NovelToon NovelToon
Sial! Aku Bereinkarnasi Jadi Penjinak Cacing Terlemah

Sial! Aku Bereinkarnasi Jadi Penjinak Cacing Terlemah

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Reinkarnasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: By Magus

Mati karena kelelahan melayani 10 istri cantik? Itu adalah akhir paling konyol dalam hidup Arka. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua. Ia terlahir kembali sebagai Reno, seorang pemuda miskin di desa terpencil dunia Beast Tamer.
Di dunia di mana kekuatan ditentukan oleh hewan kontrak, Reno justru menjadi bahan tertawaan karena hanya mampu menjinakkan seekor cacing tanah kecil yang lemas. Semua orang menghinanya, menganggap masa depannya telah berakhir sebagai petani rendahan.
Tapi mereka tidak tahu... cacing itu bukanlah cacing biasa. Di dalam tubuh kecil itu, bersemayam jiwa Nidhogg, Naga Kuno legendaris yang pernah memusnahkan sebuah negara dalam satu malam!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Magus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertempuran Tiga Arah

Episode 34

Rasa perih yang membakar menjalar dari bahu kiri Reno hingga ke ujung jari jarinya. Anak panah perak itu tertanam cukup dalam, dan Reno bisa merasakan sensasi berdenyut yang tidak wajar tanda bahwa ada sihir pengikat yang bekerja di dalam darahnya. Ia terjatuh di atas tanah lembap, hanya beberapa meter dari tubuh Kelabang Tulang Raksasa yang kini sedang mengamuk karena kristal di kepalanya retak.

"Ugh..." Reno mengerang, tangannya mencengkeram tanah. Ia melirik ke arah anak panah itu. Cairan hitam mulai merembes keluar dari luka, tanda bahwa panah itu juga mengandung racun korosif.

"RENO! Jangan dicabut dulu! Panah itu mengunci aliran energimu. Jika kau mencabutnya tanpa persiapan, kau akan kehilangan kesadaran!" Nidhogg berseru dengan nada panik di dalam kepala Reno.

Dari balik kabut yang pekat, sesosok pria berjalan keluar dengan santai. Ia mengenakan jubah biru tua khas elit Gerhana Hitam, namun wajahnya tertutup topeng porselen putih polos tanpa lubang mata. Di tangannya, ia memegang sebuah busur panjang yang terbuat dari tulang binatang buas.

"Namaku Silas," pria bertopeng itu memperkenalkan diri. Suaranya sangat halus, hampir seperti bisikan angin. "Aku sudah mengamatimu sejak kau mengalahkan Vance. Kau memiliki potensi yang besar, Reno. Tapi sayang, kau membawa sesuatu yang tidak seharusnya dimiliki oleh anak petani seperti dirimu."

Silas mengangkat busurnya lagi, meskipun ia tidak bisa melihat dengan mata biasa, ia mengunci posisi Reno dengan energi mentalnya. "Serahkan cacing itu dan biarkan aku mengambil kristal di kepala kelabang itu. Jika kau patuh, aku akan memberimu kematian yang tidak menyakitkan."

Reno menyeringai, meskipun wajahnya pucat karena kehilangan darah. "Kematian yang tidak menyakitkan? Di dunia bisnis, itu disebut tawaran yang sangat buruk. Aku lebih suka mengambil semuanya dan membiarkanmu pulang dengan tangan kosong."

"Sombong sekali," desis Silas.

KREEEKKK!

Belum sempat Silas melepaskan anak panahnya yang kedua, Kelabang Tulang Raksasa itu bangkit kembali. Karena kristalnya retak, energi naga di dalamnya mulai merembes keluar secara liar, menyelimuti tubuh tulang putihnya dengan aura ungu yang tidak stabil. Kelabang itu tidak lagi menyerang berdasarkan insting; ia menyerang apa pun yang mengeluarkan energi di sekitarnya.

Kelabang itu mengibaskan ekornya yang menyerupai gada tulang ke arah Silas.

BAM!

Silas melompat ke belakang dengan kelincahan yang luar biasa, menghindari hantaman yang menghancurkan beberapa pohon besar di belakangnya. "Binatang mati ini... berani menggangguku?"

Kini, pertempuran tiga arah dimulai. Kelabang raksasa itu berada di tengah, menyerang Reno dan Silas secara bergantian dengan kaki-kaki pedangnya yang berjumlah ratusan.

Reno menggunakan kesempatan itu untuk bersembunyi di balik bongkahan batu besar. Ia memaksakan dirinya untuk duduk bersila. "Nidhogg, kita tidak punya banyak waktu. Kelabang itu akan meledak jika energinya terus bocor, dan Silas menungguku melemah."

"Reno, aku punya rencana gila," bisik Nidhogg. "Salurkan sisa energi Arus Bumi mu ke arah panah itu. Aku akan menggunakan tubuhku sebagai konduktor untuk menyedot racunnya, tapi sebagai gantinya, aku akan masuk ke dalam aliran darahmu selama beberapa menit. Kau akan merasakan sakit yang luar biasa, tapi kau akan mendapatkan kekuatan fisik naga secara langsung!"

Reno menelan ludah. "Lakukan. Aku sudah terbiasa dengan rasa sakit."

Nidhogg merayap menuju bahu Reno, lalu dengan cepat menggigit area di sekitar luka panah tersebut.

"ARGGHHHHH!" Reno membekap mulutnya sendiri agar tidak berteriak.

Ia merasa seolah olah ada ribuan jarum es yang mengalir melalui pembuluh darahnya. Tubuh Reno mulai bergetar hebat. Di bawah kulitnya, terlihat semacam cahaya ungu yang merambat dari bahu ke seluruh tubuhnya. Pupil matanya perlahan berubah menjadi emas kemerahan, dan kuku kukunya mulai menajam secara tidak wajar.

Sementara itu, Silas sedang sibuk menghindari amukan Kelabang Tulang. Ia melepaskan rentetan anak panah cahaya yang menghantam ruas-ruas tulang kelabang, namun makhluk itu seolah tidak merasakan sakit.

"Gagak Bayangan, keluar!" Silas memanggil binatang kontraknya. Seekor burung gagak besar muncul, namun berbeda dengan milik Dante, gagak ini memiliki tiga sayap dan bisa mengeluarkan kabut ilusi yang sangat pekat.

"Hancurkan kristalnya!" perintah Silas.

Gagak itu menukik tajam menuju kepala kelabang. Namun, tepat sebelum gagak itu sampai, sebuah bongkahan batu besar melayang di udara dan menghantam gagak tersebut hingga terlempar ke dinding gua.

Silas menoleh, terkejut. "Siapa itu?!"

Dari balik debu dan kabut, Reno berjalan keluar. Ia sudah mencabut panah perak dari bahunya. Lukanya tidak lagi mengeluarkan darah hitam, melainkan tertutup oleh sisik hitam tipis yang tumbuh secara ajaib. Tubuh Reno kini dikelilingi oleh aura hitam yang sangat padat, dan setiap langkahnya meninggalkan retakan di lantai batu.

"Kau..." Silas terbelalak. "Bagaimana kau bisa menetralisir racun Layu Jiwa dalam waktu sesingkat itu?"

Reno tidak menjawab. Kecepatannya sekarang sudah melampaui batas manusia tingkat Perunggu. Dalam sekejap, ia sudah berada di depan Silas.

BAM!

Reno melayangkan sebuah pukulan yang dibalut energi naga hitam. Silas hanya sempat mengangkat busurnya untuk menangkis.

KRAK!

Busur tulang yang sangat kuat itu retak. Silas terlempar ke belakang, menabrak pilar batu dengan kekuatan yang luar biasa. "Kekuatan fisik ini... ini tidak mungkin milik seorang murid tingkat pertama!"

Reno tidak berhenti. Ia menyadari bahwa kekuatannya saat ini hanya bersifat sementara karena Nidhogg sedang berada di dalam darahnya. Ia harus segera menyelesaikan ini.

"Nidhogg, sekarang! Penyerapan Final!"

Reno melompat ke arah kepala kelabang yang sedang bingung. Ia tidak lagi menggunakan sabit, melainkan langsung mencengkeram kristal ungu yang retak itu dengan tangan kanannya yang bersisik.

SHHHHZZZZZ!

Energi fragmen naga mulai mengalir masuk ke dalam tubuh Reno dengan volume yang sangat besar. Kelabang itu meronta ronta dengan gila, mencoba melemparkan Reno, namun tangan Reno seolah-olah sudah menyatu dengan kristal tersebut.

"Dapatkan... fragmennya... SEKARANG!" teriak Reno.

BOOM!

Sebuah ledakan cahaya ungu membutakan seluruh area gua. Tekanan energinya begitu besar hingga menyapu kabut di dalam gua tersebut dan melempar Silas serta Baron yang bersembunyi hingga pingsan.

Kelabang Tulang Raksasa itu perlahan-lahan hancur menjadi debu putih yang berserakan. Kristal di kepalanya lenyap, sepenuhnya terserap ke dalam tubuh Reno.

Reno jatuh berlutut. Tubuhnya kembali normal, sisik sisiknya menghilang, dan Nidhogg keluar dari mulut Reno dalam bentuk seekor ular hitam kecil yang kini memiliki sepasang sayap naga yang lebih sempurna.

"Reno... kita berhasil... fragmen kedua... sudah menyatu..." Nidhogg berkata dengan suara yang sangat lelah, sebelum akhirnya ia pingsan di telapak tangan Reno.

Reno juga merasa kesadarannya mulai memudar. Seluruh ototnya terasa seperti ditarik paksa. Namun, di tengah pandangannya yang kabur, ia melihat Silas masih mencoba untuk bangkit di kejauhan.

Sial... dia masih hidup... batin Reno.

Namun, sebelum Silas bisa menyerang lagi, sebuah bayangan perak mendarat di tengah gua. Itu adalah Instruktur Raka. Ia melihat kehancuran di sekelilingnya, lalu menatap Reno yang sedang sekarat.

"Reno, kau benar-benar tahu cara membuatku repot," ucap Raka pelan. Ia menoleh ke arah Silas yang ketakutan melihat kedatangannya.

"Raka... kau... kenapa kau melindungi bocah ini?" tanya Silas dengan suara gemetar.

"Karena dia adalah investasiku," jawab Raka dingin. Dengan satu gerakan cepat, Raka melepaskan gelombang energi mental yang membuat Silas seketika tidak sadarkan diri.

Raka berjalan mendekati Reno, mengangkat tubuh Reno yang sudah tidak berdaya. Ia melihat lencana pangeran yang jatuh di samping Reno.

"Sepertinya panggung di Lembah Kabut ini sudah berakhir untuk hari ini," gumam Raka. "Mari kita lihat apakah kau bisa bertahan dari proses evolusi fragmen kedua ini, Reno. Jika kau berhasil, kau bukan lagi pion... kau adalah raja baru di papan catur ini."

Raka membawa Reno pergi, meninggalkan debu kelabang dan misteri pertempuran yang akan menggemparkan seluruh akademi di hari esok.

Di atas langit lembah, mata elang pengawas akademi hanya melihat kabut yang kembali menutup, tidak menyadari bahwa sebuah kekuatan purba baru saja terbangun dari tidurnya yang seribu tahun.

1
Bambang Hartono
lanjutkan
Jack Strom
Tanggung dah... 😁
Jack Strom
Hmmm... 🤔
Jack Strom
Biasa, lawan berlapis... hehehe 😛
Jack Strom
Hajar!!! 😁
Jack Strom
Wow, alasan Raka sangat logis... Tapi, benarkah? 🤔
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Aneh... 😁
Jack Strom
Keren... 😁
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Mantap.. 😁
Jack Strom
Waduh, Raka mulai mengancam... 🤔
Jack Strom
Sandiwara satu babak kah dengan Bagas? 🤔
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Ayo, bertarung... 😁
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Ayo, berpetualang... 😁
Jack Strom
Keren... 😁
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Aduh, sumber masalah jadi lolos... 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!