NovelToon NovelToon
Dunia Terlalu Kejam Untuk Aku Yang Sendirian

Dunia Terlalu Kejam Untuk Aku Yang Sendirian

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Kehidupan di Kantor / Penyesalan Suami
Popularitas:438
Nilai: 5
Nama Author: Agnura

karya ini aku buat atas pemikiran aku sendiri,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HUJAN YANG MEMBAWA TAKDIR

"Huh, semoga tidak terlalu macet," gumam Key cemas sambil menyalakan wiper. Bilah karet itu bekerja keras menyapu air hujan yang turun bagai ditumpahkan dari langit.

Visibilitas di jalan menurun drastis. Lalu lintas yang tadi lancar kini berubah menjadi antrean panjang kendaraan yang bergerak merayap. Suara klakson bersahut-sahutan, suara air yang terciprat dari ban mobil lain menciptakan suasana yang sedikit menegangkan.

Key menggenggam setir dengan kedua tangan, matanya fokus menatap jalanan. Jam di dasbor menunjukkan pukul 11.45. Waktu terus berjalan, dan target waktu pengiriman semakin dekat. Rasa khawatir mulai menyelinap. "Ya Tuhan, lancarkan lah perjalanan ini," doanya dalam hati.

Butuh waktu hampir 40 menit yang terasa seperti berjam-jam, akhirnya mobil Key berhasil memasuki area parkir gedung pencakar langit yang megah. Plakat besar bertuliskan PT GEMILANG GROUP berdiri kokoh dan gagah di depan pintu masuk utama.

Key segera memarkirkan mobilnya. Tanpa menunggu hujan reda, ia membuka payung kecilnya dan berlari kecil menuju lobi, namun tetap berhati-hati agar kotak-kotak kue di tangannya tidak terguncang atau terkena air. Meski payung sudah dibuka, ujung rambut dan bahu blazernya tetap saja basah terkena percikan air.

Ia masuk ke dalam lobi yang ber-AC sangat dingin. Resepsionis yang berdiri di belakang meja besar tampak rapi dan formal.

"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu, Bu?" tanya resepsionis itu sopan.

"Selamat siang Mbak. Saya dari Sweety Bakery, mau mengantar pesanan kue untuk meeting di lantai 3," jawab Key sambil tersenyum, berusaha terlihat profesional meski penampilannya sedikit berantakan karena hujan.

"Oh, iya benar. Pesanannya sudah ditunggu. Mari saya antar ke ruang rapat," kata resepsionis itu ramah.

Key mengikuti langkah resepsionis menuju lift. Jantungnya berdegup kencang, bukan hanya karena berlari, tapi karena rasa gugup menghadapi klien besar. Lift terbuka di lantai 3. Mereka berjalan menyusuri koridor yang panjang, bersih, dan sangat sunyi.

Hingga mereka berhenti di sebuah pintu kayu tebal. Resepsionis mengetuk pelan, lalu yang membuka pintu adalah Rifa, Rifa ini adalah asisten dari perusahaan tersebut, pa maaf ini kue pesanan yang tadi dipesan oleh perusahaan, saya yang mengantarkannya, sahut key, Rifa menjawab iya mbak terima kasih, pembayarannya lewat transfer aja ya, nanti dikirimkan saja ke kasir yang ada di depan nomor rekeningnya, baik pak kalau begitu saya pamit dulu,

dan hari itu pun berlalu.

Pagi pun tiba, sinar matahari menerobos perlahan di antara celah tirai jendela, menyapu permukaan meja kayu yang berantakan dengan berbagai resep dan catatan pesanan. Udara masih terasa sejuk, bercampur dengan aroma lembut kopi yang baru diseduh yang tercium samar dari sudut ruangan. Key menghela napas panjang, menatap jam dinding—pukul delapan lewat dua belas menit. Sudah waktunya bersiap.

Hari ini menandai kunjungan keduanya ke PT Gemilang, sebuah perusahaan besar yang beberapa hari lalu memesan ratusan kue dari Sweety Bakery, toko tempatnya bekerja. Orderan kali ini jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya. Ternyata, setelah acara meeting pertama, banyak rekan bisnis yang terkesan dan merekomendasikan toko mereka ke perusahaan lain. Ini adalah kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan.

Key tersenyum kecil sambil merapikan rambut panjangnya ke dalam cepolan yang rapi. Ia menatap pantulan dirinya di cermin, mengenakan apron berwarna krem muda dengan bordiran logo toko yang elegan.

“Kayaknya mereka suka banget sama kue buatan toko kita,” gumamnya pelan, mencoba menenangkan debaran jantungnya yang sedikit tak menentu. Ada rasa bangga, tapi juga rasa gugup yang tak bisa dijelaskan.

Tak lama kemudian, mobil pengantaran sudah tiba di depan. Dua staf bagian pengiriman membantunya memuat dus-dus besar ke dalam bagasi.

“Bu Key, ini daftar orderannya semua udah dicek ya. Ada tambahan beberapa box cookies premium juga dari bagian display,” kata salah satu staf sambil menyerahkan kertas catatan.

1
EvhaLynn
Saya Sangat Menyukai Cerita Novel Mu, Semangat Ya Berkarya.
😉🤍
Agnura Lestari 🍑
siap say otw
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!