Maya, gadis manis yang harus mengganti identitas dan namanya setelah kecelakaan besar nyaris merenggut nyawanya.
Ia bangkit dari kematian setelah diselamatkan oleh seorang dokter yang mengangkatnya sebagai anak. Ia bersumpah untuk membalaskan dendamnya. Ia bersumpah membalaskan dendam atas kematian ayah dan juga adiknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona.sv95, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hancur
Ditengah teriakan Vello, gelak tawa terdengar memenuhi ruangan tersebut. Apalagi saat Vello terus berusaha menggedor pintu dan meminta tolong tanpa ada yang merespon dari luar.
"Apa kau membutuhkan ini sayang?" ucap Bryan dengan melangkah ke arah Vello dan mengangkat sebuah kunci yang tergantung pada jari telunjuknya.
"Bryan, aku mohon. Tolong berikan kuncinya padaku, tolong lepaskan aku. Aku mau pulang, tolong Bryan!"mohon Vello.
"Ooow kau mau pulang?? Lalu aku harus melepaskanmu begitu?? Haaaah aku sangat menyesal Vello, aku tidak bisa melakukan itu.
Kau tahu, hari ini teman-temanku menginginkan kebahagiaan dan kepuasan malam ini. Dan semua ini hanya ada pada dirimu, jadi biarkan mereka bersenang-senang dulu, setelah itu baru kau bisa bebas, bahkan kami yang akan mengantarkanmu pulang!" ucap Bryan, disertai kekehannya.
"Tidak Bryan. Tolong lepaskan aku, aku mohon. Aku mau pulang!" Mohon Vello, dengan suara yang semakin terdengar serak karena terus berteriak dan menangis memohon untuk di lepaskan.
"Ssssstttttt, tidak sayang tidak! Hari ini bukan hanya teman-temanku yang butuh kesenangan darimu tapi aku juga menginginkanmu. Aku sudah membayangkan ini sejak lama, jadi tidak mungkin kau akan aku lepaskan begitu saja. Sebaiknya kau diam, temani kami dan nikmati malam yang indah kita ini bersama-sama!" ucap Bryan dengan menggerakkan tangannya, menjelajahi wajah Vello yang semakin ketakutan karenanya.
Vello terus berusaha berteriak, berharap ada siapa saja yang mendengar dan bisa menolongnya.
Namun, itu hanya sebatas harapan Vello, karena detik berikutnya Rishi dan Lucas memegangi kedua tangan Vello lalu menyeretnya kearah ranjang.
"Tidak! Lepaskan aku Lucas, tidak! Tolong! Bryan tolong lepaskan aku, aku mohon!"teriak Vello dengan terus meronta dan memohon.
Bryan yang mulai jengah, langsung melirik kearah Joe memberikan kode dan langsung tanggapi dengan senyum miring oleh temannya itu sebagai tanda persetujuan.
Lalu, Joe mendekati Vello dengan membawa jarum suntik yang berisi cairan di tangannya berwarna kuning kecoklatan.
Vello menggelengkan kepalanya kuat, saat Joe memperlihatkan jarum suntik dan membuang sedikit udara pada jarum agar siap di gunakan padanya.
Vello berusaha memohon pada Joe.
"Tidak Joe, jangan. Tidak! Aku mohon Joe, jangan lakukan itu, aku mohon jang....Aaakh!" ucapan Vello terhenti karena rasa sakit akibat suntikan, yang di tancapkan Joe pada lehernya dan memasukan semua cairan didalamnya hingga habis.
Bersamaan dengan cairan yang sudah masuk seluruhnya, tubuh Vello pun seketika melemas seperti tidak bertulang.
Melihat keadaan Vello yang sudah tidak berdaya, membuat gelak tawa Bryan dan teman-temannya semakin terdengar kencang dan memenuhi ruangan.
“Akhirnya kau diam juga sayang!" kekeh Bryan. "Dan saatnya kita menikmati pesta malam ini sampai pagi, kawan!” seru Bryan.
"Tentu saja kawan. Kami sudah tidak sabar untuk menikmati pesta, apa kita bisa memulainya sekarang?" tanya Joe.
“Tentu saja, tapi sebelum itu biarkan aku yang pertama kali menikmatinya,” sahut Bryan.
Rishi, Lucas dan Joe perlahan mundur, memberikan Bryan kesempatan untuk melakukan aksinya lebih dulu.
“Kalian jangan lupa, rekam apa yang kita lakukan hari ini untuk menambah koleksi kita!” Bryan terkekeh lalu memulai aksinya menggagahi Vello yang sudah terkulai tidak berdaya, meski masih dalam keadaan sadar.
Kondisi Vello memang sadar dan matanya terbuka. Namun, Vello benar-benar tidak bisa melakukan apapun sebab obat yang disuntikkan Joe pada lehernya, membuat setiap inci tubuh Vello seperti mati rasa dan tidak bisa digerakkan sama sekali, bahkan untuk bersuara pun Vello tidak bisa.
Ingin rasanya Vello berteriak, menjerit dan mengumpati Bryan saat ini, tapi dia hanya bisa mengutuk dalam hati karena saat ini dia sama sekali tidak bisa melakukan apapun
Vello hanya bisa terdiam seperti mayat hidup, saat Bryan mulai membuka pakaiannya satu per satu tanpa perlawanan yang berarti.
"Tuhan! Tolong aku," rintih batin Vello, saat ia benar-benar dibuat seperti mayat hidup yang tidak bisa berbuat apapun.
Bryan tersenyum puas saat pakaian Vello terlepas dari tempatnya tanpa harus di robek. Tapi bukan karena peduli, ia hanya sengaja tidak merobeknya karena masih memiliki rencana lain pada pakaian Vello.
"Lihatlah, sayang. Tubuhmu sungguh indah, mau benar-benar membuatku gila," gelak Bryan, diikuti tawa teman-temannya.
Setelah membuat tubuh Vello polos, Bryan lalu membuka semua pakaian yang dikenakannya dan mulai melebarkan paha Vello untuk memudahkan aksinya.
"Tidaaaak!!" Vello hanya mampu berteriak dalam hati, saat Bryan dengan tanpa perasaan menghancurkan masa depannya.
Air mata Vello meleleh, seiring dengan Bryan yang berhasil menembus dirinya dan merobek selaput daranya.
Sakit dan perih dirasakan Vellona saat ini pada bagian intimnya. Karena selain ini pertama kali untuknya, juga karena ulah Bryan yang melakukannya dengan cara brutal dan kasar.
Perih dihati Vellona semakin menjadi, saat Bryan selesai langsung digantikan oleh Rishi, lalu Joe dan terakhir Lucas.
"Tuhan tolong aku! Tolong hentikan ini!
Kak Maya tolong aku!" Batin Vellona, meneriakkan nama Tuhan dan juga nama kakak yang selalu melindunginya.
Malam ini, benar-benar malam kelam dan malam kehancuran bagi Vellona. Harga diri dan kehormatannya dibuat hancur lebur, oleh orang yang tak berperasaan seperti Bryan dan ketiga temannya.
Bryan menjadikan Vello seperti piala bergilir, dia dan juga ketiga temannya terus menggilir Vello secara bergantian, hingga membuat Vello tak sadarkan diri dengan luka yang cukup parah di area int1mnya.
Darah mengalir dari sela-sela paha Vello. Bahkan sebagian ada yang sudah mengering pada seprai.