Sarti gadis cantik berasal dari Desa Lengi, di saat usia nya yang baru saja lima belas tahun, ia terpaksa merantau ke ibu kota untuk mengadu nasib,
" ibu neng berangkat dulu ya, Ibu sama Bapak jangan khawatir neng pasti baik baik saja." ucap Sarti seraya memeluk wanita paruh baya dan berpakaian lusuh bahkan kain jarik nya pun sudah robek.
" lya neng Hati Hati ya, maaf kan Ibu belum mampu membahagiakan kamu nak."
" tidak apa apa Ibu neng akan kerja ke kota, untuk masa depan kita Ibu." ucap Sarti seraya menyeka bawah mata nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Banyak Kepala Tengkorak
Nunung terkejut saat ia membuka mata nya, mendapati diri nya sudah ada di kamar nya,
" Hah kok bisa aku sudah ada di kamar ku." gumam nunung seraya mengucek mata nya,
Nunung buru buru keluar dari kamar nya,
" Bang toni tedi." panggil nunung.
" Iya nung ada apa ? Loh kamu kok keluar dari kamar mu bukan nya tadi malam kamu di kamar nomer enam." tanya toni.
" Justru itu aku juga bingung kenapa aku sudah ada di kamar ku bang, Ya allah aku takut banget ini, Bang pak tarjo ada di rumah tidak ??."
" Tidak nung dari semalam dia belum pulang, tumben tadi malam pak tarjo baik sama kami, masa dia suruh kami istirahat." ucap toni.
" Pasti ada mau nya kalian hati hati saja, oh iya genderuwo itu tahu Loh neng fani tadi malam pulang."
" Iya aku juga tahu soalnya tadi malam pak tarjo seperti mengejar sesuatu keluar."
" Loh tedi Kamu kenapa kok wajah mu pucat kamu sakit ya." tanya nunung.
" Iya nung tiba tiba saja badan ku tidak enak." ucap tedi, Nunung dan toni saling tatap, mereka masih ingat apa yang semalam di ucap kan oleh fani.
" Kamu pulang sekarang dan jangan kesini lagi." ucap toni.
" Terus kamu bagai mana bang ??."
" Tenang saja aku baik baik saja kok, setelah misi kami selesai aku juga akan pulang dan tidak kerja di sini lagi."
" Iya bang aku pulang dulu ya, badan ku rasa nya tidak enak rasa nya tulang ku ngilu semua bang." keluh tedi.
" Lebih baik jangan pulang ke rumah mu." ucap nunung.
" Terus pulang ke mana dong ??." Tanya toni.
" Ke rumah bang satria saja." ucap nunung berbisik.
" Eh benar juga, ayo ted aku anter, sementara kamu tinggal di rumah teman ku saja."
" Loh kok pulang ke sanah bang ??." Tanya tedi bingung.
" Kata fani kamu akan di tumbal kan, aku khawatir itu benar, ayo cepat mumpung pak tarjo belum pulang." ucap toni.
" Toni kenapa adik mu." tanya sukma saat melihat wajah tedi.
" Seperti nya tanda tanda." sahut satria.
" Tedi mengeluh sekujur tubuh nya ngilu semua, wajah nya juga sangat pucat padahal tadi malam dia baik baik saja." ucap toni.
" Tadi malam aku mimpi bertemu wanita sangat cantik dan seketika aku pun jatuh cinta dan wanita cantik itu ajak aku menikah."
" Kamu nikah tidak." sela sukma.
" Tidak karena tiba tiba saja aku terbangun." sahut tedi.
" Syukur lah kamu tidak jadi menikah." ucap sukma.
Bang aku titip adik ku di sini ya boleh tidak, aku khawatir soal nya fani sempat menemui kami dan bilang jika aku dan tedi harus hati hati karena salah satu dari kami akan di tumbal kan." ucap toni.
" Baik lah jangan khawatir lebih baik kamu cepat pergi nanti ada yang lihat kamu di sini." ucap satria.
Toni pun buru buru meninggal kan rumah satria.
" Tedi." panggil ica.
" Loh kamu ada di sini ca." sahut tedi.
" Iya aku sudah lama tinggal di sini, kamu kok ada di sini juga."
" Pak tarjo mau menumbalkan aku juga ca." ucap tedi lemah.
" Ted lebih baik kamu masuk ayo istirahat dulu." ucap satria.
" Penolak bala tumbal itu harus apa, seperti nya pak tarjo mengambil calon korban nya yang masih suci deh, pria yang masih perjaka wanita yang masih perawan." ucap Doni.
" Ya harus tidak suci lagi, jika ica menikah pasti lolos dari incaran pak tarjo, Tapi bagai mana ica mau nikah keberadaan nya saja selalu di awasi terus." ucap satria.
" Ca bagai mana kalau kita menikah saja, dulu kan kita sempat dekat." ucap tedi.
Doni satria sukma saling tatap, tidak di sangka tedi akan bicara seperti itu.
" Aku tidak mau mati konyol ca, ayah ku baru saja meninggal, kalau aku nyusul ayah kasian bang toni sendirian, Ibu kami sudah lama meninggal dan kami hanya berdua saja, kenapa sih Paman mu itu sangat jahat." ucap tedi seraya meng isak.
" Iya aku juga tidak mau mati muda, apa lagi mati karena di tumbal kan, tapi kalau kita nikah bagai mana cara nya, Paman pasti tahu jika kita akan menikah." ucap ica.
" Itu bisa di atur jika kalian sudah siap menikah." ucap sukma.
" Siap tidak siap, tapi kami berdua sama sama tidak mau mati konyol tolong kami kak." ucap tedi.
" Apa ica mau menikah." bisik pak asep saat dapat kabar dari satria yang sengaja diam diam menemui pak asep ayah nya ica.
" Iya pak ini demi keselamatan nyawa ica, lagi pula mereka masih di bawah umur jadi untuk sementara nikah siri saja yang penting sah di agama."
" Iya pak nikah kan saja mereka, agar ica bisa pulang kesini lagi." ucap buk jumi.
Pak asep pun setuju dengan rencana satria, dan tidak nunggu waktu lama, ica dan tedi pun di nikah kan.
Toni sedih, bukan karena di langkahi oleh adik nya karena nikah duluan, tapi sedih adik nya nikah hanya di hadiri diri nya sendiri,
" Tedi sebisa mungkin kamu jangan keluar rumah jika tidak ada keperluan mendadak, agar pak tarjo tidak curiga dengan mu." ucap sukma.
" Baik kak." sahut tedi.
" toni.." panggil pak tarjo dengan suara khas nya, Toni pun tergopoh menghampiri pak tarjo.
" Iya juragan !!."
" Mana adik mu saya perhatikan sudah satu minggu tidak ikut kamu kerja."
" Oh tedi sedang sakit dan dia memilih tinggal di salah satu Keluarga kami, soalnya kalau tinggal di rumah tidak ada yang urus saya nya kan selalu di sini." ucap toni bohong.
" Oh begitu." ucap pak tarjo.
" Iya juragan, Permisi juragan saya masih ada kerjaan." ucap toni.
Sedang kan nunung setelah masuk ke kamar nomer enam ia berubah menjadi pendiam, ia masih trauma dengan apa yang di lihat di kamar itu.
" Nung kamu kenapa jangan sakit dong keadaan kita semakin tidak baik baik saja, pak tarjo tadi Sempat menanyakan keberadaan tedi, Sebetul nya apa yang kamu lihat di kamar nomer enam." ucap toni.
" Di kamar itu banyak tengkorak manusia." sahut nunung.
" Astagfirullah.. yang benar kamu nung."
" Iya bang, jujur aku ingin pergi dari rumah ini, tapi aku harus ke mana bang, pak tarjo pasti tidak akan melepas kan aku."
" Sabar dulu nung, pasti kita punya jalan keluar nya, Saat ini yang kita bisa lakukan hanya ikuti skenario dulu dan semoga kita bisa sampai ke happy ending nya."
" Amin bang semoga saja kita tidak mati di tangan manusia berhati iblis itu dan aku minta maaf gara gara aku kamu jadi terlibat dengan masalah ku, Tidak apa apa mungkin itu sudah alur cerita hidup ku nung, yang penting kamu harus tetap kuat dan sabar ya nung."
Kedua nya pun saling menguat kan, karena saat ini hanya itu yang bisa mereka lakukan.