NovelToon NovelToon
Sugar Daddy Dunia Kuno

Sugar Daddy Dunia Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Sugar daddy
Popularitas:10.5k
Nilai: 5
Nama Author: RAS( BY.AR)

Seorang ilmuan jenius yang meninggal di usia muda akibat kelelahan, karena memiliki tubuh yang lemah. Tidak disangka jiwanya merasuk pada seorang pria desa yang hidup sebagai petani miskin.

Orang tua baru saja mati dan dia mendapatkan jatah tanah warisan paling sedikit?

Dikenal orang yang pasif karena tidak pernah melawan?

Namun dia tidak mengeluh, dengan melihat tubuhnya yang kuat dan sehat saja dia sudah sangat bersyukur.

[ Selamat! Kamu telah terikat pada sistem Sugar Daddy ]

"Ha?!"

Dengan sistem yang aneh ini, Lin Chen mendadak menjadi Sugar Daddy zaman kuno.

"Suami, carilah istri lagi... Kami tidak kuat, huhuhu..." Istri pertama mengumpulkan keberanian nya dan menyuarakan suara hati para istri.

***
Kembali lagi di cerita author RAS(BY/AR)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Lin Chen menatap lurus ke arah kakak pertamanya tanpa sedikit pun mengalihkan pandangan.

Ruangan itu seketika menjadi sunyi.

Lin Wenxiu menggenggam erat lengan bajunya. Wajahnya tetap tenang, tetapi tatapannya mulai goyah.

Sebelum dia sempat menjawab, Su Yulan lebih dulu angkat bicara.

"Suamiku telah belajar selama bertahun-tahun demi mengangkat derajat keluarga. Apa salahnya menggunakan harta keluarga untuk pendidikan?"

Lin Chen mengangguk pelan, dengan tenang ia berkata. "Tidak ada yang salah."

Jawabannya yang tenang membuat semua orang terdiam sejenak.

"Tetapi, jika menggunakan harta keluarga adalah hal yang wajar, maka orang yang bekerja keras mencari harta itu juga berhak mendapatkan bagian yang adil."

Lin Daye mendengus. "Sejak kapan petani sepertimu berani bicara soal adil?"

Lin Chen melirik adiknya sekilas, lalu kembali memandang Lin Wenxiu.

"Aku tidak sedang berbicara denganmu."

Ucapan singkat itu membuat wajah Lin Daye memerah karena malu.

Lin Chen melanjutkan. "Selama lima belas tahun terakhir, siapa yang paling sering turun ke sawah?"

"Siapa yang menggarap ladang saat musim tanam dan panen?"

"Siapa yang membawa hasil panen ke pasar?"

"Tidak perlu aku jawab. Kakak pertama pasti lebih tahu dariku."

Setiap pertanyaan itu membuat ekspresi Lin Wenxiu semakin kaku. Karena semua yang dikatakan Lin Chen adalah kenyataan.

Lin Chen menarik napas pelan sebelum melanjutkan.

"Ayah dan Ibu telah tiada. Hari ini kita membagi harta keluarga, bukan membagi kasih sayang."

"Aku tidak meminta lebih dari apa yang seharusnya menjadi hakku."

"Aku menginginkan lima mu tanah, satu kambing betina, dan sepuluh tael perak."

Wajah Lin Daye langsung berubah. "Itu terlalu banyak!"

Namun kali ini, Lin Wenxiu mengangkat tangannya, menghentikan adiknya. Tatapannya tertuju pada Lin Chen.

"Kamu berubah."

Lin Chen tersenyum tipis. "Orang akan berubah setelah memahami banyak hal."

Lin Wenxiu terdiam cukup lama. Dia tahu adiknya benar, tetapi jumlah yang diminta terlalu besar. Jika dia mengalah, biaya untuk mengikuti ujian tahun depan akan berkurang drastis.

Suasana kembali hening. Tepat pada saat itu, suara langkah kaki terdengar dari luar halaman.

Tak lama kemudian, seorang pria paruh baya berwajah tegas memasuki rumah. "Kudengar kalian sedang membahas pemisahan rumah tangga?"

Semua orang segera berdiri, orang yang datang adalah Li Zhen. Li Zhen merupakan sebutan untuk kepala desa, nama aslinya adalah Lin Haosan, karena kemampuan dan kontribusinya untuk desa dia di angkat menjadi Li Zhen. (Atau bisa di bilang Li Zhen ini merupakan jabatan yang paling kecil tingkatan nya)

Lin Haosan orang yang bijak, putra pertamanya bersekolah dan telah lolos ujian Xiucai, saat ini mengajar anak-anak di desa Dahe. Anak keduanya juga bekerja di tentara, menjadikan status Li Zhen nya sangat kokoh.

Bahkan calon sarjana seperti Lin Wenxiu yang selalu angkuh di dalam rumah pun harus menundukkan kepala untuk menghormati nya.

Lin Wenxiu buru-buru memberi salam. "Kepala desa."

Li Zhen mengangguk pelan sebelum memandang satu per satu anggota keluarga Lin. "Seharusnya ini telah selesai sejak tadi bukan, apakah ada kesalahan?"

Li Zhen tahu karena suara Lin Daye yang cukup besar sampai terdengar keluar rumah, namun dia tetap tidak menanyakan alasannya.

Tatapannya berhenti pada Lin Chen. "Katakan, apa yang terjadi?"

Lin Chen tidak menambahkan atau mengurangi apa pun. Dengan tenang, dia menjelaskan pembagian harta yang telah ditentukan dan alasan mengapa dirinya merasa pembagian itu tidak adil.

Setelah mendengarnya, Li Zhen terdiam sejenak.

Sebagai orang yang telah tinggal di Desa Dahe selama puluhan tahun, dia mengetahui keadaan keluarga Lin dengan cukup baik.

Dia tahu siapa yang paling sering terlihat bekerja di ladang. Dia juga tahu ke mana sebagian besar hasil panen keluarga Lin digunakan selama bertahun-tahun.

Akhirnya, Li Zhen menatap Lin Wenxiu.

"Wenxiu, kau adalah orang yang berpendidikan. Semakin tinggi ilmumu kelak, semakin baik pula perilakumu seharusnya."

"Pembagian harta bukan hanya soal aturan, tetapi juga soal kepantasan."

Wajah Lin Wenxiu sedikit memucat.

Perkataannya tadi mungkin masih bisa dia abaikan, tetapi nasihat Li Zhen tidak bisa dia sanggah. Setelah berpikir cukup lama, dia menarik napas dalam-dalam.

"Kalau begitu, menurut Kepala Desa, bagaimana sebaiknya pembagian ini dilakukan?"

Li Zhen menatap mereka semua sebelum berkata perlahan. "Sepuluh mu tanah dibagi menjadi empat mu untukmu, empat mu untuk Lin Chen, dan dua mu untuk Lin Daye."

"Lima belas tael perak dibagi rata. Masing-masing mendapat lima tael."

"Dua kambing betina, satu untuk Lin Chen dan satu untuk Lin Daye."

"Adapun biaya pendidikanmu selama ini, anggap saja itu adalah dukungan keluarga yang telah diberikan dengan sukarela."

"Mulai hari ini, kalian bertiga hidup terpisah dan bertanggung jawab atas keluarga masing-masing."

Lin Daye tampak ingin membantah, tetapi saat melihat tatapan kepala desa, dia memilih diam-- takut bicara menyinggung.

Lin Chen merenung sejenak.

Pembagian ini memang tidak sepenuhnya sesuai keinginannya, tetapi pembagian yang diberikan kepala desa sudah sangat adil dan menguntungkan untuk nya.

Dia harus tahu batasan dan kemampuan diri, menyinggung orang kuat di awal permainan bukan lah hal yang baik. Dia pun mengangguk.

"Aku setuju."

Lin Wenxiu mengepalkan tangan di balik lengan bajunya, lalu mengangguk pelan. "Aku juga setuju."

Li Zhen mengangguk puas."Bagus. Karena semua sudah sepakat, besok pagi datanglah ke balai desa untuk mencatat pemisahan rumah tangga secara resmi."

Setelah mengatakan itu, Li Zhen berbalik dan berjalan keluar.

Ruangan kembali sunyi, meskipun ketegangan yang telah tercipta sejak tadi kini bertambah dengan kemarahan.

Namun Lin Chen tidak memiliki kemarahan di hatinya, dia hanya melirik ke empat orang di ruangan ini yang berwajah muram.

Lin Chen mengambil lima tael perak bagian nya di atas meja, Lin Daye ingin menghalangi nya namun dengan cepat dia terhempas. "Kamu lihat? Inilah yang dinamakan adil, kamu ingin mendapatkan bagian lebih banyak? Siapa suruh menjadi anjing pemalas"

Lin Chen berjalan keluar, namun dia terhenti untuk melirik ke arah Lin Wenxiu. "Aku akan kembali lagi besok untuk pemecahan surat tanah"

Setelah itu Lin Chen berjalan dan tidak kembali lagi, mengabaikan kemarahan orang-orang di dalam sana.

"Suamiku, apa kamu menerimanya begitu saja?! Lin Chen pria kasar itu hampir mengambil semuanya!"

Sosok Lin Yulan yang selalu tenang dan sikap di buat-buat anggun kini kembali ke stelan pasar nya. Dia berteriak marah dan tidak terima, selama ini keuntungan selalu ada di pihak mereka. Kini karena pria kasar itu mereka rugi banyak.

"Marah untuk apa? Apakah kamu berani melawan Li Zhen!" Suara Lin Wenxiu terdengar menekan, namun sebenarnya dia sedang berusaha menahan sabar.

Lin Xiuying mencubit lengan suaminya pelan, mengisyaratkan kan nya untuk pergi.

Lin Daye yang tidak begitu bodoh jika membicarakan masalah keuntungan pun tahu, meskipun dia mendapatkan jatah tanah paling sedikit namun dia masih mendapatkan kambing betina.

Dia takut Kakak nya bertindak sewenang-wenang dan menipu nya untuk mengambil bagiannya, jadi dia segera pergi dengan istrinya saat Kakak iparnya masih marah-marah.

1
Gege
dan sang ilmuwan pun mencicilnya...🤣 bukannya langsung keroyokan biar terlihat kejantanannya...🤭
Gege
pikir adegan tiga some empat some lima some..ternyata..masih lemah ilmuwannya..🤭😄🤣
Owner MBG, Amiin: Sabar, taklukin satu-satu dulu. Kalo semua udah takluk, di ajak nganu barengan juga no problem
total 1 replies
Ofu Madu
👍
Owner MBG, Amiin: Thanks
total 1 replies
Gege
mantab dikasih satu tokoh wanita yang sifatnya licik..dan mesti dihukum tusukan 99 gerakan ini Thor ..🤣🤣
Owner MBG, Amiin: Duh, tepar gak tuh 😮‍💨
total 1 replies
Rusadi Koyun
di perbanyak lgi update xx Thor?😍😍
Owner MBG, Amiin: Sehari 2× 😇
total 1 replies
Gege
karya yang warbyasaaah
Gege
otor mencoba memainkan durasi..🤣🤭.. namanya pengantin baru ga ada adegan kamasutra 99 gerakan yaa salah juga Thor..🤭 yook bisa 7 hari 7 malam..ilmuwan kok lemah..🤣
Owner MBG, Amiin: Santai, bisa di atur
total 1 replies
Gege
Acik Acik jozzz..lima some doong.. 7 hari 7 malam...
Owner MBG, Amiin: Is dead lah 😭
total 1 replies
Tisna pwk
ceritanya menarik
Owner MBG, Amiin: Komentar mu juga menarik, tengkyu 🫰
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
♥️
Gege
wuasyeekk.. ada rencana ini lima some...woww...empat wanita satu pejantan...🤣🤭
Owner MBG, Amiin: Shutt ah, nanti bisa nambah kok 🤫
total 1 replies
Gege
ini MC namanya siapa seeh Thor.. sekarang lu Tian..🤭😄
Owner MBG, Amiin: Eh, namanya Lin Chen... Kayaknya author masih terngiang2 nama MC cerita sebelumnya Lu Tian 🫣
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
kasihan juga Bao Chunchua
Gege
su qinran Iki sopo Thor?!...😄🤣
Owner MBG, Amiin: Eh, typo 🥹🫣
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
♥️
penggemar_Uangkecil?!
♥️♥️♥️
penggemar_Uangkecil?!
♥️♥️
penggemar_Uangkecil?!
♥️
penggemar_Uangkecil?!
♥️♥️
penggemar_Uangkecil?!
♥️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!