Apa jadinya jika yang menjadi sekretaris di perusahaan adalah istri sendiri? jangankan bisa menggoda karyawan wanitanya bahkan untuk sekedar lirik sana-sini pun tidak akan bisa dilakukan.
Sementara itu, dibalik sikap ceria sang istri ternyata dia harus bertahan menghadapi keluarga suami yang sering menyindirnya karena belum dikaruniai anak. Akankah rumah tangga mereka bisa kuat ataukah harus hancur hanya gara-gara sang istri belum juga dikaruniai keturunan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 2 Ashika Agnesia
Flash back on....
25 tahun yang lalu....
Di sebuah rusun yang padat penduduk, hiduplah seorang janda beranak satu bernama Kenanga dan juga anaknya yang bernama Ashika. Kenanga memutuskan untuk hidup menjanda setelah berkali-kali mendapati suaminya main serong dengan wanita yang berbeda-beda.
Selama berumah tangga dengan mantan suaminya, Kenanga selalu mendapat siksaan bahkan dirinya dan sang anak tidak pernah diberi nafkah. Kenanga sudah merasa tidak kuat hidup dengan siksaan dan tekanan batin, akhirnya Kenanga memutuskan untuk kabur dari rumah bersama putrinya Ashika.
Kenanga seorang wanita cantik, namun karena Kenanga tidak pernah dandan dan mengurus diri, membuat kecantikan Kenanga tidak terlihat.
"Kita harus kabur Nak, kamu harus kuat ya," gumam Kenanga.
Kenanga terus berlari dengan menggendong Ashika, Kenanga sudah tidak kuat lagi kalau setiap hari harus menerima siksaan, bahkan Kenanga sudah mati rasa dan sangat membenci pria.
Bruuukkk...
Kenanga tertabrak sebuah mobil, untung laju mobil itu pelan sehingga Kenanga tidak terluka begitu parah, hanya lutut dan tangannya saja yang lecet dan berdarah.
"Astaga, kamu tidak apa-apa?"
Seorang wanita cantik sekitar usia 40 tahunan turun dari dalam mobil dan menghampiri Kenanga.
"Aku tidak apa-apa Nyonya, cuma sedikit lecet saja," sahut Kenanga.
"Lutut kamu berdarah, ayo ikut denganku, aku obati luka kamu."
Kenanga pun memilih ikut bersama dengan wanita cantik itu masuk ke dalam mobilnya. Kenanga tidak tahu kalau pertemuannya dengan wanita itu akan menjadi awal perjalanan hidup Kenanga dan juga Ashika.
"Kenalkan namaku Mayang, orang-orang biasa memanggilku dengan sebutan Mami Mayang," ucap Mami Mayang dengan mengulurkan tangannya.
"Saya Kenanga," sahut Kenanga dengan membalas uluran tangan Mami Mayang.
Mami Mayang ternyata seorang mucikari sebuah rumah bordir, Kenanga yang memang memiliki wajah yang cantik membuat Mami Mayang menginginkannya untuk bisa menghasilkan banyak uang untuknya. Bak gayung bersambut, Kenanga yang memang merasa sakit hati kepada suaminya yang sering gonta-ganti wanita dan memberikan uang kepada wanita-wanita itu, memutuskan untuk menyetujui tawaran Mami Mayang. Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mobil Mami Mayang pun sampai di sebuah rumah susun tapi rumah susun itu tampak bersih dan juga mewah tidak kumuh seperti kebanyakan.
"Ayo Kenanga, kamu bisa ikut denganku," ajak Mami Mayang.
Kenanga pun tampak celingukan di saat Kenanga memasuki kawasan rumah susun. Namun, bedanya rumah susun itu tampak mewah dan bersih berbeda dengan rumah susun yang dia tempati. Banyak wanita yang melihat Kenanga membuat Kenanga merasa tidak enak.
Mami Mayang membuka sebuah pintu rumah susun. "Silakan masuk."
"Terima kasih, Mami."
Kenanga tampak memperhatikan setiap sudut rumah itu, walaupun kecil tapi suasananya sangat nyaman ada satu kamar tidur, kamar mandi, dan juga dapur.
"Kenanga, kamu dan anak kamu bisa tinggal di sini dan anak kamu pun bisa giliran ada yang gantian di saat kamu sedang menerima klien," seru Mami Mayang.
"Terima kasih Mami, tapi Mami, aku punya satu permintaan bisakah Mami mengabulkannya?"
"Permintaan apa?"
"Aku bersedia bekerja bersama Mami, tapi aku tidak mau suatu saat nanti anak aku bekerja seperti aku, biarkan anak aku memilih jalan hidupnya."
Mayang tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Selama kamu mau bekerja sama denganku, dan menuruti semua perintahku, aku jamin, aku tidak akan mengusik kehidupan anak kamu."
"Terima kasih, Mami."
"Semua keperluan kamu sudah Mami siapkan, bahkan pakaianmu pun sudah ada di lemari cuma kalau pakaian bayi tidak ada, tapi kamu jangan khawatir, nanti Mami akan belikan baju untuk anakmu."
"Iya, Mami."
"Kalau begitu Mami keluar dulu, silakan kamu istirahat dan semoga kamu betah tinggal di sini."
"Sekali lagi terima kasih, Mami."
Mayang pun keluar dari rumah susun milik Kenanga. Ternyata Mayang memang memberikan fasilitas yang bagus untuk para anak buahnya, bahkan Mayang pun tidak sembarangan menerima tamu. Mayang hanya menerima pengusaha dan pejabat saja, yang selain itu Mayang tidak mau menerimanya.
Kenanga merebahkan tubuh mungil Ashika, diusapnya wajah mungil Ashika dengan deraian air mata. "Maafkan Mama sayang, Mama harus bekerja seperti ini karena Mama butuh uang untuk membesarkan kamu," gumamnya.
Kenanga sebenarnya tidak mau bekerja seperti ini, tapi keadaan Kenanga yang saat ini tidak mempunyai uang sepeser pun dan tempat tinggal, membuat Kenanga dengan terpaksa menerima pekerjaan ini. Kenanga mempunyai wajah yang sangat cantik, walaupun Kenanga seorang janda beranak satu tapi kecantikan Kenanga tidak kalah dengan para wanita yang lebih dulu berkecimpung di dunia hitam itu.
Buktinya, baru perkenalan saja sudah banyak Pengusaha dan Pejabat yang membooking Kenanga dengan harga fantastis. Kenanga yang awalnya merasa risih dan jijik dengan tubuhnya karena harus melayani pria berbeda setiap harinya, lambat laun menjadi terbiasa apalagi setelah mendapat bayaran yang tinggi, membuat Kenang ketagihan dan lupa diri.
"Mimi, seperti biasa aku titip Ashika ya," seru Kenanga.
"Siap, kamu tenang saja Ashika aman bersamaku," sahut Mimi.
"Terima kasih ya Mimi, kamu memang sahabat terbaikku."
"It's Oke tidak masalah."
Kenanga memperhatikan penampilannya di depan cermin, setelah dirasa sudah sangat cantik Kenanga pun menghampiri anaknya.
"Ashika sayang, main sama Tante Mimi dulu ya, jangan nakal dan jangan nyusahin Tante Mimi."
Kenanga pun menciumi seluruh wajah Ashika, Kenanga segera pergi meninggalkan rumah susunnya. Kenanga sangat beruntung karena semua penghuni rumah susun semuanya baik kepadanya dan juga Ashika. Ashika tumbuh dilingkungan yang bisa dibilang kurang baik untuknya, namanya juga anak kecil pasti dia akan meniru apa yang dia lihat dan dia dengar.
Begitu pun dengan Ashika, Ashika tumbuh di lingkungan prostitusi. Ashika diasuh oleh wanita yang berbeda-beda setiap harinya dan tentu saja kelakuan dan cara didik mereka pun berbeda-beda.
Ashika tumbuh menjadi anak yang sangat cantik dan tentu saja kecantikannya itu menurun dari Mamanya, namun sayang sifat dan kelakuannya sangat centil dan agresif menurut apa yang diajarkan oleh para pengasuhnya. Bahkan cara berpakaian Ashika pun sangat seksi dan kadang-kadang membuat pria hidung belang ingin menyewa jasa Ashika namun seperti perjanjian, Ashika tidak akan dijadikan wanita seperti itu biarlah Ashika memilih jalan hidupnya sendiri.
"Wuidih, cantik banget kamu mau ke mana?" tanya Mimi saat melihat Ashika keluar dari rumahnya dengan penampilan rapi.
"Mau cari kerja dong, Tante Mimi," sahut Ashika.
"Ngapain susah-susah cari kerja, di sini juga kerja enak kok," ucap Mimi.
Ashika tersenyum dan merangkul Mimi. "Tante Mimi, aku tidak mau bekerja seperti Mama justru aku berharap Mama dan Tante-tante semua bisa keluar dari sini dan mencari pekerjaan yang halal," ucap Ashika.
Mimi terdiam, memang di dalam hati kecilnya dia sudah tidak mau bekerja seperti itu tapi kalau dia keluar dari sana, dia akan bekerja apa tidak akan ada yang mau menerima pelacur seperti dirinya.
Flash back off....
.lili kyk nya kecintaan sm boy deh..
.ayo lili sadar lah . tunjukan km kuat.. jg nangisan