NovelToon NovelToon
Suara Hatiku Mengubah Jalan Cerita Tragis

Suara Hatiku Mengubah Jalan Cerita Tragis

Status: sedang berlangsung
Genre:Masuk ke dalam novel / Pembaca Pikiran / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:40.3k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

"Dimana aku? siapa aku? kenapa aku berada disini?!"
Nadia Rebecca Marshall, terkejut bukan main mendapati dirinya masuk ke dalam novel, yang baru saja selesai ia baca.

Nadia seorang gadis biasa, yang memiliki kehidupan ekonomi pas-pasan, tidak pernah menyangka menjadi tokoh Antagonis dalam novel yang selalu ia baca.

Pemeran Antagonis yang memiliki nama yang sama dengannya, wanita yang sangat jahat, dan sangat dibenci oleh Protagonis pria.

Bagaimana Nadia dapat bertahan, dan membuat dirinya tetap hidup, sebagai tokoh Antagonis yang akan mati dengan tragis, dalam dunia novel yang pernah ia baca?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 1.

"Menjengkelkan! pemeran antagonis bodoh! seharusnya dia terima saja bercerai, dan menerima uang perceraian itu, lalu hidup bebas dengan uang perceraian itu! dasar bodoh!!"

Nadia Rebecca Marshall, gadis berusia dua puluh satu tahun, mengeluh sendirian melampiaskan rasa kesalnya.

Nadia baru saja selesai membaca sebuah novel, di mana pemeran antagonisnya mati dengan tragis.

"Kalau aku yang jadi perempuan itu, aku pasti langsung tanda tangani surat perceraian itu!!"

Ia sangat tidak suka dengan sikap antagonis, yang terlalu memaksakan diri untuk mendapatkan cinta protagonis pria.

Antagonis akhirnya mati dibunuh protagonis pria.

"Awas!!!"

Tiba-tiba Nadia mendengar suara kencang seseorang memperingatinya.

Mata Nadia terbelalak melihat sebuah mobil melaju ke arahnya.

Terlalu fokus melihat buku yang ia pegang, Nadia yang tengah menyeberang jalan tidak menyadari ia telah berada ditengah jalan.

Lampu hijau pejalan kaki, telah berganti berwarna merah.

Brakkkk!!!

Tidak dapat dihindari, tubuh Nadia pun ditabrak mobil tersebut.

Tubuhnya terpental dengan kencang menghantam aspal jalan.

Brukkk!!!

Tubuh Nadia seketika tidak bergerak begitu tubuhnya jatuh menghantam jalan.

Buku novel yang terlempar ke udara, melayang jatuh tepat menutupi wajahnya.

Nadia tidak merasakan apa pun lagi, hening dan gelap!

*****

.

.

.

"Cepat tandatangani!!"

Plak!!

Sebuah berkas dengan kasar terlempar tepat menghantam wajah Nadia.

Nadia tersentak.

Ia membuka matanya.

Dan kemudian mengedipkan mata.

Matanya terbuka dan sontak melihat sekelilingnya.

Ia baru saja ditabrak sebuah mobil, tapi kenapa ia berada disini?

( Dimana ini? bukankah aku baru saja ditabrak mobil? ) pikir Nadia bingung.

Nadia kembali mengedipkan matanya, begitu bingung dengan dirinya yang terlihat baik-baik saja.

"Nadia! jangan berpura-pura terlihat seperti orang bodoh!!"

Nadia kembali tersentak mendengar suara pria yang berdiri tepat di depannya.

Saat ini ia tengah berlutut dihadapan pria itu.

Ia menengadahkan wajahnya, dan melihat seorang pria berwajah tampan tengah memandangnya dengan tatapan tajam, tapi dingin.

Tiba-tiba kepala Nadia terasa begitu sakit, hingga ia memegang kepalanya yang terasa begitu sakit.

Sekelebat bayangan peristiwa terlintas dalam kepalanya.

Sebuah konflik yang pernah ia alami.

Tapi ia merasa tidak pernah mengalami kejadian itu, karena ia belum menikah, dan bahkan belum mempunyai seorang pacar pun.

Disaat bayangan itu jelas sekali terlintas dalam pikirannya, ia pun menyadari, kalau ia telah masuk ke dalam novel yang baru saja selesai ia baca.

"Apa?! a.. aku masuk ke novel tragis yang baru selesai kubaca?! a.. aku Nadia sibodoh, yang akhirnya mati tragis?!!"

Ia tidak menyangka telah masuk ke dalam tubuh istri protagonis pria, si antagonis yang mati dengan tragis.

"NADIA!!!"

"I.. iya!!!" jawab Nadia kencang.

"Cepat tandatangani!!" sentak pria yang berdiri di depannya, dengan aura yang terasa semakin dingin.

Nadia pun mengingat siapa pria tampan, yang tengah memandangnya dengan tajam itu.

Pemeran utama pria, James Hector, suami Nadia Rebecca, yang nama istrinya sama dengannya.

Nadia melihat ke arah berkas yang terjatuh di lantai, lalu memungutnya.

Dan begitu ia melihat berkas apa yang diberikan James padanya, ia pun ingat jalan cerita novel tragis yang telah ia baca.

Saat ini mengingat jalan cerita novel tragis itu, James menggugat cerai istrinya Nadia, karena sudah muak pada istrinya itu.

Istrinya sangat pencemburu.

Menggunakan cara bunuh diri untuk menarik perhatian James, setiap kali melihat James bersama dengan pemeran utama wanita.

Nadia memeriksa pergelangan tangannya, benar saja!

Pergelangan tangan Nadia dibalut perban, dan ia pun seketika merasakan sakit.

Istri James telah mati, dan sekarang ia yang mati di dunia nyata menggantikan tubuh istri James yang telah mati.

"Apa lagi alasan yang ingin kau katakan?! cepat tandatangani surat perceraian itu!!" sentak James.

Nadia melihat berkas yang ia pegang, lalu membuka berkas.

Mengingat jalan cerita novel, James memberikan kompensasi perceraian pada Nadia, kalau Nadia bersedia menandatangani surat perceraian yang telah ditandatangani James.

Mata Nadia terbelalak setelah melihat kompensasi yang diberikan James padanya.

"Apa?! du.. dua miliar? vila dipinggir kota? satu unit mobil mewah?!!"

Nadia tidak percaya melihat banyaknya kompensasi, yang diberikan James padanya.

James Hector memang Ceo terkaya nomor satu di ibukota, karena itulah pemeran utama wanita tidak ingin melepaskan James.

Mata Nadia bolak-balik membaca berkas perjanjian perceraian, "Baik! aku tanda tangani!!" jawab Nadia dengan suara yang terdengar bersemangat.

Ia pun kemudian bangkit berdiri dari berlututnya.

Raut wajah James seketika berubah mendengar nada bersemangat Nadia, yang begitu saja setuju bercerai dengannya.

Ada apa dengannya? bukankah dia biasanya akan menangis, dan merengek tidak ingin bercerai denganku? bisik hati James mengerutkan keningnya melihat Nadia dengan cepat menandatangani surat cerai yang ia berikan.

"Nah!!"

Nadia yang telah menandatangani berkas perjanjian cerai itu, memberikan berkas itu kembali pada James, dan James membuka berkas untuk memastikan lagi tanda tangan Nadia.

Memang nyata! Nadia tanpa ragu telah menandatanganinya.

"Mana?" Nadia mengulurkan tangannya ke hadapan James.

"Apanya mana?" James bingung dengan pertanyaan Nadia.

"Tentu saja uang dua miliar ku!" jawab Nadia.

Ia harus segera menjauh dari kehidupan James, kalau ia ingin hidup lebih lama dalam dunia kertas ini.

Ia bukan Nadia Rebecca Marshall, istri bodoh James yang gila cinta.

( Aku tidak ingin mati konyol tinggal dekat denganmu ) bisik hati Nadia.

Ia lebih menghargai hidupnya, dan menjalani hidup bebas menikmati kekayaan yang diberikan James sebagai kompensasi.

"Baik! aku akan berikan!!" jawab nada dingin James.

James mengambil ponselnya, dan jemarinya mulai mengetik transfer kompensasi ke rekening Nadia.

( James, kamu lumayan tampan juga! tapi sayang hidupmu hanya tinggal dua bulan lagi! ) bisik hati Nadia mengamati penampilan James dari atas kepala sampai bawah kaki.

Jemari James yang akan mengetik nominal kompensasi, seketika menghentikan jemarinya.

"Siapa? siapa yang bicara?!!" sentak James melihat sekeliling.

James tidak melihat siapa pun di dalam kamar, hanya ia dan Nadia saja.

Suara barusan terdengar jelas suara Nadia! tapi dia tidak membuka mulutnya bicara! bisik hati James merasa bingung.

( Mati diracun perempuan yang dia cintai, lalu di buang ke dalam hutan, dan dibiarkan di makan binatang liar! ihhh.. seram! untung aku sudah bercerai darinya! ) bisik hati Nadia meletakkan tubuhnya duduk di tepi tempat tidur.

James sontak terkejut mendengar lagi suara Nadia, dan membuatnya pun seketika marah.

Tangan James dengan cepat mencengkram pergelangan tangan Nadia, "Apa katamu? siapa yang mati?! katakan sekali lagi!!!" bentaknya.

"Akh!!" Nadia kesakitan, dan tangannya reflek memukul tangan James, "Lepaskan! sakit!!!"

James tersadar melihat tangannya, yang tiba-tiba mencengkram pergelangan tangan Nadia dengan kuat, ia pun melepaskan cengkraman tangannya.

"Apa yang barusan kamu katakan?!"

"Apa? aku tidak mengatakan apa pun!!" jawab Nadia dengan kesal.

Ia mengelus pergelangan tangannya yang terasa sakit.

Bersambung.......

1
Sribundanya Gifran
lanjuy
Samin Uhee
lnjut thor
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Sribundanya Gifran
lanjut
Yuyun Suprapti
lanjut lg kk, jgn lama² upnya
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
❥␠⃝ ͭ🍁by-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
rasakan James, makanya jangan terlalu dekat dengan teman masa kecil mu tu🙄🙄🙄🙄
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
Wahyuningsih
lanjut thor 💪💪💪 dlm upnya jgn lma2 up thor tk inaaak menungguyg buanyk upnya n hrs tiap hri sehat sellu jga keshtn n makaciiiiiiiiih tuk upnya
falea sezi
🤣🤣🤣 ngakak liat james
Fajar Fathur rizky
cepat bongkar kebusukan wanita itu ke media
falea sezi
lanjuttt donk
Sribundanya Gifran
lanjut
Naya En-lish
/Heart//Heart//Heart/
MamDeyh
Lagiii kak
Sribundanya Gifran
lanjut
Evi 060989
ul
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!