Dihina, dipandang rendah, dan hidup tanpa harapan di dalam Keluarga Zhang, Zhang Tian tumbuh sebagai pemuda lemah yang bahkan tidak mampu membangkitkan energi spiritual.
Di mata semua orang, hidupnya tidak lebih dari beban dan aib keluarga.
Namun semuanya berubah karena Sambaran petir yang membuat hidupnya hampir di ambang kematian.
Ini membuat Zhang Tian memperoleh warisan legendaris yang telah hilang selama ribuan tahun. Itu adalah warisan Kaisar Naga Petir, penguasa petir kuno yang pernah mengguncang dunia kultivasi di era kuno.
Sejak hari itu, takdirnya berubah.
Dia bangkit menjadi tak terkalahkan setelah di kenal sebagai sampah di seluruh kota.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niana Eve., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pewaris Kaisar Naga Petir
Kesadaran Zhang Tian terasa seperti tenggelam di dalam lautan petir, rasa sakit menyebar ke seluruh tubuhnya, terutama tulang-tulangnya terasa akan hancur.
Darahnya mendidih, sementara jiwanya seperti sedang disayat oleh ribuan petir sekaligus. Rasa sakitnya puluhan kali lebih menyakitkan daripada luka fisik.
Meskipun rasa sakit itu membuatnya seperti orang di ambang kematian, naga raksasa di hadapannya tetap menatapnya dengan dingin.
Tubuh naga itu begitu besar hingga terlihat seperti gunung hidup dan setiap tarikan napasnya selalu menciptakan badai Petir yang terus bergerak di sekitar tubuhnya.
Semakin banyak petir yang menyambar, tekanan mengerikan juga memenuhi seluruh dunia yang membuat Zhang Tian kewalahan untuk bernafas.
Zhang Tian menggertakkan gigi. Meski tubuhnya gemetar hebat, dia tetap memaksa dirinya berdiri. Karena dia tahu, meskipun tubuh dan jiwanya hampir hancur berkali-kali, tapi tubuh dan jiwanya juga mengalami perubahan kualitatif dan semakin kuat.
“Ka.. Kau siapa sebenarnya?” Zhang Tian memberanikan diri menatap ke arah naga raksasa di angkasa.
Naga raksasa itu perlahan membuka mulut, “Aku adalah Kaisar Naga Petir. Penguasa petir di era kuno.”
Saat naga itu berbicara, suaranya langsung mengguncang langit dan bumi di sekitarnya.
Air laut yang mengamuk semakin mengamuk seolah panik dan petir di sekelilingnya langsung mengamuk menyambar gunung-gunung di kejauhan.
Mata Zhang Tian membesar ketakutan.
"Kaisar?" Zhang Tian seolah-olah otaknya menjadi kosong ketika mendengar kata Kaisar dari era kuno. Terlebih lagi itu adalah naga makhluk Legendaris.
Meskipun dia tidak terlalu memahami dunia luar Kota Qing, dia tahu gelar kaisar bukan sesuatu yang sederhana.
Di seluruh Kota Qing saja, ahli tingkat Raja Langit sudah dianggap monster. Namun naga ini menyebut dirinya Kaisar jelas tingkatan ini belum pernah dia dengar sebelumnya. Tapi dia tahu satu hal, ini adalah tingkatan yang jauh lebih tinggi.
Melihat keterkejutan Zhang Tian, naga itu mendengus kecil.
“Hmph… Dunia sekarang memang sudah jatuh terlalu jauh. Kamu juga tidak akan paham apa itu kaisar.” Tatapannya perlahan berubah tajam.
“Tapi itu tidak penting. Yang terpenting adalah, akhirnya aku menemukan pewaris yang cocok!"
Lalu naga itu tertawa aneh.
"Hahaha, bocah kecil.. Kau harus bertahan menerima warisanku.” Naga itu tertawa lebih keras.
Bersamaan dengan itu..
Boomm!
Tiba-tiba petir dengan ukuran yang jauh lebih besar turun dari langit menghantam tubuh Zhang Tian. Petir itu langsung menghantam tubuh Zhang Tian tanpa perhitungan apapun.
“Argghhh!”
Zhang Tian tersambar hingga kulit di tubuhnya menghitam akibat Sambaran petir barusan. Namun dia tidak mati tapi kondisinya sangat menyedihkan.
Rasa sakit kali ini jauh lebih mengerikan dari sebelumnya. Bahkan saking sakitnya, dia tidak bisa lagi merasakan anggota tubuhnya. Saat ini dia hanya bisa terkapar sambil mempertahankan kesadarannya.
Namun di saat bersamaan dia bisa merasakan sesuatu. Itu adalah Energi Spiritual.
“ini…” Zhang Tian tergagap. “Aku… Aku bisa merasakan lagi keberadaan Energi Spiritual.” Mata Zhang Tian berkaca-kaca karena terharu.
Selama tiga tahun terakhir, dia sangat frustasi dan tidak pernah menyerah untuk mencoba merasakan energi spiritual. Dia selalu berharap suatu saat bisa merasakan lagi energi spiritual.
Setiap kali dia mencoba dan gagal, hatinya serasa di iris pisau, namun dia sama sekali tidak putus asa dan keesokan harinya dia akan mencoba lagi.
Namun sekarang, untuk pertama kalinya setelah tiga tahun, energi spiritual yang dia rasakan justru mengalir deras seperti sungai di dalam tubuhnya.
Mata Zhang Tian di penuhi keterkejutan saat merasakan kultivasinya perlahan kembali.
“Kultivasiku…” Dia seolah-olah belum mempercayai jika kultivasinya perlahan-lahan kembali.
Baginya bisa merasakan energi spiritual saja itu sudah luar biasa, setidaknya kelak dia bisa memulai dari awal lagi. Namun siapa sangka kultivasinya sekarang perlahan-lahan kembali.
“Hahaha.” Naga itu tertawa keras. “Bocah, kau harus tahu, selama ini bukan kultivasi mu yang hilang, tapi tubuhmu sedang menyerap energi untuk membangkitkan warisanku.”
“Warisan?” Jantung Zhang Tian berdegup keras.
Jadi penderitaan selama tiga tahun ini bukan karena dirinya sampah tapi karena semua energi spiritual yang hilang diserap untuk menerima warisan.
Akhirnya, amarah yang selama ini memenuhi hatinya perlahan berubah menjadi kebahagiaan.
Dulu dia sangat putus asa dan berkali-kali ingin mengakhiri hidupnya, dan sekarang dia memiliki gairah dan harapan untuk kembali menjadi jenius.
Saat Zhang Tian tengah bahagia, Naga raksasa itu kembali berbicara.
“Namun kau jangan terlalu senang.” ucapnya dengan serius, “Warisan Kaisar Naga Petir bukan sesuatu yang mudah untuk diwarisi. Jadi kamu harus memiliki mental yang kuat.”
Matanya menatap ke arah Zhang Tian dari atas seperti seorang kaisar yang memberikan titah, “Kalau tubuhmu gagal menahannya kau akan mati.”
Boom! Boom!
Petir kembali menghantam tubuh Zhang Tian tanpa ampun, sementara darah langsung keluar dari mulutnya.
Namun kali ini dia tidak berteriak. Sebaliknya dia menggertakkan gigi menahan rasa sakit.
Jika sebelumnya dia berkali-kali mengalami putus asa berharap merasakan energi spiritual, maka kali ini dia akan lebih bertekad untuk bertahan mewarisi warisan Kaisar Naga yang di berikan padanya.
Selama tiga tahun ini dia terus diinjak, dihina dan dipermalukan. Namun sekarang akhirnya dia mendapatkan kesempatan seperti ini, jadi dia tidak akan menyerah. Setidaknya selagi dia belum mati, dia tidak akan menyerah.
“Aku akan bertahan,” kata Zhang Tian dengan suara serak.
Mata naga raksasa sedikit menyipit lalu perlahan Ia tertawa.
“Hahah... Bagus.” naga itu mengangguk puas. “Kalau begitu terimalah warisanku sepenuhnya.”
Booooomm… Boooommmm…
Langit yang di penuhi petir langsung pecah, jutaan kilatan ungu turun bersamaan dari langit seolah dewa petir sedang memanggil mereka.
Di bawah tanah, seluruh tubuh Zhang Tian terselimuti cahaya dari atas kepala hingga ujung kaki. Meskipun bajunya sudah compang camping, ada senyum puas di wajahnya.
Setelah beberapa waktu, akhirnya petir di langit tidak lagi menyambar tubuhnya.
Bersamaan dengan itu, informasi besar langsung masuk ke kepalanya seperti gelombang tsunami.
Teknik kultivasi, teknik bertarung, pengetahuan kuno, semua mengalir deras di kepalanya seperti banjir.
“Kitab Kaisar Naga Petir…” gumam Zhang Tian dengan kejutan yang tak bisa ia sembunyikan.
Tubuhnya langsung bergetar karena memikirkan bagaimana teknik ini di jalankan.
Karena teknik kultivasi itu terlalu luar biasa. Bukan luar biasa hebat, melainkan berbeda dengan teknik pada umumnya.
Jika teknik biasa menyerap energi spiritual perlahan-lahan, namun Kitab Kaisar Naga Petir justru menyerap petir untuk memperkuat tubuh.
Jelas bagi Zhang Tian ini adalah hal yang benar-benar gila. Karena dia tahu betul rasa sakit di sambar petir seperti apa. Bahkan saat ini tubuhnya masih di penuhi luka akibat Sambaran petir.
Meskipun setelah terkena cahaya ungu yang datang dari langit perlahan menyembuhkan tubuhnya, tetap saja itu masih akan memakan banyak waktu untuk pulih.
Namun sebelum Zhang Tian sempat merasakan rasa bahagia, rasa sakit lain tiba-tiba muncul.
“Arrgghh!”
Zhang Tian meraung karena petir di tubuhnya mulai mengamuk langsung membuat kulitnya retak lagi.
Bersamaan juga darah mengalir dari kulitnya yang retak membuat tubuhnya terlihat sangat mengenaskan.
Mata naga raksasa berubah serius menatap Zhang Tian. Usahanya mewariskan warisannya akan sia-sia jika Zhang Tian mati.
“Tubuhmu terlalu lemah.” Naga itu berkata serius.
“Kau harus segera menerobos. Kalau tidak menerobos, energi naga petir akan menghancurkan tubuhmu menjadi abu.”
Suara yang serius dari naga itu membuat jantung Zhang Tian langsung berdegup cepat.
Menerobos? Bagaimana cara menerobos begitu cepat? Pikiran itulah yang terlintas di kepalanya saat ini.
Namun sebelum dia berfikir lebih jauh, energi besar tiba-tiba meledak dari dalam dantiannya.
Boomm! Boomm! Boomm!
Energi spiritual di sekitarnya langsung tersedot ke tubuhnya seperti paus yang menyerap air.
Langit petir mulai bergemuruh dan aura Zhang Tian perlahan naik mencapai alam Penempaan Tubuh tingkat satu.
Lalu naik alam penempaan tubuh tingkat dua.
Tingkat tiga.
Tingkat empat.
Dalam beberapa napas saja, kultivasinya langsung melonjak empat tingkat.
Mata Zhang Tian membesar tak percaya. Karena baginya ini terlalu cepat.
Namun meskipun tingkatannya juga meningkat dengan cepat, rasa sakitnya juga semakin besar. Tubuhnya terasa seolah akan meledak kapan saja.
“Fokus!” Kaisar Naga Petir mengingatkan Zhang Tian dengan serius. “Kalau pikiranmu goyah, kau mati.”
Zhang Tian langsung menggertakkan gigi sambil duduk bersila, sementara petir terus bergerak di sekeliling tubuhnya tanpa jeda.
Tak terasa waktu berlalu entah berapa lama.
Satu jam…
Dua jam…
Entah berapa lama namun akhirnya…
Boooommm!!!
Aura besar meledak dari tubuh Zhang Tian, petir ungu langsung menyambar langit.
Zhang Tian perlahan membuka mata, terlihat kilatan ungu terlihat di dalam pupilnya.
Napasnya juga berubah lebih kuat, tubuhnya terasa jauh lebih ringan dari sebelumnya.
Mata Zhang Tian dipenuhi keterkejutan dan rasa tidak percaya di matanya, "Alam Penempaan Tubuh tingkat tujuh."
Hanya dalam satu malam dia langsung kembali ke tingkatan alam yang hampir sama seperti dulu sebelum dia kehilangan kultivasinya.
Di atas langit, Naga raksasa menatapnya beberapa saat lalu mengangguk.
“Lumayan.. Setidaknya kau tidak mati.”
Zhang Tian tertawa kecil sambil terengah-engah, matanya menatap ke arah naga itu dan berkata, “Terimakasih, senior.”
Tepat setelah dia berkata, dunia petir di sekitarnya mulai retak lalu kesadaran Zhang Tian perlahan kembali.
Namun sebelum kesadarannya kembali ke tubuhnya, suara Kaisar Naga Petir kembali terdengar di benaknya.
“Nak, dengarkan baik-baik. Jangan pernah membiarkan orang lain mengetahui keberadaan warisanku.”
“Karena begitu mereka tahu, seluruh dunia akan memburumu. Jika kamu belum punya kekuatan apapun, jangan biarkan orang lain mengetahui hal ini meskipun kerabat terdekatmu."
Boooommmm!
Boooommmm!
Petir menggelegar lalu dunia mulai hancur.
...----------------...
Dan plot twistnya:
Game Changer: Zhang Tian dihadapi suara kuno yang menyambarnya dengan petir (Di sini kondisi Zhang Tian gaakan sama lagi, set-up yang harus dibayar di konflik ke depannya).
Rating 8/10 dari segi aspek storytelling.
Rating 7/10 dari segi narasi.
Rating 9 dari segi tone.
Rating 8, pacing aman walau agak terasa cepat, dan bagus karena ini bisa dibilang chapter prolog (pembukaan), dan langsung menanamkan benih konflik.
saranku, bisa dipadatkan jadi lebih simple langsung dekat kepala tokoh utama, agar lebih hidup tokohnya.
Zhang Tian meremas tangannya hingga jari-jari tangan memutih, ia bisa menerima segala hinaan yang tertuju padanya, tapi tidak demikian jika ayahnya diperlakukan sama seperti dirinya.
Mendengar ayahnya direndahkan, mata Zhang Tian menatap dingin.
Itu apa naga petir ungu masuk ke raganya Zhang ?