang pengusaha terkenal ibu kota mempublikasikan pacar barunya yang juga merupakan artis terkenal ibu kota serina karim.
Satu tetes air mata seira terjatuh kedalam genangan air.saat mengingat kembali mantan pacarnya itu.
"Seira."
"Hmmm"
"Kata mama kalau kita nikah kita harus satu,dan kamu tahukan seir.itu tidak mungkin terjadi,aku tidak mungkin ninggalin Tuhanku dan meminta kamu ninggalin tuhanmu. jadi sebelum kita jatuh terlalu dalam.dalam hubungan yang pada akhirnya membuat kita sama sama sakit.lebih baik kita akhiri semuanya."
Itu kalimat terakhir yang didengar seira dari Kevin laki laki yang paling dicintainya.laki laki kaya,tampan yang membuatnya berbunga bunga setiap harinya karna perlakuan manisnya.
Satu tarikan nafas seira begitu berat, perbedaan keyakinan diantara mereka membuat seira harus menerima perpisahan itu.
Seira Aurora seorang artis ibu kota yang sering berpakaian seksi, perempuan yang tidak pernah diajari soal Agama oleh kedua orang tuanya, seira dari kecil hanya sering mendengar pertengkaran kedua orang tuanya alih alih diajari soal agama disuruh mengajipun tidak pernah karna kedua orang tuanya hanya sibuk mementingkan egonya masing masing.
Bisa saja seira menjadikan dirinya dan Kevin menjadi satu, dengan satu titik keimanan yang dia miliki.tapi dia tidak akan menghilangkan satu titik itu karna merasakan kekosongan dihatinya.
****
Gus Halif tertidur terlentang diatas kasurnya sambil menatap langit langit kamarnya.masih dengan sarung dan peci yang melekat dikepalanya karna selesai melaksanakan solat Dzuhur.
Hendponenya dia letakkan diatas perutnya yang entah sejak kapan menjadi kebiasaan baru seorang Gus halif yang tidak bisa lepas dari handphonenya itu.
" Ya Allah kenapa hamba menjadi memikirkan perempuan itu terus, kenapa ya Allah hamba selalu ingin melihat wajahnya lagi dan lagi."
Halif tidak tahan.dia kembali menggenggam handphonenya dan kembali membuka akun sosmed seira Aurora.
Seira telah mengungah lebih dari 3000 foto diakun sosmed pribadinya termasuk foto untuk endorse dan Gus Halif membuka satu persatu foto foto itu.
Hingga satu foto menarik perhatiannya.foto seira dengan seorang laki laki yang berpelukan mesra dibibir pantai membuat antesi seorang Gus halif teralihkan sepenuhnya pada foto itu.
Foto seira dan Kevin yang belum seira hapus dari akun pribadinya.
" Apa laki laki ini suaminya?"
Jari jari Gus Halif kembali membuka komentar para netizen.
" Pasangan yang begitu Cocok mulai dari visual hingga chemistry ."
" Fav couple."
" Semoga berjodoh."
" Sayang temboknya tinggi."ujar warganet lainya.
" Astagfirullah jadi mereka belum menikah tapi bisa semersa ini." Ucap Gus Hanif.
Gus Hanif mengelengkan kepala.
" Apa aku sudah jatuh cinta,tapi dengan gadis seperti dia.yang bahkan tidak ada dalam kareteria calon istriku."
Handphone yang masih didalam gengaman Gus Halif tiba tiba bergetar menampilkan nama ummi disana.gus Halif langsung menjawab mencoba melupakan wajah seira yang terus mengangunya.
" Halllo ummi, assalamualaikum."
" Wassalamu'alaikum salam nak,kapan kamu pulang.?"
Hampir tiap hari,tiap jam,tiap menit,tiap detik.ummi selalu menanyakan soal kepulangan Gus Halif yang kini tengah berada di Jakarta karna urusan pekerjaan dan dakwah.
" Insya Allah secepatnya ummi."
" Kamu jangan lama lama nak dijakarta,nanti ada laki laki yang mendahului kamu menkhitbah Zahra "
Gus Hanif diam lama,lagi lagi ummi menyinggung soal Zahra anak kiay Mustafa sahabat almahrum abinya.entalah ummi Nirmala begitu senang dengan perempuan itu.tapi entah kenapa perempuan yang hampir semuanya memiliki karakter sebagai istri idaman hanif.tapi tetap saja hal itu tidak bisa membuat hati seorang Gus Hanif bergetar.tapi dengan seorang artis ibu kota seira Aurora yang jauh dari bayangan istri saleha seorang Gus Hanif membuat Gus Hanif tidak berhenti memikirkan perempuan itu.
" Hanif,apa kamu masih mendengar ummmi."
" Ehhh ia ummmi Hanif masih mendengar suara ummi."
" Jadi kapan kamu pulang atau biar ummi dan mbakmu saja yang mewakili mu,apa kamu setuju nak."
" Ummmi tidak, jangan lakukan itu dulu ummi.jujur Hanif masih bingung.langkah apa yang harus Hanif tempuh.hanif masih butuh meyakinkan hati Hanif bahwa zahralah perempuan yang tepat untuk Hanif ummi."
" Loh kenapa kamu tiba tiba mengatakan hal seperti itu nak.bukankah kemarin kemarin kamu mengatakan terserah ummi."
Hanif kembali diam lebih lama.apakah ia harus jujur tentang tanganya yang kemarin menyentuh dada seorang perempuan tanpa sengaja dan sekarang kejadian itu terus menghantui fikiranya.
" Hanif.."
" Eh ia ummi."
" Kenapa kamu diam lagi."
" Hanif hanya ingin memikirkan tentang Zahra lagi ummi.mohon ummi mengerti posisi Hanif."
" Apakah kamu punya perempuan yang kamu sukai Hanif katakan?"
" Ummi benar saat ini Hanif memang sering memikirkan seorang perempuan."
" Astagfirullah hanif siapa perempuan itu? Apakah Khumaira,atau ustadzah nindi,atau ustadzah sila atau seorang satri yang lagi mondok di pesantren kita hanif.katakan?"
Hanif diam dengan perasaan yang begitu kalut, bagaimana kalau ummi tahu kalau sosok yang mencuri perhatiannya seorang artis ibu kota yang kerab berpakaian seksi.apakah ummi bakalan merestuinya untuk menjadikannya menantu.
" Hanif ummi hanya berpesan jika kamu mulai memikirkan tentang perempuan itu.itu berarti kamu harus segera menikahinya agar tidak menimbulkan dosa."
" Ia ummi."
" Ummi Hanif tutup dulu ya,Hanif harus mengisi kajian.Assalammu Alaikum."
" Waalaikum salam."