Hari itu dimana aku salah memilih dan bersikeras walau orang tua ku melarang dan memperingatkan atas apa yang ku pilih.
aku hidup dengan status baru sebagai seorang istri, dimana aku harus selalu berusaha menutupi apa yang ku rasakan.
Hingga dimana hidup ku bagai di ujung jurang neraka yang menjelma di dalam bumi,
rasa ingin mengakhiri waktu untuk diriku sendiri.
sayang Tuhan masih baik mengirimkan perantara untuk hidup ku.
hari hari ku masih dengan segala pertanyaan hingga ayah ku datang ke rumah ku dengan seribu misteri jawaban.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ganendra Badrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BUNGA
Setelah semua persiapan selesai toko sudah siap untuk di gunakan, tinggal menentukan kapan akan di buka secara resmi sekaligus memperkenalkan ke pada publik.
"Sabtu ini kita opening ya, masih ada waktu untuk memanggil yang mau bekerja"
"Iya Bu, tenang aja minggu kita kembali ke jakarta kok"
"Mbak yu, yang pilih ya mana yang baik untuk bekerja membantu mba disini"
"Nanti kerumah orang nya mba kita bisa tanyakan langsung ya, aku bingung kalau mengajak secara langsung apa lagi untuk toko besar ini"
Semua yang mendengar terkekeh dengan kepolosan bude waliyah, persiapan bahri pun sudah selesai, ternyata tempat bekerja Bahri pun salah satu anak perusahaan yang di miliki banu.
"Persiapan saya sudah selesai semua mak, nanti ngak apa di tinggal ke jakarta bekerja ?"
"Kamu pikir emak anak kecil takut sendirian, lagian banyak orang sering kesini, lebay banget si jadi anak laki"
"Astaga mak... Itu belajar dari mana ngatain bari lebay"
Bahri tepok jidat mendengar ucapan sang ibu yang mendadak jadi humoris biasa nya kaku sampai takut mau menyampaikan apapun.
"Kamu yang bener di jakarta jangan bikin malu lagi, fokus buat anak anak, kalau ngak sibuk tengok nia"
"Iya Mak, udah sepuluh kali bilang itu sampe afal"
"kalo di kasih tau orang tua jawab mulu"
Bari pun lari karena mau di lempar sendal yang di pakai waliyah, karena geregetan dengan anak nya yang selalu di jaga jaga nya.
"Bude titip anak bandel itu ya anak anak, kalo menyimpang tolong di hukum aja ya mba ratna"
"Tenang mbak yu, bari itu sudah lama di perhatikan suami saya baru ini kesempatan nya untuk berkembang di jakarta"
Akhir nya waliyah tenang dengan jawaban ratna yang menyakini untuk tidak khawatir dengan anak nya.
memang sedikit orang tua yang khawatir dengan anak laki laki nya apa lagi sudah berumah tangga.
Setelah banyak hal yang di diskusikan dan membuat kesepakatan satu sama lain membuka usaha toko kue.
di tentukan segala sesuatu hal yang sensitif membuat pertikaian satu sama lain nya.
Toko kue pun resmi di buka dengan banyak dukungan dan doa baik dari banyak orang di sekitar yang menyayangi waliyah.
Banyak pengunjung di hari pertama opening di sana memang tempat strategis banyak wisatawan lalu lalang melintas, tidak salah memilih lokasi.
Waliyah di bantu tiga orang tetangga yang akrab dengan diri nya, sering membantu jika ada pesanan dan menemani nya dirumah.
Bunga terharu melihat apa yang di baru di mulai dengan tulus, tanpa sadar gadis itu memeluk Revo yang selalu di samping nya, menggandeng tangan tanpa lepas.
Banyak mata yang melihat nya karena wajah kaget dari revo, entah harus membalas pelukan atau tidak, jantung nya berdegup kencang.
Helen juga vandy melihat hanya tersenyum dan mengedipkan sebelah mata, tidak bersuara apapun
"Akhir nya ya Len, bunga membuka diri nya tapi ngak tau pelukan apa yang di berikan itu ah sudah lah biarkan mereka"
Vandy menarik tangan helen untuk menjauh dari mereka, memberikan ruang mereka berdua, mungkin terharu lega kan.
Gadis itu memeluk dari belakang, begitu lama sampai revo membalikan badan nya membalas pelukan gadis yang selalu di dambakan menunggu nya begitu lama.
"Kamu senang ?"
"iya aku lebih lebih dari senang, mungkin Bahagia"
"Bunga...."
"Iya apa"
"Boleh aku meminta sesuatu?"
"Bilang aja Vo, mungkin aku bisa memberikan nya"
"Aku mau minta ruang dihati kamu, jadi pendamping kamu seutuhnya"
Gadis itu menatap nya dengan tatapan mencari jawaban apa yang di katakan bukan lah bercanda, tidak ada kebohongan dari mata lelaki yang selalu menemani nya.
"Boleh, tapi tolong jangan buat kecewa aku vo"
"Akhir nya Bunga Julia jadi milik ku" revo berteriak sampai semua mata melihat nya dan memeluk gadis yang selalu di jaga nya.
Dua wanita paruh baya melihat nya ikut berpelukan entah harus menangis haru atau tertawa bahagia
Helen juga vandy sama hal nya.
Sementara di ujung sana mata bunga melihat sosok sang kekasih yang lebih dulu di panggil Sang Pencipta, tersenyum bahagia melihat gadis nya berada di tangan yang tepat saat ini.
"Aku tidak akan meninggal mu jauh sayang, tapi aku akan selalu menjaga mu kala sahabat ku tidak menjaga mu dan jauh dari dirimu"
Suara itu terdengar akrab dan nyata di telinga gadis cantik yang lagi berbahagia, tersenyum indah untuk kekasih yang selalu di rindukan nya.
"Aku rindu key" bunga bersuara dalam hati
Sama tulus nya dan hangat nya antara key dan revo bagi bunga, tapi kisah nya yang berujung perpisahan kematian membuat nya selalu merindukan cinta pertama nya selain sang ayah.
"Key, Gadis mu akan ku jaga sama seperti kamu menjaga nya" suara revo terdengar pelan bunga menatap nya lekat.
"Makasih ya, Vo"
Pesona asmara antara dua insan yang memulai hubungan bertahap helen merasa lega karena tidak harus menjaga nya terus menerus karena sudah bisa berbagi dengan kekasih bunga.
"Hei.... Tolong minggir sedikit aku mau lewat ini berat"
vandy yang sengaja memisahkan mereka yang lagi berdiri berdekatan untuk meledek nya.
"Dasar dih...."
"Bantuin ini banyak banget bro" revo pun terkekeh melihat kemana telunjuk mengarah.
"oke otewe ya"
Mereka kembali sibuk melayani pelanggan yang berdatangan, karena esok akan kembali ke jakarta dan akan menjadi rutinitas mereka untuk datang ke toko kue.
"Bude.... ibu .... kita foto dulu dong"
Dengan di bantu pengunjung mengambil foto di depan toko kue yang baru launching, "Semoga jadi berkah untuk semua nya" waliyah mendoakan menatap toko kue yang lagi ramai tidak henti henti dari baru di resmikan.
Dua gadis ke banggaan ratna menatap juga spanduk yang berkibar karena angin sepoi-sepoi menemani mereka.
"Makasih ya Len"
"Buat apaaa?
"Selalu menjadi yang terbaik dalam hidup ku, jangan pergi jauh jauh"
"Siapa yang mau pergi Nga?"
"aku juga ngak tau Len"
"Ngaco jadi orang, yang sering pergi kan dirimu bukan aku loh, kenapa jadi aku yang di bilang jangan pergi si"
Mereka saling rangkul satu sama lain, memang hubungan yang tulus akan selalu terkesan indah apapun momentum nya, kesepakatan yang di buat berdua pun akan datang berkunjung akhir pekan Jumat Sabtu dan Minggu akan membantu di toko, karena memang target market mereka akhir pekan.
"Kamu udah kasih tau ibu perjalanan kita sampai di toko ini Len?"
"ehemmm seperti nya belum deh"
"nanti kita kasih tau ya, biar ibu ngak kira kita selalu akur terus kan"
"mulai konslet anak ini dah ah ayo siap siap pulang, belum packing ini besok kita pulang ke rumah"
Sejak bertumbuh remaja memang mereka selalu bersama, tidak di ragukan lagi kekompakan yang memang satu tujuan untuk berjalan.
Dalam satu hari ini bunga mendapat banyak momen penting, Opening usaha yang di cita cita kan sejak lama, yang rencana akan berjalan dengan ibu nya kini berjalan dengan banyak orang yang di kasihi dan momen penting bahwa bunga resmi menjadi kekasih revo saling melengkapi satu sama lain.