NovelToon NovelToon
Kebangkitan Naga Astral

Kebangkitan Naga Astral

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Seorang murid sekte luar yang dihina karena akar spiritualnya yang cacat secara tidak sengaja membangkitkan sebuah pusaka kuno di lembah terlarang. Pusaka tersebut tidak memberinya kekuatan instan, melainkan sebuah metode kultivasi purba yang memungkinkannya menyerap dan memurnikan Qi dari garis keturunan binatang buas mitologis. Untuk mencapai puncak, ia harus menempuh jalur yang penuh darah dan memburu eksistensi terkuat di langit dan bumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Paviliun Seni Bela Diri dan Teknik Buangan

​Sinar matahari pagi menyinari Puncak Luar Sekte Pedang Langit, membiaskan cahaya keemasan di atas atap ubin mengkilap dari sebuah bangunan megah berlantai tiga. Di atas gerbang kayu mahoni bangunan tersebut, tertulis kaligrafi tebal yang memancarkan tekanan pedang samar: Paviliun Seni Bela Diri.

​Di sinilah seluruh fondasi kekuatan murid sekte disimpan.

​Lin Tian melangkah masuk dengan tenang. Setelah menunjukkan plakat kayu berukir pedang perak miliknya, seorang diaken sekte penjaga pintu membiarkannya lewat dengan tatapan bosan.

​"Sebagai murid luar baru, kau hanya diizinkan mengakses lantai satu," suara serak seorang lelaki tua terdengar dari sudut ruangan redup di dekat pintu masuk. Seorang Penatua berambut abu-abu acak-acakan sedang berbaring di kursi goyang, matanya terpejam seolah sedang tidur. "Kau punya waktu dua jam untuk memilih satu gulungan teknik bela diri tingkat fana. Jangan menyentuh segel formasi di tangga lantai dua jika kau masih sayang nyawa."

​"Terima kasih atas peringatannya, Penatua," jawab Lin Tian sopan sambil menangkupkan tangan, lalu berjalan menuju deretan rak kayu jati yang berjejer rapi.

​Lantai satu paviliun ini sangat luas, menyimpan ratusan gulungan bambu dan buku kuno. Beberapa murid luar lain tampak sedang memilah-milah dengan wajah tegang, berusaha mencari teknik terbaik untuk diri mereka.

​Lin Tian mengambil sebuah buku dengan sampul biru. [Tapak Angin Membelah Awan - Tingkat Fana Menengah]. Ia membaca sekilas deskripsinya. Teknik ini mengandalkan kecepatan Qi di meridian untuk menciptakan serangan beruntun yang ringan namun tajam. Lin Tian menggelengkan kepalanya dan mengembalikan buku itu. Qi naga astralnya terlalu berat dan padat; jika ia memaksakan teknik yang mengandalkan kecepatan aliran ringan, meridiannya justru akan tersumbat.

​Ia beralih ke rak lain. [Pedang Api Berkobar], [Kaki Bayangan Ilusi], [Tinju Penghancur Batu].

​Satu per satu teknik tingkat fana tinggi ia periksa, namun semuanya memberikan perasaan yang sama: "terlalu ringan". Jika ia menggunakan teknik-teknik ini, kekuatan murni dari fisiknya mungkin akan menghancurkan kerangka teknik itu sendiri sebelum serangannya sempat mengenai musuh. Ia membutuhkan sesuatu yang kasar, berat, dan mampu menahan ledakan energi buas miliknya.

​Hampir satu setengah jam berlalu. Kekecewaan mulai merayap di benak Lin Tian.

​Saat ia bersiap untuk menyerah dan memilih teknik apa pun secara acak, matanya menangkap sebuah rak kayu tua di sudut ruangan yang paling gelap. Rak itu berdebu, seolah tak pernah disentuh selama bertahun-tahun. Di rak paling bawah, menopang salah satu kaki rak yang patah, terdapat sebuah gulungan perkamen kulit binatang yang sudah menghitam.

​Didorong oleh rasa penasaran, Lin Tian berjongkok dan menarik perkamen tersebut. Rak itu sedikit bergoyang sebelum akhirnya stabil kembali. Ia meniup debu tebal yang menutupi sampulnya, memperlihatkan deretan huruf kuno yang ditulis dengan sapuan kuas agresif.

​[Tinju Runtuh Sembilan Lapis]

​Lin Tian membuka gulungan itu perlahan. Begitu matanya membaca baris pertama, jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.

​Teknik tanpa atribut elemen. Mengompresi seluruh Qi di meridian ke dalam satu titik di lengan, meledakkannya layaknya gunung runtuh. Satu lapis menyamai kekuatan kultivator satu tingkat di atasnya. Sembilan lapis dapat menghancurkan langit. Syarat: Membutuhkan kepadatan Qi sepuluh kali lipat dari kultivator biasa, dan kekuatan tulang setara Binatang Buas Tingkat Lima. Peringatan: Mereka yang berlatih tanpa fondasi fisik yang cukup akan menghancurkan lengan dan jantung mereka sendiri.

​Mata Lin Tian berbinar terang. Teknik ini dianggap sebagai teknik buangan atau "sampah mematikan" oleh murid lain karena tidak ada manusia normal di ranah Mortal yang memiliki tulang sekeras monster dan Qi sepuluh kali lebih padat. Bagi kultivator biasa, menggunakan teknik ini sama dengan bunuh diri.

​Namun bagi Lin Tian? Ini adalah teknik yang seolah diciptakan khusus dari surga untuknya. Seni Pemurnian Tulang Naga Astral memberinya persis apa yang diminta oleh teknik ini: fondasi fisik naga purba dan Qi yang sangat padat layaknya air raksa.

​Tanpa ragu, Lin Tian membawa gulungan itu ke meja penjaga.

​Penatua berambut abu-abu itu membuka sebelah matanya dengan malas. Namun, saat matanya bertumpu pada gulungan hitam berlumpur di tangan Lin Tian, ia seketika duduk tegak. Alisnya berkerut tajam.

​"Nak, apa kau buta aksara?" tegur sang Penatua dengan suara berat. "Atau kau memang sengaja ingin membuat tanganmu buntung? Kembalikan gulungan itu ke tempat asalnya!"

​"Penatua, saya telah membaca syarat dan peringatannya. Saya memilih teknik ini," jawab Lin Tian tenang, tidak terintimidasi sama sekali oleh aura menekan yang mendadak dipancarkan oleh orang tua itu.

​"Membaca bukan berarti memahami, Bodoh!" Penatua itu menggebrak meja, membuat beberapa murid luar di kejauhan berjengit kaget. "Teknik Tinju Runtuh Sembilan Lapis ini ditemukan di reruntuhan kuno ratusan tahun lalu. Dulu, jenius nomor satu sekte luar yang berada di ranah Mortal tingkat sembilan mencoba melatihnya. Begitu dia melepaskan lapis kedua, otot lengannya meledak dan meridiannya hancur berantakan. Kau hanya bocah tingkat tiga dengan aura yang bahkan belum stabil! Menggunakannya satu kali saja, pembuluh darahmu akan meletus!"

​Sang Penatua menatap Lin Tian dengan sorot mata memperingatkan, bukan karena benci, melainkan karena ia sudah terlalu sering melihat murid muda yang mati konyol akibat kesombongan.

​Namun, ekspresi Lin Tian tidak berubah. Ia menatap lurus ke mata sang Penatua.

​"Saya tahu batas kemampuan saya, Penatua. Jika tangan saya hancur, biarlah itu menjadi harga dari kebodohan saya. Namun saya bersikeras membawa teknik ini," ucap Lin Tian dengan nada mutlak yang tidak menerima penolakan.

​Penatua itu terdiam, menatap sorot mata Lin Tian yang sedingin dan sedalam sumur kuno. Ia tidak menemukan jejak kepanikan atau kesombongan buta di sana, hanya keyakinan yang luar biasa kokoh.

​"Terserah kau," dengus Penatua itu akhirnya, mengibaskan tangannya dengan kasar. Ia melemparkan sebuah giok salinan ke arah Lin Tian. "Salin isinya menggunakan plakat muridmu. Kau hanya punya waktu satu bulan sebelum giok ini hancur dengan sendirinya. Jika bulan depan kau kembali ke sini tanpa lengan kanan, jangan menangis di hadapanku."

​"Terima kasih, Penatua." Lin Tian menerima giok tersebut, menyalin informasinya, lalu berbalik pergi meninggalkan paviliun.

​Sang Penatua menatap punggung pemuda itu yang menjauh, bergumam pelan pada dirinya sendiri. "Kepadatan auranya saat marah tadi... aneh. Sangat berat. Siapa sebenarnya bocah itu?"

​Di luar paviliun, angin gunung bertiup kencang. Lin Tian menggenggam giok salinan di tangannya dengan erat. Senyum buas layaknya naga yang baru saja menemukan mangsanya perlahan terukir di wajahnya. Dengan bantuan angin ganas dari Tebing Angin Puyuh dan teknik penghancur ini, ia akan menyiapkan "kejutan" yang tak akan pernah dilupakan oleh Zhao Kuang.

1
Samadi Kelana
Lanjutkan ...
yos helmi
😍😍
yos helmi
ntuk semua pembaca .. mari kita bersatu.. author yg up nya satu dua bab.. jgn beri like.. komen.. dll.. cukup baca aj.. biar mampus tu author .. 🤣🤣🤣
Gege
gaasss 100k kata diluncurkan saja jangan disimpen Thor...🤭💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!