NovelToon NovelToon
Ku Jual Rahim Demi Si Buah Hati

Ku Jual Rahim Demi Si Buah Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Ibu Mertua Kejam / Pihak Ketiga / Wanita Karir / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Juniar Yasir

Norma menolak keras ketika mertua memintanya menggadaikan rahimnya pada pria kaya, dengan dalih untuk pengobatan sang putri.
Namun saat kejadian nahas menimpa putrinya, dan tekanan dari Mariah mertua nya, membuat Norma terpaksa mengambil keputusan nekad.

Tak sampai disitu, keputusan Norma membuatnya di hina oleh keluarga Syamsul dan masyarakat sekitar.

Sementara suaminya bekerja di luar negeri sebagai TKI. Hilang kontak.

Akankah Norma mampu menjalani kehidupan yang dilema?


.
Mohon baca teratur disetiap bab nya🙏


Kemana kah suami Norma?

Bagaimana kisahnya?




Setting: Sebuah pulau di Riau

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juniar Yasir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak bisa di hubungi

Setelah mengantarkan pakaian Bu kades, Norma memutuskan kerumah pak cik nya. Iya meminjam ponsel Pak cik (pak de) untuk menghubungi sang suami.

"Jangan lama-lama, nanti habis paket datanya!" ucap ketus Warni, Mak cik (Bu de) istri dari pamannya Norma.

"Iya Mak cik, Nor hanya menghubungi bang Syamsul sebentar" jawab Norma.

Norma segera memasukkan nomor ponsel sang Syamsul dan menekan aplikasi hijau.

Tapi, beberapa kali Iya mencoba namun nomor Syamsul tidak bisa di hubungi. Kembali Norma mencoba menghubungi sang suami, tapi hasilnya tetap sama.

"Kenapa nomornya malah tidak aktif?" lirih Norma.

"Sudah lebih dari lima menit!" celetuk suara di belakang Norma, tak lain Warni, Mak cik nya.

"Ini Mak cik. Terima kasih. Kalau begitu Norma pamit dulu." Norma mengulurkan ponsel, langsung di sambut oleh Warni.

"Hem" Balasnya singkat lalu menyelonong, tanpa basa-basi mengajak keponakan suaminya masuk ke rumah.

Norma berjalan menuju motornya dengan langkah gontai.

*******

.

Bakso dan mini pizza kesukaan putrinya sudah di belikan. Norma bergegas melajukan motornya.

Tiba di rumah Norma segera menutup pintu, jendela dan masuk kamar menemui buah hatinya.

"Nuri, ini mamak bawakan makanan kesukaan kesayangannya mamak" ucap Norma menghampiri Nuri yang bermain boneka di ruang televisi. Tampak ruang televisi penuh akan mainan berserakan. Norma langsung memungut satu persatu mainan putri semata wayangnya.

"Bagus betul kelakuan Ibu anak satu ini. Dengan beralasan mengantarkan pakaian ke rumah Bu kades, setelah itu berjalan tak ingat waktu!" Ujar Mariah penuh emosi. Anak kurang waras ini di biarkan membuat kacau bagian rumah.

"Bu, maaf aku..

"Sudah. Jangan banyak bermain sandiwara. Lihat ini! Semua mainan ini, lihat juga air ludahnya yang sudah seperti sungai itu!" tunjuknya pada arah mainan yang masih berserakan di karper lantai "Arghhkk! Pening betul kepala aku melihat semua ulah putri kesayanganmu yang kurang waras ini?" Mariah menatap nyalang Nuri cucu nya.

"Cukup Bu!" Suara Norma baik satu oktaf. Kesal anaknya di hina oleh nenek nya sendiri.

"Kau berani membentak ku? menantu tak ada tata Krama!" Mariah berang, tak terima.

"Bu, bukan begitu....

"Alah, sudahlah. Cepat rapihkan semua mainan ini. Sakit betul mata ku jadinya. Lepas tu masak untuk makan malam." Mariah berjalan menuju kamarnya.

Huft......

Norma hanya bisa beristighfar menghadapi mertua yang luar biasa sekali ini. Usai membereskan mainan sang anak, Norma mendekati Nuri. Mengikis jarak, berlutut. Mengeluarkan tisu dari dompetnya, lalu mengelap area bibir putrinya itu. Nuri, meski sudah berusia 9 tahun, putri Norma itu bertingkah layaknya bayi. Karena gangguan pada otak yang di deritanya, membuatnya tidak bisa normal seperti anak seusianya.

"Nuri, sayang. Ayo kita ke dapur, katanya anak mamak ni mau makan bakso" ujar Norma sembari mengusap sayang kepala buah hatinya.

Setelahnya itu dan anak itu ke dapur. Norma menemani buah hati makan makanan kesukaannya.

.

*******

Malam hari.

Usai menyiapkan makan malam untuk mertua dan adik iparnya, Norma kembali ke kamar. Dirinya tidak akan ikut makan malam bersama. Iya lebih memilih menemani putrinya di kamar, menyuapi Nuri. Memilih makan di kamar karena keluarga Syamsul tidak sudi makan satu meja dengan Nuri, mengingat Nuri yang tidak bisa diam saat makan di tambah air liurnya yang tidak berhenti mengalir.

"Bagaimana keputusanmu Norma?"Mariah masuk kamar tanpa mengetuk pintu.

Norma menghela nafas berat. Iya menaruh mengambil bekas makan putrinya dari nakas. Lalu dirinya membenarkan selimut buah hatinya yang sudah terlelap.

"Bu, kita bicara di luar saja. Saya antarkan piring kotor ini sebentar." Norma beranjak keluar dari kamar. Mariah ikut keluar kamar, menuju dan duduk di kursi teras, menunggu Norma.

Norma datang membawa teh hangat dan cemilan.

"Silahkan Bu" mempersilahkan mertuanya.

"Tak perlu berbasa-basi. Aku butuh jawaban, keputusan mu malam ini juga Norma dan tidak menerima penolakan!" tekan Mariah memaksakan kehendaknya.

"Bu... tidak bisa begitu. Kenapa ibu bisa berfikiran seperti ini, ingin menjadikan rahim ku untuk membuahi janin dari pria lain, bahkan tidak ku kenali? Sedangkan suami saya adalah putra kandung ibu sendiri?" Norma tidak habis fikir.

"Bang Syamsul juga tidak bisa di hubungi, bagaimana mungkin saya lancang mengambil keputusan ini? Lagipula bukankah tujuan bang Syamsul menjadi TKI selain untuk menambah pundi uang, juga untuk biaya pengobatan demi kesembuhan putri semata wayang kami?" Lanjutnya lagi memberanikan diri, berharap ibu mertua berubah fikiran dan sedikit ada rasa iba.

"Lancang kamu ya Norma!" jari telunjuknya menuding "Berkorban sedikit saja demi anak dan keluarga dirimu tidak bisa. Putra ku disana juga banting tulang demi kau dan putri tidak waras mu itu! Tapi dirimu malah memandang sebelah mata usahanya. Kau fikir baru sebulan kerja, Syamsul sudah bisa mendapat uang milyaran ha?" bentaknya lantang.

"Mamak.... Ma-mak....." Nuri keluar kamar dengan tubuh gemetar. Mungkin gadis kecil itu kaget mendengar teriakan neneknya.

Norma mendekati sang putri, mendekap erat, mengusap kepada buah hatinya. Menenangkan gadis kecil yang tampak ketakutan itu.

"Sayang.... Ayo nak kita kembali ke kamar" ucap Norma berusaha menenangkan Nuri.

"Heh! Enak betul muncung mu itu mau main masuk kamar saja. Ingat ya Nor, jika kau menolak jalan keluar dari ku kau akan menyesal!" ancamnya.

Norma tak lagi peduli, bukan minim adab dan etika, tapi kondisi mental si buah hati lebih penting dari lainnya. Tentu dirinya lebih mementingkan sang anak.

"Pantek kau Norma, menantu durhaka!" Kesal sekali rasa hati wanita tua ini.

"Ada apa buk?" Daria baru pulang mengernyit heran melihat ibunya asik menyumpah serapah.

"Norma sialan itu, bisa-bisanya dirinya menganggap angin lalu ucapan ibuk. Pusing ibuk, bulan depan sudah jatuh tempo untuk pembayaran kredit emas dan sofa ruang tamu. Mana duitnya belum timbul" Mariah memijit keningnya yang mendadak pusing.

"Ibu tenang saja. Nanti aku akan membuat

kakak ipar sialan itu akan menyerahkan diri untuk menyetujui,menerima tawaran untuk mengontrak rahimnya" Daria tersenyum licik.

"Benaran? dirimu jangan macam-macam Ria. Yang ada nanti kita yang celaka!" Mariah mengingatkan, khawatir putri bungsunya berbuat hal yang merugikan.

"Aman pokoknya. Ibuk hanya tinggal terima jadi. Setelahnya kita akan puas berpesta, salon dan makan di restoran mewah. Bayangkan buk.... 1 Milyar. Aduh.... Udah tidak sabar aku nya" Daria sudah membayangkan hal menyenangkan. Mariah hanya mengangguk, berharap rencana putri bungsunya berjalan dengan baik.

**

Di kamar, Norma masih setia membujuk sang anak. Melihat Nuri sudah tenang, wanita ini membaringkan buah hatinya ke ranjang, membenarkan selimut.

"Nuri mau mamak bacakan cerita anak-anak?" tanyanya yang di jawab anggukan oleh Nuri.

Ibu anak satu ini langsung mengambil beberapa buku dengan sampul bergambar hewan dan kartun.

"Ni-ni" tunjuk Nuri.

Norma mulai membacakan dongeng pilihan sang anak. Perlahan namun pasti, mata Nuri mulai sayu, tak lama langsung terlelap.

**

Ada apa

.

Sementara di kota lain, seorang pria dewasa sedang menelpon seseorang.

"Buat seolah-olah anak itu kecelakaan, pastikan anak itu tidak luka parah. Ingat! Jangan sampai meninggalkan jejak.

Selamat malam

Jangan lupa banyakin like dan komentar nya guys

1
Yulia Dhanty
menarik
Anita Rahayu
Buat karna pedih untuk samsul dan familtnya sekaligus selingkuhannya😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈
Juniar Yasir: asiap sisssa
total 1 replies
Sunaryati
Semoga setelah di talak hidupmu semakin baik dan keluarga Syamsul dapat balasan
Yulia Dhanty
Syamsul. brengsekkkk😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!