karya ini aku buat atas pemikiran aku sendiri,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEY DICULIK OLEH ORANG SURUHAN NYA KEN
Malam itu terasa lebih dingin dari biasanya.
Langit gelap tanpa bintang, seolah ikut menutupi luka yang baru saja dialami Key. Ia berjalan sendirian di tepi jalan, langkahnya berat, pikirannya kacau. Kata-kata Ken masih terngiang jelas di kepalanya—setiap kalimat seperti pisau yang terus mengiris tanpa henti.
Ia mencoba menenangkan diri, menarik napas panjang, tetapi dadanya tetap terasa sesak. Air matanya kembali jatuh tanpa bisa ditahan.
“Ternyata… segampang itu ya,” gumamnya lirih. “Segampang itu kamu percaya sama dia…”
Langkahnya terhenti sejenak. Ia menatap kosong ke depan, tidak menyadari bahwa dari kejauhan, ada sepasang mata yang mengawasinya.
Sementara itu, di tempat lain, Ken berdiri dengan wajah dingin. Amarahnya belum padam. Bayangan Sera yang menangis, pipinya memerah karena tamparan, terus terulang di pikirannya.
“Aku tidak akan membiarkan dia lolos begitu saja,” ucapnya rendah, penuh tekanan.
Seseorang berdiri di depannya, menunduk hormat. “Perintah Anda jelas, Tuan.”
Ken mengalihkan pandangannya, rahangnya mengeras. “Buat dia mengerti… apa akibatnya menyakiti orang yang seharusnya tidak dia sentuh.”
Nada suaranya dingin, tanpa ragu. Keputusan sudah diambil.
Dan malam itu… nasib Key berubah.
—
Key bahkan tidak sempat menyadari apa yang terjadi.
Langkahnya yang sudah lelah tiba-tiba terhenti saat seseorang menariknya dari belakang. Dunia terasa berputar dalam hitungan detik. Ia mencoba melawan, tetapi tenaganya terkuras habis oleh emosi dan kelelahan.
“Lepasin aku!” teriaknya, suaranya bergetar.
Namun jawabannya hanyalah keheningan dan genggaman yang semakin kuat.
Segalanya menjadi gelap.
—
Ketika Key membuka matanya, ia sudah berada di tempat asing. Ruangan itu dingin, sepi, dan terasa menekan. Kepalanya terasa berat, tubuhnya lemah, dan rasa nyeri menjalar di setiap bagian tubuhnya.
Ia mencoba bergerak, tetapi langsung meringis.
“Akh…!”
Rasa sakit itu nyata. Terlalu nyata.
Langkah kaki terdengar mendekat. Key mengangkat wajahnya dengan susah payah. Beberapa orang berdiri di depannya, tatapan mereka dingin, tanpa empati.
“Sadar juga akhirnya,” salah satu dari mereka berkata dengan nada datar.
Key menatap mereka dengan napas tersengal. “Kalian… siapa…?”
Tidak ada jawaban. Hanya keheningan yang menyesakkan.
Detik-detik berikutnya terasa seperti mimpi buruk yang tidak berujung. Key berusaha bertahan, menggertakkan giginya setiap kali rasa sakit datang menghantam. Tidak ada belas kasihan. Tidak ada jeda.
Namun yang lebih menyakitkan bukan hanya apa yang ia rasakan secara fisik—melainkan kenyataan di balik semua ini.
Ken.
Nama itu terus berputar di kepalanya.
“Ken…” bisiknya lemah, suaranya hampir tidak terdengar. “Segitunya kamu…?”
Air matanya kembali jatuh.
Di sela rasa sakit yang tak tertahankan, Key hanya bisa bertanya dalam hati—apa salahnya hingga harus menerima semua ini?
Ia tidak mencuri.
Ia tidak berkhianat.
Ia hanya… kalah dari kebohongan.
Waktu terasa berjalan lambat.
Setiap detik seperti hukuman. Setiap napas terasa berat. Tubuhnya semakin lemah, tetapi hatinya justru perlahan berubah.
Dari sedih… menjadi hampa.
Dari hampa… menjadi sesuatu yang lebih gelap.
Tatapan Key yang awalnya dipenuhi luka, perlahan berubah. Tidak lagi hanya menangis. Tidak lagi hanya memohon.
Ada sesuatu yang mulai tumbuh di sana.
“Kalau ini… yang kalian mau…” gumamnya pelan, hampir seperti bicara pada dirinya sendiri.
Ia menutup matanya sejenak, lalu membukanya kembali dengan sorot yang berbeda.
“Baik… aku akan ingat semuanya.”
Suaranya lemah, tetapi ada ketegasan yang tidak bisa diabaikan.
“Setiap rasa sakit ini… setiap penghinaan… aku akan ingat.”
Di tempat lain, Ken berdiri di balkon rumahnya, menatap malam yang sunyi. Entah kenapa, hatinya tidak sepenuhnya tenang. Ada sesuatu yang mengganggu, sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan.
Namun ia mengabaikannya.
Baginya, ini adalah balasan yang pantas.
Ia tidak tahu…
Bahwa malam itu bukan hanya menghancurkan Key.
Tapi juga menciptakan seseorang yang tidak akan pernah lagi menjadi orang yang sama.
Dan ketika waktu itu tiba…
Balasannya tidak akan sesederhana ini.
😉🤍