NovelToon NovelToon
Marni, LC Sholehah

Marni, LC Sholehah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:32.8k
Nilai: 5
Nama Author: Qinan

Marni gadis desa yang mencoba peruntungannya di kota namun karena ditipu oleh temannya sendiri membuatnya terpaksa menjadi seorang LC disebuah karaoke, saat bulan ramadhan tiba karaoke tempatnya bekerja harus ditutup dan terpaksa membuatnya pulang kampung untuk sementara waktu.

Namun siapa sangka pekerjaannya yang sudah ia tutup rapat-rapat itu tak sengaja terbongkar oleh warga desa hingga membuatnya hampir diusir dari kampungnya jika saja Firman anak pak lurah seorang pemuda sholeh menolongnya, saat pria itu berkeinginan melamarnya tiba-tiba ditolak mentah-mentah oleh keluarganya sendiri karena pekerjaan gadis itu yang tidak pantas dan juga mereka telah menyiapkan seorang calon istri yang jauh lebih sholeha.

Lalu bagaimana nasib hubungan Marni dan Firman selanjutnya, akankah mereka akan direstui saat di hari kemenangan tiba atau justru kandas begitu saja sebelum hari raya? yuk kepoin di cerita Marni, LC sholeha (cerita edisi ramadhan)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qinan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab~02

Marni langsung mengambil sebuah mikrofon untuk menyanyikan lagu pesanan para pelanggannya, meskipun suaranya terdengar fals jauh dari kata merdu tapi paling tidak terbantukan oleh wajahnya yang cantik menggoda. Seorang pria pun langsung ikut joget dengannya dengan sesekali menoel dagunya dan juga tak segan memeluknya dari belakang.

Sebenarnya Marni sangat risih apalagi pelanggan yang menyentuhnya kurang menjaga kebersihan seperti bau kecut parfum bercampur keringat ataupun bau mulut tapi mau bagaimana lagi kebanyakan pelanggannya memang dari kalangan menengah ke bawah tapi paling tidak uang mereka begitu harum baginya.

Joko sang tetangga Marni hanya tertegun melihat sikap liar wanita itu, antara percaya dan tidak jika keduanya orang yang sama mengingat di kampung Marni dikenal sebagai gadis polos dan sholehah berbeda seratus delapan puluh derajat dengan Marni di depan matanya kini bak gadis metropolitan dengan rambut pirang dan dandanan super menor.

Sembari masih bernyanyi mengikuti layar monitor tak jauh dihadapannya itu Marni mendatangi Joko yang sedang duduk terpaku di temani oleh ladies lainnya.

"Duh-aduh pipiku, dicium mas Joko."

"Duh-aduh bibirku, disentuh mas Joko."

Alunan lagu tahun sembilan puluhan itu pun dibawakan oleh Marni sembari menggoda pria itu hingga membuat Joko yang tadinya merasa tegang antara terkejut dengan keberadaan wanita yang mirip dengan tetangganya itu dan antara takut ketahuan istrinya di kampung atas kelakuannya yang suka pergi karaoke di kota kini mulai tergoda dengan tingkah wanita itu bahkan pria itu tak segan melingkarkan tangannya di bahunya.

Joko langsung tersipu malu ketika digoda oleh Marni hingga beberapa lembaran kertas warna merah pun berhasil ia selipkan di belahan dada wanita itu dengan sempurna dari balik bajunya, sedikit kurang ajar memang tapi bukankah itu memang pekerjaan seorang LC dimana sudah dicap sebagai wanita gampangan?

"Cantik kan Joko? namanya Maria, sayangnya susah sekali diajak check in," ucap salah satu teman Joko yang juga memiliki profesi yang sama sepertinya yaitu seorang sopir namun mereka berasal dari daerah berbeda meskipun bekerja dalam naungan perusahaan yang sama.

"Bukan susah tapi sepertinya seleranya bukan kita," sahut Joko menimpali seraya melirik ke arah Marni yang kini masih asik bernyanyi bersama dua pria lainnya sambil berjoged ria.

"Sepertinya hanya mirip saja," gumam Joko karena nama keduanya sangat berbeda yaitu Maria dan Marni.

Malam pun telah larut akhirnya para pria itu segera meninggalkan tempat karaoke tersebut setelah puas bersenang-senang selama beberapa jam, Marni yang berhasil menjual banyak minuman nampak cuan malam ini. Hitung-hitung buat bekalnya pulang kampung dan liburan saat bulan ramadhan, ia juga ingin memberikan sangu lebaran kepada beberapa keponakannya maupun anak tetangganya.

Asih temannya yang dulu mengajaknya ke kota juga selalu pamer harta kekayaan namun rupanya pekerjaannya menjual gadis-gadis polos sepertinya setahun yang lalu dan saat ini apa ia juga masih polos? tentu saja masih itu pun kalau sedang mandi saja karena nyatanya kini ia perlahan menjadi wanita sedikit liar dan juga berani karena tuntutan pekerjaan.

"Dasar ja lang murahan, berani sekali menggoda suamiku."

Terdengar teriakan saat ia hendak bersiap-siap untuk pulang dini hari itu, nampak sebuah pintu ruangan karaoke terbuka lebar dengan seorang wanita mencoba memukuli rekan kerjanya secara membabi buta, menjambaknya juga menendangnya dan seorang lagi terlihat sibuk merekam sebagai barang bukti untuk diviralkan.

Sebenarnya hal ini sudah biasa terjadi disini karena kebanyakan yang datang kemari adalah om-om yang sedang mengalami puber kedua dari usia 30 tahunan keatas sedangkan para pemuda sepertinya lebih memilih club malam sebagai tongkrongan mereka.

"Ampun bu sakit,"

Marni yang melangkah pergi melewati ruangan tersebut begitu saja masih mendengar rintihan rekan kerjanya dari kejauhan, ia memang tidak menolongnya karena sudah menjadi resiko bagi pekerja sepertinya jika dilabrak oleh para istri pelanggannya toh sudah ada security yang siap siaga melerai mereka.

Dalam kasus ini entah siapa yang perlu disalahkan, baginya dan para rekan kerjanya tujuannya hanya bekerja untuk mendapatkan uang tanpa memaksa para lelaki hidung belang itu untuk datang menyewa jasanya, jadi ia anggap apa yang ia dan teman-temannya lakukan itu sebuah transaksi dengan kesadaran penuh.

Jadi para istri di rumah juga harus sadar diri tak semua salah wanita penghibur jika laki-lakinya berselingkuh karena jika pria tak gatal para wanita penggoda pun juga takkan mengambil kesempatan.

Karena notabenenya berdasarkan pengalamannya kebanyakan pria yang datang ke tempatnya itu rata-rata hanya ingin bersenang-senang, dimanja maupun didengarkan keluh kesahnya tanpa di hakimi tidak seperti saat di rumah seorang pria harus bersikap gentleman untuk melindungi keluarganya tanpa ada yang bertanya apa ia bahagia atau apa ia lelah hari ini? bagaimana pekerjaannya apa baik-baik saja? apa ada teman yang menyebalkan atau apa hari ini dimarahi bosnya karena pekerjaannya yang kurang benar? saat ia sedikit saja mengeluh maka wajah istrinya sudah kecut seperti belimbing wuluh, jangankan ingin bermanja untuk menghilangkan penat duduk sejenak saja dianggap sebagai lelaki pemalas.

Belum lagi penampilan istrinya yang mulai berubah setelah memiliki anak, wajahnya tak segar lagi saat seperti baru menikah dulu, badannya mulai berisi lemak sana sini hingga mengurangi penampilan dan kurang sedap dipandang mata yang sengaja mereka tutupi oleh daster yang katanya menjadi pakaian wajib sejuta umat para emak-emak seindonesia raya.

Terkadang para suami memberikan saran agar istrinya olah raga 30 menit di rumah namun hanya ditanggapi sewot. "Makanya kerja yang benar biar bisa membayar ART jadi istrimu bisa perawatan,"

Begitulah salah satu tanggapan para deretan istri tercinta itu saat sang suami mengingatkan padahal mereka sebenarnya memiliki waktu longgar disela mengurus rumah tangganya tapi kebanyakan dari mereka lebih memilih rebahan untuk menonton sosial media atau sekedar baca novel favoritnya.

Terkadang tidak hanya para wanita yang butuh dimengerti namun suami juga dan bagi pria yang sudah biasa memendam keluh kesahnya seorang diri terkadang memilih mencari hiburan diluar, bukan karena tak lagi cinta istri tapi hanya takut gila karena tuntutan mereka yang terkadang diluar nalar bahkan para pria tidak hanya harus bekerja keras diluar namun juga harus berpikir keras ketika sang istri menggunakan bahasa isyarat berharap ia bisa mengerti, dukun kali.

Kini Marni alias Maria telah sampai di kostnya yang memang berada tak jauh dari tempatnya bekerja, biasanya ia lebih sering pulang dalam keadaan mabuk namun kali ini ia tidak melakukan itu karena esok hari harus pulang kampung. Semoga saja Joko tetangganya itu tak menyadari jika Marni dan Maria adalah orang yang sama karena bisa-bisa ayahnya yang seorang guru ngaji akan jantungan saat mendengarnya.

.

Benar-benar cerita pinggir jurang, siap2 diprotes mak emak ini mah🙏🙏😂😂

1
Rahmawati
wes mundur alon alon mar
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
dah pada gila ..anak pondok tapi geh begitu si Kania sama Farah 😌.... Astuti kamu pantes nya pake karung goni pas di badan mu 🤣
Arsyad Algifari.
Astuti ini ga punya kaca besar kali ya .yang kampungan itu kamu Astuti .kalau beneran lebel baju mu beneran ga di copot .sangat memalukan.dan PD amat kau Astuti punya badan kaya kerbau beranak aja .masih aja julid sama orang
վօօղíҽ̀z࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Curiga si ibu sering konsumsi oseng kecubung /Sob/...
Ngereog mulu 🤦...
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
aduh.. mana udah diulti kalo ini karya gasampe lepas lebaran lagi ,sama othornya 😂
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
gada hubungannya wooiii.. salahin noh tiang listrik dipinggir jalan 😂😂
վօօղíҽ̀z࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Waduhh jaga lilin kali dianya Mar, atau jual warisan /Panic/...
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
aku mulai ada di posisi ini, gabutuh validasi
վօօղíҽ̀z࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Hati-hati Mas Paino nanti rezekimu seret penuh dengan elemen negatif 🙊...
Tuti Tyastuti
𝘮𝘶𝘭𝘶𝘵 𝘢𝘴𝘵𝘶𝘵𝘪 𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘥𝘪 𝘴𝘶𝘮𝘱𝘦𝘭👟
Arsyad Algifari.
ibunya Marni ko gitu ya .di mana" seorang ibu itu mendoakan yang terbaik untuk anaknya dari segi jodoh dan pekerjaan .ini MH seperti di pakai umpan . walaupun miskin jangan keterlaluan lah Bu .
վօօղíҽ̀z࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Waduuuww ketemu kumbang ganasss lagi 😱, predator kelas kakap..
Arsyad Algifari.
tinggal di panti jompo kalau ga ada duit pasti ga akan di terima mar .
aku juga orang kampung Lo bang qinan .aku anak ke 11 dari 18 bersaudara..tapi ga terlalu susah walaupun bapakku seorang petani . sekaligus pegawai pemerintah . karena walaupun petani tapi lahan punya sendiri
վօօղíҽ̀z࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Nasibmu Mar, sana sini apes mulu /Sob/..
Penggemarmu gentayangan di mana -mana 😣...
Shafa 💫💫
perilaku Muh itu yg miskin akhlak astuti😆😆😆
Shafa 💫💫
wkwkw benar semahal apapun y tetap aja lebar 🤭🤣🤣🤣🤣
Eva Karmita
Tuti....Tuti mulutmu ya pengen di kasih salam biar mingkem....mau ibadah masih aja sempat bikin dosa 😤😏

sabar Marni fokus ibadah jangan dengarkan omongan seyton" di sekitar mu
Hanima
Oooooo
Naysila mom's arga
si astuti corocos aja kyk petasan imlek ya allah kalo aku gx kuat tetanggan sama dia, kapan tuh mulut bisa diem dpt karma sekalian
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Sabar y Mar, jodoh g akan kemana mana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!