NovelToon NovelToon
LUNA & THE ALPHA

LUNA & THE ALPHA

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Manusia Serigala / Vampir / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dunia Seleb

"Aku akan menjadi perisaimu, meski seluruh dunia menentang kita."
Menjadi satu-satunya manusia di antara kawanan serigala membuat hidup Luna selalu terancam. Tapi berada di dekapan sang Alpha tampan berhati dingin, dia menemukan perlindungan yang tak pernah ia duga. Akankah cinta mereka bertahan di tengah kutukan dan perebutan kekuasaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dunia Seleb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Balik Dinding Kastil Serigala

Guncangan halus dan detak jantung yang hangat sekaligus menenangkan adalah hal pertama yang disadari Luna saat kesadarannya perlahan pulih. Dia tidak lagi merasakan dinginnya tanah hutan atau tajamnya kerikil yang menusuk kakinya. Sebagai gantinya, dia merasa seperti terbang, didekap oleh sepasang lengan yang begitu kokoh hingga rasa takut yang sempat menderanya perlahan terkikis, digantikan oleh rasa kantuk yang berat.

Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama. Suara sayup-sayup perdebatan mulai menembus pendengarannya.

"Yudha! Apa yang kamu pikirkan dengan membawa manusia ke sini?!"

Suara berat dan penuh penekanan itu membuat Luna tersentak kecil di dalam pingsannya. Dia perlahan membuka mata, kelopaknya terasa sangat berat. Hal pertama yang tertangkap oleh pandangannya adalah rahang tegas Yudha yang mengeras. Pria tampan berjaket kulit hitam itu masih menggendongnya, terus melangkah maju tanpa memedulikan suara di sekitarnya.

Luna mengedarkan pandangan dengan sangat samar. Mereka tidak lagi berada di hutan terbuka. Mereka berada di dalam sebuah aula besar berarsitektur batu alam kuno yang megah seperti kastil, dengan obor-obor menyala di dinding yang memancarkan cahaya remang kemerahan. Tempat itu sangat asing, dan yang lebih mengerikan, puluhan pasang mata kini sedang menatap ke arahnya.

Mata mereka semua tidak biasa. Ada kilatan-kilatan aneh di sana kemarahan dan ketidakpercayaan.

"Turunkan dia, Alpha muda," sebuah suara lain terdengar, kali ini dari seorang pria paruh baya berambut perak yang berdiri di tengah aula, menghalangi jalan Yudha.

"Peraturan kawanan kita sudah jelas sejak ratusan tahun lalu. Manusia adalah ancaman. Keberadaan mereka di wilayah *Silver Moon* hanya akan membawa petaka dan mengundang musuh!"

Yudha menghentikan langkahnya. Aura di sekitar pria itu mendadak turun drastis, menjadi begitu dingin dan menekan hingga Luna bisa merasakan bulu kuduknya berdiri.

"Dia tidak akan pergi ke mana-mana, tetua," jawab Yudha, suaranya rendah namun bergaung di setiap sudut aula batu tersebut.

"Dia berada di bawah perlindunganku langsung."

"Tapi dia hanya manusia biasa yang rapuh, Yudha! Dia tidak bisa berburu, tidak bisa bertarung, dan hanya akan menjadi beban bagi kawanan ini!" bentak sang tetua lagi, melangkah maju dengan ekspresi menentang yang kentara.

Mendengar kata 'beban' dan 'rapuh' diarahkan kepada gadis di pelukannya, manik mata Yudha kembali berkilat keemasan. Sebuah geraman rendah lolos dari tenggorokannya, membuat beberapa orang di aula itu refleks mundur selangkah karena tekanan aura dominasi sang Alpha yang begitu kuat.

"Aku tidak menerima penolakan," ucap Yudha dingin, menegaskan otoritas mutlaknya sebagai pemimpin tertinggi.

"Siapa pun yang berani menyentuh atau mengusirnya, sama saja dengan menantang taringku sendiri."

Tanpa menunggu balasan lagi, Yudha kembali melangkah, mengabaikan kasak-kusuk kemarahan yang tertahan di belakangnya. Dia membawa Luna menaiki tangga batu yang melingkar, menuju lantai atas kastil yang lebih sunyi dan privat.

Luna, yang sejak tadi berpura-pura masih lemas karena terlampau takut, hanya bisa meremas ujung jaket kulit Yudha dengan tangan gemetar. Dia tidak paham apa yang sedang terjadi, tentang 'kawanan', 'taring', atau mengapa pria tampan ini begitu keras kepala melindunginya. Namun di tengah dunia asing yang tampak sangat mengerikan ini, dada bidang Yudha adalah satu-satunya tempat yang terasa aman untuknya saat ini.

Yudha mendorong sebuah pintu kayu besar di ujung koridor, membawa Luna masuk ke dalam sebuah kamar luas yang hangat, didominasi oleh warna-warna gelap dan aroma maskulin khas kayu pinus bercampur angin malam. Dengan sangat hati-hati, seolah-olah Luna adalah barang pecah belah yang sangat berharga, Yudha merebahkan tubuh gadis itu di atas ranjang besar yang empuk.

Saat Yudha hendak menarik kembali tangannya, jemari kecil Luna menahan ujung lengan jaketnya secara refleks.

Yudha tertegun. Dia menatap ke bawah, menemukan sepasang mata bulat Luna yang jernih namun digenangi rasa takut dan kebingungan, sedang menatapnya lekat-lekat.

"K-kamu... siapa sebenarnya?" bisik Luna dengan suara yang hampir habis, menatap wajah tampan pria di hadapannya yang tampak begitu tenang namun menyimpan misteri yang begitu besar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!