NovelToon NovelToon
Cewek Badung Vs Cowok Kaku

Cewek Badung Vs Cowok Kaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Komedi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: exozi

CEWEK BADUNG VS COWOK KAKU

AYUNDA
Cantik, manis, dan bergaya kece abis... tapi kelakuannya liar!
Mulutnya tajam, berani, dan paling benci diatur-atur.
"Badung? Yeah, that's me."
Dia cewek yang hidup sesuka hati, nggak peduli omongan orang, dan siap melabrak siapa saja yang berani cari gara-gara.

GIOVANI
Ganteng, kaya, dan selalu tampil sempurna... tapi kaku setengah mati!
Hidupnya penuh aturan, rapi, dan terjadwal kayak robot.
"Terlalu diatur, terlalu sulit dimengerti."
Dia tipe cowok yang alergi sama kekacauan, apalagi sama cewek rusuh kayak Ayunda.

Dua kepribadian. Satu konflik yang tak terhindarkan.

Lo badung, gue kaku.
Kita emang mustahil.
Satu mau bebas, satu mau aturan.
Satu bawa kekacauan, satu bawa masalah.

Tapi entah kenapa... dua kutub yang saling tolak ini, selalu saja ketemu di titik yang sama.

Apakah si Badung bisa meluluhkan si Kaku?
Atau malah si Kaku yang bakal ikut rusuh karena si Badung?

A hate-love romance that you can't miss! ❤️🔥

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon exozi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAAFIN GUE YA...

Waktu terus berjalan. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Tapi bagi Ayunda, waktu terasa berjalan sangat lambat, sangat menyiksa, dan terasa begitu hampa.

Sudah hampir setahun Gio pergi. Setahun penuh tanpa kabar, setahun penuh tanpa pesan, dan setahun penuh tanpa kehadiran sosok itu di sisinya.

Kehidupan Ayunda berubah kembali menjadi monoton. Dia kembali menjadi Ayunda yang badung dan galak di depan orang lain, dia tetap tertawa keras dan berkelakar dengan teman-temannya. Tapi semua itu hanyalah topeng. Hanya dia yang tahu, bahwa di dalam kamar sendirian, hatinya masih sama kosongnya.

Rindu itu tidak hilang. Rindu itu tidak pudar. Justru semakin lama dipendam, semakin berat rasanya menekan dada.

Ayunda sering sekali melamun. Matanya menatap layar HP yang gelap, jari-jarinya sering sekali mengetik nama 'Gio' di kolom chat, tapi tidak pernah sampai terkirim. Dia berhenti di situ, menghapusnya lagi, dan menghela napas panjang penuh penyesalan.

Dia ingin menghubungi. Dia ingin bertanya "Kamu gimana?", "Kamu sehat?", "Kamu kangen gue gak?". Tapi dia sadar posisinya. Dia sadar mereka cuma sepupu, dan mereka harus berjarak.

 

Hari itu hujan turun sangat deras. Cuaca yang selalu mengingatkannya pada momen-momen terakhir mereka di rumah Gio. Ayunda sedang tidak enak badan. Badannya panas dingin, kepalanya pusing, dan perasaannya campur aduk tidak karuan.

Karena terlalu lelah dan mungkin karena kurang menjaga kesehatan, tiba-tiba pandangan Ayunda menjadi kabur. Kakinya lemas, dan sebelum sempat mencapai tempat tidur, tubuhnya ambruk dan jatuh pingsan di lantai.

 

Saat Ayunda terbangun, dia sudah mendapati dirinya terbaring di rumah sakit. Ruangan berwarna putih bersih, bau obat yang menyengat, dan wajah cemas kedua orang tuanya yang menatapnya.

"Bu... Pak..." panggilnya lemah.

"Alhamdulillah kamu sadar juga nak..." Ibu langsung memegang tangan Ayunda sambil menangis lega. "Kamu bikin takut aja! Tensi kamu drop parah, badan kamu lemes banget. Dokter bilang kamu kurang istirahat dan terlalu banyak pikiran."

Ayunda hanya tersenyum kecut. Memang benar. Dia sakit bukan cuma karena fisik, tapi karena hatinya yang juga sedang sakit-sakitnya.

Tapi di saat itulah, HP milik Ayunda yang ditaruh di nakas berdering nyaring. Layar menyala, dan nama yang selama ini dia rindukan tertera jelas di sana.

"Gio ❤️"

Jantung Ayunda berdegup kencang sekali. Tangannya gemetar. Dia buru-buru mengambil HP itu, menggeser tombol hijau dengan tangan yang dingin dan bergetar.

"Halo..." suaranya parau dan lemah.

Di seberang sana, terdengar napas memburu yang terdengar jelas lewat sambungan telepon itu. Suara Gio terdengar sangat panik, sangat cemas, dan terdengar sangat takut.

"YUNDA?! AYUNDA?! KAMU GAPAPA NAK?!" teriak Gio dari seberang sana, suaranya pecah dan terdengar sangat khawatir. "Tadi Papa nelpon aku bilang kamu masuk RS?! Kamu kenapa?! Kenapa bisa jatuh sakit?! Jawab aku Yun please!"

Mendengar suara itu lagi... suara yang sudah setahun tidak dia dengar, suara yang selalu dia rindukan setiap malam... pertahanan Ayunda langsung runtuh seketika.

Air matanya meluncur deras tanpa bisa ditahan. Dadanya sesak, rasanya ingin menangis sejadi-jadinya.

"Gio..." panggilnya pelan, suaranya bergetar hebat. "Gio... lo ada di sana... lo denger gue kan..."

"Iya aku denger! Aku denger semuanya!" jawab Gio cepat, terdengar isak tangis tertahan di sana. "Ya Allah kenapa kamu jadi sakit gini sih?! Kenapa kamu gak jaga diri baik-baik?! Aku jauh di sini Yun... aku gak bisa apa-apa! Aku gak bisa peluk kamu, aku gak bisa jagain kamu kayak dulu! Rasanya panik banget denger kamu sakit!"

Suara Gio pecah. Cowok yang biasanya kuat dan keren itu, sekarang menangis tersedu-sedu di telepon.

"Salah aku... semuanya salah aku..." gumam Gio pilu. "Seharusnya aku ada di sana. Seharusnya aku yang jagain kamu. Kenapa aku ninggalin kamu sendirian kayak gini..."

Ayunda menggeleng-geleng meski Gio tidak bisa melihatnya.

"Bukan salah lo Gio... bukan..." jawab Ayunda lemah. "Gue cuma... gue cuma kangen banget sama lo. Gue kangen banget sampe rasanya sakit fisik gini. Gue lelah Gio... gue lelah pura-pura kuat, gue lelah pura-pura baik-baik aja padahal hati gue hancur."

"Yun..."

"Maafin gue ya Gio..." suara Ayunda pecah, isak tangisnya semakin keras. "Maafin gue karena selama ini gue masih sayang sama lo. Maafin gue karena gue gak bisa berhenti cinta sama lo walaupun kita keluarga. Maafin gue karena gue lemah..."

Ayunda memejamkan matanya erat-erat, air mata membasahi bantal.

"Maafin gue karena gue masih berharap... masih berharap suatu saat nanti takdir bakal baik sama kita. Maafin gue yang egois..."

Di seberang telepon, Gio menangis tak kalah pilunya. Kata-kata Ayunda itu menusuk jantungnya sangat dalam, membuat rasa bersalahnya meledak luar biasa.

"Gak... gak usah minta maaf sayang... gak usah..." bisik Gio dengan suara serak dan hancur. "Gak ada yang salah sama perasaan kamu. Gak ada yang salah sama cinta kamu. Aku juga... aku juga sama persis kayak kamu Yun."

Gio menarik napas panjang mencoba menenangkan diri tapi gagal.

"Aku juga kangen kamu setengah mati. Aku juga setiap hari berdoa biar kamu bahagia. Aku juga masih sayang sama kamu lebih dari apapun. Maafin aku ya Yun... maafin aku yang ninggalin kamu. Maafin aku yang harus jauh dari kamu."

"Balik Gio... please balik..." rintih Ayunda memelas. "Gue butuh lo... gue butuh lo di sini."

"Sabar ya sayang... sebentar lagi... sebentar lagi aku janji aku bakal pulang. Aku bakal cepet-cepet selesaiin semua urusan aku di sini, terus aku terbang balik ke sana. Aku janji aku bakal jagain kamu lagi."

Gio berbicara dengan nada yang sangat lembut, mencoba menenangkan pacar... eh, maksudnya mencoba menenangkan adiknya yang sedang rapuh itu.

"Skarang kamu harus istirahat ya. Makan obatnya, minum air yang banyak, dan sembuh ya. Jangan bikin aku makin panik lagi ya. Aku di sini selalu doain kamu setiap detik."

"Iya..." jawab Ayunda pelan, matanya mulai terasa berat. "Iya Gio... aku janji sembuh. Lo juga jangan nangis terus ya..."

"Aku gak nangis... ini cuma air mata kangen doang."

Mereka berdua tersenyum sedih lewat telepon. Meskipun terpisah ribuan kilometer, terpisah benua, tapi saat itu rasa sayang itu terasa begitu nyata, begitu kuat, dan menjangkau satu sama lain.

"Tidur ya sayang... aku temenin kamu nelponan sampe kamu bobo."

"Iya... selamat malam Gio..."

"Selamat malam Ayunda..."

Panggilan itu tidak dimatikan. Suara napas mereka terdengar bergantian di seberang sana, menjadi penenang bagi hati yang sedang luka.

Maaf telah terucap. Rindu telah tersampaikan. Dan mereka sadar, mencintai dalam jarak itu sakit, tapi jauh lebih sakit jika harus melupakan sama sekali.

1
Alex
meleleh abanng🥳
Alex
love sekebon gio🥰🥰
shabiru Al
ok mampir nih... moga aja seru gak ngebosenin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!