NovelToon NovelToon
KITA,LUKA DAN DUNIA LUAR

KITA,LUKA DAN DUNIA LUAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:272
Nilai: 5
Nama Author: Selya

Namaku Arsyila Nadira
Keluarga ku masih utuh Namun retak.

Di rumah ini aku punya dua nama,
"beban keluarga"saat piring pecah karena Ayah melemparnya ke Ibu.
Dan "tidak ada"saat mereka berdua lupa, aku masih duduk di meja makan saat mereka bertengkar.

Ibuku yang punya banyak hutang membuat amarah ayah melonjak setiap hari.

Aku terpaksa terjun sebagai 'wanita malam '
untuk merubah ekonomi keluarga ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 1

'Prang!'

Piring itu lepas dari genggaman Ayah dan hampir mengenai Ibu.Namun menjadi hancur berkeping-keping di lantai.

Rumah yang harusnya jadi tempat perlindungan dan rasa nyaman,malah menjadi seperti penjara bagiku.

Namaku Arsyila Nadira,umur 23 tahun,hidup di keluarga pas-pasan.Ayahku bernama... Budi Prayitno seorang pekerja buruh.Ibuku bernama... Sari Asih yang terjerat hutang karena tuntunan ekonomi.

Sementara Arsyila Nadira adalah anak tunggal dari pasangan suami-istri Budi Prayitno dan Sari Asih yang memilih bekerja menjadi apoteker karena lulusan kuliah jurusan farmasi.

Dulu—

Ayahku bekerja sebagai direktur utama di sebuah perusahaan di kota Bogor,jawab Barat. Hingga bisa membiayai ku selama kuliah.Namun,Ayah difitnah korupsi dan di pecat dari pekerjaan nya.

Mulai saat itu, konflik dimulai —

Ibuku yang diam-diam hutang sana-sini untuk membiayai kelulusan kuliah ku.Dan Ayahku kerja pontang-panting menjadi buruh namun masih saja di tagih oleh bank gara-gara hutang ibu yang membludak.

Malam yang penuh pujian saat aku meraih prestasi di bangku kuliah, menjadi malam yang seperti penjara mulai saat itu.

Hanya kata-kata 'beban keluarga' yang di lontarkan dari mulut Ayah.Ibu hanya menangis dan terdiam, sementara kehadiran ku sama sekali tidak di anggap.

Namun di pekerjaan ku sebagai apoteker,aku mempunyai teman-teman yang baik.Menganggapku gadis tangguh dan kuat.

Rizki Pratama,teman satu pekerjaan ku yang bahunya selalu ku pinjam saat ayah ibu ku bertengkar hebat.Namun dia tidak terbebani dan bosan dengan curhatan ku,malah menganggap ku sebagai 'wanita kuat'

...

Malam itu setelah Arsyila pulang dari kerja nya sekitar jam tujuh malam.Ia pulang terlambat karena di ajak makan di luar oleh Rizki.

Ayah yang sedang menikmati makan malam nya di meja makan bersama ibu.Membahas hutang ibu yang semakin membludak.

"kenapa hutang kita menjadi bertambah banyak,kerja Ayah hanya seorang buruh.Untuk apa ibu hutang sampai sebanyak itu ?"Tanya Ayah penuh dengan amarah.

Ceklek...

Arsyila membuka pintu rumahnya.Mendengar Ayah yang sedang marah-marah,padahal ia akan menyerahkan uang hasil gajian pertama nya.Arsyila duduk terdiam di meja makan,menunggu sampai Ayah nya benar-benar mereda.

"ini gajian Arsyila Ayah...Ibu,"ucapnya lirih.

Ayah yang tanpa basa-basi langsung merebut semua uang gajian Arsyila.Arsyila hanya di sisakan lima puluh ribu.Padahal ia kerja pontang-panting,gajian dalam waktu sebulan pertama nya.Tapi uang hasil keringatnya di rampas oleh Ayah tanpa belas kasihan.

"biar Ayah saja yang pegang.Ibu mu tidak bisa menyimpan uang.Hanya foya-foya yang ia pikirkan,"Ujar Ayah dengan nada lantang.

Padahal Ibu sudah berkali-kali bilang,kalau ia berhutang untuk biaya kelulusan Arsyila,namun suaminya malah menuduh nya untuk foya-foya.

Arsyila hanya diam melamun menatap selembar uang lima puluh ribu.Yang hanya cukup untuk ongkos naik ojek ke tempat kerja.Ia meneteskan air mata,ingin rasanya menjerit namun ia tak punya suara.Hanya rintihan dan tangisan yang ia bisa.

Ibunya tidak mempedulikan nya,ia masuk ke kamar dengan wajah murung.Ayahnya juga langsung pergi keluar rumah.

Setiap hari rumah itu seperti di neraka,keributan yang terjadi setiap hari.Bukan kenyamanan,Arsyila yang harus bekerja keras demi menutupi hutang ibunya.

Bahkan selama bekerja,ia hanya sedikit merasakan uang hasil gajian nya karena selalu dirampas oleh Ayahnya.Tidak seperti teman yang lain,yang memegang utuh uang gajian nya karena orang tua mereka sama sekali tidak meminta nya.

Arsyila masuk ke dalam kamar dan langsung tengkurap.

"Hiks... Hiks,"Isaknya sambil menyembunyikan wajah di balik bantal.

Keluarga yang masih utuh,Ayah ibu tidak bercerai.Namun konflik antara mereka berdua yang terjadi setiap hari membuat Arsyila tidak betah di rumah.Arsyila merasa damai di luar rumah,lama-kelamaan Arsyila rasanya berat melangkah kan kakinya untuk pulang.

Lebih memilih bersenda gurau bersama teman-teman nya untuk menghilangkan beban di pikiran nya.Daripada harus menyaksikan perdebatan antara kedua orang tuanya setiap hari.

Malam yang sunyi itu.Ingin sekali rasanya tiba pagi hari,melangkah ke pekerjaan,bertemu dengan teman-teman.Itulah yang Arsyila tunggu di kegelapan malam.

Dan satu harapan nya,bertemu dengan Rizki yang selalu mengerti keadaanya.Kadang ia tak makan sama sekali saat bekerja,lalu Rizki inisiatif membelikan makanan untuk Arsyila.

Bentuk perhatian kecil yang membuat Arsyila merasa selalu dihargai oleh Rizki.Anak dari keluarga kaya yang memilih bekerja karena bosan di rumah sendirian.Kedua kakaknya sudah menikah dan pisah rumah,orang tuanya sibuk bekerja dan jarang di rumah.

Arsyila selalu meratapi nasibnya ketika malam tiba.Dikamar sendirian di temani suara jam yang terdengar keras ketika malam hari.Ia merasa tidak berguna dan menyusahkan orang tua nya.

Teriakan Ayah yang bilang aku 'beban keluarga 'selalu membayang-bayangi tidur malam Arsyila.Ingin sekali kabur dari bayang-bayang masalah yang menimpanya.

Namun ia takut dunia luar akan lebih kejam dari yang ia kira.Ia hanya bisa pasrah,pikiran nya hanya bekerja dan bertemu dengan teman-teman nya untuk melepas beban di pikiran nya yang begitu berat.

Terkadang,jika ada masalah di rumah.Arsyila hanya diam dan murung seperti tidak semangat bekerja.Rizki yang selalu menghiburnya dengan candaan lucu nya,yang membuat Arsyila tertawa lepas.

Mereka teman satu pekerjaan,bisa di bilang teman dekat.Namun sama-sama belum berani menyatakan perasaan satu sama lain.Arsyila juga mempunyai teman perempuan bernama Putri Maharani yang selalu mendukung nya.Sahabat yang selalu mengeluarkan kata-kata positif ketika menerima curhatan dari Arsyila.

Sejak saat Ayah dan ibunya selalu bertengkar,Arsyila sulit percaya dengan yang namanya 'cinta' karena takut semua laki-laki akan seperti Ayahnya.

Padahal dulu —

Ayah selalu romantis ke ibu,memberi hadiah pernikahan dan selalu memuji masakan nya.Tapi keadaan dan tuntutan ekonomi membuatnya berubah,amarah yang selalu ia lontarkan setiap hari.Bukan pujian,bukan pula hadiah.

Arsyila juga menjadi anak yang beruntung waktu itu.Selalu mendapat momen kebersamaan dan kasih sayang kedua orang tua nya.Tapi sekarang kehadiran nya bahkan di anggap tidak ada.

Arsyila tetap sayang kepada kedua orang tuanya walaupun sekarang tidak perhatian lagi pada Arsyila.Arsyila merasa rumah seperti penjara,tapi ia tidak bisa keluar dari sana karena masih ada rasa sayang pada Ibunya.

Arsyila dapat tertidur lelap ketika ia menyetel lagu dengan suara sangat kencang di headset nya.Itu adalah salah satu cara supaya yang terdengar hanya lah musik ditelinga nya,bukan keributan kedua orang tua nya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!