Sebelah tangan Inara yang hendak membuka pintu tiba - tiba saja langsung terhenti dan melayang di udara. Ketika ia tak sengaja mendengar pembicaraan Brian dengan Melisa - mertuanya.
" Aku akan menikahi Anita ma.."
" Apa maksud kamu Brian? Kamu itu sudah menikah dengan Inara. Kenapa kamu malah ingin menikah dengan wanita tak tahu diri itu."
" Maaf ma. Aku harus segera menikahi Anita. Saat ini dia telah mengandung anaku. Yang berarti penerus dari keluarga Atmaja."
Kedua mata Melisa langsung terbelalak lebar.
Begitu pula dengan kedua mata Inara yang sedari tadi tak sengaja menguping pembicaraan rahasia dari kedua orang yang ada di dalam ruangan sana.
Perih , sakit , dan sesak langsung menyelimuti hati Inara.
Wanita berkulit putih itu tak menyangka. Jika selama ini pria yang selalu ia cintai dan sayangi sepenuh hati . Malah menorehkan luka sebesar ini pada hatinya yang rapuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INNA PUTU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab2
" Maksud kamu apa Brian? Kenapa kamu harus menikahi wanita itu? " mata Melisa semakin menatap nyalang.
Sumpah demi apa, tangan Melisa sudah bergetar hebat. Dan ingin sekali mendaratkan sebuah tamparan keras di atas pipi putranya itu. Yang telah berani mengatakan ingin menikahi wanita ular tak tahu diri bernama Anita, di bandingkan bertahan menjalankan mahligai rumah tangga pernikahan dengan Inara yang berhati bersih.
Brian tertunduk. Dengan perasaan ragu.
Sampai teriakan Melisa pun terdengar menggema lagi menyelimuti ruangan itu.
" Katakan pada mama, Brian. Kenapa kamu harus menikahi Anita? "
" Anita hamil anaku ma. Penerus keluarga kita ini." kata itu terdengar lolos begitu saja dari dalam mulut Brian.
Deg.
Sekujur tubuh Melisa seketika melemas. Bercampur hati wanita itu yang turut ikut terasa perih hingga ke sumsum tulang.
Begitu pula dengan tubuh Inara yang sedari tadi berdiri tak sengaja menguping di balik pintu yang tak tertutup dengan rapat itu.
Bukan hanya lemas.
Bahkan dunia indah yang selama ini Inara lihat dan rasakan pun, seakan runtuh dalam detik itu juga. Ketika ia mendengar dari mulut Brian sendiri, jika pria itu telah menghamili wanita lain di belakangnya.
Padahal pria berparas sempurna itu masihlah berstatus suami sah dari Inara.
Hal itu tentu saja menunjukan. Jika suami yang selama ini ia percayai telah berani menyentuh bahkan meniduri wanita lain. Dan menorehkan noda hitam di atas pernikahan suci yang selama beberapa tahun ini mereka jalani.
" Ini ... Tidak mungkin." gumam Inara dengan suara yang terdengar sangat lirih. Hingga tak ada yang mampu mendengarnya. Kecuali dirinya sendiri.
Padahal selama ini Inara selalu melayani Brian dengan sangat baik. Bahkan dengan kebutuhan biologis pria itu pun , Inara selalu memenuhinya.
Gaya apapun Brian inginkan. Inara selalu setuju , tak pernah sekalipun wanita itu menolak keinginan pria yang berstatus sebagai suami sahnya itu.
Bahkan lebih gilanya lagi, Inara sampai harus belajar dari beberapa buku maupun dari beberapa video. Tentang cara memuaskan hasrat lelaki di atas ranjang.
Dan tentu saja hal itu bertujuan, agar Inara bisa menjadi sosok istri sempurna di mata Brian.
Mengingat jika Inara selama belum menikah dengan Brian, tak pernah memiliki jejak pengalaman sekali pun bersama pria. Apalagi berciuman sampai melakukan hal lebih.
Inara sama sekali belum pernah melakukan hal berbau mesum seperti itu.
Bisa di katakan , ia adalah seorang gadis polos. Yang tak sengaja menjadi pengantin pengganti dari lelaki berpengalaman seperti Brian.
Meski Brian terkadang selalu bersikap dingin padanya. Namun Inara seolah tak terlalu mau memperdulikan hal itu.
Ia selalu berusaha menjadi sosok istri yang baik bagi Brian. Dengan harapan jika pria itu pun juga akan membalas kasih cinta yang selama ini Inara berikan suatu hari nanti.
Mengingat jika pernikahan mereka bukan karena cinta. Melainkan karena keadaan terdesak. Akibat di kala itu, calon istri Brian yang bernama Anita melarikan diri di hari H pernikahan mereka berlangsung.
Namun siapa yang menyangka. Dua tahun telah mereka menjalani pernikahan. Wanita di masa lalu Brian itu malah datang kembali ke hadapan pria itu. Dan yang lebih mengejutkannya lagi. Saat ini dalam kondisi mengandung anak Brian.
___
" Apa kau bilang tadi, Brian? Hamil? " tanya Melisa dengan raut wajah tak percaya terhadap Brian.
Bagaimana bisa pria yang terlahir dari keluarga terhormat seperti mereka bisa memiliki anak dari wanita lain. Sementara di rumahnya sendiri ia memiliki seorang istri?
Apakah putranya saat ini telah menjelma jadi seekor anjing yang melepaskan benih ke sembarang betina?
Ingin sekali Melisa melontarkan kata - kata kasar itu terhadap Brian. Namun semuanya tertahan di tenggorokan.
Kejujuran Brian benar - benar mampu membuatnya merasa syok hingga membuat Melisa tak mampu mengeluarkan kata - kata sebagai orang normal lagi dari dalam mulut.
" Maafkan Brian ma. Brian tahu apa yang Brian lakukan salah. Tapi Brian harus tetap bertanggung jawab atas kehamilan Anita. Bagaimana pun anak yang ada di dalam kandungan Anita tak bersalah sama sekali. Jadi Brian mohon. Maafkan kesalahan Brian. Dan terima Anita sebagai menantu mama."
Tubuh Melisa terasa lemas hingga hampir saja limbung jatuh kelantai. Jika tak dengan segera Brian menangkap tubuh lemah wanita itu yang terasa syok karena ulahnya.
Namun sayangnya. Sikap baik yang di tunjukan Brian malah langsung di tepis kasar oleh Melisa. Yang merasa geram dengan pengkhianatan yang selama ini ternyata telah di lakukan oleh putranya di belakang Inara yang begitu terlihat tulus mencintainya.
Plassh ...
" Jangan pernah kau menyentuhku dengan tangan kotormu itu." bentak Melisa hingga membuat Brian tertegun dengan menatap raut penuh rasa kesal serta kecewa mendalam, yang di perlihatkan jelas oleh Melisa.
Yang bener Naura atau Inara Thoor
ok kita lihat sebadast apa kau Ra