NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Penguasa Abadi

Kembalinya Sang Penguasa Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:15.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lin Feng, seorang Kaisar Abadi yang tak tertandingi di generasinya, yang dikenal sebagai "Penguasa Abadi," tewas dalam sebuah pengkhianatan keji. Murid terdekat dan wanita yang paling dicintainya bersekongkol untuk merebut Kitab Suci Kekacauan Abadi miliknya, sebuah teknik kultivasi tertinggi, tepat saat ia mencoba naik ke Alam Dewa. Meskipun raganya hancur, seutas jiwa ilahinya berhasil lolos dan bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang pemuda yang baru saja mati di dunia fana yang terpencil.

Tubuh baru ini, yang juga bernama Lin Feng, dianggap sebagai "sampah" dengan meridian yang hancur, dikucilkan oleh klannya sendiri, dan dihina oleh tunangannya. Berbekal ingatan dan pengetahuan dari kehidupan masa lalunya yang gemilang, Lin Feng harus memulai segalanya dari nol. Dia akan menggunakan pemahamannya yang tak tertandingi tentang Dao agung untuk menempa kembali takdirnya, menantang langit, dan menapaki jalan menuju puncak kekuasaan sekali lagi, sambil merencanakan balas dendam yang akan m

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Retaknya Sang Peri Es

Di atas panggung raksasa, angin bertiup lebih kencang, membuat jubah hitam Lin Feng dan gaun biru Liu Xue'er berkibar. Keduanya berdiri berhadapan, menjadi pusat perhatian mutlak dari puluhan ribu pasang mata.

Liu Xue'er menatap Lin Feng dengan ekspresi yang sangat rumit. Aura dingin yang menusuk tulang memancar dari tubuhnya, menciptakan lapisan tipis embun beku di lantai panggung di sekitarnya. Ini adalah tekanan penuh dari seorang ahli tingkat enam puncak.

Namun, di bawah tekanan ini, Lin Feng berdiri dengan santai, tangannya di belakang punggung, seolah-olah yang ia rasakan hanyalah angin sepoi-sepoi musim semi.

"Aku sudah memberimu kesempatan," suara tenang Lin Feng memecah keheningan, cukup keras untuk didengar oleh mereka yang berada di dekat panggung. "Menyerahlah."

Satu kalimat sederhana itu bagaikan petir di telinga Liu Xue'er dan semua orang yang mendengarnya.

Arogan! Terlalu arogan!

Menyuruh jenius nomor satu, sang peri es Liu Xue'er, untuk menyerah bahkan sebelum pertarungan dimulai? Ini adalah penghinaan terbesar!

Wajah cantik Liu Xue'er yang sedingin es langsung memucat karena amarah. "Lin Feng! Jangan berpikir karena kau telah mempelajari beberapa trik murahan, kau bisa meremehkanku! Hari ini, aku akan menunjukkan padamu celah yang tidak akan pernah bisa kau lewati!"

Kemarahan di dalam hatinya meledak. Dia tidak lagi ragu-ragu. Dengan teriakan dingin, dia melesat maju. Sosoknya berubah menjadi serangkaian bayangan biru, begitu cepat hingga mata biasa tidak bisa mengikutinya. Ini adalah "Langkah Bayangan Kabut," sebuah teknik gerakan tingkat tinggi.

Dalam sekejap, dia muncul di belakang Lin Feng, jari-jarinya yang ramping sudah dilapisi es yang berkilauan.

"Jari Embun Beku!"

Kali ini, dia tidak hanya menggunakan satu jari. Dia menyerang dengan kelima jarinya, menciptakan lima sinar es mematikan yang menusuk ke arah titik-titik vital di punggung Lin Feng. Dia ingin melumpuhkannya dalam satu serangan.

Para penonton menahan napas. Serangan ini cepat, ganas, dan tak terduga.

Namun, Lin Feng bahkan tidak menoleh. Seolah-olah dia memiliki mata di belakang kepalanya, tubuhnya sedikit miring ke sudut yang aneh. Kelima sinar es itu meleset tipis, hanya melewati jubahnya dan menghantam lantai panggung, meninggalkan lima lubang es yang dalam.

Sebelum Liu Xue'er bisa menarik serangannya, sebuah suara tenang terdengar di samping telinganya. "Terlalu lambat."

Jantung Liu Xue'er serasa berhenti berdetak. Sosok Lin Feng, yang seharusnya berada di depannya, kini telah muncul di sampingnya seperti hantu.

Dia mencoba mundur dengan panik, tetapi sudah terlambat.

Lin Feng tidak menyerang titik vitalnya. Dia hanya mengangkat tangan kanannya dan dengan ringan menjentikkan dua jarinya—jari tengah dan telunjuk—ke lengan Liu Xue'er yang sedang menyerang.

"Ting!"

Sebuah suara renyah terdengar.

"Argh!"

Liu Xue'er menjerit kesakitan untuk pertama kalinya. Lengannya terasa seperti disambar petir. Seluruh energi spiritual yang telah dia kumpulkan untuk serangannya langsung buyar. Lengannya terasa kebas dan lemas, tidak bisa digerakkan sama sekali.

Dia terhuyung mundur beberapa langkah, menatap Lin Feng dengan ngeri.

Hanya dengan satu jentikan, dia telah melumpuhkan seluruh lengannya dan mengganggu aliran energinya. Kontrol macam apa ini?

"Kau...!"

Penghinaan dan keterkejutan membuatnya kehilangan akal sehat. Dengan raungan marah, dia menyalurkan semua sisa kekuatannya ke tangan kirinya.

"Telapak Es Misterius!"

Sebuah telapak tangan raksasa yang terbuat dari es kental terbentuk di udara, memancarkan hawa dingin yang ekstrim saat melesat menuju Lin Feng. Ini adalah serangan terkuatnya.

Menghadapi serangan yang bisa membuat ahli tingkat tujuh biasa terluka parah ini, Lin Feng hanya menggelengkan kepalanya dengan kecewa.

Dia tidak menghindar. Dia hanya mengangkat tangan kanannya dan melayangkan pukulan lurus yang tampak biasa ke arah telapak es raksasa itu.

Pukulan ini sama seperti yang ia gunakan untuk melawan Lin Shan. Tidak ada aura, tidak ada suara.

BOOM!

Saat kepalan tangan kecil itu bertemu dengan telapak es raksasa...

Pemandangan yang membuat semua orang tercengang terjadi. Telapak es raksasa itu berhenti sejenak, lalu retakan mulai menyebar dari titik kontak. Detik berikutnya, telapak es itu meledak menjadi jutaan serpihan es yang berkilauan, menciptakan badai es kecil di atas panggung.

Kekuatan pukulan itu tidak berhenti. Itu menembus badai es dan melesat maju.

Liu Xue'er, yang berada di belakang serangan itu, tidak punya waktu untuk bereaksi. Dia hanya bisa melihat dengan ngeri saat kepalan tangan itu semakin membesar di depan matanya.

Namun, kepalan tangan itu berhenti tepat satu sentimeter di depan wajahnya yang cantik dan pucat.

Angin dari pukulan itu meniup rambutnya ke belakang, memperlihatkan matanya yang dipenuhi syok, ketidakpercayaan, dan ketakutan yang mendalam.

Keheningan. Seluruh dunia seolah membeku.

"Aku sudah bilang," suara tenang Lin Feng terdengar di tengah keheningan. "Jangan salahkan aku jika wajah cantikmu itu terluka."

Dia perlahan menarik kembali tinjunya.

Momen itu, saat tinju itu ditarik, seolah memecahkan sesuatu di dalam diri Liu Xue'er. Kekuatannya, kebanggaannya, harga dirinya—semuanya hancur berkeping-keping di bawah pukulan yang bahkan tidak mendarat itu.

Dia menatap kosong ke arah Lin Feng, lalu tubuhnya yang anggun bergetar dan dia jatuh terduduk di atas panggung, matanya kosong.

"Pemenang..." diaken itu menelan ludah, suaranya bergetar. "Lin Feng!"

1
Aman Wijaya
mantul lanjut terus Thor
Aman Wijaya
jooooz jooooz pooolll Lin Feng lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll Lin Feng lanjut terus bantai semua lawan tanpa ampun
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut terus
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor 💪💪💪
Aman Wijaya
top top markotop Lin Feng
Aman Wijaya
dalam dua Minggu babat semuanya yang telah memprovokasi diri mu Lin Feng bikin kabut darah semua
Aman Wijaya
mantab Lin Feng beri pelajaran pada menejer tua Lin hu biar tau rasa
Aman Wijaya
markotop top top lanjut
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor
Aman Wijaya
jooooz jooooz gandos lanjut
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Aman Wijaya
semangat Lin Feng
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos lanjut terus Thor semangat semangat
Abil Amar
gassss polll trussss seru dn epic bnget ceritanya Up yg lbih bnyk lg autor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!