NovelToon NovelToon
Putri Mafia Di Negeri Asing. Season 3

Putri Mafia Di Negeri Asing. Season 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Roman-Angst Mafia
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Colly Shen berangkat ke luar negeri untuk menjalani hidup baru, namun tanpa sengaja terseret ke dalam organisasi kejahatan yang berbahaya. Di negeri asing, ia harus bertahan dan melindungi dirinya sendiri di tengah ancaman dan pertarungan yang terus datang.

Di sisi lain, kehadiran Colly menarik perhatian beberapa pria—Micheal Xie, sosok dari masa lalunya, Wilbert, calon suaminya, dan seorang ketua organisasi misterius yang awalnya menjadi musuh.

Siapa yang mampu mendapatkan cinta dari Colly Shen yang terkenal dengan sifatnya yang tidak pernah mau mengalah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

“Amy, besok kakak akan pergi bersamamu. Kita harus tunjukkan pada mereka… keluarga Long tidak bisa ditindas. Kita bukan orang lemah,” kata Josep dengan nada tegas.

“Josep, kalau kau ingin membunuhnya, aku tidak melarang,” ucap Jason dingin.

“Tapi jangan lakukan di dalam kampus. Aku tidak ingin nama baik keluarga kita tercemar hanya karena dianggap menindas seorang mahasiswi.”

“Pa, tenang saja. Aku tahu cara mengaturnya,” jawab Josep penuh percaya diri.

“Micheal, apakah kau akan ikut denganku?” tanya Josep.

“Menghadapi seorang mahasiswi saja tidak perlu banyak orang,” jawab Micheal santai sambil meneguk minumannya.

Roland yang sejak tadi diam akhirnya membuka suara.

“Hari ini kita berkumpul untuk membahas pernikahan yang sempat tertunda. Sudah setahun kita menundanya. Sudah waktunya kita bicarakan kembali.”

“Silakan atur yang terbaik. Amy dan Micheal pasangan yang serasi. Aku percaya Micheal bisa melindungi Amy,” ujar Jason.

Roland menoleh ke arah putranya. “Micheal, apa pendapatmu?”

“Aku tidak punya pendapat,” jawab Micheal datar.

Ia berdiri tanpa menunggu reaksi siapa pun, lalu berjalan keluar dari ruangan.

Tatapan Roland mengeras melihat sikap anaknya itu.

“Paman, sepertinya Micheal tidak begitu menyukai adikku,” ujar Josep pelan.

“Sejak dulu sifatnya memang seperti itu, dingin dan tidak banyak bicara. Kalau dia tidak suka, mana mungkin hubungan ini bertahan sampai setahun,” jawab Roland, meski sorot matanya dalam.

Di luar, malam terasa sunyi.

Micheal menyalakan rokoknya dengan pemantik api. Cahaya kecil itu menerangi wajahnya yang tetap tenang dan tanpa ekspresi.

Asap tipis keluar perlahan dari bibirnya.

Ia memasukkan tangannya ke dalam saku jaket, lalu mengeluarkan sebuah gantungan kunci kecil berbentuk bunga.

Di dalamnya… tersimpan sebuah foto.

Tatapan Micheal berubah.

Ia menatap foto itu lama—diam, namun dalam.

Tiba-tiba terdengar suara memanggil.

“Micheal!” seru Amy yang berjalan menghampirinya.

Mendengar suara itu, Micheal langsung menyimpan gantungan kunci tersebut ke dalam saku jaketnya.

“Micheal… aku berharap kita bisa segera menikah,” ucap Amy lembut, lalu memeluknya dari belakang.

Micheal melepaskan tangan wanita itu dengan tenang, lalu berbalik menatap wajah Amy—tepat pada bekas tendangan yang masih terlihat jelas.

Ia terdiam sejenak.

Tangannya terangkat, menyentuh perlahan bekas luka di wajah Amy.

“Micheal… ada apa? Apa wajahku menakutkan?” tanya Amy sedikit gelisah.

“Tendangan ini… dilakukan oleh mahasiswi itu?” tanya Micheal datar.

“Benar! Dia juga menendang perutku dan menamparku. Dendam ini harus aku balas!” jawab Amy penuh amarah.

Micheal tidak langsung menjawab.

Matanya sedikit menyipit, seolah mengingat sesuatu.

"Tendangan tanpa bayangan… tidak semua orang bisa melakukannya. Hanya sedikit yang menguasai teknik ini."

Tatapannya semakin dalam.

“Saranku… jauhi dia,” ucap Micheal akhirnya.

Amy tertegun.

“Tendangan yang dia berikan tadi… hanya dua puluh persen dari kekuatannya,” lanjutnya tenang.

“Andai dia menggunakan seluruh tenaganya… yang kau alami bukan hanya luka ringan. Melainkan… luka parah. Bahkan cacat.”

“Tenang saja. Kakakku juga ahli bela diri. Dia bukan tandingan kakakku,” ujar Amy dengan penuh keyakinan.

Micheal menatapnya datar.

“Kalau aku mengatakan… kakakmu bukan lawannya, apakah kau akan percaya?” tanyanya tenang.

Amy langsung menggeleng.

“Tidak mungkin, Micheal. Dia hanya anak manja yang kasar. Tidak mungkin bisa mengalahkan kakakku,” balas Amy tanpa ragu.

Micheal tersenyum tipis—senyum yang sulit diartikan.

“Aku berani bertaruh… kakakmu akan terluka lebih parah darimu,” ucapnya dingin.

“Tendangan yang dia lakukan… bukan sesuatu yang bisa dipelajari sembarang orang.”

Ia melangkah pergi, lalu berhenti sejenak tanpa menoleh.

“Bahkan… kakakmu pun tidak bisa melakukannya.”

Setelah itu, Micheal benar-benar pergi meninggalkan Amy sendirian.

Amy mengepalkan tangannya kuat-kuat. “Aku tidak percaya… kita lihat saja besok,” gumamnya penuh emosi.

Tatapannya berubah tajam, dipenuhi kebencian.

“Colly Shen… aku akan membuatmu memohon padaku.”

***

Sore itu, suasana kampus mulai sepi.

Mahasiswa satu per satu meninggalkan area kampus, termasuk Colly Shen yang baru saja keluar dari gedung utama. Langkahnya tenang, wajahnya datar seperti biasa—seolah tidak terjadi apa pun hari ini.

Sebuah mobil hitam mewah berhenti tepat di depannya.

Cittt—

Suara rem halus itu membuat beberapa mahasiswa yang masih berada di sekitar menoleh.

Colly menghentikan langkahnya.

Pintu mobil terbuka perlahan.

Seorang pria tinggi dengan aura dingin keluar dari dalam. Jas hitamnya rapi, sorot matanya tajam dan penuh tekanan.

Langkahnya mantap… langsung menuju Colly.

Suasana seketika terasa menegang.

Beberapa mahasiswa berbisik pelan.

“Siapa dia…?”

“Auranya menakutkan sekali."

Namun pria itu sama sekali tidak peduli. Ia berhenti tepat di depan Colly, menghalangi jalannya.

Colly mengangkat sedikit dagunya, menatap pria itu tanpa rasa takut.

“Menyingkir,” ucapnya singkat.

Namun pria itu tidak bergerak.

“Colly Shen,” panggilnya dengan suara berat.

Colly sedikit menyipitkan mata.

“Kau… kakaknya Amy?” tanyanya datar.

Pria itu tidak langsung menjawab. Tatapannya justru turun, memperhatikan kaki Colly sejenak—seolah mengingat sesuatu.

“Kau yang melukai adikku,” lanjut pria itu, suaranya berubah lebih dingin.

"Benar! adikmu tidak berguna sehingga terluka dan hanya bisa menangis seperti anak kecil," jawab Colly.

"Menyinggung keluarga Long tidak akan bisa hidup lama," kecam Josep

"Apakah kau tidak tahu akibat dari menyinggungku? kau akan lebih parah dari adikmu," tantang Colly.

1
Maria Mariati
kaya nyaaaa colly mank jodoh nya Michelle, bukan wilbert, mungkin wilbert harus ngalah demi colly
Tiara Bella
Colly dilawan....
Kinara Widya
hebat kolli
Maria Mariati
kapok sudahlah 👍👍👍
Dame Manalu
mantaf colly
Tiara Bella
hemmm cuma pura-pura ternyata....
Fortu
wkwkwk lucu🤣🤣🤣 pura pura mati ntar almarhum benaran kamu Jason
Fortu
😂😂😂😂😂
Fortu
hahhahaa🤣🤣🤣
Kinara Widya
aduh ternyata pura2 mati...di kabulkan kan sama Colly pak jasson...😂😂😂
Fortu
ah pura pura meninggal s Jason
mau gunakan cara licik
Fortu
Michael telepon sama Little Tiger😃😃
walaupun jauh abangnya pasti tetap pantau siapa lagi kalau bukan Michael yang pantau
Tiara Bella
wah siapa tuh yg tlpnan sm Michael....
Fortu
Diposisi ini saya cuma mau komentar kalau sebenarnya colly agak sombong juga sih.
sudah dibully dapat serangan bertubi-tubi
tapi ga mau kasih info ke keluarganya.
Dia punya kaka yang hebat orang tua juga hebat, tapi soknya kebangetan juga, 🙄🙄seharusnya kasih tau gitu setidaknya ada pengawal bayangan.
punya tunangan juga ga guna cuma bisa melarang doankk, bantuin calon tunangan mu kek, masa berjuang sendiri🙄🙄🙄
Maria Mariati
kaka nya kemana katanya kalo ada apa2 sama colly dia selalu tahu
Tiara Bella
ceritanya bagus...keren pkoknya
Tiara Bella
gk ada yg bantuin Colly apa ya....lehernya udh kegores pisau...
Kustri
☕ngopi sik thor... semangat UP💪
Kustri
yg terakhir, kemeja putih koq ky densu🤭yaa
Tiara Bella
wow visualnya ganteng² semua...😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!