sebuah kisah dua orang asing yang ditakdirkan menjadi keluarga. tanpa tau bahwa pertemuan mereka akan mengubah segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zean amora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 1
Tring!!
Bunyi sebuah bell yang menandakan, kelas telah berakhir....
Di Sebuah sekolah SMA yang sederhana, siswa dan siswi mulai berhamburan keluar dari kelas mereka. Suasana sekolah yang awalnya tenang kini menjadi ramai. Dibalik keramain tersebut, ada beberapa yang sedang memperdebatkan jawaban ujian yang dikerjakan tadi.
"Gampang banget soal tadi, aku yakin tahun ini aku yang akan menempati peringkat pertama di kelas ini" sarkas salah satu siswa.
"iyakah? ga yakin" siswa disebelah nya menanggapi.
"iyalah. Seperti soal nomer 15. Aku yakin jawabannya B" percaya diri.
"Huh? Bukannya D ya? Aku jawab D tadi" jawab temannya lagi yang disebelah kanan.
"Apaan kalian. Kalian salah, jawabannya B". Tetap kekeh.
Ketiga siswa tersebut kemudian saling berdebat tentang jawaban yang mereka jawab. Tanpa disadari, seorang siswa yang sedari tadi menyimak dengan buku dan pulpen ditangannya kini menjawab dengan tenang dan menghentikan perdebatan mereka.
"Jawabannya A" ucapnya tenang.
Ketiga siswa tersebut kemudian menoleh dan terkejut mendengar jawaban dari siswa itu. Lebih terkejutnya lagi mereka tahu siapa yang sedang menjawab mereka.
Melihat mereka terdiam terkejut, siswa tersebut tersenyum dan menyodorkan sebuah kertas coretan pada mereka. Sambil berjalan meninggalkan kelas itu.
Setelah kepergiannya, mereka sama-sama meliat coretan kertas itu yang menampilkan rumus dan tulisan rapi dengan jawaban yang terpampang disana yang dilingkari dan di sahkan kalau jawabannya adalah A.
"Tidakkk!! Huhuuu" respon siswa yang PD tadi.
"Yah, jawabannya ternyata A" Tangis yang satu lagi.
"Huh.. siapa yang akan nangka begini. Zean selalu menjadi yang terbaik" Pasrah siswa lainnya.
Hey!!
Siapa yang tidak mengenal Zean, siswa berprestasi di sekolah itu. Siswa yang pintar, tampan, dan putih. Satu hal lagi yang menjadi saya tarik darinya. Yaitu sebuah rambut blonde yang menjadi ciri khas dirinya. Member baru pasti akan mengira dia bule atau semacamnya. Tapi tidak, itu semua karena bibit unggul dari orang tuanya. Itu pendapat teman temannya. Tapi, dibalik semua itu. Dia adalah siswa yang cukup memprihatinkan.
Orang tuanya bercerai, dia tinggal bersama ayahnya di sebuah rumah kecil tidak jauh dari sekolahnya itu. Ibunya? Dia memilih lelaki kaya dan pergi meninggalkan nya. Ekonomi yang sangat terbatas. Dia bersyukur bisa mendapatkan beasiswa disekolah ini untuk meringankan beban yang ditanggungnya....
.....
Zean menatap jam tangan kecil di tangannya. Melihat waktu dan menunggu kapan teman nya ini akan keluar. Dia di kagetkan oleh teriakan siswi siswi yang terburu-buru berlarian ke luar pagar.
"Aaaa liat, mereka tampan sekali" Histeris salah satu siswi.
" Tampan se harta-hartanya ini mah" teriak yang lainnya.
Zean kebingungan melihat hal itu. Tapi rasa bingungnya menghilang mendengar suara temannya.
"Eleh, mereka bener bener haus validasi deh. Caper banget ke sekolah ini. Ngapain coba dah, toh disini siswi siswi nya kayak musang". Jawab arine, siswi cantik yang sedang bersendekap dengan menatap malas.
Zean hanya menggelengkan kepalanya melihat komentar teman kecilnya ini. arine salah satu tetangga nya Zean, mereka menjadi teman setelah Zean ditinggalkan ibunya.
"Hm. Jadi, kau termasuk juga? " jawab Zean.
"A-ap? Zean kau mengataiku musang huh? " Jawab arine kesal.
"Eh, ga kok. Arine, ayo kita cepat pulang. Aku tidak sabar ingin membantu tante" jawab Zean mengalihkan topik.
"Eleh. Yauda ayok." Ucapnya sambil menarik Zean. "Untung ya kamu tampan Zean,aku tidak tega memukulmu" Tambahnya.
Zean menggeleng melihat tingkah Arine. Dia harus mengalah darinya.
Zean dan Arine dekat. Bahkan jika Zean tidak punya makanan dirumahnya, arine akan dengan senang hati membawakan kue dari toko ibunya. Zean juga sadar diri, dia akan menjaga gadis manis itu seperti adiknya sendiri.
Mereka berdua berjalan menerobos kerumunan siswi siswi yang kepanasan ulah cowo cowo disekolah elit itu.
"Permisi, permisi. Gue mau lewat. Jangan ngalangin jalan deh.. Jan teriak disini kalau perlu kejar" Ucap arine sambil berlari takut dikejar mereka....
Skip..
Sesudah mandi dan berganti pakaian, Zean pergi untuk membantu ibu arine di tokonya sesuai ucapannya tadi siang. Jam menunjukkan pukul 3 sore, waktu ramai-ramai nya pembeli. Arine membantu menulis pesanan mereka dan Zean yang akan mengantarkannya. Zean juga dibayar, tidak hanya membantu terus.
"Zean, ini kue wanita yang ada disana" Ucap arine.
Zean mengangguk dan berjalan untuk mengantarkannya. Tapi, langkah Zean perlahan melambat melihat wanita itu.
"Zean... " Ucap wanita itu.
Zean meletakkan pesanannya dan ingin pergi. Tapi wanita itu mencekal tangan Zean.
"Apa yang kau lakukan disini" Tanya Zean singkat tapi menyimpan rasa sakit dihatinya.
"Huh.. Dia benar benar tidak becus merawatmu Zean. Lihat sekarang, kau menjadi kurus dan menyedihkan. " Balas wanita itu kasihan melihat kondisi Zean saat ini.
"Memangnya ada apa denganku nyonya Adrian? " jawab Zean tajam.
Wanita itu terdiam mendengar jawaban putra kandungnya . Sakit, benar benar sakit melihat tatapan lembut yang dulu dia lihat kini musnah dan berganti dengan tatapan kebencian.
"Apa yang kamu katakan Zean? "..
" Ada apa? Aku hanya mengatakan yang sebenarnya ". balas Zean.
"Zean. Mama sayang padamu. Mama ga tega melihat kamu kerja keras seperti ini. Dan.. Bergaul dengan orang-orang seperti mereka". jawabnya sedikit jijik.
Zean menggepalkan tangannya menahan sesak di hatinya.
" Yahh nyonya Adrian benar. Level kita berbeda. Jangan pedulikan kami. Fokus saja menikmati hidup mewah sebagai nyonya disana" Balas Zean dan menghempaskan tangannya yang ditahan. Kemudian melenggang pergi.
Wanita itu menatap tangannya, tangan yang menggenggam putra kesayangan nya. Ada sakit, tapi juga bahagia. Setidaknya dia masih bisa melihat Zean walaupun berbeda.
'Kau sudah besar sekarang Zean...
Kamu mungkin bisa menolak mama. Tapi, kau tetap putraku. Kau mewarisi kecerdasan ku."capnya dalam hati senang. Sambil menuju mobil mewah yang tidak jauh disana.
"Silahkan nyonya." ucap sopirnya. Dan pergi meninggalkan tempat itu.
"Hey Zean! Ada apa? Kenapa setelah mengantarkan kue ke wanita itu kamu jadi melamun trus? " Tanya Arine penasaran. Sambil membantu menutup toko.
Zean yang diberi pertanyaan tersebut hanya menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa".
" Aishh.. Yaudah ". Jawab arine final
Tapi, Zean dibuat terkejut kembali mendengar ucapan Arine kemudian..
" Tapi Zean. Kau tau? Wanita itu sangat cantik dan berkharisma. Dia elegan, aku saat melihat nya terkagum. Sama seperti aku melihatmu waktu pertama kali." Ucap Arine kagum.
Zean menanggapi hal itu dengan denguman kecil. Sampai pada ucapan Arine yang langsung membuat nya tegang.
"Dia juga memiliki rambut blonde seperti mu Zean. Rambut itu alami, bersinar ketika terkena sinar matahari. Oh tuhann.. aku sempat berfikir kalau kalian ibu dan anak. Hahah" Ucap Arine santai sambil bersenandung.
Arine tidak menyadari kalau ucapannya tadi membuat Zean menggepalkan tangannya.
Home..
Zean mandi setelah sampai di rumah nya. Dia berdiam di depan cermin sambil melihat dirinya... sungguh dia benar benar plagiat dari ibunya.
'Gen mu benar-benar menonjol mah. Tapi aku berharap sifat mu tidak diwariskan padaku. Sifat yang gila akan harta' batinnya sesak.
Tok, tok...
"Zean..? "