NovelToon NovelToon
Dicintai Sang Berandal Tampan

Dicintai Sang Berandal Tampan

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Tamat
Popularitas:50k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Rachel adalah definisi dari kesempurna, masa depannya begitu cerah, hidupnya sudah diatur sedemikian rupa oleh Ibunya, hingga banyak yang merasa iri pada Rachel. Namun, tanpa mereka tahu, Rachel merasa hidupnya seperti boneka, terutama setelah perceraian Ayah dan Ibunya.

Hingga akhirnya, Rachel sudah muak dengan hidupnya yang selalu diatur oleh Ibunya dan memutuskan untuk pergi menemui Ayahnya dan memilih tinggal bersamanya, Rachel yang terbiasa dengan kemewahan, begitu tersiksa ketika berada di tempat Ayahnya yang jauh berbeda dengan kehidupan mewahnya bersama Ibunya.

Tanpa Rachel sadari, kedatangannya untuk menemui Ayahnya membawa sebuah takdir yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, di mana ia dipertemukan dengan seorang pria dengan seribu macam permasalahan dalam hidupnya.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Rachel mampu bertahan tanpa kemewahan dari Ibunya? Siapakah pria dengan seribu macam permasalahan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menikah?

Begitu Rachel masuk ke dalam rumah Ayahnya, Anna menghampiri Rachel dan menyambutnya, "Rachel! Ya Tuhan!" seru Anna sambil berlari memeluk Rachel dengan erat.

​Meskipun Anna bukan ibu kandung Rachel, namun kasih sayang wanita itu seringkali terasa lebih nyata daripada Mommy Viona. Anna memeriksa wajah Rachel, menyentuh bahunya dan memastikan tidak ada luka fisik yang tertinggal.

"Tante khawatir sekali... Daddy-mu bilang kamu dikejar-kejar orang suruhan Mommy-mu. Kamu nggak apa-apa, kan? Mereka tidak menyakitimu, kan?" tanya Anna bertubi-tubi dengan suara bergetar.

​"Rachel nggak apa-apa, Tante. Ada yang menjaga Rachel di sana," jawab Rachel lembut dan mencoba menenangkan Anna.

"Syukurlah, Tante tenang kalau begitu," ucap Anna.

Melihat kekhawatiran Anna yang begitu tulus, Rachel merasa dadanya sesak oleh haru, sangat berbeda dengan sambutan dingin penuh intimidasi yang ia terima dari Mommy Viona. Di rumah susun yang sempit ini, ia merasa lebih aman daripada di mansion megah milik Ibunya.

​"Sudah, sayang. Rachel butuh istirahat," ucap Daddy Brian lembut, sambil meletakkan tas kecil milik Rachel di atas meja kayu yang taplaknya sudah mulai memudar.

​Anna mengangguk cepat, "Ah iya, benar. Tante sudah siapkan teh hangat dan camilan. Kamu mandi dulu ya, kamu pasti capek," ucap Anna.

​Rachel tersenyum tipis dan menunduk menatap kaos hitam Daniel yang masih ia kenakan, "Iya, Tante. Rachel mandi dulu," jawab Rachel.

.

Malam harinya, Rachel duduk di tepi ranjang kamarnya yang kecil. Kamar ini jauh dari kata mewah, namun baginya, ini adalah tempat paling nyaman di dunia.

​Pintu kamar terbuka sedikit, Daddy Brian melongok ke dalam dengan wajah yang tampak lebih tenang namun masih menyimpan gurat kelelahan.

​"Boleh Daddy masuk?" tanya Daddy Brian.

​"Tentu, Dad. Sini duduk," jawab Rachel sambil menggeser posisi duduknya.

Daddy ​Brian duduk di kursi kayu di samping ranjang, ia terdiam sejenak dan memandangi putrinya yang selama dua belas tahun ia tinggalkan dalam asuhan wanita sekaku Mommy Viona.

​"Rachel... soal Daniel," Daddy Brian memulai pembicaraan dengan nada serius.

"Kenapa soal Daniel, Dad?" tanya Rachel.

"Daddy tahu kamu merasa berhutang budi padanya dan Daddy juga tahu, ada sesuatu yang berbeda di matamu setiap kali kamu melihat pria itu," ucap Daddy Brian.

​Rachel tersentak dan wajahnya mendadak panas, "Dad, aku... aku cuma merasa dia orang yang baik di balik penampilannya yang menyeramkan," jawab Rachel.

Daddy ​Brian terkekeh pelan dan menatap kembali putrinya, "Daniel itu seperti mesin tua yang karatan di luar, Rachel. Kamu harus membongkarnya pelan-pelan untuk tahu kalau mesin di dalamnya masih sangat bagus dan kuat. Tapi kamu harus ingat satu hal, dunianya dan duniamu itu seperti minyak dan air," ucap Daddy Brian.

"Minyak dan air bisa bersatu kalau ada pengemulsi yang tepat, kan?" jawab Rachel cerdas dan mencoba menutupi kegugupannya.

Daddy ​Brian menghela napas panjang, "Mommy-mu tidak akan tinggal diam, kejadian kemarin hanya peringatan kecil baginya. Dia akan menyerang dari sisi yang tidak kita duga, mungkin bukan dengan senjata, tapi dengan kekuasaannya di dunia bisnis," peringat Daddy Brian.

​"Aku tidak takut, Dad. Aku tidak akan jadi Rachel yang dulu lagi," ucap Rachel tegas.

"Sebenarnya Daddy tahu cara supaya Mommy-mu berhenti menganggumu," ucap Daddy Brian.

"Apa Dad?" tanya Rachel.

"Ta-tapi... Daddy ragu," ucap Daddy Brian.

"Ragu kenapa Dad? Kalau ada cara agar Mommy nggak paksa Rachel, maka Rachel akan mencoba untuk melakukannya," ucap Rachel.

"Sudahlah, kamu lupakan saja. Daddy akan cari cara lain," ucap Daddy Brian.

"Apa caranya sulit sampai Daddy nggak mau bilang ke Rachel?" tanya Rachel.

Daddy Brian menatap wajah putrinya dan tanpa basa basi, ia memeluk Rachel. "Bagi seorang Ayah, cara ini sangat sulit. Daddy akan cari cara lain, kamu percaya sama Daddy," ucap Daddy Brian.

"Daddy yakin?" tanya Rachel.

"Iya, Daddy yakin. Daddy nggak akan melakukan cara yang...sudah malam, kamu istirahat ya," ucap Daddy Brian lalu keluar dari kamar Rachel.

Rachel terdiam dan memikirkan kira-kira cara apa yang dimaksud Daddy Brian sampai ia tidak bisa mengatakannya pada Rachel, namun Rachel tahu jika Ayahnya sedang menyembunyikan sesuatu darinya dan Rachel akan cari tahu itu.

Malam semakin larut dan suasana di rumah susun itu terasa mencekik bagi Rachel, meskipun suara televisi tetangga sayup-sayup terdengar dan deru angin pelabuhan masih terasa familiar, kata-kata Daddy Brian yang menggantung menjadi duri di benak Rachel.

​Rachel tidak bisa memejamkan matanya, ia terus menatap kaos hitam milik Daniel yang kini tersampir di sandaran kursi. Aroma oli yang samar masih menempel di sana, seolah menjadi pengingat akan dunia keras yang baru saja ia tinggalkan.

​"Apa yang Daddy sembunyikan?" gumam Rachel.

Tiba-tiba Rachel merasa haus dan gelasnya pun kosong, ia lupa mengambil minum sebelum masuk kamar tadi, akhirnya Rachel bangkit dari tempat tidur dan melangkah pelan menuju ruang tengah yang gelap.

Begitu Rachel sampai di ruang tamu, ia melihat bayangan Daddy Brian duduk di balkon sempit, dengan kepalanya yang tertunduk di antara kedua tangannya. Pria itu tampak begitu rapuh di bawah cahaya lampu jalan yang remang, Rachel hendak menghampirinya, namun langkahnya terhenti saat mendengar suara bisikan Brian yang bergetar.

"Maafkan aku Anna," bisikan Daddy Brian pada Anna yang berdiri di hadapan Brian.

​"Mas, kamu gila! Kamu mau menyerahkan Rachel pada takdir seperti itu?" Suara Anna terdengar bergetar dan menahan tangis.

​"Ini demi keselamatannya, Anna! Viona tidak akan berhenti sampai Rachel hancur atau kembali padanya, Daniel adalah satu-satunya orang yang ditakuti para preman pelabuhan dan dihormati oleh orang-orang yang tidak bisa disentuh uang Viona," jawab Daddy Brian dengan nada frustrasi.

​"Tapi menjodohkan mereka secara paksa? Menikahkan Rachel dengan pria seperti Daniel hanya agar Rachel punya perlindungan, itu namanya keluar dari mulut harimau masuk ke mulut buaya!" ucap Anna yang mulai meninggikan suaranya.

"Anna, pelankan suaramu. Jangan sampai Rachel mendengarnya," ucap Daddy Brian.

​Rachel membeku di balik dinding, gelas di tangannya hampir jatuh setelah mendengar obrolan Daddy Brian dan Anna.

'Menikah? Perjodohan? Jadi itu cara yang dimaksud Daddy? Menjadikan Daniel perisai buat aku melalui ikatan pernikahan?' batin Rachel.

"Daniel itu pria yang baik! Dan yang paling penting... dia bisa melindungi Rachel," bisik Daddy Brian lagi.

​Tanpa sadar, Rachel mundur perlahan dan kembali ke kamarnya dengan jantung berdegup kencang, ia meremas dress yang ia kenakan. Di satu sisi, pemikiran berada di samping Daniel selamanya memberikan rasa hangat yang aneh. Namun di sisi lain, ia merasa seperti barang yang kembali dipindahtangankan dan kali ini oleh Ayahnya sendiri.

.

.

.

Bersambung.....

1
Dewi Yanti
kenapa rachel g manfaatin wkt masih sama mama nya ya, kumpulin uang cash yg banyak udh th sifat mamah nya gt pst bakal bekuin semua kartu nya. g pintar nih
Dewi Susanti
cerita bagus,menarik
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
betul segala perbuatan ada konsekuensi nya. setidaknya ada efek jera untuk ibumu yg selalu menyombonhkan kekuasaan nya dan kekayaan nya. saat terjatuh dr puncak kesuksesan nya, sakitnya tidak bisa tertolong lagi
dome🌬️🌀🌀🌀
keserakahan membawa petaka, kau tanam keburukan karmalah yg kau dapatkan.
dome🌬️🌀🌀🌀
aahhh kalau kata aku mah viona ini sudah rada stress. mungkin hidupnya selalu dituntut untuk sempurna dan selalu dikelilingi orng2 picik dan munafik serta haus akan kekuasaan dan harta. makanya hati dan fikiran nya selalu tentang kekuasaan dan gemilangnya harta😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
uugghhhh.... laki laki, suami dan calon ayah sejati nih bosss😁😁
bangga banget dah bagi ayah2 petarung yg berjuang demi kehidyanak dan istri demi masa depan😁😁😁
💪💪😄semangat para ayah, papa, bapak, Abi, papi, Daddy. kalian hebat😁
dome🌬️🌀🌀🌀
horeeeeee baby junior Daniel akhirnya launching 😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
😭😭😭😭 pengorbanan seorang suami loh ini. demi memberikan kehidupan yg layak bagi istri nya😭😭. sebegitu cinta nya Daniel sama Rachel. seribu satu bisa punya suami spek Daniel
dome🌬️🌀🌀🌀
jangan bilang emaknya Rachel bikin ulah demi kebebasan Rachel dan keamanan Rachel. asli sih kalau ternyata benar. emang definisi emak emak laknat sumpah. kalau bener ada hubungan dengan emaknya Rachel yaa. kalau ga ya syukur
dome🌬️🌀🌀🌀
dasaarrrr,,, babon Tia ga punya malu dan ga punya harga diri. sudah membuang darah dagingnya sendiri dan mengusir nya, sekarang datang karna iming2 harta. lantas memaksa kehendak tanpa tau malu. dasar gila harta. anda ini asli konglomerat atau atau orkay abal2 setengah jadi sih. sebegitu nya silau sama harta.
dome🌬️🌀🌀🌀
dihhh,,, ga tau maluuuu...😤😤😤 sudah mengusir, membuang dan tak menganggap anak. tiba2 datang mengaku sebagai ibu, mengklaim segala apa yg pernah diberikan. memangnya Rachel memaksa dan meminta itu semua padamu
dome🌬️🌀🌀🌀
mereka yg romantis aku yg baleran😄😄😄😄
mereka yg manis manis, aku yg cengar cengir 🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
ada pawang ini boss😄😄😄
ga akan bisa galak galak si boss sama ibu boss🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
baru ini baca novel yg ga tersentuh dengan bau2 kekayaan, ga ada istilah anak yg hilang ternyata keturunan dr orng terkaya. atau orng kaya yg nyamar. atau tiba2 punya harta warisan dr mending orng tuanya 🤣🤣. asli sederhana banget kehidupan 😁😁
top laahhh pokoknya
mangaattt thorrr💪💪💪😁
dome🌬️🌀🌀🌀
akhirnya penantian selama 2th tak sia sia yaa Daniel 😁😁😁
sekarang Rachel sudah menjadi milikmu seutuhnya 😁😁😁
semangat membuat Daniel junior🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
apakah ada adegan plus plus nya🤣🤣🤣
aku kok berharap yaaakkk🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
apakah yg dilakukan emak durhakanya Rachel. biar lah dia hidup sengsara kesepian dan terus mengejar kekayaan yg tak berkesudahan hanya karna alasan bahagia diatas tumpukan uang da harta
dome🌬️🌀🌀🌀
kapan memulainya Rachel tau tau sudah selesai saja🤣🤣🤣
maksudnya kapan mereka menjalin hubungan tapi tiba2 Rachel bilang sudah selesai.
heheheheee.. Rachel berarti menganggap mereka dahulu punya suatu hubungan dong😄😄😄

eeaaaaaaa... kalau Danil skak mati kayak gitu Rachel mau ngomong apa🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
" apa yg kau lakukan disini Rachel "?
Rachel: "main petak umpet, kenapa mau ikutan"! 🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
gilaaa,,, ini cerita diluar ekspektasi ku. biasanya tokoh utama aslinya konglomerat yg sedang terbuang diantar berantah karena hukuman atau apapun itu.dan sang cwe bisa meniti karirnya yg memang pada dasarnya memiliki kemampuan bisnis. tapi ga sesuai 🤣🤣🤣 kembali ketempat kumuh lagi 🤣🤣..
tapi tetap semangat laahh yaa Rachel kehidupan sejatimu baru dimulai😁😁💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!