NovelToon NovelToon
Saat Aku Tak Lagi Menjadi Istri Gendutmu

Saat Aku Tak Lagi Menjadi Istri Gendutmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Putri asli/palsu
Popularitas:25.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Delapan tahun pernikahan membuat Naura rela mengorbankan segalanya demi keluarga. Ia melahirkan dua anak, meninggalkan kariernya, dan diam-diam membantu suaminya membangun kerajaan bisnis hingga menjadi konglomerat.

Namun setelah tubuh Naura berubah gemuk usai dua kali melahirkan, Erwin justru menganggapnya sebagai aib dan memilih wanita lain.

Diceraikan, dihina, bahkan dipisahkan dari anak-anaknya, Naura memilih bangkit daripada terus terpuruk. Ia kembali pada identitas yang selama ini disembunyikan sebagai pewaris keluarga kaya. Di saat yang sama, takdir mempertemukannya kembali dengan pria dari masa lalunya, yang membantunya mengubah hidup sekaligus mengembalikan tubuhnya menjadi sehat dan ideal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab¹⁸

Dua hari setelah sidang pertama, kehidupan di mansion keluarga Ardynata kembali berjalan dengan ritmenya sendiri. Pagi itu, suara tawa Laura dan Lionel terdengar memenuhi ruang makan. Keduanya sedang berdebat tentang siapa yang lebih dulu menghabiskan segelas susu, sementara Naura sibuk merapikan dasi kecil yang dikenakan putranya.

"Diam sebentar, Lionel. Dasi kamu miring begini nanti gurunya mengira Mama masih mengantuk waktu menyiapkannya."

Lionel mengangkat dagunya setinggi mungkin agar ibunya lebih mudah merapikan dasinya. "Kalau begitu Mama jangan bangun pagi-pagi, Mama kan capek."

Naura terkekeh pelan, lalu mencubit gemas pipi putranya. "Kalau Mama tidak bangun pagi, nanti ada dua anak yang berangkat sekolah pakai kaus kaki beda warna."

Laura langsung mengangkat tangan. "Aku bisa pakai sendiri."

"Yang kemarin siapa yang hampir berangkat pakai dua sepatu kanan?" goda Naura.

Pipi Laura langsung memerah. "Itu... Laura masih ngantuk."

Suasana hangat itu membuat Kakek Guntur yang sedang membaca koran ikut tersenyum. Rumah yang sempat terasa sunyi kini kembali dipenuhi suara anak-anak.

Tak lama kemudian, Alaska muncul dari arah luar sambil membawa sebuah kantong kertas berwarna cokelat.

"Selamat pagi."

"Pagi," jawab semua orang hampir bersamaan.

"Apa itu?" Naura memicingkan mata ketika melihat kantong itu.

"Hadiah."

Naura menatapnya curiga. "Aku tidak percaya dokter sepertimu mengenal kata hadiah."

"Aku juga baru belajar."

"Isinya apa?"

"Silakan buka."

Naura mengambil kantong itu dengan hati-hati. Begitu melihat isinya, wajahnya langsung berubah datar.

"Dua kotak oatmeal..."

Alaska mengangguk santai. "Dan granola."

"Ternyata definisi hadiah kita memang berbeda." Naura menghela napas panjang.

Laura dan Lionel yang penasaran ikut mengintip ke dalam kantong.

Lionel mengernyit. "Om Alaska, hadiah tapi kok... makanannya kelihatannya sedih?"

Semua orang spontan tertawa.

Bahkan Alaska sampai menundukkan kepala sebentar untuk menyembunyikan senyumnya.

"Ini makanan sehat."

"Kalau sehat tapi bikin sedih, Lionel nggak mau."

"Anak Mama pintar." Naura langsung mengacungkan jempol kepada putranya.

Alaska menggeleng kecil sambil duduk di salah satu kursi. "Naura, kamu udah turun lima belas kilogram. Menurutmu... target berikutnya apa?"

Naura berpura-pura berpikir serius. "Cheat day."

"No."

"Libur olahraga seminggu."

"Bukan."

"Kalau begitu... ganti dokter?"

"Kamu boleh ganti." Alaska menatap wanita dengan dua anak itu tanpa berkedip.

Mata Naura langsung berbinar. "Serius?"

"Iya, asalkan dokter berikutnya bisa mempertahankan hasil yang sudah kucapai." Alaska menyunggingkan senyum jahil.

Naura mendecak pelan. "Cih... kukira kali ini kau benar-benar sedang baik hati."

Wanita itu menggeleng sambil mengembuskan napas panjang, pria itu benar-benar pandai merusak suasana.

Aku benar-benar gila kalau sampai tertarik pada dokter iblis yang tak punya hati ini—gerutu Naura dalam hati.

Kakek Guntur kembali tertawa melihat cucunya yang lagi-lagi kalah berdebat.

Menjelang siang, sebuah mobil berhenti di depan gerbang mansion. Naura yang baru saja selesai mengikuti rapat daring segera berjalan keluar setelah mendapat laporan dari petugas keamanan.

Begitu melihat sosok perempuan paruh baya yang berdiri dengan dua koper di sampingnya, senyumnya perlahan mengembang.

"Bik Ela..."

"Nyonya..." Wanita itu menundukkan kepala.

Naura segera menghampirinya, senyuman mengembang di bibirnya.

"Saya... benar-benar diterima bekerja di sini?" Mata Bik Ela mulai berkaca-kaca.

Naura mengangguk. "Laura dan Lionel sudah lama merindukan Bik Ela."

Belum sempat wanita itu menjawab, dua sosok kecil berlari keluar dari dalam rumah.

"Biiik Elaaa!"

Laura langsung memeluk pinggang perempuan itu, disusul Lionel yang memeluk dari sisi satunya.

"Kata Mama, Bik Ela mau tinggal sama kita!"

"Iya." Bik Ela mengusap kepala keduanya dengan mata yang mulai basah. "Kalau Nyonya Naura mengizinkan."

"Harus mengizinkan dong, soalnya Bik Ela keluarga Laura."

Ucapan Laura membuat Bik Ela tak kuasa menahan air matanya, selama bertahun-tahun ia membantu mengurus kedua anak itu seperti cucunya sendiri. Tak pernah terbayang bahwa suatu hari mereka akan kembali berkumpul seperti ini.

Naura menggenggam tangan perempuan itu dengan hangat. "Terima kasih sudah bersedia menjadi saksi nanti."

Bik Ela mengangguk.

"Selama ini saya terlalu takut kehilangan pekerjaan, sampai membiarkan diri saya diam ketika Non Laura disakiti."

"Tidak ada kata terlambat."

"Sekarang saya tidak mau diam lagi." Tatapan Bik Ela berubah tegas. "Saya akan mengatakan semua yang saya saksikan di pengadilan."

"Itu saja sudah lebih dari cukup." Naura tersenyum tulus.

Kakek Guntur yang sejak tadi memperhatikan akhirnya ikut mendekat. "Mulai hari ini... anggap mansion ini rumahmu juga, Bik Ela."

"Terima kasih, Tuan Besar." Perempuan itu kembali menundukkan kepala.

...*****...

Sementara di Gentala Group, suasana justru jauh berbeda.

Erwin baru saja menerima laporan dari salah seorang staf kepercayaannya.

"Pak, Bik Ela mengundurkan diri pagi ini."

Erwin menghentikan pekerjaannya, ia terkejut. "Mengundurkan diri?"

"Iya, Pak. Surat pengunduran dirinya sudah masuk."

"Alasannya?"

Staf itu tampak ragu. "Beliau... diterima bekerja oleh keluarga Ardynata."

Rahang Erwin perlahan mengeras, berarti saksi yang paling mengetahui kehidupan Laura dan Lionel selama ini kini sudah berada di pihak Naura sepenuhnya.

Kini, firasat buruk kembali muncul di dalam hatinya. Ia mulai menyadari bahwa satu per satu orang yang mengenal kebenaran perlahan meninggalkan sisinya. Dan sejak gugatan hak asuh itu dimulai, Erwin merasa... posisi yang selama ini ia yakini kuat, ternyata mulai retak sedikit demi sedikit.

1
Ratih Tupperware Denpasar
kak thor kok ga ada lanjutan cerita ini?
Ratih Tupperware Denpasar: ya ditungguin semangat ya kak
total 3 replies
Fey mldn
Naura..........👍👍👍👍👍
Fey mldn
awal ceritanya sungguh menyakitkan dan bikin emosi tapi suka sama karakternya Naura tangguh dan nggak gampang ditindas
aleena
syukurin kamu kalah
🤭🤭
The Way
smga sehat slalu ka
Muft Smoker
ooow berarti bukan salah sakti yg tdk ngurus Tania ,,
krn ibu ny Tania sendiri yg gx kasih tau klo dy lgi hamil ank ny sakti ,,
Nata Abas
cepat sembuh kak... semangat💪💪💪
Rere💚: Nuhun kk🙏😊
total 1 replies
tenny
cepet sehat lagi ya Thor 😍
Rere💚: Iya, makasih kak🙏😊
total 1 replies
Muft Smoker
cepat sehat lgi kak ,,
dulu juga aq pernah ngalamin sama Kya kk ,,
sampe gx bisa dduk terlalu lama ,,
Muft Smoker: betul kak ,,
rasanya tdk bisa di ungkapkn dg kata2 ,,
total 2 replies
Rohmi Yatun
semoga cepet sembuh thor🙏
Rere💚: Nuhun kak 🤧🙏
total 1 replies
Fia Ayu
Si tania ini masih ada hubungan darah kah dengan kel naura, maksudnya, saudara jaaaaauuuuh gitu, mungkin karena hidupnya susah, mereka berasa tidak adil, kenapa naura hidupnya sempurna dia melarat,makanya dia berambisi banget,
Itu menurutku ya🤭🙏🏻
Fia Ayu
Nie kuyang kaga sadar diri banget😏
Muft Smoker
lanjuut kak ,, .
Muft Smoker: eheeeeeeee ,, 🫰🫰🫰🫰🫰😂😂😂😂😂
total 2 replies
Nie
semoga rencana mereka gagal,jgn sampe Naura menderita dan terpisah lagi dari anak²nya ya kak Re...
Muft Smoker
pasti kluargaa Tania
Muft Smoker
aduuh kak si tania buang aj bisa gx 😂😂😂😂
Muft Smoker: yx kak 😂😂😂😂
total 2 replies
Muft Smoker
terlambaat ,, terlambaat pake banget ,,
Muft Smoker
baru skraaang ooh km rasakan ,, tak punya istrii yg ad makhluk halus ,,
😂😂😂😂😂😂😂😂😂
Rhyzca Ayu
Lanjuuuttt~~semangaat thoor☕☕☕🍩🍩🍩
Fia Ayu
Senyumin aja dulu lah😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!