NovelToon NovelToon
365 Day

365 Day

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Murni
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Erny Su

"Kau tidak punya pilihan lain selain menikah dengan ku Embun."ucap Alfaro.

Sementara gadis yang kini tengah menundukkan kepalanya itu tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Hanya karena satu peristiwa yang terjadi di malam kelahirannya gadis itu harus terjebak bersama seorang pria yang tidak pernah ia kenal sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Embun masih terlelap dalam tidurnya setelah berjuang untuk kabur dari penjara penuh nafsu tersebut, dia tidak peduli jika nanti mereka kembali bertemu Embun akan menghindarinya lagi dan lagi karena dia sangat membenci pria itu.

Embun membenci Alfaro karena pria itu sama-sama jahat dan tidak ada bedanya dengan keempat saudara nya.

Embun bahkan ingin sekali membuat pria itu menangis darah di kakinya jika saja dia memiliki kuasa untuk itu.

Dan saat pagi tiba Embun bangun dari tidurnya lalu membersihkan diri terlebih dahulu sebelum dia mencari sarapan pagi yang entah akan dia dapatkan dari mana.

Embun yang kini sudah tidak menggunakan sehelai benang pun menatap dirinya di cermin hingga bayangan kejadian yang tidak pernah ia inginkan itu melintas di ingatan nya.

Embun memejamkan mata sambil mengguyur tubuhnya dengan menggunakan air yang ia ambil dari bak tampung dengan gayung love pink yang kebetulan tersedia di sana.

Dia tidak merasa prihatin dengan keadaan nya saat ini, meskipun hidup di lingkungan yang sangat sederhana karena kemewahan yang pernah ada pun tidak pernah bisa ia miliki, jangankan memiliki bahkan untuk menyentuhnya pun dia tidak diberikan hak untuk itu.

Justru saat ini dia merasakan kebebasan seolah ia baru keluar dari dalam penjara yang mengerikan setelah dua puluh tahun lamanya berada di dalam sangkar derita itu.

Meskipun saat ini dirinya sudah kehilangan satu-satunya harta berharga dalam hidup nya setidaknya dia bisa hidup damai dalam keadaan pas-pasan.

Pagi ini dia berniat untuk melamar pekerjaan meskipun belum tau pekerjaan apa yang akan dia dapatkan.

Embun yang baru saja selesai menggunakan pakaian dan skincare dia langsung bergegas untuk mencari sarapan, tapi saat akan membuka pintu dia mendapati sahabatnya membawa bingkisan berisi sarapan paginya.

"Ini sarapan mu, saat ini kamu ikut aku karena ada lowongan kerja dan itu cocok dengan mu."ucap Rania.

"Benarkah?! Oh makasih Rania kamu memang terbaik."ucap Embun.

"Sama-sama sahabat ku, kita akan selalu saling menolong jadi jangan merasa sendiri."ucap Rania.

Embun langsung membuka bingkisan tersebut dan memulai sarapan pagi nya dengan senyuman penuh harapan bahwa suatu saat nanti dia akan mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik.

Sementara tentang ayah kandungnya itu dia tidak punya harapan akan kasih sayang seorang ayah karena nyatanya selama ini dia hanya bisa berharap tanpa hasil.

Embun pun melangkah keluar dengan doa semoga dihari permata dia bekerja dia bisa bekerja dengan baik.

Sampai saat ia dan Rania tiba di sebuah butik yang baru saja buka lima minggu ini, Rania langsung masuk kedalam dan membawa serta Embun yang kini terlihat sangat cantik meskipun dengan dandanan ala-ala gadis seusia nya.

"Berapa banyak costumer hari kemarin?"ucap manager butik yang kini baru saja duduk di hadapan nya.

"Ini laporannya tuan."ucap salah seorang dari mereka.

"Kak saya datang bawa pegawai yang kakak butuhkan."ucap Rania sopan.

"Eh kamu Rania tolong tunggu dulu sebentar karena aku baru saja datang jadi harus beri laporan dulu pada bos."ucap pria bernama Andi itu.

"Baik kak."ucap Rania yang kini duduk sambil menunggu.

"Embun kamu pasti pernah menggunakan brand ternama dari butik yang memiliki ratusan cabang di negara ini."ucap Rania yang kini melirik kearah ruangan yang luas dimana berbagai kebutuhan wanita dan pria dewasa berada di sana termasuk aksesoris yang menyilaukan mata meskipun bukan batu berlian.

Sampai saat pria bernama Andi itu selesai memberikan laporan kepada atasannya dia pun lanjut menghampiri mereka berdua.

"Oh iya Rania maaf sedikit menunggu lama, saya baru selesai memberikan laporan ke pusat."ucap Andi.

"Tidak masalah kak, maaf sebelumnya kenalkan ini Embun dia lulus fashion desainer, dia pintar menggambar sekaligus mempraktikkan nya."ucap Rania yang membuat Embun kaget karena selama ini ia belum pernah membuat karya langsung dari bahan nyata karena dia tidak punya uang untuk membeli bahan kecuali menggunakan bahan yang seadanya yang disediakan oleh pihak kampus.

"Baguslah kalau begitu, sekarang kamu bisa ikut aku untuk mengurus surat lamaran mu karena kamu akan bekerja di kantor pusat bukan disini."ucap Andi.

"Tunggu pak, saya ingin meluruskan perkataan teman saya, saya memang bisa menggambar dan juga merancang tapi saya belum pernah praktek secara langsung menggunakan bahan premium saya takut buat kesalahan."ucap gadis cantik itu.

"Tidak masalah, begini saja sekarang saya uji secara langsung tolong ciptakan jas pria yang bisa digunakan untuk acara formal ataupun harian."Ucap pria itu sambil meraih sebuah kertas HVS dan sebuah bolpoin miliknya.

Embun pun mengangguk, dia dengan cepat menggoreskan pena tersebut keatas kertas kosong dengan cepat karena bayangan jas yang akan dia buat ada di sana.

"Ini model terbaru yang akan menjadi trend fashion sebentar lagi tuan, jas ini bisa digunakan untuk acara formal ataupun pernikahan dan harian, disini saya buat satu untuk tiga model jas."ucap Embun sambil menjelaskan dan Andi sangat puas dengan apa yang ada di hadapannya ternyata gadis itu adlah gadis yang sangat cerdas.

"Baiklah ayo dimana surat lamaran mu, aku akan pastikan bahwa kamu bisa langsung bekerja saat ini juga.

Gadis cantik itu langsung menitikkan air mata saat mendengar ucapan yang menjadi kabar baik baginya itu.

Jika selama ini ia bermimpi untuk menjadi seorang desainer itu karena sejak kecil ia hanya bisa menggunakan barang bekas pemberian Claudia itu pun karena terpaksa saat sang daddy meminta dia untuk berbagi dengan adiknya karena mereka tidak mengijinkan tuan Nelson untuk menafkahi istri dan anaknya yang lainnya.

Sejak saat itu, Embun berharap bahwa dia bisa merubah hidupnya agar bisa membahagiakan ibunya dan juga agar tidak lagi menggunakan pakaian bebas yang terkadang ia dapatkan barang itu dengan melewati ujian berat dari mereka yang tengah menindas nya.

Dan itu bukan hanya satu atau dua tahun tapi belasan tahun, bahkan setelah dua puluh tahun berlalu Embun tidak pernah dianggap sebagai bagian dari keluarga mereka.

"Ran kamu bagaimana aku harus pergi sekarang."ucap Embun.

"Pergilah sahabat nanti malam kita bertemu di rumah."ucap Rania yang juga bekerja di salah satu butik tersebut sebagai asisten manager di cabang butik tersebut.

Seperti halnya wanita yang tadi menyodorkan laporan tersebut, seperti itulah pekerjaan nya di sana, dan Andi masih manager butik di sana juga.

Namun yang andi cari saat ini adalah desainer yang berpotensi untuk menggantikan posisi desainer yang resign karena hamil.

...🌞🌞🌞...

Sesampainya di sana surat lamaran kerja itu langsung masuk ke ruang HRD namun bukan untuk di simpan sementara waktu sebelum kemudian di periksa sebelum kemudian surat panggilan interview, tapi saat ini Andi meminta langsung ditandatangani agar Embun bisa langsung bekerja di sana.

Kini Embun sudah berada di dalam sebuah ruangan dimana disana ada dua orang lainnya yang akan menjadi teman kerja nya mereka saling berhadapan.

"Kenalan dia namanya embun, dia yang akan menjadi teman kalian bekerja disini."ucap Andi.

Ketiganya menatap lekat wajah cantik Embun yang kini tersenyum pada mereka."Selamat datang Embun selamat bekerja ucap wanita cantik yang ber name tag Alila itu.

"Terimakasih kak mohon bimbingannya."ucap Embun yang kini bersikap ramah terhadap Alila.

"Sekarang mulailah bekerja dan aku pergi dulu."ucap Andi.

Embun langsung menghidupkan komputer yang ada di hadapannya, dia pun mendapat instruksi untuk memulai semuanya hingga akhirnya ia mulai membuat sketsa gaun pesta yang sesuai dengan klu yang diberikan.

Embun mengerjakan semuanya dengan penuh ketelitian tapi saat ini dia tidak tau bahwa lamaran kerja miliknya sudah sampai pada seseorang yang sejak kemarin mencari nya.

Dia adalah CEO perusahan tempat Embun bekerja meskipun bisnis yang dia pegang bukan hanya bergerak di bidang fashion saja.

"Minta dia untuk datang kesini sekarang juga."ucap pria tampan yang kini terlihat sangat dingin dan arogan itu.

"Baik bos."ucap Renal asisten pribadi dari pria bernama Alfaro Arkan Wijaya itu.

Pria berusia 27 tahun itu terlihat sangat senang saat sebentar lagi buruannya akan tertangkap.

Sementara Embun yang tengah bekerja dengan fokus itu kaget saat diminta oleh seseorang untuk naik ke lantai teratas gedung tersebut.

Namun Embun tidak curiga dan tidak juga menolak karena dia tidak punya wewenang untuk itu lagipula dia baru pertama kali bekerja saat ini.

Sesampainya di dalam sebuah ruangan setelah pria yang tadi meninggalkan nya Embun hanya berdiam diri di tempatnya sambil menatap kearah seseorang yang kini berdiri menatap kearah jendela kaca yang menampakkan pemandangan ibu kota.

"Tuan anda memanggil saya?"tanya Embun.

"Tentu saja aku sudah mencari mu dua hari belakangan sayang kamu bahkan berani kabur dari rumah ku."ucap pria yang tidak lain adalah Alfaro yang kini terlihat menatap tajam kearah Embun.

"Alfaro?!"teriak Embun begitu kaget nya.

"Ya Embun ini aku dan sekarang kamu tidak bisa lagi pergi dariku."ucap Alfaro tegas.

"Tidak kau tidak punya hak untuk mengatur hidup ku Al, aku berhak menentukan jalan hidup ku."ucap Embun.

Embun pun langsung bergegas pergi menuju ke arah pintu kamar tersebut, tapi nyatanya dia tidak bisa membuka pintu yang terkunci secara otomatis itu.

"Buka pintunya jika kamu bisa."ucap Alfaro yang kini masih menatap datar kearahnya.

"Al kenapa kau selalu berbuat semaumu apa salah ku padamu Alfaro Arkan Wijaya! Sejak kecil aku tidak pernah mengusik hidup mu! Tapi kau selalu saja memperlakukan ku sesuka hati mu!!"ucap Embun yang kini terduduk di lantai sambil bersandar di pintu.

"Apa kesalahan mu kau ingin tau jawabannya?"tanya Alfaro.

"Ya aku ingin tau, katakan dimana letak kesalahan ku hiks... hiks"ucap Embun sambil terisak dalam tangisnya.

Alfaro pun mendekat lalu kemudian ia berjongkok di hadapan Embun kemudian dia memegang dagu gadis cantik itu.

"Salahnya kau terlalu cantik hingga menyebabkan ku jatuh cinta. tapi aku tidak bisa memiliki mu karena kau hanya anak tiri di keluarga Nelson, jadi aku tidak bisa menikahi mu secara resmi karena itu akan membuat keluarga ku malu memiliki menantu yang terlahir dari sebuah kesalahan. Aku sering menindasmu bersama mereka karena aku berharap aku bisa membenci mu, tapi nyatanya bukan benci tapi semakin membuat ku ingin memiliki mu."ucap Alfaro jujur.

"Aku sangat membenci mu Alfaro Arkan Wijaya!! Aku bahkan mengutuk kalian semua agar merasakan apa yang aku rasakan."ucap Embun.

"Bangun."ucap Alfaro yang kini menggenggam tangan Embun yang kini menolak di sentuh.

"Lepas."ucap Embun yang kini mengusap air matanya.

"Sekarang kau tidak punya pilihan lain selain menikah dengan ku, dan segera tandatangani surat kontrak pernikahan kita."ucap Alfaro tegas dan menarik Embun membawanya ke sofa.

"Tidak, diantara kita tidak akan ada pernikahan."ucap Embun tegas.

"Ingat Embun sayang disini ada calon anak kita dan aku tidak ingin anakku terlantar disaat dia hidup dengan mu yang tidak memiliki apapun."ucap Alfaro yang terdengar kejam.

"Tidak akan ada anak disini dan kalaupun ada aku tidak akan pernah membiarkan janin itu tumbuh karena aku tidak ingin dia bernasib sama seperti ku."ucap Embun pelan tapi penuh penegasan.

"Kau tidak akan pernah bisa melakukan hal itu, sekarang juga tanda tangani ini sebelum aku menghukum mu untuk bantahan mu."ucap Alfaro.

Embun tidak bisa mengelak lagi saat dua orang pria berbadan besar masuk kedalam ruangan tersebut.

"Kau pilih tandatangan atau melayani mereka sampai kau mati."ucap Alfaro yang kini terlihat sangat menakutkan dan Embun pun tidak bisa menolak lagi tidak terbayang bagaimana jadinya melayani pria dengan perawakan tinggi besar seperti itu, karena Alfaro saja sudah membuat dia kewalahan.

"Baiklah aku tandatangan!"teriak Embun yang kembali hampir menangis.

"Good girl, kau hanya perlu menjadi istri ku selama tiga ratus enam puluh lima hari, setelah itu kau bisa bebas."ucap Alfaro tegas.

Embun pun akhirnya membubuhkan tandatangan tanpa membaca isi kontrak yang kini diambil oleh pria yang baru saja masuk untuk disimpan.

"Ambil barang-barang mu bersama mereka dan kembali ke villa hari ini juga."ucap Alfaro.

Embun tidak menjawab tapi Alfaro langsung menarik Embun keatas pangkuannya.

"Baiklah jika kamu belum mau pergi dari sini babe, sekarang juga puaskan aku."ucap Alfaro yang langsung mendapatkan tamparan keras di wajah nya ulah dari tangan Embun.

Alfaro terdiam untuk beberapa detik hingga akhirnya Alfaro menjambak rambut Embun dengan kasar dia menahan tengkuk wanita cantik itu kemudian mencium bibir Embun yang sudah menjadi candu baginya dengan kasar dan gigitan kecil yang membuat bibir Embun sedikit berdarah.

Embun tidak tau cinta ataukah nafsu serakah yang dikatakan oleh Alfaro karena pria itu pun terkadang lebih sering menyakiti nya.

"Jangan pernah berfikir aku akan memberikan toleransi untuk pembangkangan yang kau lakukan seperti tadi, karena aku tidak segan untuk menyingkirkan mu dari dunia ini jika kau tidak menurut pada peraturan yang dibuat."

1
partini
berbakti pada orang tua tapi bikin orang lain sengsara hah ada gitu yah apa itu ga dosa ,busehhhhh gampang amat
ajaran dari mana itu ????????
Erny Su: Itulah ciri-ciri orang yang keliru.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!