Lin Chen adalah pewaris sah dari Keluarga Lin di Ibukota Jingcheng. Namun, karena intrik ibu tirinya dan adik tirinya (Lin Tian), meridiannya dihancurkan, dia dijebak atas kejahatan penggelapan, dan dibuang ke kota kecil Donghai sebagai orang cacat. Tunangannya yang kejam, Ye Mei, akhirnya membunuhnya di gang gelap.
Namun, takdir berkata lain. Lin Chen terbangun 5 tahun di masa lalu, tepat di hari ia dibuang ke Donghai. Kali ini, ia tidak hanya membawa ingatan masa depannya, tetapi jiwanya telah terikat dengan [Sistem Penguasa Urban Tertinggi]. Mulai dari menyembuhkan tubuhnya, membangun kerajaan bisnis, hingga menguasai seni bela diri kuno, Lin Chen bersumpah akan menginjak-injak mereka yang pernah mengkhianatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21: Jarum Pembelah Kematian
Keheningan di dalam ballroom Menara Anggrek Emas begitu pekat hingga suara jarum jatuh pun akan terdengar seperti dentuman lonceng.
Semua orang menahan napas. Pewaris Keluarga Shen, salah satu dari Tiga Raksasa penguasa sejati Jinling yang kekuasaannya mampu mengguncang langit provinsi, baru saja membungkuk kepada pemuda yang mereka cemooh sebagai "menantu buangan"!
Wei Zixuan berdiri kaku, wajahnya pucat pasi bagai mayat hidup. Keringat dingin membasahi punggung jas mahalnya. Ia baru saja menyuruh pengawalnya untuk mematahkan kaki pemuda ini! Jika Keluarga Shen tersinggung, Konsorsium Wei bisa dihancurkan hanya dalam hitungan hari.
Lin Chen menatap Shen Bing dengan tenang. Ia sama sekali tidak terkejut, seolah penawaran dari wanita paling berkuasa di Jinling itu adalah hal yang wajar.
"Tawaran yang menarik, Nona Shen," ucap Lin Chen perlahan, memecah keheningan. "Giok kuno itu memang benda yang kucari. Namun, aku datang ke Jinling malam ini bukan untuk mencari pasien, melainkan menemani istriku berbisnis. Sayangnya, Tuan Muda Wei di sana baru saja menyatakan akan memblokir perusahaan kami dari pameran besok."
Mendengar ucapan Lin Chen, mata tajam Shen Bing langsung beralih menatap Wei Zixuan bak pedang es.
"W-Wei Zixuan," panggil Shen Bing dengan nada yang sangat dingin. "Apakah Keluarga Wei sudah bosan menjadi pemimpin Konsorsium Medis? Kau berani memblokir tamu kehormatan Keluarga Shen?"
Kaki Wei Zixuan langsung lemas. Ia nyaris berlutut di tempat. "N-Nona Shen! Ini salah paham! Aku tidak tahu kalau Tuan Lin adalah kenalan Anda! Nona Su, Tuan Lin... s-saya minta maaf! Mulai besok, Grup Su akan mendapatkan stan VIP terbesar di tengah pameran! Tidak akan ada yang berani menghalangi distribusi Embun Surgawi!"
Melihat Wei Zixuan yang merendahkan diri layaknya anjing penakut, Lin Chen hanya tersenyum sinis. "Kuharap kau memegang kata-katamu, Wei. Jika tidak, bukan hanya bisnismu yang akan kublokir, tapi juga detak jantungmu."
Wei Zixuan menelan ludah, mengangguk panik, dan segera melarikan diri dari ballroom bersama pengawalnya dan Tabib Chen yang masih setengah sadar. Sisa hadirin menatap Su Ruoxue dan Lin Chen dengan pandangan penuh rasa hormat dan ketakutan. Malam ini, Grup Su telah mendapatkan backing terkuat di seluruh Jinling.
Lin Chen berbalik menatap Shen Bing. "Bawa aku ke kakekmu."
Tiga puluh menit kemudian, iring-iringan mobil Rolls-Royce hitam milik Keluarga Shen memasuki kawasan elit di kaki Gunung Ungu (Zijin Shan). Kediaman Keluarga Shen bukanlah sekadar rumah mewah, melainkan sebuah kompleks istana kuno yang luasnya mencapai puluhan hektar, dijaga ketat oleh puluhan praktisi bela diri.
Di dalam kamar utama yang beraroma kayu gaharu, seorang pria tua kurus berbaring di atas ranjang batu giok raksasa. Wajahnya menghitam, napasnya sangat lemah, dan urat-urat di lehernya menonjol berwarna ungu pekat. Dia adalah Shen Wanshan, sang Kepala Keluarga Shen.
Ketika Lin Chen, Su Ruoxue, dan Shen Bing melangkah masuk, kamar itu sudah dipenuhi oleh beberapa anggota keluarga inti dan staf medis.
Di sisi ranjang, berdiri seorang pria paruh baya mengenakan jubah sutra tradisional dengan ekspresi sombong. Ia sedang memegang sebuah jarum emas panjang. Di sebelahnya berdiri seorang asisten muda yang membawakan kotak peralatannya.
"Nona Bing, syukurlah Anda kembali," ucap pria berjubah sutra itu tanpa menoleh. "Kondisi Tuan Shen tiba-tiba memburuk. Aku, Tabib Dewa Lu dari Ibukota, harus segera menggunakan Teknik Jarum Pembangkit Yang untuk merangsang jantungnya, atau beliau tidak akan bertahan melewati malam ini."
Shen Bing tampak ragu, namun saat ia melihat ke arah Lin Chen, Lin Chen langsung mengerutkan kening tajam.
Mata Lin Chen telah mengaktifkan Golden Eye. Sebuah panel analisis dari sistem muncul di benaknya.
[Analisis Pasien: Shen Wanshan]
[Penyakit: Bukan penyakit alami. Pasien terinfeksi 'Racun Gu Bintang Tujuh' (Parasit Spiritual) yang ditanamkan di dekat jantung.]
[Peringatan: Jika titik akupuntur dirangsang dengan Yang Qi (Energi Panas), parasit Gu akan berontak dan langsung memakan jantung pasien. Kematian instan dalam 3 detik.]
Saat Tabib Dewa Lu hendak menusukkan jarum emasnya ke dada Shen Wanshan, sebuah tangan mencengkeram pergelangan tangannya seperti catok besi.
"Jika kau menusukkan jarum itu, kau bukan sedang menyelamatkannya, tapi membunuhnya," ucap Lin Chen dingin.
Tabib Dewa Lu terkejut dan marah besar. Ia mencoba menarik tangannya, tapi cengkeraman Lin Chen tidak goyah sedikit pun. "Anak muda kurang ajar! Siapa kau berani menghentikanku?! Aku adalah Tabib Dewa Lu, mantan Kepala Tabib Keluarga Lin di Ibukota! Apa kau tahu teknik apa yang sedang kugunakan?!"
Mendengar nama "Keluarga Lin di Ibukota", mata Lin Chen memancarkan kilatan es yang sangat mengerikan, namun ia segera menyembunyikannya. Kebetulan yang luar biasa. Anjing peliharaan keluarga yang menghancurkannya kini ada di hadapannya.
"Nona Bing! Siapa berandalan ini?!" bentak Tabib Lu, memalingkan wajah ke arah Shen Bing. "Jika kau membiarkan anak ingusan ini ikut campur, aku akan angkat kaki dan kakekmu akan mati!"
Beberapa paman Shen Bing juga mulai memprotes. "Bing'er, apa yang kau lakukan? Tabib Lu didatangkan jauh-jauh dari Ibukota dengan bayaran puluhan juta! Kenapa kau membawa pemuda tak dikenal ini?!"
Shen Bing menahan tekanan keluarganya, menatap Lin Chen. "Tuan Lin, apakah tebakan Tabib Lu salah?"
Lin Chen melepaskan tangan Tabib Lu dan membuangnya ke samping. "Sangat salah. Kakekmu tidak sakit. Dia diracun. Lebih tepatnya, dia disusupi Gu Bintang Tujuh, sebuah parasit pemakan Qi yang berasal dari seni hitam."
Tabib Lu tertawa meremehkan. "Racun Gu? Hahaha! Pemuda ini terlalu banyak membaca novel fantasi! Tuan Shen mengalami penyumbatan arteri koroner akut yang diperparah oleh cuaca dingin! Buktinya, setiap kali aku memberinya obat penambah kehangatan (Yang), wajahnya membaik!"
"Wajahnya membaik karena parasit itu sedang tertidur menikmati energi kehangatanmu, idiot," balas Lin Chen datar. "Saat ini parasit itu sudah bangun dan lapar. Jika kau menusukkan jarum emas itu dan menyuntikkan Yang Qi dalam jumlah besar sekaligus, parasit itu akan merobek jantungnya dari dalam untuk menyerap energi tersebut."
Tabib Lu marah besar hingga jenggotnya bergetar. "Omong kosong! Nona Bing, usir penipu ini, atau aku tidak akan mengobati kakekmu!"
Shen Bing menggigit bibirnya. Jika Lin Chen salah, kakeknya akan mati. Tapi instingnya sebagai pemimpin Keluarga Shen mengatakan bahwa pemuda bermata tajam ini tidak sedang berbohong.
"Paman-paman, tahan Tabib Lu," perintah Shen Bing tegas. "Tuan Lin, tolong selamatkan kakekku."
"Kau gila, Shen Bing! Jika Tuan Tua mati, kau harus bertanggung jawab!" teriak pamannya, namun pengawal pribadi Shen Bing sudah menahan Tabib Lu mundur.
Lin Chen tidak membuang waktu. Ia melangkah ke sisi ranjang, mengeluarkan seperangkat Jarum Perak dari sakunya.
Mengingat peringatan sistem sebelumnya untuk tidak sembarangan menghamburkan Qi demi menstabilkan Dantian-nya, Lin Chen harus menggunakan teknik yang lebih mengandalkan presisi medis daripada sekadar paksaan energi murni.
"Ruoxue, pegang bahu Kakek Shen. Jangan biarkan dia bergerak sedikit pun," perintah Lin Chen. Su Ruoxue segera maju dan menahan bahu pria tua itu dengan kuat.
Lin Chen memutar jarum peraknya. "Kitab Sembilan Jarum Misterius: Jarum Pembelah Kematian!"
Sring! Sring! Sring!
Tangan Lin Chen bergerak begitu cepat hingga meninggalkan bayangan. Tujuh buah jarum perak menancap di sekitar dada Shen Wanshan, membentuk pola rasi bintang Biduk (Big Dipper).
Berbeda dengan Tabib Lu yang menggunakan energi panas (Yang), Lin Chen menyalurkan benang Qi yang sangat dingin (Yin) melalui jarum-jarum tersebut. Ini adalah jebakan.
Dalam hitungan detik, kulit dada Shen Wanshan mulai beriak mengerikan. Sesuatu yang hidup tampak bergerak-gerak di bawah kulitnya, mencoba melarikan diri dari hawa dingin mematikan yang disalurkan Lin Chen.
Semua orang di ruangan itu menahan napas, wajah mereka pucat pasi. Bahkan Tabib Lu mundur dengan kaki gemetar. "I-Itu... apa itu?!"
"Kena kau," gumam Lin Chen.
Saat tonjolan di bawah kulit itu bergerak ke arah tenggorokan Shen Wanshan untuk mencari jalan keluar, Lin Chen menusukkan jarum kedelapan tepat di leher pria tua itu, memblokir jalurnya.
Shen Wanshan tiba-tiba membuka matanya lebar-lebar, membalikkan badannya ke samping, dan memuntahkan sesuatu ke dalam baskom yang sudah disiapkan oleh Lin Chen.
Bruk!
Bukan darah, melainkan segumpal cairan hitam kental berbau busuk. Dan di tengah cairan itu, seekor serangga berwarna merah kehitaman seukuran ibu jari dengan tujuh titik putih di punggungnya menggeliat liar.
Serangga itu adalah Gu Bintang Tujuh!
Tabib Lu jatuh terduduk di lantai. Jika ia menusukkan jarum emasnya tadi, serangga ini pasti sudah memakan jantung Shen Wanshan. Ia hampir saja menjadi pembunuh!
Shen Wanshan kembali berbaring. Warna hitam di wajahnya memudar seketika, digantikan oleh rona merah yang sehat. Napasnya kini teratur dan kuat.
"K-Kakek!" Shen Bing menangis lega, memegang tangan kakeknya yang kini mulai menghangat.
Keluarga Shen yang lain terdiam membisu, memandang Lin Chen seolah menatap dewa yang turun ke bumi. Pemuda ini baru saja menarik Tuan Tua Shen dari gerbang neraka hanya dalam waktu kurang dari tiga menit!
Lin Chen menatap ke arah baskom, lalu menoleh menatap Tabib Lu yang masih gemetar di lantai.
"Keluarga Lin di Ibukota mengirimmu kemari, bukan?" suara Lin Chen sangat pelan, namun terdengar seperti vonis mati di telinga Tabib Lu. "Racun Gu ini berasal dari luar Tembok Besar. Orang biasa tidak akan punya akses ke benda semacam ini. Berapa banyak Keluarga Lin menyuapmu untuk membunuh Kepala Keluarga Shen agar mereka bisa mengambil alih pasar Jinling?"
Tabib Lu berkeringat dingin, wajahnya sepucat kertas. "A-Aku... aku tidak tahu apa yang kau bicarakan! Aku hanya seorang tabib! A-Aku pergi!"
Tabib Lu mencoba merangkak kabur, namun dua pengawal Keluarga Shen segera menodongkan senjata ke arahnya atas isyarat mata dari Shen Bing yang murka.
"Bawa dia ke ruang bawah tanah," perintah Shen Bing dingin. "Aku akan menginterogasinya secara pribadi. Tidak ada yang boleh menyentuh Keluarga Shen dan pergi begitu saja."
Setelah ruangan kembali tenang, Shen Bing membungkuk dalam-dalam kepada Lin Chen untuk kedua kalinya hari itu.
"Tuan Lin, Anda bukan hanya menyelamatkan kakek saya, tetapi juga masa depan Keluarga Shen. Saya berhutang nyawa pada Anda," ucap Shen Bing tulus.
Ia kemudian berjalan menuju sebuah brankas baja yang tertanam di dinding, membukanya dengan pemindai retina, dan mengeluarkan sebuah kotak kayu kuno yang dihiasi ukiran naga berlapis emas.
Shen Bing menyerahkan kotak itu kepada Lin Chen.
"Seperti yang saya janjikan. Ini adalah Pecahan Giok Hitam peninggalan leluhur kami. Selama ratusan tahun, tidak ada satupun anggota keluarga kami yang bisa mengetahui fungsi benda ini. Hari ini, benda ini adalah milik Anda."
Lin Chen membuka kotak itu. Benar saja, sebuah pecahan giok hitam yang ujungnya patah, memancarkan energi spiritual yang sangat pekat, terbaring di atas bantalan sutra.
Lin Chen mengambilnya, lalu menyatukannya dengan pecahan Giok Penelan Surga pertama yang ada di sakunya. Kedua pecahan itu langsung menempel tanpa celah seolah ditarik oleh magnet, memancarkan cahaya redup sesaat.
[Ding!]
[Pecahan Giok Penelan Surga (2/4) berhasil disatukan!]
[Efek Pasif Meningkat: Kecepatan pemulihan Qi Dantian meningkat menjadi 1.000%. Efek Pemurnian otomatis aktif!]
[Notifikasi: Dantian Host sekarang dilindungi oleh aura pemurnian. Retakan pada fondasi akan pulih secara otomatis dalam 24 jam. Host dapat mulai menggunakan teknik Kelas Langit tanpa efek samping ekstrem.]
Lin Chen menghela napas lega. Ini adalah kepingan puzze yang sangat ia butuhkan. Dantian-nya kini aman, dan kecepatan pemulihannya telah mencapai tingkat yang tidak masuk akal. Ia tak lagi perlu menahan diri terlalu keras.
Ia menyimpan giok itu, lalu menoleh ke arah Su Ruoxue yang menatapnya dengan bangga.
"Misi kita malam ini selesai, Ruoxue," ucap Lin Chen sambil merangkul bahu istrinya. "Besok, kita akan membuat pameran Jinling menjadi panggung utama untuk Embun Surgawi."
Shen Bing tersenyum penuh hormat. "Tuan Lin, besok pagi saya pribadi yang akan mengawal Anda dan Nona Su ke pameran. Mari kita lihat, siapa di Jinling ini yang berani menghalangi jalan kalian."