NovelToon NovelToon
Ramalan Cinta Yang Terkunci

Ramalan Cinta Yang Terkunci

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:437
Nilai: 5
Nama Author: Jasmine Oke

Judul: RAMALAN CINTA YANG TERKUNCI

Sub-judul: Takdir bukan untuk diubah, tapi untuk dijalani.

~~~~~~ ~~~~~~~ ~~~~~~~~

Langit malam yang gelap dengan bulan berwarna merah darah (Gerhana). Di kejauhan, siluet kota tua dengan arsitektur menara yang tinggi dan misterius.

▪︎Objek Utama:

- Di tengah, terdapat sebuah gembok antik yang besar dan berkarat, namun terbuat dari emas murni yang berkilau samar.

- Gembok itu terbelah dua, dan dari celah di antara keduanya memancarkan cahaya yang sangat terang, perpaduan antara warna Perak (Elara) dan Merah Gelap (Kael).

- Sebuah kunci tua melayang di udara, tepat di atas gembok, seolah baru saja membukanya atau hendak menguncinya.

.
.
.
.
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Sang Pencipta dan Asal Usul Segalanya

Kehadiran sosok misterius itu mengubah seluruh suasana di Bait Pengadilan. Tekanan yang tadinya begitu berat dan menyesakkan dada, kini berganti menjadi rasa damai yang luar biasa, seolah-olah mereka sedang berada di pelukan seorang ibu.

Elara dan Kael terpaku di tempat mereka berdiri. Mereka tidak berlutut seperti yang lain, namun rasa hormat yang mereka rasakan datang begitu saja dari dalam hati, bukan karena paksaan.

Sosok itu melayang turun perlahan hingga kakinya menyentuh lantai kristal. Ia berjalan mendekati Elara dan Kael dengan langkah yang ringan. Jubah emasnya tidak menyentuh lantai, melainkan melayang beberapa senti di atasnya.

"Berdirilah semua," kata sosok itu dengan suara yang lembut namun memiliki kekuatan untuk memerintah alam semesta. "Pengadilan ditunda sampai ada keputusan lebih lanjut. Kalian semua boleh mundur."

Para hakim dua belas dan para pengawal tampak ragu, namun tidak ada satu pun yang berani membantah. Mereka mengangguk patuh dan dengan cepat meninggalkan ruangan besar itu, meninggalkan hanya Elara, Kael, dan sosok misterius itu.

Kini hanya tinggal mereka bertiga di tengah ruangan yang luas itu.

"Siapakah Anda, Tuan?" tanya Kael akhirnya, memecahkan keheningan. Ia tetap waspada, meski ia tidak merasakan niat buruk sedikitpun dari sosok di depannya. "Para hakim tadi memanggil Anda Sang Pencipta."

Sosok itu tersenyum. Senyumnya sangat hangat, membuat Elara teringat pada sinar matahari pagi di Lunaria.

"Panggil aku apa saja yang kalian mau," jawabnya ramah. "Banyak nama yang diberikan makhluk-makhluk di berbagai dunia padaku. Ada yang memanggilku Sang Pencipta, Pengatur Alam Semesta, atau Sumber Segalanya. Tapi bagiku... nama tidaklah penting."

Pria itu berputar sedikit, menatap langit-langit transparan yang memperlihatkan hamparan cahaya keemasan.

"Aku adalah entitas yang ada sebelum waktu dimulai dan akan ada setelah waktu berakhir. Aku yang menciptakan Cahaya, dan Aku yang menciptakan Kegelapan. Aku yang membuat aturan-aturan dasar yang kalian sebut hukum alam."

Elara menelan ludah. Jadi di depannya ini adalah makhluk tertinggi? Dewa dari segala dewa?

"Kalau begitu... Anda setuju dengan mereka?" tanya Elara pelan, suaranya sedikit bergetar. "Anda juga berpikir bahwa cinta kami adalah kesalahan? Bahwa kami seharusnya dipisahkan?"

Sang Pencipta menoleh, menatap mata Elara dalam-dalam, lalu beralih menatap mata Kael. Ia tidak menjawab langsung, melainkan berjalan mengelilingi mereka berdua, mengamati seperti seorang seniman yang mengagumi karyanya sendiri.

"Kalian tahu," mulai Sang Pencipta, "Saat pertama kali aku menciptakan dunia, aku membuat segalanya terpisah. Api di sana, air di sini. Cahaya di atas, kegelapan di bawah. Semuanya murni, semuanya sempurna dan teratur. Persis seperti dunia Elysium ini."

Ia berhenti di belakang mereka.

"Tapi lama-kelamaan, aku merasa bosan. Dunia yang terlalu sempurna itu mati. Tidak ada kejutan, tidak ada pertumbuhan, tidak ada cerita. Maka, aku memutuskan untuk mencampuradukkan segalanya. Aku menciptakan dunia-dunia di mana api bisa bertemu air, di mana terang bisa bersanding dengan gelap. Dan dari situ... lahirlah kehidupan. Lahirlah emosi, lahirlah cinta, dan lahirlah takdir."

Sang Pencipta kembali berdiri di depan mereka, wajahnya tampak berseri-seri.

"Jadi... kalian pikir aku akan marah melihat apa yang kalian lakukan?" Ia tertawa kecil, suara tawanya terdengar seperti denting lonceng perak. "Justru sebaliknya! Kalian adalah bukti hidup bahwa eksperimenku berhasil! Kalian adalah puncak dari segala ciptaanku!"

Elara dan Kael saling pandang, mata mereka terbelalak tak percaya. Ini sama sekali berbeda dengan apa yang mereka duga.

"Tapi... para Pengawas bilang bahwa penyatuan kami adalah anomali... sesuatu yang melanggar hukum," kata Kael masih belum yakin.

"Mereka hanyalah penjaga pintu, Kael. Mereka hanya tahu cara menjaga kebersihan dan ketertiban, tapi mereka tidak mengerti seni dan makna di balik penciptaan ini," jawab Sang Pencipta dengan nada sedikit mengejek namun penuh kasih sayang. "Mereka melihat aturan, tapi tidak melihat tujuannya."

Ia mengulurkan tangannya, menyentuh dada kiri Elara, lalu berpindah menyentuh dada kanan Kael.

"Kalian berdua... adalah bagian dari rencana besar yang sudah kuatur sejak awal waktu. Elara, kau mewakili Cahaya yang memeluk dan menyatukan. Kael, kau mewakili Kegelapan yang melindungi dan memisahkan apa yang perlu dipisahkan. Bersama, kalian adalah Alpha dan Omega. Awal dan Akhir."

"Jadi... kami tidak salah?" tanya Elara, air matanya mulai menggenang. Rasanya seperti beban ribuan tahun terangkat dari pundaknya.

"Tidak, anakku. Kalian sangat benar. Kalian adalah harmoni yang sempurna," jawab Sang Pencipta lembut. "Hanya saja... kekuatan yang kalian miliki itu sangat besar. Seperti pedang bermata dua. Jika tidak dikuasai dengan baik, ia bisa merusak keseimbangan. Tapi jika dikuasai... kalian bisa melakukan apa saja."

Sang Pencipta mundur beberapa langkah, lalu mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi.

"Dinding realitas di sekitar kita mulai menipis. Ada kekuatan lain yang bangun dari tidur panjangnya. Kekuatan yang tidak menginginkan keseimbangan, tapi menginginkan kehancuran total agar segalanya kembali menjadi nol. Mereka menyebut diri mereka The Void Walkers."

Wajah Sang Pencipta kini menjadi serius.

"Mereka adalah musuh dari segala yang hidup. Mereka tidak bisa dikalahkan oleh Cahaya murni, dan tidak bisa dihentikan oleh Kegelapan semata. Hanya gabungan dari kalian berdua yang bisa melawan mereka."

"Jadi... kami dipanggil ke sini bukan untuk dihukum?" tanya Kael.

"Bukan. Kalian dipanggil untuk dipersiapkan," jawab Sang Pencipta tegas. "Dunia Lunaria kalian, dan semua dunia lainnya, sedang dalam bahaya besar. Para Pengawas mungkin mengira mereka adalah pelindung terkuat, tapi nyatanya mereka hanya pahlawan kertas yang akan hancur saat menghadapi Void yang sesungguhnya."

"Apa yang harus kami lakukan?" tanya Elara dengan penuh semangat. Ia merasa bangga dan berharga untuk pertama kalinya.

"Kalian akan tinggal di sini sementara waktu," kata Sang Pencipta. "Aku sendiri yang akan mengajari kalian cara menggunakan kekuatan kalian yang sebenarnya. Bukan untuk berperang, tapi untuk menciptakan dan memelihara. Kalian akan menjadi yang pertama mempelajari Sihir Pencipta."

Elara dan Kael tersenyum lebar. Beban di hati mereka lenyap sepenuhnya. Mereka tidak lagi merasa seperti orang buangan atau monster. Mereka adalah harapan.

"Kami siap, Tuan!" jawab mereka serempak.

"Bagus," Sang Pencipta tersenyum lebar. "Maka pelatihan kita dimulai sekarang. Tapi ingat... di sini, satu hari sama dengan satu tahun di duniamu. Kalian akan memiliki waktu yang cukup untuk menjadi dewa-dewa kecil yang sesungguhnya."

Malam itu, di dunia Elysium yang dingin dan kaku itu, sebuah cahaya baru mulai bersinar. Cahaya yang bukan putih, bukan hitam, melainkan cahaya kehidupan yang sesungguhnya. Dan di dalam cahaya itu, kisah cinta Elara dan Kael memasuki babak baru yang lebih menakjubkan dari sebelumnya.

(Bersambung ke Bab 17...)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!