Di wilayah Provinsi Langit Hijau, Klan Long adalah salah satu kekuatan terbesar yang menjunjung tinggi bakat di atas segalanya. Long Yue, pemuda berusia lima belas tahun dari keluarga cabang, dianggap tidak memiliki bakat sama sekali dalam tiga jalur kekuatan utama klan—kultivasi, alkimia, maupun pembentukan formasi. Ia hidup dalam keterasingan, penghinaan, dan diasingkan oleh seluruh anggota klan bahkan keluarganya sendiri karena dianggap beban yang tidak berguna. Saat kepala klan mengusulkannya untuk dibuang di pertemuan tahunan, Long Yue dengan berani mengumumkan kepergiannya secara sukarela dan bersumpah akan kembali sebagai sosok terhebat yang pernah ada.
apa yang akan terjadi selanjutnya.?
dan akankah Long Yue berhasil membuktikan kepada klan nya.?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11:Naga Tanah Api Ungu — Binatang Buas Tingkat Lima.
Jantung Long Yue berdebar kencang, namun bukan karena ketakutan semata, melainkan karena rasa hormat dan kewaspadaan. Tingkat Lima berarti masuk ke dalam tingkatan Energi Inti. Jarak antara Pembentukan Energi Tingkat 3 dan Energi Inti Tingkat 1 ibarat jarak antara bumi dan langit. Binatang ini sudah memiliki inti energi yang padat, kekuatan fisik yang dahsyat, dan bisa mengendalikan elemen api sepenuhnya. Satu semburan apinya saja sudah cukup untuk membakar habis sebuah rumah besar.
"Dia adalah penjaga Api Ungu Surgawi. Tidak mungkin aku bisa mengambilnya tanpa berhadapan dengannya," batin Long Yue. Ia mengamati makhluk itu dengan saksama, mencari celah seperti biasa.
Dari pengetahuannya tentang sifat elemen api dan makhluk api, Long Yue tahu bahwa meski makhluk ini sangat kuat, ia memiliki satu kelemahan besar: ia sangat terikat pada sumber api itu. Ia tidak bisa pergi jauh dari lubang kawah itu, dan kekuatan terbesarnya hanya ada saat ia berada di dekat sumber panas itu. Jika ia bisa memancingnya keluar sedikit saja, kekuatannya akan sedikit melemah.
Selain itu, Long Yue memiliki keunggulan terbesar: tubuhnya yang murni dan seimbang, serta pemahamannya mendalam tentang sifat energi. Api itu sifatnya naik, menyebar, dan memusat. Jika ia bisa mengendalikan aliran energi di sekitarnya, ia bisa membuat api musuh menjadi tidak berguna atau bahkan berbalik menyerang tuannya sendiri.
Long Yue mulai menyusun rencananya. Ia tidak akan menyerang langsung. Ia akan menggunakan Jalur Formasi untuk mengubah aliran panas di lembah ini.
Ia bergerak mengelilingi kawasan itu, menempatkan batu-batu besar dan pecahan tanah keras di posisi-posisi strategis sesuai pola Formasi Pembelok Panas. Formasi ini akan mengarahkan aliran panas yang naik dari kawah ke arah tertentu, sehingga saat pertarungan dimulai, ia bisa mengganggu pasokan energi makhluk itu. Ia juga menyiapkan pola pertahanan sederhana di sekeliling dirinya agar tidak terbakar oleh suhu udara yang ekstrem.
Setelah segalanya siap, Long Yue mengambil napas panjang, lalu dengan keras ia membenturkan gagang pedangnya ke sebuah batu besar. Suara dentuman keras bergema di seluruh lembah, memecah kesunyian.
Naga Tanah Api Ungu itu langsung mengangkat kepalanya. Matanya yang besar dan menyala merah menatap tajam ke arah Long Yue. Ia menggeram dalam, suara yang terdengar seperti gemuruh guntur di dalam tanah. Asap ungu keluar dari lubang hidungnya, dan api di sekujur tubuhnya menyala semakin terang. Ia bangkit berdiri, kakinya yang berat menghentak tanah hingga bergetar hebat.
"Keluarlah, makhluk besar," ucap Long Yue lantang, suaranya tenang namun tegas. "Hari ini aku datang untuk mengambil apa yang menjadi hakku sebagai pewaris tiga keahlian."
Naga Tanah itu tidak mengerti ucapan manusia, tapi ia mengerti kehadiran asing yang berani mengganggu wilayahnya. Dengan geraman marah, ia melompat maju secepat kilat, tubuh besarnya meluncur di atas tanah panas seolah tidak memiliki berat. Mulutnya terbuka lebar, dan seketika itu juga, seberkas api besar berwarna merah ungu menyembur keluar, menyapu seluruh wilayah tempat Long Yue berdiri.
Wusss!
Api itu sangat panas, hingga tanah dan batu yang terkena langsung meleleh menjadi cairan. Namun, Long Yue sudah bersiap. Saat api itu datang, ia mengaktifkan Formasi Pembelok Panas yang ia buat. Aliran panas yang bergerak lurus itu tiba-tiba berbelok mengikuti jalur yang sudah ia atur, menyebar ke kiri dan kanan, melewati sisi kiri dan kanan tubuhnya tanpa menyentuh sedikit pun.
Pada saat yang sama, Long Yue berlari maju mendekati makhluk itu, tidak mundur seperti yang diduga musuh. Di tangannya, ia sudah menggenggam segenggam debu yang ia campur dari beberapa tanaman khusus dan tanah liat basah — campuran sederhana dari pengetahuan alkemi yang berfungsi menekan dan mendinginkan panas untuk sementara waktu.
Saat jarak keduanya tinggal sepuluh langkah, tepat saat Naga Tanah itu hendak mengayunkan ekor durinya yang mematikan, Long Yue melemparkan seluruh isi tangannya tepat ke arah kepala dan lubang hidung makhluk itu.
Plaak!
Campuran debu dan tanah itu menabrak kulit keras makhluk itu, dan seketika terjadi reaksi. Suara mendesis keras terdengar, uap putih naik ke udara. Sifat penekan panas dari campuran itu langsung bekerja, membuat api di sekujur tubuh Naga Tanah itu sedikit redup, dan tubuhnya seolah kaku sejenak karena perubahan suhu yang drastis.
"Kesempatan!" seru Long Yue dalam hati.
Ia melompat tinggi ke udara, mengalirkan seluruh energi Pembentukan Energi Tingkat 3 ke sekujur tubuhnya, terutama ke kakinya dan ke bilah pedangnya. Menggunakan teknik Tusukan Menembus Benda dari Jalur Penempaan, ia memadatkan seluruh kekuatannya ke ujung pedang, membentuk pola segitiga tajam ganda yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Sasarannya bukan kepala atau jantung, melainkan celah di antara sisik-sisik keras di leher bawah — satu-satunya bagian yang tidak tertutup sempurna dan menjadi jalur utama aliran energi api ke seluruh tubuh.
"Dor!"
Pedang tua itu, yang kini sudah diperkuat pemahaman penempaan, menembus masuk ke dalam celah itu hingga sepertiga bilahnya. Darah berwarna merah panas bercampur cairan api memancut keluar deras, membakar lengan dan bahu Long Yue, tapi ia menahan rasa sakit itu sekuat tenaga, memutar bilah pedang di dalam luka itu untuk merusak jalur energi makhluk itu sepenuhnya.
Naga Tanah Api Ungu itu menderu keras memecah langit. Rasa sakit yang luar biasa membuatnya mengamuk hebat, tubuhnya berguling-guling di tanah, memukul dan membakar apa saja di sekitarnya. Ia berusaha melepaskan diri, berusaha menarik kembali kekuatannya, tapi jalur utamanya sudah terputus. Kekuatan Tingkat Lima yang dahsyat itu perlahan menyusut dan menjadi kacau.
Long Yue terlempar jauh oleh hentakan tubuh makhluk itu, jatuh berguling di tanah panas, namun ia segera bangkit kembali. Ia tahu pertarungan belum selesai. Makhluk itu masih hidup dan sangat berbahaya.
Namun, karena jalur energinya rusak, Naga Tanah itu tidak bisa lagi mempertahankan wujudnya. Api di tubuhnya perlahan padam, warnanya memudar, dan tubuh besarnya perlahan meleleh menjadi cairan kental yang berwarna merah ungu, mengalir kembali menuju lubang kawah di tengah lembah. Cairan itu berputar-putar di mulut lubang, lalu perlahan menyatu dan memadat menjadi sebuah nyala api kecil seukuran ibu jari, berwarna ungu murni yang indah, berdenyut lembut seolah memiliki napas sendiri.