NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Jadi Ibu!

Tiba-tiba Jadi Ibu!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Single Mom / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Susiajaaa

"Aku Jadi Ibu?" Melisa Wulandari, seorang gadis desa yang bercita-cita menjadi pengacara, berjuang menempuh pendidikan hukum di kota demi melindungi tanah kelahirannya dari mafia tanah. Hidupnya sederhana, hanya ditemani dua sahabat setianya, Diana dan Riki. Namun, suatu malam yang seharusnya biasa berubah menjadi titik balik hidupnya. Di sebuah gang sepi, tangisan bayi menggema, menggiring Melisa pada pemandangan mengejutkan—dua bayi mungil tergeletak dalam sebuah kotak. Nalurinya mengatakan untuk menyerahkan mereka kepada pihak berwajib, tetapi dunia tidak seadil yang ia kira. Alih-alih mendapatkan keadilan, Melisa justru dituduh sebagai ibu bayi-bayi itu dan dianggap berniat membuang mereka. Tak ada jalan keluar. Nama baiknya tercoreng, keluarganya di desa tak boleh tahu, dan tak ada yang percaya bahwa dia hanyalah seorang mahasiswa yang kebetulan menemukan bayi-bayi malang itu. Dengan segala keterbatasan, Melisa mengambil keputusan gila—merawat bayi-bayi itu diam-diam bersama Diana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susiajaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 1

Langit biru membentang luas di atas desa kecil tempat Melisa Wulandari tumbuh dan hidup. Angin semilir berhembus lembut, menggoyangkan padi yang menguning di sawah. Di sini, di tempat ini, Meli menghabiskan hari-harinya—sebagai gadis sederhana yang pendiam, cerdas, dan penuh impian.

Meli dikenal dengan dua nama panggilan. Di sekolah dan desa, orang-orang memanggilnya Meli. Tapi di rumah, ayah dan ibunya selalu memanggilnya Ica. Sebuah misteri kecil yang sering membuatnya bertanya-tanya, karena dalam namanya sama sekali tidak ada huruf 'C'.

Hari ini, ujian akhir telah memasuki hari terakhir. Lembar-lembar soal tersusun rapi di hadapannya, dan suara gesekan pensil memenuhi ruangan. Meli mengerjakan soal dengan tenang, berusaha fokus meskipun di dalam hatinya terselip kegelisahan tentang masa depan.

Namun, lamunannya terpecah saat seorang teman menepuk pelan bahunya.

"Mel, Bu Nia manggil kamu ke ruang guru."

Meli mengangkat wajah, sedikit terkejut. Kenapa tiba-tiba aku dipanggil? Apa aku melakukan kesalahan? Meski penasaran, ia tetap berdiri, merapikan seragamnya, lalu berjalan keluar kelas dengan langkah hati-hati.

Sesampainya di depan ruang guru, ia mengetuk pelan.

"Permisi, Bu," sapanya dengan sopan.

Bu Nia, guru BK yang selalu membimbingnya, menatapnya dengan senyum lembut. "Duduklah, Mel. Ibu ingin bicara sesuatu."

Meli menurut, duduk dengan sedikit rasa was-was.

"Begini, Mel. Hampir setiap semester, kamu selalu meraih juara umum. Karena itu, pihak sekolah mendaftarkanmu dalam program beasiswa ke perguruan tinggi di kota."

Jantung Meli berdetak lebih cepat. Beasiswa? Ke kota?

"Dan hasilnya sudah keluar hari ini." Bu Nia tersenyum, lalu menyodorkan selembar kertas ke arahnya. "Kamu bilang ingin masuk fakultas hukum, kan? Selamat, kamu lulus!"

Meli menatap kertas di tangannya dengan perasaan campur aduk. Nama dan identitasnya tertera di sana, lengkap dengan tulisan yang menyatakan bahwa ia diterima di universitas ternama dengan beasiswa penuh.

Tangannya sedikit gemetar. Ia berhasil. Impian yang selama ini terasa jauh, kini ada di genggamannya.

Namun, di balik kebahagiaan itu, ada ketakutan yang menyelip diam-diam. Meninggalkan desa bukanlah hal mudah. Kota adalah dunia yang asing baginya, penuh dengan hal-hal yang belum pernah ia alami.

Ia menelan ludah, mencoba mengatur napas.

Ini bukan hanya sekadar beasiswa. Ini adalah gerbang menuju kehidupan baru.

Dan ia harus siap melangkah melewatinya.

Meli mengayuh sepedanya secepat mungkin, menyusuri jalanan berbatu di desanya. Angin sore menerpa wajahnya, sementara matanya berbinar penuh semangat. Kabar ini terlalu berharga untuk ditunda. Ia harus segera menyampaikan semuanya kepada kedua orang tuanya.

Setibanya di rumah, Meli langsung melompat turun dari sepeda dan berlari masuk.

"Buk! Ibu!" serunya lantang.

Dari dapur, terdengar suara langkah kaki mendekat. Seorang wanita paruh baya dengan wajah lembut dan tubuh sedikit berpeluh muncul dari balik pintu, masih mengenakan caping yang menandakan ia baru saja pulang dari ladang.

"Ada apa to, Ca? Kok baru pulang sudah teriak-teriak?" tanya Bu Risma, ibunya, dengan nada heran.

Meli tak langsung menjawab. Napasnya masih memburu akibat bersepeda tergesa-gesa. Matanya mencari sosok lain.

"Bapak mana, Buk?" tanyanya cepat.

Belum sempat ibunya menjawab, Pak Dani, ayahnya, sudah muncul dari arah belakang rumah sambil mengelap keringat di dahinya.

"Apa, Ca? Kenapa ribut-ribut?" tanyanya penasaran.

Meli tersenyum lebar dan mengeluarkan selembar kertas dari dalam tasnya. Dengan penuh semangat, ia menyerahkannya kepada sang ayah.

"Lihat ini, Pak, Buk! Ica punya kabar gembira!" serunya.

Pak Dani menerima kertas itu dengan alis sedikit berkerut. Meskipun mereka hanyalah petani sederhana, ia dan istrinya masih bisa membaca dengan cukup baik—berbeda dengan beberapa orang desa lain yang kurang berpendidikan.

1
Lisa
👍 Papanya Riki bisa bantu nih..jdi masalah mereka cpt beres.
Lisa
Ga terasa 2 baby itu skrg umurnya udh 3 thn..Meli benar² jadi Mama utk mereka berdua.
Lisa
Ethan & Evan udh mulai mengerti klo Meli adl mama mereka
Lisa
ya Meli telpn sahabatmu utk jelasin ke ortumu
Evi Lusiana
knp melisa gk lgsg tlp diana dn riki bwt njlasin k ortuny
Lisa
Wah berarti 2 baby itu diculik seseorang yg mungkin punya dendam pada 2 keluarga itu
Lisa
Sekarang Ethan & Evan aman di daycare..utk Melisa semangat kuliah lg y Mel 😊👍
Lisa
👍👍 persahabatan yg indah..rukun selalu y kalian bertiga
Lisa
😊 duo heboh dtg nih..
Lisa
Kasihan Meli jadi dituduh dia yg membuang anak itu..
Lisa
Bersyukur Melisa diangkat jadi karyawan tetap yg diperhatikan oleh managernya juga..semangat y Melisa,kerja lbh rajin lg y 😊👍
Lisa
Siap² y ortunya Melisa utk surprise dr Melisa😊
Lisa
Melisa udh menganggap Evan & Ethan anaknya..semangat terus y Melisa..moga aj ortu kandung mereka g bisa menemukan mereka.
Lisa
Gimana nih kelanjutannya..siap² y Melisa utk mengatakan pd ortumu.
Evi Lusiana
jd ethan dn evan anak² dr dua kluarga berpengaruh y thor
Susiajaaa: bisa jadi sih🤔🤭
total 1 replies
Anto D Cotto
gak sabar nungguin kelanjutan ceritanya
Lisa
Semangat y Meli
Lisa
Awal yg bagus nih
Lisa
Aku mampir Kak
Anto D Cotto
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!