NovelToon NovelToon
The Aftermath

The Aftermath

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di tengah dinginnya kota New York, pernikahan megah Adiba Abbey dan Raynazh Leon Osborn hancur berantakan dalam waktu semalam.

Di dalam kamar griya tawang keluarga Osborn yang remang dan mabuk oleh atmosfer perayaan, sebuah kesalahan fatal terjadi.

Adiba menyerahkan segalanya kepada pria yang dia kira adalah sang suami yang baru saja mengikat janji suci bersamanya di altar.

Namun, tepat di detik-detik pelepasan yang intim, sebuah suara asing yang bergetar hebat meloloskan nama Adiba.

Kesadaran menghantamnya bak badai es; pria yang baru saja menidurinya bukanlah Raynazh, melainkan sang adik ipar, Louis Enver Osborn.

Pengkhianatan tak sengaja yang dipicu oleh kegelapan dan alkohol ini meruntuhkan dinding pernikahan mereka, menyeret Louis dan Adiba ke dalam jurang penyesalan, dendam, dan rahasia kelam yang mengancam kehancuran total dinasti Osborn.

_🌷_

Happy reading 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#2

Pintu kamar itu tertutup dengan bantingan halus yang gema ringkihnya seolah meretakkan fondasi griya tawang mewah keluarga Osborn.

Louis telah pergi, melangkah keluar dengan keangkuhan yang tak terusik, meninggalkan atmosfer kamar yang pekat oleh sisa-sisa aroma pengkhianatan dan kehancuran batin.

Di dalam kamar yang kini hanya menyisakan pendar kuning temaram dari lampu tidur, sunyi kembali merebut kuasa dengan cara yang paling mencekik.

Raynazh Leon Osborn masih terduduk di atas lantai karpet tebal. Napasnya berat, tersengal seolah ada batu besar yang menghimpit seluruh rongga dadanya.

Perlahan, dengan sisa-sisa kekuatan yang berhasil dia kumpulkan dari kelumpuhan jiwanya, pria itu bangkit.

Langkah kakinya gontai, terseret mendekati tepi ranjang king size tempat istrinya masih meringkuk bagai seonggok daging tak bernyawa.

Mata Raynazh menatap lurus ke arah Adiba Abbey. Pemandangan di depannya membuat jantung pria itu serasa diiris sembilu.

Di balik selimut abu-abu yang ditarik paksa, tanda-tanda kemerahan di kulit putih Adiba—jejak kepemilikan liar yang ditinggalkan oleh Louis—seolah berteriak, mengejek ketidakberdayaan Raynazh sebagai seorang suami.

Dengan tatapan yang dipenuhi rasa bersalah dan cinta yang teramat besar, Raynazh mengulurkan kedua tangannya yang masih bergetar hebat.

Dia meraih ujung selimut, mencoba membetulkan posisinya untuk menutupi bahu Adiba yang terekspos, melindungi apa yang seharusnya menjadi hak eksklusifnya yang kini telah dinodai.

"Sayang... Mari kuantar ke kamar mandi," ucap Raynazh, suaranya parau, pecah oleh emosi yang tertahan.

Nada suaranya terdengar begitu tulus, penuh kepedulian yang mendalam, mencoba menawarkan perlindungan di tengah badai yang baru saja menghancurkan mereka.

Namun, sentuhan lembut jemari Raynazh pada permukaan selimut justru memicu reaksi histeris dari Adiba.

Wanita itu tersentak hebat, seolah baru saja menyentuh bara api yang membakar. Dengan sisa tenaga yang dia miliki, Adiba mengibaskan tangannya, menepis cengkeraman Raynazh pada selimut dengan kasar.

"Menyingkir dariku!" jerit Adiba, suaranya serak dan melengking tinggi di dalam kamar yang sunyi.

Matanya yang sembap dan merah menatap Raynazh dengan pandangan penuh muak dan kilatan amarah yang membara. "Jangan sentuh aku! Aku sendiri bahkan merasa jijik dengan diriku sendiri, brengsek!"

Raynazh tersentak mundur satu langkah, tangannya menggantung di udara. "Adiba, ini aku... Raynazh. Aku suamimu..."

"Suami?!" Adiba tertawa sumbang, sebuah tawa yang dipenuhi oleh rasa frustrasi dan keputusasaan yang mendalam. Air matanya kembali luruh, mengalir deras membasahi pipinya yang pucat.

Dia mencengkeram dadanya yang terasa sesak. "Suami macam apa yang membiarkan istrinya dijamah oleh pria lain di malam pertamanya?! Kenapa kau tidak memukulnya, hah?! Kenapa kau hanya berdiri di sana seperti orang bodoh saat bajingan itu menghinaku?!"

Raynazh mengepalkan tangannya kuat-kuat, rahangnya mengeras hingga urat lehernya menonjol tegang. Dia ingin memuntahkan seluruh pembelaan, namun lidahnya terasa kelu.

"Dia menodaiku, Ray... Dia memperkosaku!" teriak Adiba lagi, suaranya pecah di akhir kalimat, menyuarakan luka paling dalam yang bisa dirasakan oleh seorang wanita.

"Dia masuk ke kamar ini dan memperlakukanku seperti pelacur! Dan kau... kau bahkan tidak mendaratkan satu pun pukulan di wajahnya setelah apa yang dia lakukan padaku!"

Raynazh memejamkan matanya rapat-rapat, mencoba menahan air mata maskulinnya agar tidak jatuh. Dada bidangnya naik turun dengan cepat. Saat dia membuka mata kembali, hanya ada sorot kepasrahan yang menyedihkan di sana.

"Dia adikku, Adiba..." lirih Raynazh, suaranya nyaris berbisik, seolah kata 'adik' adalah mantra kutukan yang mengunci seluruh kewarasannya. "Louis adalah adik kandungku. Darah dagingku sendiri."

Deg.

Kata-kata itu menghantam kesadaran Adiba bagai godam besar. Jantungnya seolah berhenti berdetak selama beberapa detik. Dia mematung, menatap pria di hadapannya dengan tatapan yang perlahan berubah menjadi kekosongan yang dingin.

Rasa tidak percaya bergolak di dalam dadanya, bermutasi menjadi rasa benci yang tak terukur.

"Adik...?" Adiba berbisik, suaranya mendadak datar namun begitu tajam menembus keheningan. "Karena dia adikmu, maka kau membiarkannya lolos setelah merenggut kehormatanku? Karena dia darah dagingmu, kau membiarkanku menanggung kehinaan ini sendirian?!"

Adiba menegakkan tubuhnya, abai pada selimut yang sedikit melorot, menampilkan gurat-gurat kemerahan di tulang selangkanya yang seolah menjadi saksi bisu kejahatan Louis.

"Kau sama brengseknya dengan adikmu," desis Adiba, setiap kata yang keluar dari bibirnya bagai belati yang menghujam tepat di jantung Raynazh. "Kalian berdua... dinasti Osborn... tidak lebih dari sekumpulan bajingan egois!"

Raynazh menggelengkan kepalanya panik, melangkah maju mencoba meraih jemari Adiba. "Tidak, Adiba. Bukan begitu. Aku mencintaimu, demi Tuhan aku mencintaimu! Aku hanya—"

"Cukup!" potong Adiba dengan tegas, mengangkat satu tangannya ke udara.

"Aku tidak sudi mendengar kata cinta dari mulutmu lagi. Pernikahan ini... sandiwara gila ini, sudah berakhir. Aku akan membatalkan pernikahan ini besok pagi. Dan aku akan melaporkan adikmu ke polisi. Louis Enver Osborn harus membusuk di penjara atas apa yang dia lakukan malam ini!"

Mendengar kata 'polisi' dan 'laporan', kepanikan yang luar biasa seketika merayap di wajah Raynazh.

Nama baik dinasti Osborn yang telah dibangun selama puluhan tahun di New York bisa hancur dalam semalam jika skandal ini menyeruak ke publik.

Namun, yang lebih ditakutkan Raynazh bukan hanya soal reputasi keluarga, melainkan masa depan adik laki-lakinya, dan juga kehancuran rumah tangga yang baru saja dia impikan bersama Adiba.

"Tidak... jangan, Adiba, kumohon!" Raynazh langsung menjatuhkan dirinya berlutut di tepi ranjang, menggenggam seprai abu-abu yang kusut itu dengan putus asa. Tatapannya memohon dengan sangat hebat. "Jangan laporkan Louis, aku memohon padamu. Jika skandal ini sampai ke media dan kepolisian, semuanya akan hancur. Bisnis keluarga, nama baik kita, semua akan runtuh!"

Adiba menatap pria yang berlutut di bawahnya itu dengan pandangan sinis yang teramat dingin. "Kau hanya memikirkan adikmu? Kau hanya memikirkan nama baik keluargamu yang menjijikkan itu? Dan kau tidak memikirkan harga diriku?! Begitu, Raynazh?!"

"Bukan begitu, Adiba! Dengar dulu—"

"Aku diperkosa di dalam kamar pengantin ku sendiri, oleh adik dari pria yang baru saja kunikahi! Dan suamiku... suamiku memohon padaku untuk melindungi pemerkosa itu!" Suara Adiba bergetar hebat oleh rasa tidak percaya atas egoisme yang ditunjukkan Raynazh. "Di mana letak otakmu, Raynazh Leon Osborn?!"

Raynazh mencengkeram kepalanya sendiri dengan kedua tangan, frustrasi yang teramat sangat menjalar ke seluruh aliran darahnya.

Pikirannya buntu. Tekanan sebagai putra sulung, rasa cinta yang mendalam pada Adiba, dan rasa tanggung jawab untuk melindungi adiknya yang licik berkumpul menjadi satu gumpalan emosi yang merusak kewarasannya.

Di luar dugaan, di bawah tekanan mental yang luar biasa hancur itu, Raynazh mendongak. Tatapan matanya mendadak berubah menjadi tatapan kosong yang dipenuhi keputusasaan yang gila.

"Anggap saja yang menidurimu adalah aku, Adiba," ucap Raynazh, kalimat itu meluncur begitu saja dari bibirnya, terdengar begitu asing dan mengerikan di telinga Adiba.

Adiba tertegun, tangisnya mendadak terhenti. "Apa... apa yang kau katakan?"

"Lupakan bahwa Louis yang menyentuhmu malam ini! Anggap kamar ini tetap gelap dan tidak terjadi apa-apa!" Raynazh merangkak naik ke atas ranjang dengan tergesa-gesa, mengabaikan tatapan ngeri dari istrinya.

Wajahnya mendekat, napasnya yang memburu berembus di permukaan kulit wajah Adiba. "Akulah yang menidurimu barusan, Adiba. Aku suamimu... tanda-tanda ini... bercak darah ini... ini milik kita! Milik pernikahan kita!"

Raynazh kehilangan kendali atas akal sehatnya untuk sesaat. Didorong oleh rasa frustrasi yang ekstrem dan keinginan egois untuk mempertahankan Adiba serta menutupi dosa adiknya, Raynazh berusaha mendekatkan wajahnya.

Dia mencengkeram bahu Adiba yang gemetar, berniat untuk mencium bibir bengkak istrinya—bibir yang beberapa saat lalu telah dilumat habis oleh Louis—berharap ciumannya bisa menghapus jejak adiknya secara magis.

Namun, sebelum bibir Raynazh sempat menyentuh kulitnya, sebuah gerakan refleks yang sarat akan kemarahan murni terjadi.

PLAK!

Suara tamparan yang teramat keras bergema di dalam kamar.

Tangan kanan Adiba mendarat dengan telak di pipi kiri Raynazh, meninggalkan bekas kemerahan yang instan. Kekuatan tamparan itu begitu besar hingga membuat wajah Raynazh terlempar ke samping.

Napas Adiba memburu, dadanya kembang kempis dengan hebat. Tangan kanannya yang baru saja menampar suaminya kini bergetar di udara, menyalurkan rasa muak yang sudah mencapai puncaknya.

Raynazh mematung dengan posisi wajah yang masih menoleh ke samping. Tamparan itu seketika meruntuhkan kabut kegilaan di otaknya, mengembalikan kesadarannya bahwa dia baru saja melakukan hal yang sama menjijikkannya dengan apa yang dilakukan oleh Louis. Dia telah merendahkan martabat Adiba lebih jauh lagi.

Adiba menarik napas dalam-dalam, mengumpulkan seluruh sisa harga diri dan ketegasan yang dia miliki sebagai seorang wanita dari keluarga Abbey. Dia menatap Raynazh yang kini perlahan menoleh kembali menatapnya dengan tatapan penuh penyesalan yang mendalam.

"Tunggu surat perceraianku besok, brengsek," ucap Adiba, suaranya kini terdengar begitu dingin, tenang, namun menghanyutkan bagai aliran es di sungai Hudson New York.

Tidak ada lagi air mata, tidak ada lagi histeria. Yang tersisa hanyalah keputusan mutlak yang tidak akan pernah bisa diganggu gugat oleh siapa pun.

Raynazh hanya bisa terdiam membisu di atas ranjang yang berantakan, menatap punggung Adiba yang mulai berbalik menjauhinya, menyadari bahwa dia telah kehilangan wanita yang dicintainya untuk selama-lamanya sebelum malam pertama mereka benar-benar usai.

1
nayla tsaqif
Semoga lekas sembuh,, 😊
Ros 🍂: ma'aciww ka🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
semoga lekas sembuh kak😍😍
Ros 🍂: ma'aciww kakak 🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Gaskennn,bang gio,, segera sah kan mbk adibanya,, biar louis ketar ketir anak yg di kira miliknya punya calon bpk,, 🤭
Ros 🍂: Ku kira anakku, ternyata bukan anakku😭🤭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
akhirnya ketemuan juga gasken bang gio gercep sekali babang yg satu ini😍😍😍
Ros 🍂: Ahahaha 🤭
total 1 replies
Agus Hidayat
next😍😍😍
Ros 🍂: siap kak🥰
total 1 replies
nayla tsaqif
Plotwist yg sangat mengejoet kn,,?? Diatas si gila adiba masih ada yg lbh gila,, babang giogio,, 😌
Ros 🍂: Reader aman ? 🤭🙏🏻
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
wauuu aku sungguh tergiorgio Giorgio ini ma sama kayak yg aku haluiin Thor kerennn pakai kebangetan thanks kak udah datengin makhluk yg sama GK warasnya kayak Adiba😍😍👍👍👍
Ros 🍂: Huhuhu Ma'aciww ya kak 🫶🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
😍😍😍😍😍
Ros 🍂: uhuhuyyy🥰🫶
total 1 replies
Debu Nakal
sungguh diluar nurul 😱😱😱
Ros 🍂: biar Author lanjutkan 🤭🤣
total 3 replies
Agus Hidayat
sorry kak typo othor maksudnya bukan tohir🙏🤣🤣🤣
Ros 🍂: santai kak hehehe😅
total 1 replies
Agus Hidayat
wauu sungguh plot twist yg sangat sangat😍👍 GK bisa berkata kata kerennnnn pakai banget suka semua karya Tohir semuanya best😍😍😍😍😍
Ros 🍂: iiiih thankyou kak🫶 sehat-sehat ya 🥰
total 1 replies
Agus Hidayat
next kak👍
Ros 🍂: siap kak
total 1 replies
Agus Hidayat
absen 😍😍😍😍
Ros 🍂: ya huuuuu Ma'aciww Sudah mampir kak🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
aku mendukungmu 1000 persen Adiba jadilah perempuan yg tangguh dan Badas, bukan kamu yg tidak pantas tapi dia yg tak pantas untukmu💪😍😍😍
Ros 🍂: nah iya 🤭🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
huh rasain jangan balikan lagi Thor kasih Adiba jodoh yg lain aja👍
Ros 🍂: okay kak🫶🥰
total 1 replies
Bellz
kapan up thor nungguin banget suka sama karhanya😍
Ros 🍂: Malam ini dua bab dulu ya kak🫶 besok Author Up banyak 🙏🏻🥰
total 1 replies
nayla tsaqif
Q rela louis nyumpah nyerampahin adiba,, tp q gk rela baby di kandungan adiba di hina bpknya sendiri sprti itu sakit bangettt itu,, plisss jangan balikan,, jd single mom aja adiba,,
Ros 🍂: siap sesuai Maunya reader 🥰 Maafkan author yaa 😭
total 1 replies
Bellz
semangat Thor, suka sama karyanya😍
Ros 🍂: ma'aciww ya Kak 🥰 semoga tetap Singgah 🫶
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
huuaaaaa nangis aku thor nyesek banget, tapi i am so happy akhirnya Adiba jadi waras jangan buat balikan sama Louis Thor nek banget sama cowok modelan gitu kasih jodoh yg lain baru kali ini baca novel othor spaneng Mulu aku jangan kasih bawang terus thor
Ros 🍂: huhu maafkan author 🙏🏻🤭🥰
total 1 replies
Agus Hidayat
lue aja yg masuk neraka sendiri Sono bang jangan ajak Adiba,biar Adiba cari sugar Daddy yg laen🤭🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🍂: Kak sugar Daddy Menghilang 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!